Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

  • 0
Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

Sboplaza.com – Wina Wulandari adalah seorang apoteker lulusan Institut Teknologi Bandung ( ITB ) tahun 2013. Usai menyelesaikan pendidikannya di Institut Teknologi Bandung ( ITB ), Wina Wulandari bekerja di sebuah pabrik farmasi selama 2 tahun. Tak lama kemudian, ia memutuskan untuk resign dan membuat apotek sendiri bersama sang suami yang juga seorang apoteker lulusan Institut Teknologi Bandung ( ITB ) di tahun 2005.

Bisnis apotek yang didirikan Wina Wulandari bersama sang suami memiliki brand apotek Griya Farma dengan tagline “Rumah Sehat Kita” Setelah 11 tahun menjalankan bisnis apoteknya, pada tahun 2013 Wina Wulandari memutuskan untuk mewaralabakan bisnisnya sehingga saat ini telah tersedia 23 outlet yang tersebar di Bandung, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Semarang dan Yogyakarta.

Selain berbisnis di bidang farmasi, Wina Wulandari pernah menjalankan bisnis di bidang kuliner yakni ayam crispy pada tahun 2008 dan juga bisnis di bidang fashion pada tahun 2007. Akan tetapi bisnis tersebut ditutup karena bisnis apotek sudah mulai membuka cabang sehingga membutuhkan perhatian lebih.

Bagi Wina Wulandari, bisnis adalah impiannya sejak mengenyam bangku perkuliahan. Wina Wulandari senang berbicara dengan banyak orang dan menjalani proses bisnis. Sejak kuliah juga ia suda mulai menjalankan bisnis kecil – kecilan bersama sahabatnya. Mulai dari bisnis alat praktikum, fotokopi buku, baju, kerudung bahkan jualan makanan di gasibu setiap hari Minggu dll.

Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

Wina Wulandari

Pengalaman demi pengalaman bisnis pernah Wina Wulandari rasakan. Hal itu selalu menyisakan suka duka tak terlupakan khususnya bagi Wina Wulandari. Bicara mengenai suka duka dalam berbisnis. Bagi Wina Wulandari, suka dalam dunia bisnis yang pernah ia rasakan adalah ketika Wina Wulandari memiliki banyak pelanggan yang puas terhadap pelayanannya. Sebaliknya, duka dalam bisnis yang pernah menimpanya adalah ketika ia pernah ditipu oleh karyawannya hingga ratusan juta.

Pada saat itu, Wina Wulandari baru saja mendaftar di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Bersyukur, Wina Wulandari mendapat suntikan semangat dan motivasi selama berada di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama untuk move on dan bangkit dari kesedihannya.

Baca : Cerita Sukses Najmi Nurul Haq yang Menjual Mahar Pernikahannya Demi Amily Hijab

Wina Wulandari selalu berprinsip bahwa kita harus memiliki semangat untuk membangun pilar – pilar bisnis yaitu pilar marketing, finance, operasional, HRD dan yang paling penting adalah pilar leadership / ownership. Ibarat mobil, maka marketing, finance, operasional dan HRD sebagai roda – roda dalam mobilnya. Sedangkan pengemudinya adalah leader/owner dari bisnis tersebut. Jadi, masa depan suatu bisnis ditentukan oleh kemudi pemimpin bisnis itu sendiri.


  • 0
Cerita Sukses Najmi Nurul Haq yang Menjual Mahar Pernikahannya Demi Amily Hijab

Cerita Sukses Najmi Nurul Haq yang Menjual Mahar Pernikahannya Demi Amily Hijab

Sboplaza.com – Najmi Nurul Haq, sosok luar biasa yang akrab disapa dengan sebutan Ami adalah pemilik Amily Hijab. Toko online yang menawarkan aneka ragam hijab berkualitas. Awalnya, Najmi Nurul Haq merintis Amily Hijab bersama sahabatnya saat duduk di bangku universitas. Namun, Najmi Nurul Haq mengakui bahwa saat itu dirinya belum fokus untuk merintis Amily Hijab. Hal itu terjadi karena Najmi Nurul Haq harus menyelesaikan skripsi dan hendak menikah.

