Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

  • 0
Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Sboplaza.com – Silma Apriliana, sosok inspiratif yang berkecimpung di bidang produksi dompet dan tas bayi dengan merk Lachosina. Awalnya, Silma Apriliana tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjalankan suatu bisnis. Karena Silma Apriliana memiliki cita – cita ingin menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.

Namun, seiring berjalannya waktu Silma Apriliana memutuskan untuk berjualan online. Sebelum merintis bisnis di bidang dompet dan tas bayi, Silma Apriliana pada awalnya menjual produk mainan secara online. Demi meraih kesuksesannya, Silma Apriliana rela berjuang keras mulai dari menerjang banjir, mengangkat barang – barang berat hingga melakukan proses packing sendirian. Dari hasil kerja kerasnya tersebut, Silma Apriliana menyisihkan keuntungan penjualannya untuk menambah modal bisnis.

Setelah modal bisnis terkumpul, suatu ketika sahabat dari Silma Apriliana menyarankan untuk memproduksi dompet. Dari sanalah Silma Apriliana mulai mencari tahu lebih detail terkait seluk beluk produksi dompet. Saat itu Silma Apriliana hanya memiliki 1 orang penjahit yang membantunya untuk memproduksi dompet bermerk Lachosina.

Namun, terkait belanja bahan, mengurus penjahit, quality unit control, mengurus pemesanan dan melakukan packing dilakukan seorang diri. Berkat ketekunannya, permintaan pasar terhadap dompet bermerk Latuchosina pun mengalami peningkatan.

Belum genap usia bisnisnya menyentuh angka 6 bulan, Silma Apriliana sudah bisa membeli 3 mesin penjahit dan menerima penjahit baru. Selain itu, Silma Apriliana juga mengontrak sebuah rumah sebagai tempat melakukan produksi dan menyimpan bahan baku untuk keperluan bisnis.

Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Namun, Silma Apriliana menyadari bahwa kesalahannya saat itu adalah menjalankan bisnis tanpa pengetahuan tentang bisnis yang memadai. Terlebih lagi, saat usia bisnisnya menginjak angka ke 2 thn. Silma Apriliana sempat tergiur dengan bisnis MLM yang pada akhirnya bisnis tersebut mengalihkan fokusnya dari bisnis dompet. Silma Apriliana semakin merasa bersalah dan ingin kembali memfokuskan dirinya pada bisnis Lachosina yang dirintisnya.

Silma Apriliana pun mulai dengan mengikuti kelas bisnis di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Silma Apriliana berharap dengan keikutsertaannya pada kelas bisnis, dapat membantu dirinya untuk kembali membenahi Lachosina yang sempat terabaikan. Tak lupa, Silma Apriliana juga menyertakan doa terbaiknya pada Allah swt.

Baca : Mengingat Semangat Nur Azizah, Pemilik Brownies Panggang Dengan Brand O’Nies

Alhasil, kini Lachosina telah memiliki 2 agen dan 50 reseller. Selain itu, omset bisnisnya berhasil menginjak angka puluhan juta setiap bulannya. Sesuatu yang sangat disyukuri oleh Silma Apriliana. Dan Silma Apriliana juga berpesan bahwa hal penting yang tak boleh dilupakan adalah selalu mempraktekkan apapun ilmu bisnis yang didapat. Karena mau mengikuti training ataupun membaca buku sebanyak apapun, apabila tidak mempraktekkannya itu hanya akan berakhir sia-sia.

Semoga pengalaman bisnis Silma Apriliana dapat memberikan pencerahan bagi kita semua bahwa 3 hal penting yang tak boleh terlupakan dalam berbisnis adalah senantiasa berdoa pada sang pencipta, mempraktekkan ilmu yang didapat serta memfokuskannya.


  • 0
Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Sukses

Perjuangan Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Berhasil Menjadi Peserta Terbaik KMO #1

Sboplaza.com – Banyak orang beranggapan bahwa mendapatkan pundi – pundi rupiah dari dunia online adalah sesuatu hal yang mustahil. Namun, ternyata hal itu tidak demikian. Siti Fatmawati selaku pemilik Gallery Rakana Rayina telah membuktikan bahwa menjalankan bisnis via online bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Meski begitu, Siti Fatmawati mengakui bahwa apa yang didapatnya hari ini merupakan hasil daripada kerja kerasnya selama ini.

