Belajar Dari Kegagalan Bisnis Dini Maryani, Pebisnis Karpet Karakter yang Sukses

  • 0
Dini Maryani, Pebisnis Sukses yang tangguh

Belajar Dari Kegagalan Bisnis Dini Maryani, Pebisnis Karpet Karakter yang Sukses

Sboplaza.com – Dini Maryani, ibu rumah tangga yang dikaruniai 3 orang anak ini memang senang berjualan sejak dirinya duduk di bangku SMA. Bahkan saat Dini Maryani tengah bekerja menjadi seorang pengelola administrasi di sebuah perusahaan. Seringkali ia memanfaatkan waktu luang yang dimilikinya untuk berjualan internet gratis.

Hingga pada akhirnya, setelah 2 tahun bekerja disana. Dini Maryani resign dari pekerjaannya karena sedang mengandung. Dan pada masa – masa itu, Dini Maryani mengisi waktu luangnya sebagai seorang ibu rumah tangga dan berupaya untuk fokus jualan secara online.Sleain itu, Dini Maryani juga mencoba untuk kulakan boneka dan mainan anak.

Semuanya berjalan dengan lancar hingga suatu ketika ia bertemu dengan seorang pemborong yang hendak memborong barang dagangannya. Melihat banyaknya barang yang dipesan oleh pemborong tersebut. Dini Maryani segera menyiapkan semua barang yang dipesan oleh pemborong tersebut tanpa memperhatikan betapa pentingnya uang muka pembayaran di awal.

Hingga saat semua barang yang diminta telah dipacking dengan sempurna, pemborong tersebut justru malah tidak bisa dihubungi. Akhirnya, dengan berat hati. Dini Maryani terpaksa menjual paksa semua barang tersebut dengan potongan harga yang fantastis. Bagi dirinya, yang penting ada uang yang kembali meskipun tidak seluruhnya. Dan sejak peristiwa itu, Dini Maryani merasa sedikit trauma dengan berjualan secara kulakan.

Dini Maryani, Pebisnis Sukses yang tangguh

Dini Maryani dan anak – anaknya.

Tak lama kemudian, anak kembar Dini Maryani pun lahir. Pada saat itu, Dini Maryani mencoba untuk menyemangati diri sendiri dengan membuang jauh – jauh rasa trauma. Dini Maryani pun kembali mencoba kulakan lagi. Kali ini, dirinya memutuskan untuk merintis dunia arisan dengan produk mlm serta reseller karpet karakter. Sistem penjualannya memang tidak cash melainkan sistem kredit.

Pada tahun pertama, Dini Maryani nyaris tak menemui kendala hingga pada tahun kedua, masalah pun mulai bermunculan. Mulai dari peserta arisan yang kabur, kredit macet dan sebagian lain ada yang belum mendapatkan barang namun harus dipenuhi hak nya. Dengan segenap kerelaan hati, Dini Maryani harus merogoh uang tabungannya untuk menutupi semua kekurangan. Bahkan uang tabungan yang dimilikinya pun belum cukup untuk menutupi semua permasalahan yang ada.

Akan tetapi, Dini Maryani mengaku bersyukur memiliki seorang suami yang sangat sabar, selalu mendukungnya bahkan saat dirinya terjatuh. Ia bahkan tidak menghakimi maupun menyalahkan Dini Maryani. Setiap bulannya, Dini Maryani menggunakan gaji suami untuk membayar cicilan refund. Dan dalam keadaan sulit tersebut, Dini Maryani kembali diamanahi seorang anak.

Hal itulah yang kemudian membuat Dini Maryani harus kembali bersemangat. Ia pun kembali memulai kulakan gamis anak dan jilbab dengan sistem ambil terlebih dahulu kemudian bayar dalam jangka waktu 1 bulan. Demi mengembangkan bisnisnya, Dini Maryani akhirnya mencoba membuka toko meski dengan menggunakan modal pinjaman.

Terlebih lagi, saat itu mendekati bulan ramadhan. Dini Maryani berharap tokkonya dapat laris diserbu pengunjung. Namun kenyataan yang didapatnya malah sebaliknya. Dalam seminggu, hanya 2 -3 pcs jilbab saja yang terjual. Kemudian berjualan secara online juga ikutan sepi. Terlebih lagi anak kembarnya mulai sakit – sakitan.

