Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis

  • 0

Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis

Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis – Sosialita Dewi Prastyowati, pemilik online shop dengan nama Sosialyta Online Shop yang dapat dikunjungi di sosgrosirbaju.com. Mulanya, Sosialita Dewi Prastyowati mengawali bisnis online nya sebagai dropshipper di tahun 2009. Inspirasi untuk berbisnis online muncul saat ia sedang menjaga warnet milik orang tuanya. Tak hanya itu, Sosialita Dewi Prastyowati juga memiliki sambilan pekerjaan lain sebagai pengajar les privat di dua tempat.

Meski melelahkan namun Sosialita Dewi Prastyowati menyadari bahwa ia senang melakukannya. Bermodalkan nomor rekening milik ibunya, nomor handphone beserta akun facebook miliknya.

Sosialita Dewi Prastyowati pun memulai perjalanan bisnisnya sebagai dropshipper. Meski dengan margin keuntungan yang berkisar diantara 40000 hingga 60000 namun Sosialita Dewi Prastyowati sangat bersyukur karena di bulan pertama bisnisnya, Sosialita Dewi Prastyowati telah berhasil menjual 7 baju.

Seiring berjalannya waktu, keuntungan dari bisnis online nya mengalami peningkatan hingga dirinya pun memutuskan untuk berhenti menjadi pengajar les privat. Pada saat itu, belum marak penipuan bisnis online sehingga bisnisnya pun berjalan lancar.

Bahkan setiap bulannya Sosialita Dewi Prastyowati dapat mengantongi uang senilai Rp. 700.000 – 1.200.000,- bagi anak kuliahan seperti Sosialita Dewi Prastyowati saaat itu tentu nominal uang tersebut sangat besar. Dengan keuntungan bisnis onlinenya tersebut, Sosialita Dewi Prastyowati mampu membeli laptop sendiri.

Akan tetapi, Sosialita Dewi Prastyowati menemui kendala saat menjalankan bisnisnya. Kendala tersebut berada di bagian stock. Mengingat Sosialita Dewi Prastyowati tidak memiliki stok sendiri maka seringkali ia dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia berhasil closing namun barang sudah habis di supplier. Bisnis online yang dijalankannya ini bertahan cukup lama. Bahkan setelah lulus kuliah dan bekerja pun Sosialita Dewi Prastyowati masih nyambi berjualan online.

Sosialita Dewi Prastyowati bersama sang suami

Di gajinya yang ke 3, Sosialita Dewi Prastyowati berhasil mengumpulkan uang senilai Rp. 3.200.000,- dan memutuskan untuk menginvestasikan uang tersebut stok barang dan membeli handphone khusus untuk berbisnis online.

Untuk meningkatkan penghasilan, Sosialita Dewi Prastyowati coba memutarkan uang tanpa mengkonsumsi uang tersebut. Dalam artian lain, Sosialita Dewi Prastyowati memutar keuntungan menjadi barang.

Di tahun 2012, Sosialita Dewi Prastyowati pernah mengalami permasalahan yang cukup serius dalam bsinis onlinenya. Rupanya ia mengalami penipuan segitiga. Penipuan dimana Sosialita Dewi Prastyowati mendapatkan pembeli yang tiba – tiba mentransfer uang senilai 3 juta ke rekeningnya.

Dan mengatakan bahwa ia hendak memilih – milih baju di toko onlinenya. Tanpa rasa curiga, Sosialita Dewi Prastyowati merasa senang karena orang tersebut akan melakukan transaksi dalam jumlah banyak.

Setelah memilih produk dan menghitung total seluruh yang dibelanjakan. Ternyata uang yang dihabiskan senilai Rp. 2.168.000,- dan orang tersebut kemudian meminta sisa uangnya untuk ditransfer kembali ke rekening lain.

Seminggu kemudian, Sosialita Dewi Prastyowati mendapat teguran dari agen ekspedisi langganannya yang mengatakan bahwa dirinya telah menipu seseorang. Sosialita Dewi Prastyowati merasa kaget mendapatkan pernyataan tersebut.

Sosialita Dewi Prastyowati meminta penjelasan dari pihak ekspedisi agar mengatakan siapa yang telah memfitnahnya. Dan ternyata yang memfitnah Sosialita Dewi Prastyowati adalah teman sesama online shop yang sering ia temui di tempat jasa ekspedisi.