Bersamaan dengan itu, teman kuliah dari Najmi Nurul Haq yang menjadi partner bisnis Amily Hijab juga hendak menikah dan mengikuti suami ke Kalimantan. Saat itu, sudah dapat dipastikan bahwa nasib dari Amily Hijab cukup membingungkan.

Akhirnya sebelum teman dari Najmi Nurul Haq ke Kalimantan, Najmi Nurul Haq bermusyawarah dan membicarakan masa depan Amily Hijab ke depannya. Mengingat saat itu kas Amily Hijab benar – benar nol rupiah. Yang ada hanyalah asset berupa khimar dan gamis. Dari musyawarah tersebut, sampailah pada satu keputusan dimana Najmi Nurul Haq harus berpisah dengan temannya namun Amily Hijab harus tetap berlanjut.

Najmi Nurul Haq pun akhirnya mulai melanjutkan perjuangan Amily Hijab sendirian. Saat itu memang Najmi Nurul Haq menjalankan Amily Hijab bersamaan dengan kesibukan mengajarnya di Sekolah Luar Biasa ( SLB ) sedangkan sang suami dari Najmi Nurul Haq berjualan yoghurt di pinggir jalan. Namun, Najmi Nurul Haq selalu meyakini bahwa Allah tentu tak pernah salah dalam memberikan rezekinya.

Malangnya, 1 bulan kemudian. Bisnis penjualan yoghurt terpaksa harus gulung tikar. Lepas dari predikat sebagai pedagang yoghurt, akhirnya suami dari Najmi Nurul Haq diterima kerja sebagai wartawan di salah satu media cetak di Tasikmalaya. Dari sana, semakin tumbuhlah tekad untuk menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang tua.

Cerita Sukses Najmi Nurul Haq yang Menjual Mahar Pernikahannya Demi Amily Hijab

Najmi Nurul Haq Bersama Sang Suami

Najmi Nurul Haq bersama sang suami mulai berfikir keras agar Amily Hijab dapat menghasilkan. Walau dengan berat hati, akhirnya Najmi Nurul Haq menjual harta satu – satunya yaitu mahar pernikahan demi keperluan modal Amily Hijab. Dengan mata berkaca-kaca dan langkah yang menjuntai, Najmi Nurul Haq bersama sang suami menuju toko emas untuk menjual mahar pernikahan keduanya.

Setelah menjual mahar pernikahannya, Najmi Nurul Haq langsung membeli beberapa roll kain untuk keperluan produksi hijab. Sisanya, digunakan untuk keperluan rebranding seperti kebutuhan jasa desain logo, packaging dan sebagainya. Uang modal tersebut diputar sedemikian rupa, demi mencukupi kebutuhan sehari – hari.

Suatu ketika Najmi Nurul Haq mendapatkan kabar baik berupa kehamilannya. Di tengah kondisi yang sering mabok, akhirnya Najmi Nurul Haq merekrut 1 orang admin untuk menerima pemesanan dan 1 orang lagi untuk keperluan Quality Unit Control ( QUC ) dan packing. Berawal dari perekrutan 2 orang karyawan tersebut, omset Amily hijab mulai menanjak sedikit demi sedikit. Karyawan Najmi Nurul Haq fokus untuk menangani seputar pemesanan sedangkan suami dari Najmi Nurul Haq fokus di bidang pemasaran atau marketing.

Kemudian Allah takdirkan Najmi Nurul Haq bertemu dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Najmi Nurul Haq pun memantapkan hati untuk mengikuti program yang ada di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Setiap materi yang didapat, langsung Najmi Nurul Haq terapkan pada admin – adminnya. Dan hasilnya sungguh menakjubkan. Percepatan omsetpun semakin meningkat.

