Nurina Na Raharjo, Pemilik Brand Nuna Kids yang Raih Kesuksesan Dalam Berbisnis

  • 0
Nurina Na Raharjo Pemilik Brand Nuna Kids yang Sukses

Nurina Na Raharjo, Pemilik Brand Nuna Kids yang Raih Kesuksesan Dalam Berbisnis

Sboplaza.com - Nurina Na Raharjo, Seorang ibu dari dua orang anak ini telah memiliki kegemaran berniaga sejak tahun 2011. Padahal saat itu, masih berstatus sebagai karyawan di sebuah perusahaa BUMN. Namun pada akhirnya, Nurina Na Raharjo harus resign dari pekerjaannya di sebuah instansi demi kepentingan anak dan suaminya yang pindah dinas.

Setelah resign, Nurina Na Raharjo semakin memantapkan hatinya untuk menjadi seorang pengusaha. Sempat terfikir ingin membuka toko offline, namun dikarenakan pekerjaan suami yang seringkali berpindah tempat. Membuat Nurina Na Raharjo mengurungkan niatnya dan memilih untuk membuka toko online.

Nurina Na Raharjo Pemilik Brand Nuna Kids yang Sukses

Nurina Na Raharjo Pemilik Brand Nuna Kids Bersama Sang Suami

Dengan memanfaatkan media sosial, Nurina Na Raharjo berhasil membuka toko online yang diimpikannya. Pada awal berbisnis online, Nurina Na Raharjo mencoba memanfaatkan sistem dropship yang seringkali ditawarkan oleh para supplier. Hingga akhirnya, Nurina Na Raharjo berupaya untuk menyediakan stock barang yang hendak dijualnya.

Demi perkembangan bisnisnya, Nurina Na Raharjo mengikuti beragam program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) untuk mengoptimalkan toko onlinenya. Dan Nurina Na Raharjo menyadari bahwa bisnis online memberikan kemudahan bagi dirinya untuk berbisnis. Terlebih lagi, bisnisnya tersebut dapat dikelola hanya dengan mengandalkan koneksi internet tanpa perlu meninggalkan rumah.

Baca Juga : Presda Sari, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Meraup Omset Puluhan Juta

Seiring berjalannya waktu, Nurina Na Raharjo mencoba untuk memberanikan diri dalam memproduksi celana dan pakaian dengan merk sendiri yakni nunakids. Dari keberaniannya tersebut, kini Nurina Na Raharjo telah mendapat banyak reseller dan omset penjualan dari toko onlinenya di Instagram, @nuna_store juga mengalami peningkatan. Tak lupa, Nurina Na Raharjo juga mengingatkan pada setiap orang untuk tidak takut dalam bermimpi. Karena bagaimanapun juga, kesuksesan berawal dari mimpi.


  • 0
Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Novita Ariestanty, Pemilik La Vieta Butiq yang Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Sboplaza.com - Novita Ariestanty, pemilik La Vieta Butiq yang sukses memaksimalkan omset bisnisnya hingga mencapai angka ratusan juta. Mengingat sedikit tentang latar belakang orang tua Novita Ariestanty yang merupakan pegawai bumn. Tentu Novita Ariestanty menyadari bahwa dirinya tidak memiliki bakat dalam berdagang. Seperti halnya orangtua pada umumnya, orang tua dari Novita Ariestanty sangat mengharapkan Novita Ariestanty dapat bekerja kantoran di sebuah instansi.

Namun, dikarenakan kejenuhan yang dirasakan Novita Ariestanty. Akhirnya Novita Ariestanty mencoba mencari peluang bisnis online di internet. Ketika sedang berselancar di dunia maya, Novita Ariestanty menemukan komunitas bunda in biz. Melihat banyaknya member yang telah bergabung. Kemudian Novita Ariestanty juga memutuskan untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Komunitas itulah yang kemudian menjadi sejarah awal Novita Ariestanty mengenal bisnis di internet lebih detail lagi.

Dan di tahun 2008, Novita Ariestanty kembali membuat keputusan untuk resign dari kantor tempat ia bekerja karena ia berupaya untuk fokus dalam merintis bisnis. Selain mengikuti komunitas bunda in biz, Novita Ariestanty juga mengikuti komunitas TDA ( Tangan Di Atas ). Disana Novita Ariestanty memiliki teman yang memberikan penawaran kios di JACC yang sekarang menjadi Thamrin City. Tak ingin melewatkan kesempatan, Novita Ariestanty pun menerima tawaran kios tersebut.

Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Pada saat itu, Thamrin City masih sepi pengunjung. Sehingga tak heran bila di bulan pertama membuka kios. Novita Ariestanty hanya mendapatkan satu konsumen. Namun setidaknya, hal itu cukup membahagiakan bagi Novita Ariestanty. Karena bagaimanapun juga, segala sesuatu perlu disyukuri. Selama berjualan di JACC atau Thamrin City, Novita Ariestanty banyak mendapatkan pelajaran berharga dari para pedagang. Khususnya cara bertahan dalam kondisi sepi dan ketika ramai pengunjung.

Namun di tahun 2009, Novita Ariestanty resmi menutup kiosnya di Thamrin City. Dan ketika memutuskan untuk menutup kiosnya di Thamrin City, masih banyak sisa baju yang belum habis terjual. Novita Ariestanty kembali memutar otaknya agar baju – baju tersebut dapat terjual habis. Karena terjebak kondisi yang cukup menyulitkan dirinya untk menjual kembali baju – baju yang belum habis terjual di Thamrin City. Akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk menyedekahkan baju – baju tersebut.

Sebenarnya menutup kios di Thamrin City bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi saat memutuskan untuk menutup kios tersebut. Novita Ariestanty sempat putus asa untuk membayar cicilan hutang pada bank. Karena selama berjualan di Thamrin City, ia sempat menggadaikan seritifikat rumah untuk biaya produksi. Namun, Novita Ariestanty tidak pernah pantang menyerah untuk kembali menelusuri peluang bisnis.

Saat itu, Blackberry Messenger ( BBM ) menjadi platform chatting yang banyak diminati. Melihat fakta tersebut, Novita Ariestanty pun mencoba untuk berjualan secara dropship di BBM. Barang yang dijualnya bermacam – macam, mulai dari tas, sepatu, toples, baju dan masih banyak lagi. Novita Ariestanty bersyukur, hasil penjualannya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan. Namun lagi – lagi harus terhenti karena suppliernya kurang amanah sehingga Novita Ariestanty seringkali dituduh penipu oleh customernya.

Demi meningkatkan pendapatannya, Novita Ariestanty kembali mencari peluang dengan berjualan kue kering. Kali ini Novita Ariestanty bersungguh – sungguh hingga membuatkan websitenya. Tak berhenti disitu, Novita Ariestanty juga mencoba bisnis di bidang travel umroh.

Selama 2 tahun, Novita Ariestanty terombang – ambing dalam merintis bisnis. Hingga akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk melaksanakan umroh pada bulan Mei 2013. Selepas pulang dari umroh, Novita Ariestanty mendapatkan jalan untuk memulai bisnis kembali. Ia pun memutuskan untuk menjual baju muslim. Dengan tekad yang kuat, Novita Ariestanty berupaya untuk menjemput kesuksesan dalam berbisnis.

Ia dibantu oleh temannya di komunitas TDA ( Tangan Di Atas ) Jakarta Timur untuk mengoptimasi blog. Dan akhirnya, bisnis baju muslimnya dapat laris di pasaran hingga sekarang. Mungkin memang awalnya Novita Ariestanty menggunakan platform web untuk berjualan produk busana muslimnya. Lalu di awal tahun 2014, Novita Ariestanty belajar cara untuk mengoptimasi Instagram di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan mencoba peruntungan jualan di Instagram.

Baca Juga : Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-qur’an Cantik

Sulit dibayangkan, ternyata penjualannya meningkat dengan cepat. Terbukti dengan jumlah omset dari penjualan busana muslim tersebut yang telah berhasil mencapai angka 600 juta. Tak lupa Novita Ariestanty mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada karakter focus, tekun, komitmen, konsisten, sedekah dan sabar.


  • 0
Shany Wiendyana Pemilik Rumah Muslimah Eno

Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-Qur’an Cantik

Sboplaza.com - Shany Wiendyana, sosok ibu rumah tangga yang kini berhasil meraih kesuksesannya dengan berjualan Al-qur’an cantik. Pada awalnya, Shany Wiendyana mengaku tidak mahir berjualan. Namun, tepat di tahun 2012. Shany Wiendyana hamil, sehingga akhirnya ia harus berhenti bekerja di sebuah instansi. Di tengah hiruk pikuk kebutuhan hidup yang terus bertambah, Shany Wiendyana memutuskan untuk berjualan meski awalnya ia dipaksa oleh sahabat karibnya.