Mendengar hal itu, Sosialita Dewi Prastyowati marah karena mendapat fitnah seperti itu. Hingga akhirnya Sosialita Dewi Prastyowati mengajak teman online shopnya tersebut bertemu di tempat jasa ekspedisi. Akhirnya, teman online shop tersebut memberi tahu akun facebook yang merasa tertipu dengan rekening mandiri atas nama Sosialita Dewi Prastyowati.

Akhirnya Sosialita Dewi Prastyowati mencari data transfer di buku rekapan dan menjelaskan bahwa memang dirinya mendapat transfer senilai Rp. 3 juta persis dengan yang dilaporkan. Sosialita Dewi Prastyowati langsung mengirimkan pesan kepada pihak yang merasa tertipu bahwa barang memang sudah dikirim bahkan sisanya pun telah ditransfer namun uang senilai 3 juta yang didapatnya bukan berasal dari pihak yang merasa tertipu. Tak lupa, Sosialita Dewi Prastyowati juga memberikan bukti berupa foto resi dan bukti transfernya. Bersyukur, Allah berikan kemudahan sehingga Sosialita Dewi Prastyowati berhasil menyelesaikan masalah tersebut.

Baca: Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar

Sosialita Dewi Prastyowati hampir putus asa dan tidak ingin berjualan online lagi karena dunia online begitu kejam. Namun Sosialita Dewi Prastyowati tak ingin menyerah pada apa yang pernah menimpa dirinya. Suatu ketika Sosialita Dewi Prastyowati tanpa sengaja melihat informasi di beranda facebooknya.

Akhirnya, Sosialita Dewi Prastyowati memutuskan untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) demi memantapkan bisnis onlinya. Sosialita Dewi Prastyowati merasa bersyukur karena semenjak mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), ia telah memiliki 2 admin yang handle dan 1 asisten rumah tangga yang membantu dibagian packing.

Kini, Sosialita Dewi Prastyowati merasa bahagia karena bisnis onlinenya telah tersistem. Tidak seperti dulu, dimana bila ia tidak melapak maka tidak ada rezeki. Tak hanya itu, Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga membantu Sosialita Dewi Prastyowati untuk lebih memaksimalkan Instagram, marketplace, dan fanpage. Hingga kini omset bisnisnya telah mencapai 170 jutaan dengan range keuntungan sekitar 8000 – 12.000 pcs.

 


  • 0

Cerita Bisnis Dewi Nareswari Dari Awal Hingga Sukses Membangun Gallery Olly

Sboplaza.com – Dewi Nareswari, ibu rumah tangga dengan 5 orang anak yang akrab disapa Dewi Nares ini adalah pemilik Gallery Olly. Toko online yang menawarkan fashion muslim berkualitas baik.

Semua perjuangan bisnisnya dimulai saat Dewi Nares berusia 22 tahun. Saat itu, dirinya dikaruniai seorang anak. Di tengah kebutuhan yang semakin bertambah, Dewi Nares berupaya untuk bangkit.

Awalnya, ia menjual kembali gamis, jilbab dan berbagai produk fashion. Dewi Nares menjualnya dari pintu ke pintu. Dari bazaar ke bazaar. Bersyukur, hasilnya bisa memenuhi kebutuhan sehari – hari. Tiba saatnya Dewi Nares dilanda kebosanan yang luar biasa. Dewi Nares merasa kelelahan karena harus mengangkat barang kesana kemari. Dan terlebih lagi melakukan semua hal itu seorang diri.

Tanpa disadari, terlintas dalam benak Dewi Nares untuk berganti usaha. Akhirnya Dewi Nares pun memutuskan untuk berbisnis di bidang makanan. Dewi Nares pun menjual bakso, soto dan minuman. Dari pengalaman inilah Dewi Nares pun mencoba memiliki pegawai. Dewi Nares mencoba untuk mendelegasikan pekerjaannya pada beberapa orang pegawainya.

Sebulan pertama berjualan makanan, Dewi Nares mendapatkan sambutan yang luar biasa dari konsumen di warung makan Dewi Nares. Tapi ternyata, semangat dan ide dalam berbisnis tidak cukup untuk membuat bisnis makanan Dewi Nares bertahan lama.