Sejak tahun 2007, Siti Fatmawati mulai mengawali bisnisnya dengan menjual berbagai macam kebutuhan secara offline. Tetapi usaha yang dirintisnya tersebut harus terhenti karena Siti Fatmawati harus pindah ke Qatar pada tahun 2009.

Saat berada di Qatar, Siti Fatmawati memutuskan untuk berhenti berjualan karena melihat banyak teman – temannya yang juga berjualan. Terlebih lagi, persyaratan untuk membuka toko di Qatar bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk membayar sewa dan perizinan.

Dan setelah sekian lama menetap di Qatar, akhirnya Siti Fatmawati kembali ke Cikarang dan mulai menjalankan bisnisnya secara online pada tanggal 1 September 2015. Siti Fatmawati menyadari bahwa passion terbesar yang dimilikinya adalah berbisnis.

Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Sukses

Siti Fatmawati bersama putrinya

Hal ini terbukti dari pengalaman Siti Fatmawati semasa kecil yang senang berjualan bakwan, lontong, agar-agar maupun es mambo secara berkeliling. Maka dari itu, Siti Fatmawati tak ragu untuk mulai merintis kembali bisnisnya dari awal demi mewujudkan passionnya dalam berbisnis. Berbeda dari sebelumnya, Siti Fatmawati kini mencoba memangkas banyak produk yang hendak dijualnya.

Selain itu, Siti Fatmawati juga mulai memperdalam ilmu bisnisnya dengan mengikuti program Kelas Mentoring Online ( KMO ) yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Materi yang dipelajarinya saat itu berkaitan dengan kiat mendapatkan 10.000 followers di instagram.

Saat mendaftar program tersebut, followers instagram bisnis milik Siti Fatmawati hanya berjumlah 66 followers saja namun setelah mengikuti program KMO ia berhasil melejitkan followers nya mencapai angka 10.000 dalam waktu singkat. Sehingga Siti Fatmawati berhasil mendapatkan predikat sebagai peserta terbaik Kelas Mentoring Online ( KMO ) #1 di Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Baca juga : Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Sungguh menakjubkan. Selain mendapatkan banyak ilmu mengenai branding dan bisnis online. Siti Fatmawati juga mendapatkan ikatan persaudaraan yang menyenangkan bersama teman – teman di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Setelah mengikuti program Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Siti Fatmawati mengakui banyak perubahan yang terjadi dalam bisnisnya.

Bisnis fashion di Gallery Rakana Rayina kini ramai dikunjungi oleh konsumen yang bersiap untuk mendapatkan produk yang ditawarkan. Tak hanya itu, omset yang didapat Siti Fatmawati dari bisnisnya pun semakin meningkat. Untuk mendapatkan pengalaman sukses tak terlupakan seperti Siti Fatmawati, Anda juga dapat mengikuti program Kelas Mentong Online ( KMO ) yang rutin dibuka setiap bulan. Selamat meraih kesuksesan!


  • 0
Hal penting yang perlu dilakukan saat bisnis telah meraih kesuksesan

Setelah Bisnis Meraih Kesuksesan, Ini Dia Hal Penting Yang Wajib Anda Lakukan

Sboplaza.com – Dapat dipastikan bahwa memiliki bisnis yang berkembang dengan sangat pesat tentu menjadi idaman siapapun. Khususnya bagi Anda yang berprofesi sebagai pengusaha. Perlu diakui bahwa dalam mencapai kesuksesan yang gemilang tentu dibutuhkan kerja keras. Terlebih lagi, dalam mencapai kesuksesan tersebut, Anda akan dihadapkan dengan berbagai macam rintangan yang menghadang.

Dan hal yang perlu dipertanyakan adalah tindakan apa yang kemudian perlu dilakukan agar Anda dapat terus mengembangkan bisnis menjadi lebih maksimal. Berikut ini hal penting yang perlu dilakukan saat bisnis yang Anda kembangkan telah menemui gerbang kesuksesan.

1. Menciptakan iklim persaingan yang sehat di dalam lingkungan kerja

Sangat penting bagi Anda untuk menciptakan iklim kompetisi yang sehar ini karena hal itu berdampak pada kinerja tim Anda untuk dapat terus mengembangkan potensinya menjadi lebih baik. Dengan adanya kompetisi atau persaingan yang sehat tentu hal itu akan berdampak pada bisnis yang Anda dirikan. Pastikan persaingan yang terjadi di dalam lingkungan kerja berlatarkan keinginan untuk memajukan perusahaan tersebut bukan untuk menjatuhkan satu sama lain.