Produk yang dijualnya pertama kali adalah pembalut herbal. Alasan mengapa Shany Wiendyana memilih pembalut herbal sebagai produk yang hendak dijualnya, karena ia ingin membantu banyak wanita untuk terbebas dari keluhan seputar organ kewanitaan.

Dengan bermodalkan tekad kuatnya untuk berjualan, Shany Wiendyana mulai mempromosikan produk pembalut herbal tersebut ke facebook. Selama berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana banyak mempelajari cara berjualan online yang baik dan benar beserta strategi pemasarannya. Salah satu bentuk upaya Shany Wiendyana dalam mempelajari banyak hal tentang bisnis online. Ia buktikan dengan mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Alhasil, produk pembalut herbal yang dijualnya dapat habis hanya dalam waktu 2 bulan saja.

Shany Wiendyana Pemilik Rumah Muslimah Eno

Tak puas dengan berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana kembali mencari peluang berjualan produk lain selain pembalut herbal. Hingga akhirnya pilihan tersebut jatuh pada Al-Qur’an cantik. Karena bagi Shany Wiendyana, ia ingin menjual sesuatu yang dapat membawanya pada keberkahan dan kebaikan.

Sebagai pemilik Rumah Muslimah Eno, Shany Wiendyana harus kembali memutar otaknya kembali. Ia pun langsung mendaftarkan diri sebagai reseller di sebuah online shop. Ketika menjadi seorang reseller, Shany Wiendyana memasang target penjualan sebesar Rp. 300.000 per bulan. Dengan semangat yang tinggi untuk berjualan, target tersebut akhirnya dapat terlampaui.

Tak puas dengan target penjualan tersebut, Shany Wiendyana akhirnya mengajukan diri sebagai reseller gold dengan target penjualan yakni 3 juta per bulan. Awalnya, ia sempat pesimis menerima kenyataan tersebut. Namun, ia mendapatkan hasil tak terduga dengan mendapatkan hasil penjualan sebesar 4 juta.

Baca Juga : Atik Nurbayati, Pemilik Butik Online Rumah Zarra yang Sukses Hingga ke Mancanegara

Kemudian, Shany Wiendyana akhirnya memutuskan untuk merekrut reseller di dalam sebuah grup yang ia buat. Semua itu ia lakukan dalam rangka untuk menjadi jalan rezeki bagi orang lain. Dengan bermodalkan niat dan ilmu yang dipelajarinya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Shany Wiendyana akhirnya dapat melambungkan omset penjualan Al-qur’an cantiknya hingga angka yang fantastis.


  • 0
Kisah Sukses Atik Nurbayati Pemilik Rumah Zarra

Atik Nurbayati, Pemilik Butik Online Rumah Zarra yang Sukses Hingga ke Mancanegara

Sboplaza.com - Atik Nurbayati, Ibu rumah tangga yang memiliki sebuah butik online dengan nama Rumah Zarra ini terbilang belum lama menggeluti dunia online marketing. Namun, siapa sangka bahwa kesuksesan kini berhasil dalam genggamannya. Pada awalnya, di tahun 2001. Atik Nurbayati menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan multinasional.

Tak lama kemudian, Atik Nurbayati melanjutkan perjalanan karirnya untuk menjadi seorang konsultan HRD dan Konselor di sebuah SMP/SMA. Kemudian Atik Nurbayati juga sempat mendapat amanah untuk menjadi kepala sekolah di sebuah SMP/SMA selama 2 tahun.

Namun akhirnya, perjalanan karirnya harus terhenti karena suaminya tidak mengizinkan Atik Nurbayati untuk berkarir di instansi manapun setelah hamil. Hingga pada akhirnya, Atik Nurbayati mengikuti program yang diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Hal itulah yang kemudian mengubah pola pikirnya untuk menjadi seorang pengusaha.

Kisah Sukses Atik Nurbayati Pemilik Rumah Zarra

Berbekal tekad dan semangat untuk menjadi seorang pengusaha, Atik Nurbayati aktif untuk mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Salah satu ilmu yang pernah didapatnya adalah ilmu mengenai google plus. Usai mempraktekkan ilmu google plus tersebut, Atik Nurbayati berhasil mendapatkan predikat sebagai agen teraktif dengan penjualan terbanyak dari 7 brand yang dipegangnya.