Mendapati kenyataan tersebut, Dini Maryani memutuskan untuk melakukan over sewa kontrak toko nya pada orang lain. Bermodalkan kegagalan yang dilaluinya, Dini Maryani mulai kebal dengan semua hal yang menimpanya. Dini Maryani kembali memutar otaknya untuk dapat bangkit.

Dan kebetulan pada tahun itu, karpet karakter sedang menjadi trend. Sehingga Dini Maryani memutuskan untuk menjual karpet karakter dengan supplier baru. Dini Maryani bersyukur, penjualan dari karpet karakternya cukup menjanjikan. Melihat hal itu, suami dari Dini Maryani pun menyadarnkan untuk dapat memproduksi karpet karakternya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Dari sinilah, Dini Maryani selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) kembali mengumpulkan pundi – pundi modal untuk memproduksi karpet karakter. Tak lupa, Dini Maryani juga memohon restu suami dan orang tuanya agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Bermodalkan tutorial yang terpampang di youtube, Dini Maryani mulai mencicil seluruh bahan yang digunakan untuk memproduksi karpet karakter.

Baca juga : Devy Nadya Aulina, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Jalankan Beragam Bisnis Sekaligus

Dan seiring berjalannya waktu, kini penjualan karpet karakter Dini Maryani mendapatkan hasil yang menggiurkan. Dari cerita ini, tentu kita mendapatkan pelajaran yan berharga bahwa kerja keras itu penting namun yang lebih tepat adalah kerja cerdas. Selain itu, usaha juga tidak bisa diawali hanya dengan modal nekat namun juga perlu diimbangi dan pengetahuan dan kesiapan mental.


  • 0
Mutiara Lombok Selly Wardiani

Selly Wardiani, Ibu Rumah Tangga yang Betah Berbisnis Mutiara Lombok Secara Online

Sboplaza.com – Selly Wardiani, Ibu rumah tangga yang mengawali bisnisnya saat pulang ke kampung halamannya di Lombok pada bulan Mei 2014. Saat berada di Lombok, suami dan kedua adiknya memilih untuk menghabiskan masa liburannya ke Gunung Rinjani, sedangkan Selly Wardiani bersama anak – anaknya memilih untuk berjelajah di pantai.

Hingga suatu ketika, saat Selly Wardiani sedang berenang dengan kedua anaknya di Labuhan Haji. Tragedi yang tak terdugapun terjadi, Selly Wardiani tenggelam bersama anak keduanya yang saat itu berusia 3 tahun. Beruntungnya saat itu ada seorang bapak yang dengan sigap menolong saat dirinya tenggelam.

Sehingga Selly Wardiani dan anaknya dapat terselamatkan. Akan tetapi, semenjak peristiwa tersebut. Selalu muncul pertanyaan dalam benak Selly Wardiani yaitu “Apa yang sudah saya berikan untuk negeri tercinta, terutama Lombok?”

Untuk sementara waktu, Selly Wardiani terpaksa membiarkan pertanyaan tersebut menggantung di fikirannya. Selepas pulang dari Lombok, ia mendapat kabar bahwa kondisi kantor suami akan mengalami krisis. Menerima kabar tersebut, semakin memantapkan hati Selly Wardiani untuk berbisnis.

Mutiara Lombok Selly Wardiani

Kreasi Mutiara Lombok dari Selly Wardiani

Akhirnya Selly Wardiani mencoba peruntungan bisnis di bidang perhiasan mutiara Lombok. Saat itu Selly Wardiani masih menjadi reseller dari sebuah toko online. Namun hal itu tidak berlangsung lama, hanya bertahan 2 bulan saja.

Sebelumnya, Selly Wardiani pernah pergi ke Hongkong karena kantor suami yang bersangkutan memberikan bonus jalan – jalan ke Hongkong. Perjalanan tersebut, terjadi jauh sebelum dirinya memutuskan untuk berbisnis mutiara. Saat itu, Selly Wardiani memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan survey ke gerai perhiasan yang ada di Shenzen, China.

Kembali saat dimana Selly Wardiani berhenti menjadi seorang reseller, akhirnya Selly Wardiani mencoba untuk mencari supplier. Bahkan dalam proses pencarian supplier yang tepat untuk bisnisnya, Selly Wardiani pernh merasa ditipu.