Diluar perkiraan, Najmi Nurul Haq mendapatkan kabar buruk bahwa ibu mertuanya mengalami kanker payudara stadium 3. Najmi Nurul Haq bersama sang suami harus kembali memutar otak agar dapat membiayai pengobatan orang tuanya. Lalu suami dari Najmi Nurul Haq pun memutuskan untuk resign dari kantor media cetak tersebut dan mengerahkan semua fokusnya pada Amily Hijab. Dari sana mulailah timbul energy bisnis full time.

Sampai pada suatu situasi dimana 2 orang karyawannya kewalahan dalam menangani pemesanan. Lalu Najmi Nurul Haq bersama sang suami memutuskan untuk merekrut 1 orang karyawan lagi. Dan siklus tersebut terus berlanjut seiring pencapaian omset yang semakin meningkat.

Di usia kehamilan yang mencapai angka 8 bulan, Najmi Nurul Haq semakin memfokuskan diri pada Amily Hijab. Semua itu dilakukan dalam upaya menabung untuk biaya persalinan buah hati Najmi Nurul Haq bersama sang suami. Namun, Allah pun menguji kembali hambanya dalam sebuah tragedi yang mengejutkan.

Najmi Nurul Haq dihadapkan kenyataan bahwa ayah mertuanya mengalami kecelakaan. Dan pada saat itu, hanya Najmi Nurul Haq dan sang suami yang memegang uang ( uang tabungan persalinan). Akhirnya uang persalinan tersebut Najmi Nurul Haq gunakan utuk keperluan biaya pengobatan kecelakaan ayah mertuanya.

Baca : Curahan Hati Dewi Indra Yanti, Pemilik Dinti Shop yang Berhasil Raup Omset Puluhan Juta

Pada H-7 sebelum melahirkan Najmi Nurul Haq benar – benar tidak memegang uang untuk keperluan persalinan. Namun, Najmi Nurul Haq mengembalikan semua rasa takutnya pada Allah swt. Najmi Nurul Haq yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar terbaik bagi dirinya.

Hingga akhirnya sampailah pada hari H persalinan, Najmi Nurul Haq terpaksa harus menjalani operasi Caesar karena posisi bayi melintang dan ketuban pecah terlebih dahulu. Selama 4 hari, Najmi Nurul Haq harus mendekam di Rumah Sakit pasca operasi. Ternyata, orderan Amily Hijab sangat banyak. Alhasil, Najmi Nurul Haq dapat membiayai biaya persalinannya. Sungguh pertolongan Allah teramat dekat.

Sejak hal itu, Najmi Nurul Haq semakin meyakini bahwa keajaiban Allah akan selalu ada. Tak hanya itu, Najmi Nurul Haq juga bersyukur saat ini Amily Hijab telah memiliki karyawan di kantor sebanyak 8 orang dan tim produksi sebanyak 35 orang. Ratusan agen dan reseller aktif juga telah tersebar di dalam maupun luar negeri. Sungguh mengagumkan.


  • 0
Curahan Hati Dewi Indra Yanti, Pemilik Dinti Shop yang Berhasil Raup Omset Puluhan Juta

Curahan Hati Dewi Indra Yanti, Pemilik Dinti Shop yang Berhasil Raup Omset Puluhan Juta

Sboplaza.com – Dewi Indra Yanti, sosok wanita karir yang mengawali bisnis nya di bulan Juli 2014 dengan nama Dinti Shop. Dinti Shop adalah toko online yang menjual aneka macam tas dan jam tangan import berkualitas. Nama Dinti sendiri sebenarnya merupakan singkatan dari namanya sendiri yakni Dewi Indra Yanti. Di awal perjalan bisnisnya, Dinti Shop mengalami perkembangan yang cukup signifikan dikarenakan teman – temannya cukup royal untuk selalu membeli apa yang ia tawarkan.

