Pentingnya Memahami Algoritma Facebook untuk Bisnis Online

  • 0

Pentingnya Memahami Algoritma Facebook untuk Bisnis Online

Sboplaza.com – Pentingnya Memahami Algoritma Facebook untuk Bisnis Online

Sebagai pebisnis online terutama bagi Mak yang yang berjualan melalui social media facebook. Memahami algoritma facebook sangat penting. Karena jika tidak memahami algoritma ini segala hal yang telah Mak lakukan dari posting, promosi dan hal lainnya akan percuma da sia-sia.

Saat ini facebook membuat algoritma baru tentang News Feed. Hampir dari 700 juta pengguna facebook selalu melihat news feed mereka setiap hari. Ada 2 perubahan yang diberlakukan mengenai news feed yaitu Story Bumping dan Last Actor.

1. Story Bumping
Dengan diadakanya story bumping ini bisa dibilang sangat membantu kita Mak, tidak seperti zaman algoritma Edgerank dulu. Sekarang meskipun postingan sudah lama sekali jika kita up kembali dengan Like, Comment atau Share sudah otomatis postingan tersebut akan muncul lagi di news feed teman facebook Mak.

Kalau zaman Edgerank dulu postingan kita tidak akan muncul di news feed teman facebook yang tidak pernah berinteraksi dan perlu mengeluarkan biaya ads untuk menjangkau mereka.

2. Last Actor
Algoritma baru ini akan memperhitungkan 50 interaksi terakhir dan hal ini bisa membuat postingan Mak lebih dilihat banyak orang meski dipost beberapa minggu yang lalu.

Baca: Cara Membangun Tim Sukses dan Loyal

Jadi initinya dengan algoritma baru Mak tinggal menyiapkan konten promosi yang bagus lalu maksimalkan postingannya dengan cara di up lagi menggunakan cara dipoint pertama.


  • 0

Closing Menggunakan Hard Selling?

Sboplaza.com – Closing Menggunakan Hard Selling?

Sebagian dari penjual berfikir bahwa berjualan dengan metode hard selling kurang begitu pas di hati customer, karena metode ini straight to point tanpa adanya pendekatan antara penjual dan calon pembeli. Memang hal ini benar tetapi tidak sepenuhnya.Tidak hanya soft selling yang berperan penting dalam hal promosi sebenernya hard selling pun bisa berpotensi closing asalkan hard selling tidak ditujukan kepada orang-orang yang belum tahu kita, orang-orang yang belum tahu produk kita alis calon customer baru.

Kalau calon customer baru ini langsung disuguhkan dengan hardselling sudah pasti kabur hihihi Hard selling bisa ditujukan kepada

 
1. Hot or Warm Customer

Arti dari hot or warm customer ini adalah customer yang sudah mengenal kita dan produk kita, sudah pernah membeli produk kita dan bisa juga customer setia kita. Ketika kita suguhkan dengan hard selling mereka tidak akan keberatan, kenapa? Karena mereka sudah mengenal dan mencintai produk kita.
Apalagi disuguhkan dengan pilihan promo atau benefit lainnya mereka sudah pasti diserbu tanpa piker panjang.

Kenapa tidak disarankan menggunakan hard selling ke calon customer baru, karena customer baru butuh pendekatan dan edukasi, mereka membutuhkan hubungan yang nyaman dan kepercayaan dari penjual terlebih dahulu.

2. Reseller

Jika Mak disini sebagai produsen dan mempunyai reseller atau mitra, soft selling tidak begitu diperlukan tinggal post atau share di group “Dibuka PO Gamis hanya dibulan Desember” “teman-teman sekarang kita open PO untuk syari ini ya” atau “teman-teman kita sekarang launching legging” dengan kata-kata ini mereka sudah bergerak untuk menjual produk kita terkecuali mereka belum pintar dalam hal promosi maka perlu diadakanna edukasi untuk para mitra agar mereka makin jago dalam berjualan.
 

Hard selling juga bisa digunakan ketika online shop kita sedang mengadakan sale atau PO dengan menjelaskan bonus-bonus yang mereka dapatkan. Pastikan produk dan harga harus lebih besar nilai produk.

Cantumkan benefit yang didapat ketika mereka berbelanja di online shop kita, cantumkan bonus atau promo lainnya dengan jelas sehingga customer berfikir “kalau saya beli hari ini toh bakalan dapet untung lebih, bakalan dapet produk lebih atau free ongkir so kenapa harus nunggu nanti”

 

Baca: Mau Menambah Follower Instagram?

 
Tapi Mak harus lebih teliti lagi jika menggunakan metode hard selling dan semua social media isinya promo terus menerus jangan sampai customer pergi jadi harus di atur antara hard dan soft selling nya bisa 30:70 atau bisa diatur sesua target market Mak.
 

Semoga artikel ini bermanfaat, selamat praktek Mak ^_^