Dalam waktu 5 bulan saja, Dewi Nares terpaksa harus menutup warungnya karena kondisi tubuh yang sering kelelahan. Selain itu, bakso yang dijual Dewi Nares ditambah mecin oleh pegawainya tanpa sepengetahuan Dewi Nares. Padahal iklan warungnya mencantumkan bahwa baksonya tidak menggunakan MSG.

Dewi Nares sangat sedih mengingat modal bisnisnya habis tak tersisa. Sedangkan yang tersisa hanyalah gerobak beserta kelengkapannya. Tak ingin berlarut – larut dengan kesedihan, Dewi Nares memutuskan untuk bangkit lagi dengan kembali menjalankan bisnis di bidang fashion. Kali ini, Dewi Nares hendak menambah pengalaman bisnisnya di bidang souvenir handmade dan wedding organizer.

Bisnisnya tersebut memang bertahan cukup lama. Namun sayangnya hal itu membuat Dewi Nares tidak fokus sehingga hasilnya tidak terlihat. Dari sini, mulailah Dewi Nares membagi ilmunya pada tetangga wanita di lingkungan sekitarnya.

Dewi Nares mencoba untuk mengajar keterampilan menjahit souvenir, tas, sulam pita, sulam kaligrafi dan sebagainya. Dewi Nares melakukan hal itu karena ia sangat ingin para tetangga wanita disekitarnya dapat memiliki penghasilan sendiri dari rumah.

Dewi Nares merasa bahwa hal yang dilakukannya belum cukup. Akhirnya ia pun mulai berfikir tentang daerah pemasaran yang lebih luas. Dewi Nares mencoba untuk melejitkan bisnisnya via online. Hingga akhirnya Dewi Nares bertemu dengan Rita Elvanda yang mempertemukannya dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Di tengah kegalauannya dalam berbisnis, Dewi Nares pun memutuskan untuk mengikuti program Kelas Utama di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Seketika wawasan Dewi Nares terbuka luas. Terlebih lagi, ia pun mendapat banyak motivasi serta bertemu banyak orang hebat di SBO.

Penuturan dari Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ) membuat Dewi Nares semakin termotivasi membangun bisnisnya. Bisnis yang dibangun pun tidak lagi berlandaskan perasaan semata. Tapi juga bisnis yang berlandaskan pada wawasan dan pengetahuan yang cukup. Akhirnya Dewi Nares mencoba peruntungan bisnis sebagai seorang agen.

Demi mengejar impian dan cita – citanya untuk berbisnis di dalam rumah, Dewi Nares menghadang berbagai jenis tantangan. Mulai dari tantangan untuk dapat closing penjualan minimal 1 pcs perhari hingga tantangan get 1000 reseller. Semua tantangan yang ada tidak menjadikan Dewi Nares lemah atau bahkan menyerah.

Terbukti, hingga saat ini Dewi Nares bahkan telah memiliki banyak reseller. Grup reseller Dewi Nares pun diberinama Go Success yang memiliki filosofi agar setiap reseller memiliki visi misi yang sama untuk dapat sukses bersama, membangun mimpi bersama dan menjadikan wanita serta para ibu untuk dapat mandiri secara ekonomi tanpa harus mengorbankan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu rumah tangga.

Sungguh pencapaian luar biasa yang didapat Dewi Nares tatkala ia berhasi membangun bisnis online nya dengan mendirikan Gallery Olly. Dan setiap pencapaian yang didapatnya tak lain dan tak bukan karena dukungan orang – orang tersayang serta doa yang dipanjatkan.

Sekarang Dewi Nares telah memiliki admin online dan beberapa orang pegawai yang siap membantunya untuk membenahi manajemen waktu. Bersyukur kini bisnisnya dapat berjalan meskipun harus ditinggal pergi untuk menjalani suatu kegiatan di luar kota.

Baca : Cerita Inspiratif Fikya Fara Collection, “Omset Meledak Berkat Gamis Anak”

Semoga dari cerita Dewi Nares. Kita dapat memetik hikmah dari setiap penggalan episode yang dilalui bahwasanya sebuah bisnis yang dijalankan membutuhkan kesabaran serta pemahaman yang luar biasa. Sangat penting untuk tidak memulai bisnis tanpa mengetahui ilmunya terlebih dahulu kecuali bila Anda ingin mengulang pengalaman pahit yang sama dalam berbisnis.