Uniknya, berkat ilmu google plus yang diterapkan pada bisnisnya. Kini Atik Nurbayati seringkali mendapatkan banyak orderan yang sangat menggiurkan dari konsumennya. Tak hanya di Indonesia saja, konsumen Rumah Zarra bahkan telah merambah ke mancanegara. Seperti Taiwan, Hongkong, Australia, Amsterdam, Malaysia dll.

Baca Juga : Nurshoffa Mujahidah, Ibu Rumah Tangga Dengan Omset Ratusan Juta Tanpa Gelar Sarjana

Padahal, saat pertama kali merintis bisnis butik onlinenya, Rumah Zarra. Atik Nurbayati merasa kesulitan untuk mendapatkan produsen. Namun, yang terjadi kini malah sebaliknya. Banyak produsen yang menawarkan program keagenan pada Atik Nurbayati. Selain dari ketekunannya dalam mempelajari ilmu google plus, Atik Nurbayati juga selalu menyadari bahwa kesuksesannya tersebut tidak terlepas dari kekuatan doa dan upayanya selama ini untuk dapat selalu beribadah tepat pada waktunya.


  • 0
Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Atiqueta, Pemilik Brand Fashion Busana Muslim Aqueta yang Sukses Melejitkan Omset

Sboplaza.com - Atiqueta, Sosok ibu rumah tangga yang pantang menyerah itu kini berhasil melebarkan sayap bisnisnya di bidang fashion dengan mendirikan brand Aqueta yang berdiri pada bulan Juli 2015. Sebelum berbisnis di bidang fashion dan menuai kesuksesannya, Atiqueta pernah berjualan produk herbal, buku islami dan menjadi agen qirani. Namun sayangnya, Atiqueta harus kembali memutar otaknya karena Rawalumbu, lokasi tempatnya berjualan sekaligus kediamannya tidak cukup strategis.

Dihadapkan dengan kenyataan seperti itu, Atiqueta akhirnya memutuskan untuk berjualan di Tanjung Priok dengan memindahkan tokonya di dekat rumah mertuanya. Mengingat jarak yang cukup jauh antara Rawalumbu dan Tanjung Priok, akhirnya Atiqueta memutuskan untuk mempercayakan toko nya pada seorang karyawan.

Saat itu, suaminya tengah bekerja sebagai seorang karyawan outsourcing di sebuah perusahaan pelabuhan Tanjung Priok. Untuk membantu perekonomian keluarga, Atiqueta nekat membagi-bagikan brosur ke setiap Taman Kanak-Kanak ( TK ) di seluruh kecamatan Koja. Tak peduli dengan gelarnya sebagai seorang sarjana psikologi, Atiqueta tetap bersikukuh dan pantang menyerah. Ia menyadari bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan pengorbanan.

Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Namun, perjuangannya dalam membagi-bagikan brosur. Sebagai upaya untuk mensosialisasikan bisnisnya belum berbuah manis. Hingga akhirnya suami Atiqueta mengatakan bahwa istrinya memiliki passion dalam berbisnis di bidang fashion. Berawal dari itu, akhirnya Atiqueta yang merupakan alumni dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengikuti apa yang dikatakan suaminya.

Di tahun 2015, Akhirnya Atiqueta melaunching sebuah brand fashion dengan label Aqueta. Di awal – awal membangun bisnis fashionnya tersebut, Bisnis yang aqueta jalankan tidak berjalan lancar. Alasannya karena system bisnis yang dijalankannya belum terfokus. Menyadari kesalahannya tersebut, Atiqueta akhirnya berupaya untuk mengembangkan system customer service marketing online dalam bisnisnya.

Dimana Aqueta sendiri menjadi leadernya dan menghandle viral marketing sesuai dengan jadwal yang telah ia tetapkan. Tak hanya itu, Aqueta juga menangani pelanggan mulai dari follow up hingga closing dan feedback. Bersama tim nya yang berjumlah 8 orang, ia membagi tugas dengan bijak. Saat mulai menerapkan system serta SOP yang begitu mendetail, Atiqueta mengaku bahwa dirinya merasakan kesulitan.