Saat itu Dewi Indra Yanti merintis Dinti Shop sambil bekerja di sebuah perusahaan teknologi terkemuka di Semarang. Tak hanya itu, sore harinya Dewi Indra Yanti juga harus menjalani rutinitas perkualiahan. Meski begitu, Dewi Indra Yanti pantang mengeluh dalam menjalaninya. Dewi Indra Yanti bertekad untuk hidup mandiri dengan bertanggungjawab terhadap semua kebutuhannya sendiri.

Berbekal ketekunannya, Dewi Indra Yanti berhasil lulus dalam waktu 3,5 tahun dengan predikat cumlaude. Selain itu, Dewi Indra Yanti juga berhasil membeli kendaraan dari hasil jerih payahnya sendiri. Seiring keberhasilan Dewi Indra Yanti untuk hidup mandiri, tiba – tiba saja pada tanggal 23 Februari 2015. Dewi Indra Yanti dihadapkan dengan kenyataan bahwa ayahnya mengalami kecelakaan yang cukup parah.

Sebagai anak pertama di dalam ruang lingkup keluarga, Dewi Indra Yanti berusaha untuk menjadi tulang punggung keluarga. Dewi Indra Yanti berupaya untuk memenuhi seluruh kebutuhan keluarga, terlebih lagi saat itu adik dari Dewi Indra Yanti hendak melanjutkan pendidikan ke tingkat SMK dan adik bungsunya hendak masuk TK. Tidak sampai disitu, Dewi Indra Yanti juga harus menangani kepengurusan mobil yang rusak parah dan tidak dapat menerima klaim asuransi.

Curahan Hati Dewi Indra Yanti, Pemilik Dinti Shop yang Berhasil Raup Omset Puluhan Juta

Dewi Indra Yanti

Dengan kondisi seperti itu, Dewi Indra Yanti harus menghabiskan seluruh uang tabungannya. Namun, Dewi Indra Yanti selalu senantiasa berbesar hati dan meyakini bahwa Allah akan selalu menguatkan dan memberikan kemudahan dalam menghadapinya.

Kemudian pada bulan Januari 2016, Dewi Indra Yanti mendapatkan informasi terkait Kelas Mentoring Online ( KMO ) yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Dengan memanfaatkan waktu yang ada, Dewi Indra Yanti pun akhirnya mengikuti Kelas Mentoring Online ( KMO ) tersebut.

Bermodalkan ketekunan dan keinginan yang kuat, akhirnya Dewi Indra Yanti berhasil meraup 10 juta dari Dinti Shop pada bulan Juli. Tak ingin cepat merasa puas, Dewi Indra Yanti pun lebih giat serta gencar untuk mempraktekan ilmu yang di dapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Baca : Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Alhasil, satu bulan kemudian tepatnya di bulan Agustus, Dewi Indra Yanti berhasil meraup omset hingga 20 juta. Selanjutnya, di bulan September, omset dari Dinti Shop mencapai angka 22 juta. Selain itu, awal ikut KMO pada tanggal 18 Februari. Followers Instagram Dinti Shop masih berada di angka 117. Hingga pada akhirnya, di bulan April 2016, followers Instagram Dinti Shop berhasil menembus angka 10.200. Sesuatu yang sangat menakjubkan.

Bagi Dewi Indra Yanti hal ini tentu menjadi suatu hikmah dan kejadian yang perlu disyukuri. Mengingat bahwa pada tahun sebelumnya, Dewi Indra Yanti dihadapkan dengan berbagai kondisi yang seringkali membuatnya harus menahan air mata yang ada.


  • 0
Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Sboplaza.com – Silma Apriliana, sosok inspiratif yang berkecimpung di bidang produksi dompet dan tas bayi dengan merk Lachosina. Awalnya, Silma Apriliana tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjalankan suatu bisnis. Karena Silma Apriliana memiliki cita – cita ingin menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.