Hal penting yang perlu dilakukan saat bisnis telah meraih kesuksesan

2. Hadirkan pemimpin kecil dalam divisi bisnis Anda

Dengan perkembangan bisnis yang semakin pesat tentu hal ini akan berbanding lurus dengan tanggung jawab yang akan Anda pikul. Untuk itu, Anda perlu memilih pemimpin kecil dalam divisi bisnis Anda. Namun, dalam memilih pemimpin kecil. Anda perlu memastikan dan melihat secara langusng bagaimana dedikasi mereka saat bekerja. Selain itu, yang terpenting Anda juga perlu memperhatikan sikap loyalitas yang mereka miliki.

3. Perlahan namun pasti, coba untuk mengurangi kendali secara langsung

Ketika bisnis yang dijalankan telah berjalan dengan stabil, Anda dapat mengurangi kontrol atau kendali dalam bisnis. Dalam artian lain, Anda berupaya untuk memberikan sedikit wewenang pada seseorang atau yang menjadi bagian dari anggota tim untuk memegang kendali. Terlebih lagi, tentu seiring berkembangnya bisnis Anda. Pastinya Anda tidak akan mungkin melakukan semuanya seorang diri.

4. Adakan pelatihan dalam rangka pengembangan potensi

Pelatihan atau bimbingan tentu akan membantu Anda mengetahui potensi yang ada pada diri tim bisnis Anda. Dengan mengetahui potensi, pelatihan atau bimbingan juga akan memberikan kesempatan bagi Anda untuk melihat potensi yang tampak sekaligus mengembangkannya menjadi lebih baik. Keuntungan lainnya, Anda juga akan mendapatkan kemudahan dalam menentukan seseorang yang hendak Anda promosikan.

Baca Juga : 5 Karakter Hebat yang Wajib Dimiliki Seseorang Untuk Menjadi Pengusaha Sukses

Demikianlah hal penting yang perlu dilakukan saat bisnis yang Anda kembangkan telah menemui gerbang kesuksesan. Semoga tips ini dapat memberikan manfaat terbaik yang nyata untuk Anda. Sehingga Anda dapat dengan mudah mengembangkan bisnis Anda menjadi lebih baik lagi.


  • 0
Dinii Fitriyah, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Sepak Terjang Dunia Bisnis Dinii Fitriyah, Pebisnis Aksesoris Dengan Omset 90 Juta

Sboplaza.com – Dinii Fitriyah, pemilik toko online Galerihellokitty.com yang menjual aneka pernak pernik karakter, barang – barang unik, perlengkapan ulang tahun, tas anak, sprei, gorden dll. Bicara mengenai bisnis, Dinii Fitriyah mengakui bahwa bisnis pernak pernik yang saat ini ditekuninya bukanlah bisnis pertama yang dijalankan.

Sebelumnya, di tahun 2002. Dinii Fitriyah mulai mengawali bisnisnya dengan membuka konter Handphone dengan 4 cabang besar di Cirebon. Seiring berjalannya waktu, kehadiran konter handphone semakin menjamur dimana – mana.

Alhasil, profit yang didapatnyapun menjadi menurun. Terlebih lagi, menyadari bahwa setiap orang kini lebih memilih mengganti handphone daripada mengganti casing handphone. Selain itu, tak ada lagi isi lagu, penguat sinyal dan isi game. Hal tersebut kemudian berimbas pada konternya yang tutup di tahun 2006.

Tak ingin menyerah dengan keadaan, Dinii Fitriyah mencoba untuk membuka usaha fotocopy dan alat tulis kantor ( ATK ) namun sayangnya hal itu hanya bertahan selama 1 tahun. Dan di tahun 2007, Dinii Fitriyah nekat pindah ke Indramayu dan membuka toko komputer besar disana. Awalnya, semua berjalan dengan baik.

Hingga pada akhirnya di tahun 2010, Dinii Fitriyah harus menerima kenyataan pahit karena bayinya meninggal. Hal itu cukup meninggalkan luka mendalam di hatinya, hingga membuat Dinii Fitriyah sempat tak ingin bertemu dengan siapapun selama beberapa waktu.

Dinii Fitriyah, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Dinii Fitriyah

4 bulan berlalu setelah bayinya meninggal, Dinii Fitriyah mencoba untuk bangkit dan meneguhkan semangat juangnya untuk melanjutkan toko komputernya hingga memiliki 3 cabang yang besar. Namun lagi – lagi di penghujung tahun 2013, badai kehidupan kembali menghantam.