Awalnya, ia membeli secara deposit pada seorang supplier karena Selly Wardiani berupaya untuk menjualnya sendiri. Saat itu ia mendapatkan mutiara tawar dan laut ayang jelek dengan harga 3x lipat dari harga mutiara grade standar.

Tak ingin menyerah dengan keadaan, Selly Wardiani mencoba untuk mencari supplier lagi. Dan kali ini ia menemukan kecocokkan dengan sang supplier. Terlebih lagi, karena supplier tersebut memberikan mutiara yang berkualitas pada Selly Wardiani.

Dari sanalah Selly Wardiani belajar banyak tentang mutiara hingga pada akhirnya di bulan Desember 2014, ia dipertemukan dengan seorang ahli yang sudah berkali – kali mengikuti workshop di Eropa. Yang pada akhirnya, Selly Wardiani banyak bertemu dengan pengepul mutiara dan supplier perhiasan dari Hong Kong juga.

Bagi Selly Wardiani yang juga merupakan alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dirinya mengaku bahwa wawasan tentang product knowledge atau produk yang hendak dijual benar – benar sangat penting. Selain itu, Selly Wardiani juga menambahkan bahwa dirinya lebih banyak melakukan penjualan mutiara secara online.

Baca Juga : Ina S Erwanda, Ibu Rumah Tangga Yang Sukses Menggeluti Bisnis Konveksi

Hal itu dilakukan karena memang dunia online terbukti dapat menjangkau konsumennya lebih banyak. Meski begitu, Selly Wardiani juga tetap melakukan penjualan secara offline, semata – mata hal itu dilakukan untuk menambah link, membantu branding produk dan bekerja sama dengan beberapa pihak. Hingga kini penjualan mutiara lomboknya mengalami peningkatan yang mengesankan. Sesuatu yang sangat disyukuri oleh Selly Wardiani.


  • 0

Ina S Erwanda, Ibu Rumah Tangga Yang Sukses Menggeluti Bisnis Konveksi

Sboplaza.com – Ina S Erwanda, Ibu rumah tangga dengan tiga orang anak ini pada awalnya berprofesi sebagai seorang pengacara. Akan tetapi, Ina S Erwanda memutuskan untuk resign sebagai pengacara dan mengikuti suami yang bekerja mengelola pabrik kayu hingga trading. Setelah itu, Ina S Erwanda dan sang suami kembali berhijrah ke Bandung dengan bermodalkan uang Rp. 500.000,- saja.

Saat itu, Ina S Erwanda dan sang suami tinggal sementara waktu di rumah kakak dari Ina S Erwanda selama 2 bulan hingga pada akhirnya Ina S Erwanda dan sang suami berhasil mengontrak rumah. Saat itulah untuk pertama kalinya Ina S Erwanda mencoba untuk berjualan online seperti manet, zea dll.

Tak hanya itu, Ina S Erwanda juga bergabung di milis, dari sanalah Ina S Erwanda mendapatkan pesanan konveksi dari sebuah perusahaan. Karena selain jualan online, Ina S Erwanda juga berbisnis konveksi secara makloon. Tanpa rasa ragu, saat itu Ina S Erwanda dan sang suami berjuang untuk mewujudkan pesanan seragam kerja.

Ina S Erwanda Bersama Sang Buah Hati

Ina S Erwanda Bersama Sang Buah Hati

Pada saat proses produksi, konveksi yang sempat dipercayakan Ina S Erwanda baru menyelesaikan beberapa potong pakaian. Padahal deadline waktu yang dimiliki tinggal sedikit lagi. Melihat kenyataan tersebut, Ina S Erwanda merasa panik karena konveksi tersebut baru menyelesaikan beberapa potong saja. Sedangkan pihak perusahaan, menginginkan seragam kerjanya segera terselesaikan.

Ina S Erwanda akhirnya berjuang hingga terjun langsung di bagian produksi, mulai dari packing, quality control dan sebagainya. Hal itupun membuat Ina S Erwanda harus pulang jam 4 subuh setiap hari. Namun, dibalik kesulitan yang menghadangnya. Ina S Erwanda mendapatkan banyak ilmu yang sangat berharga.