Namun, seiring berjalannya waktu Silma Apriliana memutuskan untuk berjualan online. Sebelum merintis bisnis di bidang dompet dan tas bayi, Silma Apriliana pada awalnya menjual produk mainan secara online. Demi meraih kesuksesannya, Silma Apriliana rela berjuang keras mulai dari menerjang banjir, mengangkat barang – barang berat hingga melakukan proses packing sendirian. Dari hasil kerja kerasnya tersebut, Silma Apriliana menyisihkan keuntungan penjualannya untuk menambah modal bisnis.

Setelah modal bisnis terkumpul, suatu ketika sahabat dari Silma Apriliana menyarankan untuk memproduksi dompet. Dari sanalah Silma Apriliana mulai mencari tahu lebih detail terkait seluk beluk produksi dompet. Saat itu Silma Apriliana hanya memiliki 1 orang penjahit yang membantunya untuk memproduksi dompet bermerk Lachosina.

Namun, terkait belanja bahan, mengurus penjahit, quality unit control, mengurus pemesanan dan melakukan packing dilakukan seorang diri. Berkat ketekunannya, permintaan pasar terhadap dompet bermerk Latuchosina pun mengalami peningkatan.

Belum genap usia bisnisnya menyentuh angka 6 bulan, Silma Apriliana sudah bisa membeli 3 mesin penjahit dan menerima penjahit baru. Selain itu, Silma Apriliana juga mengontrak sebuah rumah sebagai tempat melakukan produksi dan menyimpan bahan baku untuk keperluan bisnis.

Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Namun, Silma Apriliana menyadari bahwa kesalahannya saat itu adalah menjalankan bisnis tanpa pengetahuan tentang bisnis yang memadai. Terlebih lagi, saat usia bisnisnya menginjak angka ke 2 thn. Silma Apriliana sempat tergiur dengan bisnis MLM yang pada akhirnya bisnis tersebut mengalihkan fokusnya dari bisnis dompet. Silma Apriliana semakin merasa bersalah dan ingin kembali memfokuskan dirinya pada bisnis Lachosina yang dirintisnya.

Silma Apriliana pun mulai dengan mengikuti kelas bisnis di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Silma Apriliana berharap dengan keikutsertaannya pada kelas bisnis, dapat membantu dirinya untuk kembali membenahi Lachosina yang sempat terabaikan. Tak lupa, Silma Apriliana juga menyertakan doa terbaiknya pada Allah swt.

Baca : Mengingat Semangat Nur Azizah, Pemilik Brownies Panggang Dengan Brand O’Nies

Alhasil, kini Lachosina telah memiliki 2 agen dan 50 reseller. Selain itu, omset bisnisnya berhasil menginjak angka puluhan juta setiap bulannya. Sesuatu yang sangat disyukuri oleh Silma Apriliana. Dan Silma Apriliana juga berpesan bahwa hal penting yang tak boleh dilupakan adalah selalu mempraktekkan apapun ilmu bisnis yang didapat. Karena mau mengikuti training ataupun membaca buku sebanyak apapun, apabila tidak mempraktekkannya itu hanya akan berakhir sia-sia.

Semoga pengalaman bisnis Silma Apriliana dapat memberikan pencerahan bagi kita semua bahwa 3 hal penting yang tak boleh terlupakan dalam berbisnis adalah senantiasa berdoa pada sang pencipta, mempraktekkan ilmu yang didapat serta memfokuskannya.


  • 0
Mengingat Semangat Nur Azizah, Pemilik Brownies Panggang Dengan Brand O'Nies

Mengingat Semangat Nur Azizah, Pemilik Brownies Panggang Dengan Brand O’Nies

Sboplaza.comMengingat Semangat Nur Azizah, Pemilik Brownies Panggang Dengan Brand O’Nies. Nur Azizah, ibu dari seorang anak yang menjalankan bisnis di bidang kuliner ini turut menginspirasi kita semua bahwa setiap bisnis yang diniatkan untuk mengharap berkah akan menemui kemudahan dalam menjalankannya. Nur Azizah terlahir dari keluarga yang sederhana, sebuah keluarga yang mengajarkan betapa pentingnya kerja keras.