Dikarenakan manajemen yang kurang baik, Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang kacau, musibah yang datang beruntun termasuk suaminya yang mengalami kecelakaan. Dinii Fitriyah harus mendampingi suaminya tersebut. Terlebih lagi, Dinii Fitriyah juga mengalami pendarahan yang seharusnya membuat ia harus beristirahat.

Saat itu, ada pengadaan barang senilai 500 juta di Kalimantan. Itulah peluang yang kemudian dimanfaatkan karyawan yang curang dalam memanfaatkan situasi. Karena hal itu, Dinii Fitriyah harus mengalami kerugian mencapai ratusan juta.

Dinii Fitriyah mencoba untuk mempertahankan bisnis komputernya. Namun, situasi yang tidak mendukung serta kondisi mata uang dollar yang tak membaik. Ditambah lagi, omset yang terus mengalami penurunan. Terpaksa membuat Dinii Fitriyah dengan berat hati harus menutup bisnis komputernya.

Kemudian Dinii Fitriyah mencoba untuk membuka warung makan, pecel lele, rental mobil, antar jemput anak sekolah dan toko kerudung. Dari semua bisnis tersebut, Dinii Fitriyah mengalami kegagalan yang membuatnya banyak belajar. Terlebih lagi, ia juga pernah kehilangan mobil selama 4 bulan karena dibawa lari seorang peminjam. Namun alhamdulillah kembali meski hanya sebulan karena berikutnya ditarik pihak leasing karena tidak bisa membayar cicilan.

Bermodalkan uang hasil lelang komputer, Dinii Fitriyah memberanikan diri untuk kembali membuka bisnis di bidang pernak pernik dan aksesoris. Meskipun pendapatan yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Suatu ketika, Dinii Fitriyah tanpa sengaja melihat facebook Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Tanpa ragu, Dinii Fitriyah segera berkunjung ke rumahnya seorang diri. Dinii Fitriyah berupaya untuk mencurahkan segala hal yang dialaminya. Dari pertemuan tersebut, Dinii Fitriyah diajak untuk bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas ( TDA ) Bandung.

Semenjak hal itu, benih – benih semangat Dinii Fitriyah mulai tumbuh. Suatu hari Dinii Fitriyah bersama sang suami diajak kakaknya ke UYM untuk bersilaturahim. Dari sanalah, Dinii Fitriyah dan sang suami mulai mengenal riba. Dinii Fitriyahpun akhirnya menyadari bahwa riba menjadi salah satu penyebab usaha yang dijalaninya tidak mengundang keberkahan.

Mengetahui hal tersebut, Dinii Fitriyah akhirnya pasrah untuk menjual ruko yang belum dilunasinya dengan harga jauh dibawah pasaran agar dapat segera terbebas dari jeratan riba. Namun, seringkali Dinii Fitriyah merasa kesulitan dalam menjualnya meskipun telah dijual dengan harga yang murah.

Atas saran dari UYM, akhirnya Dinii Fitriyah bersedekah. Padahal, saat itu Dinii Fitriyah dan sang suami tidak memiliki uang. Satu – satunya harta yang ada adalah motor suami. Akhirnya, motor yang belum lama lunas tersebut disedekahkab pada pesantren.

Bermodalkan keyakinan pada janji Allah, tak lama kemudian ruko pun berhasil terjual meskipun dengan harga yang murah. Dari hasil penjualan ruko, Dinii Fitriyah dan sang suami berupaya untuk melunasi hutang ke bank dan hutang dollar ke supplier. Setelah melunasi semua hutang, bermodalkan uang kurang lebih 85 juta. Dinii Fitriyah dan sang suami menggunakan uang tersebut untuk mengontrak ruko di Majalengka, tambahan modal usaha, refreshing, membagikannya pada orang tua dan anak yatim hingga yang tersisa hanya 30 juta.

Akhirnya uang 30 juta tersebut ditabung untuk membeli mobil sebagai fasilitas Dinii Fitriyah untuk keperluan belanja. Dalam kesehariannya, Dinii Fitriyah terbiasa dengan barang berkarung – karung sehingga kehadiran mobil tentu akan memberikan kemudahan.

Sebelum mendapatkan kontrakan toko, Dinii Fitriyah beserta suami dan tiga orang anaknya pernah tinggal selama 3 bulan di kamar kosan yang sempit. Hanya tidur beralaskan tikar namun setelah melewati proses yang dijalani dengan ikhlas. Akhirnya Dinii Fitriyah beserta keluarga dapat mendapatkan penghidupan yang lebih layak.