Setelah perjuangannya tersebut, akhirnya seluruh seragam kerja dapat terselesaikan meskipun sedikit melebihi dari waktu yang ditargetkan. Pada saat mengirimnya ke Jakarta, ternyata pihak perusahaan yang selama ini berkomunikasi dengan Ina S Erwanda adlaah owner dari perusahaan logistik yang cukup besar di Jakarta.

Usai menyelesaikan pesanan pertama dari perusahaan logistik tersebut, Ina S Erwanda mencari tempat makloon lainnya karena pesanan mulai berdatangan. Ina S Erwanda selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengaku perjuangannya dalam dunia bisnis konveksi mendapatkan tanggapan yang positif. Dan kini Ina S Erwanda telah berhasil membuka konveksi sendiri.

Baca Juga : Dian Aryani, Distributor RaZha yang Suses Berbisnis Dari Dalam Rumah

Terlebih lagi, Ina S Erwanda juga mengaku bersyukur dengan kehadiran Sekolah Bisnis Online yang banyak memberikan ilmu bermanfaat yang mampu menunjang perkembangan bisnisnya.


  • 0
Dian Aryani Distributor Razha

Dian Aryani, Distributor RaZha yang Sukses Berbisnis Dari Dalam Rumah

Sboplaza.com – Dian Aryani, Ibu rumah tangga dari dua orang anak yang kini menjadi seorang distributor sukses untuk produk RaZha. Pada awalnya, Dian Aryani menjual aneka macam produk mulai dari jilbab, bros, sarimbit.

Namun sayangnya omset penjualannya tidak begitu mengesankan mengingat orderan tidak selalu ada setiap hari. Kemudian, Dian Aryani juga pernah memutuskan untuk menjadi seorang agen produk RaZha, akan tetapi selama setahun tidak mendapatkan penghasilan yang berarti.

Terlebih lagi, saat itu Dian Aryani juga disibukkan dengan lahirnya anak kedua. Sehingga selama setahun itu ia memutuskan untuk hiatus sejenak. Hingga pada akhirnya ia tanpa sengaja melihat timeline Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya Dian Aryani memutuskan untuk menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Dan dengan tergabungnya, Dian Aryani sebagai bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO). Membuat tekadnya semakin kuat untuk kembali menjual produk RaZha lagi. Sejak ia memutuskan untuk aktif berjualan produk RaZha di Instagram serta mengaplikasikan ilmu yang didapatnya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Dian Aryani Distributor Razha

Dian Aryani Bersama Sang Buah Hati

Dalam waktu setengah bulan saja, Dian Aryani berhasil menduduki posisi sebagai seorang Distributor. Bila sebelumnya, statusnya menjadi seorang agen RaZha yang penghasilannya tidak begitu mengesankan selama setahun. Bahkan, kini Dian Aryani telah berhasil memiliki banyak reseller yang tersebar hingga ke mancanegara.

Baca Juga : Irna Irnawanti, Pemilik Reina Gallery yang Sukses Menyentuh Pasar Mancanegara Berkat Kerajinan Tangannya

Dian Aryani mengaku bersyukur dengan pencapaian yang diraihnya. Selain itu, Dian Aryani juga menjadi bagian dari kandidat yang berhak mendapatkan hadiah jalan – jalan ke Singapura dari RaZha. Kehadiran Dian Aryani tentu sangat menginspirasi bagi kita semua yang hendak berbisnis untuk tetap fokus dan selalu mempersiapkan bekal ilmu dalam berbisnis.


  • 0
Sambal Pecel Mbak Vy

Devy Nadya Aulina, Pebisnis Sambel Pecel Khas Nganjuk Yang Telah Merambah Ke Mancanegara

Sboplaza.com – Devy Nadya Aulina, sosok pebisnis sambal pencel yang memulai bisnisnya di penghujung tahun 2012 kini telah berhasil melambungkan bisnisnya hingga ke ranah mancanegara. Berawal dari kejeliannya dalam melihat peluang pasar, Devy Nadya Aulina telah berhasil meracik sambal pecel khas Nganjuk yang berbeda dari pada yang lain. Yakni sambal pecel yang diracik tanpa MSG, bahan pengental maupun pengawet. Uniknya, sambal pecel yang diproduksi Devy Nadya Aulina juga tersedia dalam pilihan pedas, pedas manis dan tidak pedas.