Setiap pulang sekolah, Nur Azizah selalu menyempatkan diri untuk membantu orang tuanya berjualan buah-buahan di pasar. Sempat terlintas rasa malu dalam benak Nur Azizah. Namun, rasa malu yang ada dalam dirinya menjadi cambuk motivasi agar di masa selanjutnya ia dapat bekerja kantoran suatu hari nanti.

Akhirnya, lulus dari bangku SMA. Nur Azizah memutuskan untuk hijrah ke Cikarang dan mewujudkan impiannya untuk bekerja kantoran dengan menjadi seorang staff administrasi di sebuah kantor marketing. Sekian lama berada di zona nyaman, tentu membuat Nur Azizah terlena. Darisanalah tiba –tiba muncul ide dari dalam fikirannya untuk memulai suatu bisnis.

Terlebih lagi, motivasi bisnisnya semakin meningkat saat ia bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Kemudian di akhir tahun 2015, Nur Azizah memutuskan untuk mengikuti kelas yang ada di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Semenjak mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Nur Azizah mendapat banyak pelajaran berharga yang dapat menunjang langkahnya untuk memulai usaha. Sebelumnya memang Nur Azizah tak pernah berfikir untuk menjalankan bisnis. Karena bagi dirinya, bekerja kantoran juga sudah cukup bagi dirinya. Namun, apakah yang justru terjadi?

Mengingat Semangat Nur Azizah, Pemilik Brownies Panggang Dengan Brand O'Nies

Nur Azizah, pemilik brownies panggang O’Nies

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Nur Azizah kembali memutuskan untuk memantapkan langkahnya untuk berjualan kue. Semua hal ia persiapkan, dari mulai pengetahuan mengenai kue yang tahan lama, yang mudah penyajiannya dan pastinya belum banyak dijual. Dari riset yang dilakukan Nur Azizah tersebut, diputuskanlah untuk menjual brownies panggang dengan brand O’nies.

Bersama sang suami, Nur Azizah saling bahu membahu untuk menjalankan bisnis brownies panggangnya. Nur Azizah lebih fokus menangani masalah produksi sedangkan suami dari Nur Azizah berkonsentrasi di bidang promosi. Dengan modal awal senilai 2 juta, keduanya berhasil menjual 100 box kue brownies setiap bulannya. Untuk meningkatkan angka penjualan, Nur Azizah mencoba untuk menyewa lapak di pameran pasar pagi.

Baca : Perjuangan Luar Biasa Masitoh Istiqomah Membangun Bisnis Gamis Dengan Brand Mastiq Collection

Langkah selanjutnya, Nur Azizah mencoba membuka sistem reseller dan konsinyasi. Dimana reseller memiliki sistem beli putus sedangkan konsinyasi dengan sistem titip jual. Awalnya, Nur Azizah hanya membangun kerja sama dengan satu rumah makan. Berhubung respon yang didapat sangat positif. Tanpa ragu, Nur Azizah mencoba untuk bekerja sama dengan beberapa rumah makan lainnya.

Berkat perjuangannya, angka penjualan yang semula berada di angka 100 box/bulan. Kini berhasil merambah ke angka 500 box/bulan. Bahkan ia juga pernah mendapatkan angka penjualan mencapai 700 box/bulan. Dengan omset rata – rata perbulan sekitar 25 juta. Sungguh menakjubkan.

Cerita perjalanan bisnis Nur Azizah tentu menginspirasi kita semua bahwa memang semua tekad dapat selalu diupayakan. Dan yang terpenting dari semua perjuangan yang telah dilalui oleh Nur Azizah adalah niat bisnis dari Nur Azizah sendiri dalam rangka mengupayakan keberkahan.