Namun, dengan penerapan SOP yang mendetail tersebut, justru kesuksesan mendekat dengat sangat cepat ke kehidupannya. Selain itu, tak lupa Atiqueta juga memperbanyak bersyukur dan meminta keridhoan pada orang tua dan suaminya agar bisnisnya selalu dilancarkan.

Baca Juga : Rochma Indrawati Firdaus, Pengusaha Boneka Jari yang Memberdayakan Ibu Rumah Tangga

Alhasil, Omset bisnisnya pun meningkat dengan pesat. Bila awalnya Aqueta hanya memasang target penjualan hingga 500pcs dalam sebulan. Diluar dugaan, Aquetapun kembali menuai target penjualan mencapai ribuan. Sungguh menakjubkan!


  • 0
Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda, Pemilik Label Reeta yang Sukses Berkarir di Dalam Rumah

Sboplaza.com - Rita Elvanda, Seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai 4 orang anak ini layak dijadikan contoh nyata bagi setiap orang. Bahwa meraih kesuksesan di dalam rumah bukanlah hal yang mustahil. Kesuksesan yang kini diraihnya bukan tanpa daya upaya melainkan oleh gigihnya perjuangan seorang Rita Elvanda dalam berbisnis.

Berawal di tahun 2009, saat pertama kalinya Rita Elvanda berjualan secara online melalui multiply. Namun, tiba – tiba saja nasib malang menimpa, lapak berjualan yang diberinama Gado-gado shop milik Rita Elvanda harus terhenti karena platform multiply ditutup. Kemudian berlanjut di tahun 2010, Rita Elvanda kembali memutuskan untuk berbisnis kembali.

Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda bersama Sang Suami

Kali ini ia mencoba menggeluti bisnis di bidang flannel, souvenir, gantungan kunci dll. Namun, karena proses pengerjaan flannel yang cukup memakan waktu. Akhirnya Rita Elvanda kembali memulai bisnis barunya di tahun 2011. Lain halnya di tahun sebelumnya, Rita Elvanda kini mencoba menggeluti bisnis di bidang produk fashion. Namun sayangnya, hal itu tidak bertahan lama. Karena saat itu, suami Rita Elvanda mendapat kesempatan untuk menjadi tender pembangunan perumahan rakyat. Sehingga Rita Elvanda harus membantu suaminya untuk mengatur keuangan pembangunan perumahan rakyat tersebut.

Selanjutnya, di tahun 2013. Rita Elvanda kembali bergelut di bidang bisnis. Kali ini Rita Elvanda memfokuskan bisnisnya di bidang label kain. Namun seiring berjalannya waktu, tidak hanya label kain saja yang ditawarkan. Adapun label dalam bentuk stiker dsb. Padahal Rita Elvanda bukanlah seorang lulusan design grafis. Namun, berkat kegigihannya untuk terus mempelajari berbagai macam hal tentang design. Akhirnya Rita Elvanda berhasil menekuni usaha design dan digital printingnya.

Baca Juga : Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Untuk meningkatkan omset bisnisnya, Rita Elvanda pun mengikuti Sekolah Bisnis Online yang didirikan oleh Muri Handayani. Setelah mengikuti program di Sekolah Bisnis Online, secara mengejutkan fanspage facebook yang menjadi tempatnya untuk berbisnis mengalami peningkatan yang luar biasa hanya dalam 2 Minggu. Fan page yang semula berjumlah 600 Followers kini telah mencapai angka ribuan yang menakjubkan. Dan kini omset bisnisnya begitu melesat. Untuk melihat lebih detail design label hasil kreasinya, silahkan kunjungi laman web nya di www.labelreeta.com.


  • 0
Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Sboplaza.com - Titi Limanjaya, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnisnya dari rumah. Bisnis fashion yang digelutinya menawarkan aneka produk fashion seperti Sweater, Baju Casual, Baju Hijab, Jaket dll. Sebagai owner @Bajulucu39000, Tentu Buah dari kesuksesan yang didapatkannya ini tidak diraih secara instan. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana yang tidak memiliki latar belakang bisnis. Titi Limanjaya dengan gigih belajar berbisnis secara otodidak.

Berawal di tahun 2008, Saat dimana Titi Limanjaya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi farmasi untuk menggeluti bisnis online. Pada saat itu, platform yang digunakan untuk berjualan adalah multiply. Sebelum pada akhirnya berjualan produk fashion, Titi Limanjaya sempat berjualan produk herbal seperti Sugar Wax dan Penghilang Bulu Alami Homemade. Beruntungnya, produk yang ia tawarkan mendapatkan respon yang baik di mata konsumen. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah orderan hingga berpuluh – puluh paket.