Untuk informasi lengkap pendaftaran Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dapat menghubungi admin melalui whatsapp di nomor 087824468185 atau dapat juga melalui inbox di www.facebook.com/sboplaza


  • 0

Merry Sasmita, Sosok Tangguh Dibalik Kirana Stuff Yang Produknya Sukses Terjual Ribuan Pcs Dalam Sebulan

Sboplaza.com – Merry Sasmita, sosok luar biasa yang lahir di Payakumbuh, Sumatera Barat ini memulai bisnisnya pada tahun 2011 dengan mendirikan Kirana Stuff. Toko yang menjual aneka ragam kebutuhan. Saat itu memang Kirana Stuff sendiri belum memiliki fokus pada produk tertentu.

Salah satu produk yang dijual di Kirana Stuff saat itu adalah produk fashion. Tak jarang apabila stock produk sudah mulai menipis, Merry Sasmita bersama sang suami harus berbelanja ke supplier dengan cara memarkirkan motor di stasiun kemudian melanjutkan perjalanan dengan naik kereta. Padahal saat itu Merry Sasmita tengah memiliki buah hati yang berusia 3 tahun.

Memasuki penghujung tahun 2012, Merry Sasmita bersama sang suami memutuskan untuk pindah rumah ke daerah yang cukup jauh dari pusat kota Bogor. Tanpa disadari, ternyata daerah kediaman baru Merry Sasmita bersama sang suami dan buah hatinya merupakan daerah yang banyak dihuni oleh para pengrajin tas. Melihat kenyataan tersebut, muncullah ide – ide baru yang bertebaran dalam benak Merry Sasmita.

Demi memanfaatkan momentum, Merry Sasmita pun akhirnya memproduksi tas dengan merk sendiri. Namun Merry Sasmita harus menerima kenyataan bahwa hasil produksi tasnya mengalami kegagalan pada produksi yang pertama. Tak ingin menyerah, Merry Sasmita memutuskan untuk kembali memproduksi tas lagi.

merry-sasmita-sosok-tangguh-dibalik-kirana-stuff-yang-produknya-sukses-terjual-ribuan-pcs-dalam-sebulan

Akan tetapi kenyataan pahit datang kembali bagai pil pahit yang harus ditelan secara paksa. Merry Sasmita ditinggalkan oleh pengrajin yang ia percayakan untuk memproduksi tas dengan merknya sendiri. Padahal pembayarannya telah dibayarkan secara lunas kepada sang pengrajin.

Terlebih lagi suami dari Merry Sasmita baru saja terkena penipuan yang mengakibatkan hilangnya uang ratusan juta. Padahal saat itu Merry Sasmita baru melahirkan anak keduanya.

Dari serangkaian peristiwa yang tak jarang membuat Merry Sasmita bersedih. Merry Sasmita bersyukur Allah telah mempertemukan dirinya dengan pengrajin dengan visi yang sama. Memulai semuanya dari nol tentu bukanlah hal yang mudah. Tapi hal itu telah menjadi suatu ketentuan yang wajib dilakukan. Karena menyerah sama artinya dengan kalah.

Untuk memulai kembali, Merry Sasmita harus menjual mobil pick up yang biasanya digunakan untuk usaha sang suami. Padahal uang muka mobil tersebut dulunya menggunakan biaya resepsi pernikahan Merry Sasmita yang tidak jadi diadakan.

Bermodalkan uang penjualan mobil pick up, Merry Sasmita bersama sang suami fokus untuk mendirikan Kirana Stuff lebih serius lagi. Selain bermodalkan materi, Merry Sasmita juga memperkaya wawasan bisnisnya dengan mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Baca : Suya, Ibu Rumah Tangga Inspiratif Pemilik Azka Shop Yang Menekuni Bisnis Lainnya

Semua ilmu yang didapat dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Merry Sasmita aplikasikan pada Kirana Stuff secara perlahan. Alhasil, beberapa bulan kemudian omset Kirana Stuff mengalami peningkatan yang menakjubkan. Kini produknya berhasil terjual lebih dari 4000 pcs dalam kurun waktu sebulan. Padahal sebelumnya pengiriman sekali saja dalam seminggu. Sungguh hal yang membahagiakan yang sangat disyukuri oleh Merry Sasmita bersama sang suami.