Selain didukung keunikan sambal pecel yang diraciknya, Sambal pecel dengan brand “Mbak Vy” yang diproduksi Devy Nadya Aulina juga gencar melakukan promosi dalam bentuk story telling dan testimoni konsumen di sosial media. Hingga penulis terkenal yang juga seorang pebisnis tertarik untuk mencicipi sambal pecel yang berhasil diracik Devy Nadya Aulina.

Sambal Pecel Mbak Vy

Sambal Pecel Mbak Vy

Hal itu menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi dirinya bila sambal pecel yang ia produksi dapat digemari oleh berbagai kalangan tanpa terkecuali. Tanpa perlu menunggu lama, usai menggencarkan bentuk promosi dengan cara story telling dan testimoni.

Sambal pecel khas Nganjuk yang diraciknya tidak hanya dicicipi oleh penulis terkenal saja. Bahkan, sambal pecel miliknya berhasil mendapatkan sambutan positif dari pengusaha Indonesia yang bekerja di Malaysia dan Timur Tengah. Dalam upaya memberikan kepuasan terbaik bagi para pelanggannya, Devy Nadya Aulina selalu senantiasa berusaha untuk memenuhi keinginan konsumennya.

Baca Juga : Nur Utami, Pemilik Brand Nuhijab yang Sukses Melmbungkan Bisnisnya Hingga Ke Mancanegara

Terlebih lagi, Devy Nadya Aulina juga menjalin kekeluargaan dengan konsumen lama maupun baru. Dan menjadikannya sebagai keluarga juga sahabat. Bukan hanya sekedar konsumen biasa. Devy Nadya Aulina selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga mengaku bahwa dirinya sempat menghadapi rintangan dalam berbisnis yaknni keterbatasan dana untuk membuat perijinan. Namun, berkat doa, kerja keras dan usaha yang dilakukan Devy Nadya Aulina. Akhirnya produk sambal pecel khas Nganjuk yang diproduksinya dapat laris di pasaran.


  • 0
Siti Mukmainah Pemilik Ximplisiti yang Sukses

Kisah Perjalanan Bisnis Siti Mukmainah, Pemilik Brand Ximplisiti yang Sangat Inspiratif

Sboplaza.com – Siti Mukmainah, pemilik toko online ximplisiti yang menawarkan aneka ragam tas dan dompet etnik berkualitas. Awalnya ia tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menggeluti bisnis online. Padahal, Siti Mukmainah bercita – cita untuk menjadi seorang pekerja di perusahaan bonafit atau menjadi Pegawai Negara Sipil ( PNS ) seperti ayah dan kedua kakaknya.

Terlebih lagi, ia menyadari bahwa dirinya tidak berbakat untuk berjualan. Sebelumnya, Siti Mukmainah telah melamar pekerjaan di sebuah perusahaan vaksin terbesar di Asia Tenggara. Namun ia kerap kali dihadapkan dengan kegagaan.

Tak hanya melamar pekerjaan di sebuah perusahaan vaksin terbesar di Asia Tenggara, Siti Mukmainah juga sempat mendaftarkan dirinya untuk menjadi seorang Pegawai Negeri Sipil ( PNS ) namun lagi – lagi ia mengalami kegagalan.

Siti Mukmainah Pemilik Ximplisiti yang Sukses

Siti Mukmainah ( Kiri )

Setelah melamar pekerjaan kesana kemari, akhirnya Siti Mukmainah menjadi seorang tenaga honorer di sebuah instansi pemerintah. Dikarenakan upah seorang tenaga honorer tidak dapat mencukupi kebutuhannya. Akhirnya, Siti Mukmainah memutuskan untuk berjualan di sela waktu pekerjaannya.

Pada mulanya, Siti Mukmainah mencoba berjualan peyek. Alasannya karena orang tua dari temannya telah berhasil memproduksi peyek sendiri. Niat awalnya pun saat itu hanya sekedar untuk membantu temannya.

Padahal, apabila diakumulasikan, usahanya dalam berdagang peyek sama sekali tidak memberikan keuntungan bagi dirinya. Terlebih lagi, terdapat pengeluaran berupa ongkos yang harus dikeluarkan saat Siti Mukmainah mengambil peyek di rumah orang tua temannya.

