KASIAN BANGET! Kerjasama dengan Investor, Bukannya Untung, Malah Buntung!

  • 0

KASIAN BANGET! Kerjasama dengan Investor, Bukannya Untung, Malah Buntung!

Sboplaza.com – Kasian Banget! Kerjasama dengan Investor, Bukannya Untung, Malah Buntung!

Saya pun sama dengan Mak. Saya menjalani bisnis dari NOL. Saya bukan anak orang kaya yang bisa mulai bisnis dengan modal besar. Lagi pula, modal awal besar bukan jaminan bisnis bisa berjalan lancar dan mencapai kesuksesan. Ada teman saya buka salon di Jakarta, modal 1 Milyar. Gak nyampe setahun Mak, TUTUP!

Sudah pada tahukan RAZHA ini bisnis saya yang ke 7. Alhamdulillah 6 lainnya sudah gulung tikar semua 😂 Kenapa ya gonta-ganti bisnis tapi gak sukses-sukses?

HOKI kamu di fashion.
Peruntungan kamu di Kuliner.
Kamu cocoknya di air 😅

Jangan percaya itu ya Mak, itu mah mitos. Setelah saya evaluasi diri, kenapa 6 bisnis lainnya gak panjang umur, ada dua kesalahan besarnya: GAK PUNYA ILMU & MUDAH MENYERAH!

Yes, jadi bukan soal MODAL.

+ Susah Mak Muri!
– Ya iyalah susah, kalo gampang, semua orang udah kaya Mak. 😜

Okey jadi paham ya Mak, kita harus:
1. Upgrade ilmu tanpa henti.
2. Berjuang dan bertahan sekuat tenaga.

Saya sadar betul, sebagian dari kita pengen banget bisnisnya cepet besar. Gatel pengen buru-buru cari investor. Saya bikin tulisan ini karena baru aja kemarin ada yang nangis bombay di rumah saya. Dia menerapkan sistem bagi hasil 50% untuk investor dari margin (selisih harga dari harga produk dengan penjualan)

Okey, kamu (pelaku bisnis) dapet 50% ya. Coba jawab ini:
– Yang bayar sewa tempat siapa?
+ Saya
– Yang bayar listrik siapa?
+ Saya
– Yang bayar iklan siapa?
+ Saya
– Yang bayar karyawan siapa?
+ Saya
– Yang bayar peralatan kerja siapa? Kalo si Laptop dan HP rusak, siapa yang beli?
+ Saya

Okey hitung. Dari 50% itu berapa sisanya setelah dipotong biaya-biaya? Kamu dapet berapa jadinya? 5% Mak 😭

Investor dapet 50%, dia yang menjalankan dapet 5%. Menurut Mak ini adil gak? Kalo saya sih gak mau jalanin seperti ini. Kerja rodi!

Sebelum kita napsu pengen cari investor, pelajari dulu beberapa hal ini:
1. Cara menghitung nilai perusaahaan Mak saat ini. Ketika investor kasih uang 50 juta misalnya, bukan berarti dia pemilik saham 100%. Bagi Mak yang bisnisnya sudah berjalan, tentunya juga punya aset. Diantaranya:
– Perlengkapan dan peralatan kerja.
– Brand yang sudah dibesarkan.
– Stok barang.
– Tempat kerja.
– Aset tak berwujud (HKI, BPOM, HALAL dll)
– Mitra (Distributor, Agen, Reseller) aktif.
– Data pelanggan.
– dll
Bisa jadi, nilai itu semua melebihi jumlah uang yang disetor investor. Misalnya dia 50juta, mungkin saja semua nilai Mak itu mencapai 200 juta. Sehingga nilai uang sang investor hanya 20% dari total saham.

2. Pelajari tentang Laporan keuangan. Mulai dari proses pencatatan, pembuatan laporan hingga membaca hasil laporan. Sampe urusan Laba/Rugi dan Neraca, ini Mak kudu paham.

Baca: Sistem Follow Up Memang Ampuh

3. Pelajari dan pilih sistem kerjasama investor secara syariah. Bagaimanapun lebih enak dan adem yang syariah menurut saya Mak. Harus ada hitam diatas putih ya Mak. Biar gak ada ribut di akhirnya nanti. Duit sensitif ya. Apalagi kalo investornya teman atau sodara. Aduh jangan sampe ya jadi putus silaturahim. Jadi Mak juga harus bikin surat perjanjian kerjasama dengan investornya.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”