Namun, tak lama kemudian. Titi Limanjaya mendapatkan ujian dengan kenyataan bahwa Ibunya menderita kanker lambung. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Titi Limanjaya tetap giat menjalankan bisnisnya langsung di rumah sakit sambil menemani sang ibu di rumah sakit. Dimulai dari merespon orderan, rekap, cek mutasi hingga melakukan pemesanan pada supplier.

Pada saat itu pula, sang suami yang tengah bekerja di sebuah instansi juga ikut membantu menyiapkan barang, packing hingga mengirimkannya ke instansi jasa pengiriman sebelum berangkat kerja.

Hal itu dilakukan demi menanggung anggaran pengobatan Ibu Titi Limanjaya selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dan tepatnya pada tahun 2010, Ibu Titi Limanjaya meninggal dunia.

Tentu hal ini menjadi sebuah kesedihan yang mendalam bagi Titi Limanjaya. Hingga akhirnya Titi Limanjaya bersama suaminya memutuskan untuk menjalani bisnis online yang digelutinya dengan serius. Dan suami Titi Limanjaya juga memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya sebagai bukti keseriusannya dalam menekuni bisnis online bersama sang istri.

Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Titi Limanjaya ( Kanan )

Untuk memudahkan bisnis online yang digelutinya, akhirnya Titi Limanjaya memutuskan untuk merekrut 1 orang asisten. Seiring berjalannya waktu, tabungan yang sempat terkuras akhirnya dapat terisi kembali. Dan tak hanya itu, omset dari bisnis online nya pun melesat hingga dapat mencukupi kebutuhannya untuk membeli mobil.

Namun tiba – tiba saja, platform multiply yang dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai tempat untuk berbisnis online tiba – tiba ditutup di tahun 2012. Bagaikan petir di siang bolong, omset bisnis onlinenya pun akhirnya ikut merosot. Seakan tak percaya, Titi Limanjaya merasakan kehilangan sumber mata pencahariannya. Terlebih lagi, tabungan yang dimilikinya juga ikut terkuras untuk biaya melahirkan anak pertamanya.

Meski terbilang cukup menyakitkan, lambat laun Titi Limanjaya kembali beralih ke facebook untuk berbisnis online. Namun, sayangnya penjualan pada saat itu hanya sedikit saja sehingga tidak cukup untuk menutup biaya operasional. Ditambah, saat itu Titi Limanjaya tengah hamil dan harus kembali mempersiapkan biaya operasi Caesar untuk anak keduanya. Setelah melahirkan anak keduanya, barulah Titi Limanjaya berfikir untuk menggeluti bisnis di bidang lain.

Dan saat itulah, Titi Limanjaya bersama sang suami memutuskan untuk menjual produk fashion. Namun sayangnya, ketika hendak merintis bisnis baru. Modal bisnis yang dimilikinya tidak mencukupi. Sehingga pada akhirnya Titi Limanjaya bersama sang suami harus merelakan mobilnya untuk dijual.

Setelah menjual mobilnya dan kembali berbisnis, tepatnya di akhir tahun 2013. Titi Limanjaya bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online yang merupakan teman Titi Limanjaya saat masih di Multiply dan Grup Gober.

Saat itu pertemuan keduanya berlangsung di acara workshop Instagram yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online. Meski belum memiliki smartphone berbasis android, Titi Limanjaya tetap mengikuti workshop tersebut dan mempelajari tips dan triknya.

1 Minggu setelah mengikuti workshop Instagram yang diselenggarakan Sekolah Bisnis Online, Suaminya membelikan smartphone android yang kemudian dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai platform bisnis onlinenya. Alhasil, omset bisnis onlinenya meroket. Bahkan Titi Limanjaya bersama sang suami merasa kewalahan dalam melayani pemesanan.

Bisa dikatakan bahwa omsetnya melebihi omset yang didapatnya dahulu saat berjualan di multiply. Dan kini untuk memudahkan bisnisnya, Titi Limanjaya bersama sang suami telah memiliki team yang berjumlah 7 orang. Untuk melihat detail produk yang ditawarkannya, silahkan kunjungi www.bajulucu39000.com juga akun instagramnya @bajulucu39000