  • 0
Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Sboplaza.com – Diah Mahdalena, sosok inspiratif yang memulai bisnis onlinenya pada tahun 2013. Berbagai macam produk pernah Diah Mahdalena jual, mulai dari cokelat, baju factory outlet, baju dan sepatu yang diimport dari korea, parfum dan sebagainya. Bahkan, Diah Mahdalena sendiri juga pernah sempat mengikuti bisnis MLM ( Multi Level Marketing )

Akan tetapi, dari sekian banyak bisnis yang pernah digeluti. Diah Mahdalena merasa tidak cukup serius untuk mendalaminya. Bagi Diah Mahdalena, bisnis hanya sekedar menjual produk lantas menunggu konsumen untuk membelinya. Selepas itu, selesai.

Hingga pada akhirnya, pada tahun 2014, tanpa sengaja Diah Mahdalena melihat postingan di sosial media tentang Sekolah Bisnis Online ( SBO ) hal itu, kemudian menggerakkan hatinya untuk menggeluti bisnisnya secara serius.

Kemudian pada bulan Maret di tahun 2015, Diah Mahdalena memutuskan untuk resign dari pekerjaan demi menggeluti bisnis online lebih serius. Di tengah perjuangannya merintis bisnis online, Diah Mahdalena kembali membuat keputusan di hidupnya pada bulan September 2015 untuk membuka toko. Dari sinilah, Diah Mahdalena lebih memahami bisnis dalam artian yang sebenarnya.

Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Diah Mahdalena

Berharap dapat meningkatkan penghasilannya, fakta yang terjadi justru Diah Mahdalena harus mendapati kenyataan bahwa toko nya sepi pengunjung bahkan uang service dan listrik saja nyaris tidak tertutupi. Ditambah lagi, beban sewa, makan dan transportasi menggunakan penghasilan suami Diah Mahdalena.

Sehingga yang terjadi adalah uang toko habis untuk menutupi operasional dan Diah Mahdalena pun mengalami kerugian selama berbulan – bulan. Diah Mahdalena sempat mengalami kegalauan yang cukup luar biasa. Ia bahkan bingung dengan apa yang harus dilakukannya, mengingat semua yang dilakukan terasa begitu sia – sia.

Padahal, awalnya ia memiliki modal yang cukup besar untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, yang didapat justru kenyataan miris mengenai hutang yang menumpuk dan modal usaha yang juga belum kembali.

Setelah melewati beragam peristiwa tak menyenangkan selama menggeluti bisnisnya, Diah Mahdalena akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti program KMO ( Kelompok Mentoring Online ) di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Dalam kondisi yang jauh dari kata berkecukupan, Diah Mahdalena dengan berat hati berupaya untuk mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) tersebut meski itu berarti Diah Mahdalena harus mempertaruhkan sisa uang yang dimilikinya.

Dan pada tanggal 10 Maret 2016, Diah Mahdalena mencoba bangkit dari kegagalannya dalam berbisnis. Ia mulai mempelajari kembali pelajaran yang di dapatnya di program KMO ( Kelompok Mentoring Online ).

Meski sempat merasa tidak percaya diri, pada 9 hari pertama berbisnis. Ia tidak mendapatkan pelanggan maupun konsumen sama sekali. Namun, sungguh menakjubkan. Pada hari ke 10, Diah Mahdalena berhasil meningkatkan penghasilannya hingga 1,4 juta dalam sehari. Padahal bisnis penjualan busana muslim yang ditekuninya hanyalah mengandalkan instagram.

Baca juga : Kisah Sukses Eka Agung Sulistyaningsih, Pebisnis Bandeng Presto yang Mengawali Bisnisnya Tanpa Kesengajaan

Berkat ketekunannya dalam berbisnis, Diah Mahdalena berhasil meraup omset di angka 30 juta pada bulan Ramadhan di tahun 2016 kemarin. Prestasi yang sangat menginspirasi di bidang bisnis. Dan pelajaran bisnis dari Diah Mahdalena semakin meneguhkan fakta bahwa tidak ada ketidakmungkinan selama kita mau berusaha untuk fokus.