Peluang Bisnis Online di Bulan Ramadhan

  • 0

Peluang Bisnis Online di Bulan Ramadhan

Sboplaza.com – Peluang Bisnis Online di Bulan Ramadhan

Sudah menginjak bulan ke 2 di tahun 2018. Apakah Mak menyadarinya kalau ramadhan itu sebentar lagi, tidak lebih dari 4 bulan. Seperti tahun ke tahun saat bulan ramadhan pasti banyak orang yang senang berbelanja.

Lebih ramai dari bulan biasanya. Bisa berbelanja barang untuk keperluan lebaran atau bahkan berbelanja makanan untuk berbuka puasa.

Untuk Mak yang masih bingung mau menentukan produk apa yang harus dijual. Mak bisa menjual produk-produk yang ramai dikunjungi atau dicari saat bulan ramadhan. Kesempatan emas nih Mak persiapkan segala sesuatunya dari sekarang Mak masih mempunyai waktu beberapa bulan kedepan untuk lebih memantapkan bisnisnya jadi tinggal panen, panen dan panen orderan.

Apa saja peluang bisnis yang bisa dipasarkan secara online Simak yuk Mak:

1. Cookies
2. Sarung
3. Manisan buah
4. Asinan buah
5. Kurma
6. Gadget
7. Sarung

Untuk produk yang terakhir jangan ditanyakan lagi penjualannya Mak.. Sudah pasti laris manis nis nis hehehe biasanya digunakan sebagai THR untuk saudara, kerabat, tetangga dan karyawan. Kalau penjualan gadget biasanya anak-anak muda ini yang menyerbunya.

Baca: Facebook Business Manager

Gimana Mak sudah menentukan mau berbisnis yang mana?


  • 0

Belajar Dari Elaeis Pratiwi, Pemilik Alwafa Hijab Yang Meraup Keberkahan Karena Memprioritaskan Anak

Belajar Dari Elaeis Pratiwi, Pemilik Alwafa Hijab Yang Meraup Keberkahan Karena Memprioritaskan Anak – Elaeis Pratiwi memulai pengalamannya berjualannya sejak duduk di bangku kuliah. Saat itu Elaeis Pratiwi tengah diamanahi untuk bertanggungjawab terhadap keuangan dan dana usaha dalam sebuah organisasi di kampus.

Hal itulah yang membuat Elaeis Pratiwi untuk terus memutar otaknya agar dapat menghasilkan uang untuk keperluan organisasi. Kala itu, Elaeis Pratiwi memilih untuk berjualan bros flannel. Bersyukur ternyata penjualannya cukup laris dan membuat kebutuhan di dalam organisasinya terpenuhi.

Sejak saat itu, Elaeis Pratiwi mulai menyadari passionnya di bidang wirausaha. Bahkan Elaeis Pratiwi mulai berfikir untuk melakukan wirausaha untuk kebutuhan pribadi, tidak hanya sebatas kebutuhan organisasi semata.

Mulailah Elaeis Pratiwi berjualan jilbab, mukena, al-qur’an dan berbagai produk yang berhubungan dengan muslimah. Meskipun saat itu tujuan Elaeis Pratiwi hanya untuk mendapatkan uang jajan lebih.

Elaeis Pratiwi pun akhirnya memiliki kesibukan baru yakni berjualan. Yang manakala kesibukan ini didukung penuh oleh orang tua dari Elaeis Pratiwi. Akan tetapi, karena motif berjualan hanya sebatas mendapatkan uang jajan lebih. Maka Elaeis Pratiwi hanya menjalankannya sebatas sampingan saja.

Elaeis Pratiwi bersama keluarga

Selain itu, Elaeis Pratiwi juga pernah berbisnis di bidang jasa fotocopy bersama temannya menggunakan modal yang diberikan orangtua dari Elaeis Pratiwi. Namun, hasil yang didapat tak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena justru bisnis tersebut malah merugi.

Akhirnya, setelah menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah. Elaeis Pratiwi melamar kerja menjadi seorang guru. Di tengah perjalanan karirnya, Elaeis Pratiwi menikah dengan seorang pebisnis travel.

Singkat cerita, Elaeis Pratiwi masih berprofesi menjadi guru sambil berjualan online setelah menikah. Akan tetapi, Elaeis Pratiwi melepas karirnya sebagai seorang guru karena kondisi kehamilan yang mengharuskannya untuk beristirahat.

Selama tidak bekerja, keseharian Elaeis Pratiwi adalah berdiam diri di rumah. Hal itulah yang kemudian membuat Elaeis Pratiwi merasa bosan. Maka dari itu, untuk mengatasi rasa bosan dan kegalauan tanpa kesibukan apapun. Elaeis Pratiwi mulai mencoba menjadi reseller kembali. Mulailah Elaeis Pratiwi meneruskan bisnis hijabnya yang diberinama Alwafa.

Seiring berjalannya waktu, bisnis Alwafa semakin bertumbuh dan mengalami peningkatan dalam penjualan. Akan tetapi, bertambah pula konflik atau masalah didalamnya.

Elaeis Pratiwi menyadari bahwa semakin berkembangnya bisnis, maka semakin banyak waktu yang dibutuhkan untuk mengelolanya. Terlebih lagi, Elaeis Pratiwi merasa bersalah bila harus menelantarkan anaknya hanya karena urusan bisnis. Elaeis menyadari bahwa anak adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan dan diberikan yang terbaik.

Baca: Rismayanti Istiqamah, Pebisnis Hafidz Doll Yang Berhasil Merekrut Ratusan Reseller Dalam Waktu 4 Bulan

Akhirnya, Elaeis Pratiwi mendelegasikan bisnisnya pada karyawan yang direkrutnya. Awalnya, Elaeis Pratiwi pesimis dengan kelanjutan bisnisnya bila harus didelegasikan pada karyawan. Namun yang terjadi, justru malah sebaliknya.

Kini bisnis hijabnya, Alwafa dapat berkembang menjadi lebih baik. Hingga saat ini, Elaeis Pratiwi telah memiliki 6 orang karyawan. Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Elaeis Pratiwi mengaku sangat bersyukur karena system bisnis yang tepat membuat dirinya memiliki keleluasaan dalam mengurus anak.

Ia bahkan bisa membantu bisnis suami hingga mengikuti pengajian 2 kali dalam seminggu. Semoga cerita bisnis dari Elaeis Pratiwi memberikan motivasi bagi kita semua untuk dapat membangun system bisnis yang lebih baik.