Di tahun 2009 – 2011, Siti Mukmainah melahirkan anaknya. Saat itu Siti Mukmainah merasa kebigungan untuk menitipkan anaknya saat ia bekerja. Akhirnya, Siti Mukmainah memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi pemerintahan. Kemudian disusul suaminya yang memutuskan untuk resign saat tahun 2012.

Meski sebelumnya pernah dilanda kegagalan saat berjualan peyek. Selanjutnya di tahun 2012, Siti Mukmainah kembali berjualan keripik. Namun sayangnya, usaha keripiknya tidak dapat bertahan lama. Sehingga dengan berat hati, Siti Mukmainah harus menutupnya. Tak ingin terlalu lama meratapi kegagalann, akhirnya Siti Mukmainah kembali mencoba peruntungan lainnya dengan berjualan mie ayam. Mengingat suaminya sangat senang memasak. Akan tetapi, penjualan mie ayamnya tidak terlalu bagus.

Siti Mukmainah menyadari bahwa dirinya tidak bisa tinggal diam. Mengingat cicilan motor menunggu untuk dilunasi, selain itu biaya harian untuk kebutuhan anaknya yang saat itu masih bayi pun sangat penting untuk terpenuhi.

Daripada menyesali kegagalannya saat gagal berjualan, Siti Mukmainah mencoba untuk memanfaatkan peluang dengan berjualan mama soya pelancar ASI. Tanpa rasa ragu, Siti Mukmainah mendaftarkan diri sebagai agen.

Namun untuk kesekian kalinya, penjualan mama soya pelancar ASI nya harus menghadapi rasa sepi. Sehingga Siti Mukmainah kembali mengganti produk jualannya dengan sprei anti ompol. Tak hanya itu, Siti Mukmainah juga kerap kali berganti – ganti produk jualan dengan Tupperware, dompet etnik, sepatu dll.

Petualangan Siti Mukmainah dalam berjualan memang sangat banyak. Terlebih lagi, ia juga menyadari ketidakfahamannya dalam mengelola penjualan. Di tengah kegamangan yang melanda, Siti Mukmainah kembali mencoba membuka kedai kopi ala food truck dengan modal yang ia pinjam pada saudara. Sedangkan bisnis online nya sendiri masih kerap dijalankan untuk membantu kondisi keuangan.

Namun lagi – lagi, kedai kopinya harus tutup karena investor ingin langsung mendapatkan keuntungan hanya dalam waktu 1 bulan. Akhirnya, Siti Mukmainah kembali bekerja di sebuah instansi kesehatan untuk melunasi hutang, mencukupi kebutuhan serta mengumpulkan modal untuk kembali berbisnis.

Setelah semua dana terkumpul, Siti Mukmainah mengikuti workshop dan dipertemukan dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ) secara online. Dari sanalah Siti Mukmainah mulai mengikuti berbagai workshop yang diadakan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) meskipun pada saat itu ia masih bekerja di sebuah instansi, namun hal itu tidak mengurungkan niat Siti Mukmainah untuk kembali berjualan dompet, tas etnik dan the Thailand secara fokus serta mempraktekan semua ilmu yang ia dapatkan di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Baca Juga : Cerita Sukses Hurina M Arofah, Pemilik Rimanda Collection yang Sukses Memproduksi Ribuan Mukena

Setelah mendapatkan pemahaman usaha yang cukup, di tahun 2015 Siti Mukmainah kembali memutuskan untuk resign dari pekerjaannya. Setelah merealisasikan keputusannya untuk resign, Siti Mukmainah merasa bersyukur karena memiliki banyak waktu untuk melihat perkembangan buah hatinya. Selain itu, Siti Mukmainah juga dapat berwirausaha dengan fokus bersama suami tercinta. Terbukti dari kehadiran Ximplisiti, brand untuk dompet dan tas etnik miliknya yang kini telah berhasil memiliki karyawan dan meraih omset yang cukup menjanjikan.