Baca Juga : Kisah Perjalanan Bisnis Siti Mukmainah, Pemilik Brand Ximplisiti yang Sangat Inspiratif

Meski pada awalnya, Dinii Fitriyah tidak berniat untuk menjalankan bisnis online. Namun karena keterbukaan dirinya untuk mempelajari serta mempraktekkan ilmu yang ada di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) kini Dinii Fitriyah dapat meraih omset hingga 90 juta perbulan dari usaha pernak pernik dan aksesoris yang dijalankannya dengan dibantu 5 orang karyawan.


  • 0
Contoh Produk di Happy Label Indonesia

Hepi, Pemilik Happy Label Indonesia yang Menginspirasi

Sboplaza.com – Hepi, seorang ibu rumah tangga yang pada awalnya berkarir di sebuah instansi untuk menempati posisi bagian keuangan. Kini Hepi telah memiliki bisnis sendiri yakni Happy Label Indonesia. Sesuai namanya, Hepi menawarkan kemudahan bagi siapapun untuk pembuatan tas, label baju, kemasan produk dll.

Kisah perjalanan bisnisnya dimulai saat ia tengah bertemu dengan teman – teman lamanya. Dalam pertemuan tersebut, Hepi dan teman – temannya saling berbagi cerita satu sama lain. Setelah mendengar cerita hidup dari teman – teman lamanya, Hepi semakin bertekad untuk membangun sebuah usaha.

Semangatnya dibuktikan dari tekadnya untuk mempelajari banyak hal seperti belajar menjahit, membuat kerajinan tangan, membuat kue, menjual pakaian dan menjual berbagai macam barang. Namun sayangnya, hal tersebut tidak membuahkan hasil. Barang – barang yang dijualnya tidak laku di pasaran.

Hal itu sempat menyurutkan tekadnya, hingga akhirnya Hepi berupaya untuk menjalani kehidupannya sebagai pekerja saja. Hingga suatu hari, ada seorang janda beranak satu yang tengah tinggal di rumah tetangga.

Contoh Produk di Happy Label Indonesia

Contoh Produk di Happy Label Indonesia

Suaminya baru saja meninggal karena sakit yang dideritanya. Dan pada saat itu, ibu tersebut tidak memiliki rumah. Namun, tiba – tiba saja anak perempuannya juga jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. Ibu yang telah ditinggal suaminya tersebut telah berhutang kesana kemari.

Saat anak perempuannya berada dalam kondisi kritis, tak satupun yang dapat membantu dari segi keuangan. Singkat cerita, putri dari seorang ibu tadi meninggal dunia karena nyawanya tidak tertolong. Ibu itu marah kepada semua orang karena suami dan anaknya meninggal dunia karena tidak bisa berobat.

Dari sanalah, pintu hati Hepi mulai terketuk karena tidak dapat membantu ibu yang telah ditinggal suami dan anak perempuannya tersebut. Semenjak kejadian tersebut, Hepi kembali bertekad untuk membangun bisnis dengan tujuan untuk memperbaiki diri dan agar dapat membantu orang lain.

Karena niat mulia tersebut, Hepi mendapatkan kemudahan dari Allah swt. Suatu ketika ia bertemu dengan beberapa teman yang memiliki usaha sendiri. Hepi banyak mendapatkan tawaran keagenan secara online maupun offline. Mulai dari sprei, bola – bola plastik, karet dll.

Dikarenakan saat itu Hepi masih bekerja di sebuah instansi, akhirnya Hepi memutuskan untuk melakukan pemasaran secara online saja. Dan kegagalan terdahulu pun kembali terulang, Hepi kembali gagal dalam membangun usaha.

Ia pun menyadari bahwa hal ini dapat terjadi karena ia berjualan tanpa memahami ilmunya. Akhirnya Hepi mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) untuk keperluan pembuatan tas, label dan kemasan produk.

Baca Juga : Dian Tres Hijas, Pebisnis Baju Renang Muslimah yang Sukses Berkarir Di Dalam Rumah

Dari Sekolah Bisnis Online (SBO), Hepi banyak mendapat pemahaman tentang ilmu berbisnis khususnya bisnis secara online. Setelah mempraktekkan ilmu yang didapatnya, terjadi peningkatan dalam bisnis label yang digelutinya. Sungguh mengesankan bila mengingat kegagalan bisnis yang pernah ditekuninya.