  • 0

Suya, Ibu Rumah Tangga Inspiratif Pemilik Azka Shop Yang Menekuni Bisnis Lainnya

Sboplaza.com – Suya, sosok ibu dari dua orang anak yang lebih populer dengan panggilan Suya Azka Shop. Azka shop sendiri merupakan nama dari online shop yang menjadi saksi dari awal mula dirinya terjun ke dunia online shop.

Selanjutnya ia membuat sebuah fanpage facebook baru yang hingga saat ini masih diberdayakan yakni Azka Shop Collection. Dibalik itu semua, Azka adalah nama anak pertamanya yang selalu diyakini sebagai guru besar dalam hidupnya. Guru besar yang menjadi tempat belajar bagi dirinya untuk menjadi seorang ibu yang baik.

Sebelum memutuskan diri untuk terjun ke dunia online shop, sebelumnya Suya Azka Shop bekerja sebagai seorang konsultan di Jakarta Selatan, Virama Karya untuk mendesain proyek jalan tol Depok – Antasari. Namun profesinya tersebut dijalankan hanya sampai kehamilan anak pertamanya memasuki angka ke tujuh bulan. Selebihnya kini Suya Azka Shop tekun menekuni aktivitasnya sebagai pebisnis online yang berdomisili di Depok.

suya-ibu-rumah-tangga-pemilik-azka-shop-yang-menekuni-bisnis-lainnya

Suya Azka Shop

Awalnya, Suya Azka Shop memulai usahanya dari kegemarannya berbelanja online. Pada saat itu, seorang teman menyarankan agar Suya Azka Shop dapat memanfaatkan handphone blackberry nya sebagai sarana untuk berbelanja online agar lebih bermanfaat. Saran tersebut Suya Azka Shop ikuti hingga akhirnya ia dapat menjadi distributor tetap untuk berbagai macam produk fashion muslimah yang ada di Bandung.

Pada tahun 2012, Suya Azka Shop berhodoh dengan MiuLan salah satu brand fashion muslimah. Ia memutuskan untuk menjadi seorang reseller terlebih dahulu. Berkat ketekunannya, Suya Azka Shop berhasil sukses di bidang reseller dropship. Tak lama kemudian ia pun mendapat apresiasi dari pemilik MiuLan. Selanjutnya Suya Azka Shop pun naik level dengan menjadi seorang agen. Pada level tersebut, Suya Azka Shop mulai berfikir keras bagaimana agar ia dapat memiliki stock barang. Karena baginya, memiliki stock barang akan lebih menarik minat customer dan reseller.

Dengan bermodalkan uang Rp. 500.000,- yang dimilikinya, Suya Azka Shop memutuskan untuk mengumpulkan stok barang. Dimulai dari memprioritaskan barang – barang yang lebih cepat laris. Dan begitulah siklus selanjutnya, setiap kali memiliki keuntungan penjualan. Suya Azka Shop tak lupa untuk memperbanyak jumlah stock barangnya.

Di bulan Ramadhan tahun 2014, Suya Azka Shop kembali berhasil naik level menjadi seorang distributor di MiuLan. Lagi – lagi hal itu mendapatkan sambutan serta apresiasi dari pemilik MiuLan itu sendiri. Selain menjadi distributor di MiuLan, Suya Azka Shop juga menjadi distributor Razha dan brand Atiqueta. Lalu Suya Azka Shop juga menjadi agen Meidiani, Soraya hijab, Goldyna dan Nuhijab.

Baca juga : Ratna Rafaya, Produsen Kemasan Tile Dengan Brand Rafaya Yang Sukses Menjalankan Bisnisnya

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) kelas 3.5. Suya Azka Shop mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga dan juga jaringan pertemanan dengan banyak perempuan hebat yang menginspirasi. Ia mengaku sangat bersyukur dan terbantu dengan kehadiran Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani. Mengingat setiap materi yang disuguhkan di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dapat mendukung proses bisnis yang dijalankan menjadi lebih baik dan terarah.