  • 0
Hurina M Arofah Pemilik Rimanda Collection

Cerita Sukses Hurina M Arofah, Pemilik Rimanda Collection yang Sukses Memproduksi Ribuan Mukena

Sboplaza.com – Hurina M Arofah, sosok ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis mukena dengan brand Rimanda. Awalnya, Hurina M Arofah terbiasa menerima jahitan perorangan mulai dari kebaya, seragam dll. Dan hal tersebut ia lakukan selama hamper 5 tahun.

Hingga pada akhirnya di tahun 2013, Hurina M Arofah harus mengikuti suaminya untuk berpindah dari satu ke tempat karena kepentingan dinas. Pasalnya, suami dari Hurina M Arofah berprofesi sebagai seorang TNI angkatan darat sehingga seringkali selalu dipindahtugaskan ke berbagai tempat.

Selama menjadi penjahit, Hurina M Arofah mengaku sedih karena harus berpindah tempat. Mengingat pelanggan jahitnya sudah cukup banyak. Ia sangat menyayangkan bila ia harus selalu memulai lagi dari awal di tempat yang baru.

Hurina M Arofah Pemilik Rimanda Collection

Dan kebetulan ibu dari Hurina M Arofah memproduksi mukena instan. Melihat sang ibu sangat asyik menjalankan bisnis dengan dibantu oleh karyawannya. Akhirnya di tahun 2014, Hurina M Arofah memutuskan untuk berbisnis di bidang produksi mukena dengan brand Rimanda.

Selain terinspirasi dari sang ibu, Hurina M Arofah juga memilih mukena sebagai bidang bisnisnya karena ia berharap dengan menjual serta memproduksi mukena yang digunakan untuk ibadah dapat menjadi syiar bagi setiap orang yang memakainya. Kemudian Hurina M Arofah juga berharap bahwa bidang bisnisnya tersebut dapat menjadi tabungan pahala di akhirat nanti.

Hingga kini, brand mukena Rimanda telah memiliki beberapa karyawan yang terdiri dari karyawan bordir, karyawan jahit dan tenaga finishing. Berkat usaha serta doa yang begitu luar biasa dari orang – orang disekitarnya, kini brand mukena Rimanda dapat memproduksi lebih dari 500pcs mukena setiap bulannya. Terlebih lagi di menjelang bulan Ramadhan, jumlah pemesanan mukena untuk Rimanda banyak mengalami peningkatan.

Hurina M Arofah yang merupakan alumni dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) di tahun 2014 juga mengaku bahwa selama belajar di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dirinya banyak belajar dalam membangun sistem yang baik daam bisnisnya.

Hal ini terbukti dari pemasaran mukena brand Rimanda yang terfokus di facebook, fanpage facebook, Instagram dan berbagai sosial media lainnya. Dan saat ini Hurina M Arofah telah memiliki puluhan reseller yang ia gabungkan dalam grup di whatsapp.

Baca juga : Siti Robayani, Pemilik Plasa Busana yang Sukses Merintis Bisnis Dari Dalam Rumah

Perjalanan bisnis seorang Hurina M Arofah memang layak dijadikan motivasi bagi siapapun yang hendak berbisnis maupun yang sedang menjalankan bisnis. Meski berlatar pendidikan di bangku SMK Tata Busana, Hurina M Arofah membuktikan semangat serta kerja kerasnya dalam berbisnis. Karena bagi Hurina M Arofah, sukses adalah hak semua orang.


  • 0
Utisah Pemilik Brand Rifara Kids

Menggali Pelajaran Kehidupan yang Berharga Dari Utisah, Pemilik Brand Rifara Kids yang Sukses

Sboplaza.com – Utisah, seorang ibu rumah tangga dari tiga orang anak yang kini menggeluti bisnis jilbab dengan brand Rifara Kids. Di tahun 2007, mencoba berbisnis dengan menjual barang dagangan teman sambil membuat kerajinan dari flannel. Namun, dikarenakan produk yang tidak terfokus. Di tahun 2012, Utisah memutuskan untuk fokus berjualan jilbab topping.

Dikarenakan minim ilmu tentang berbisnis, jilbab yang dipesan Utisah ke penjahit tidak sesuai harapan. Padahal, ia telah memaparkan keinginannya dengan sangat jelas pada penjahit. Mulai dari bahan hingga model jilbab tersebut. Akan tetapi, semua jilbab yang diproduksi mengalami kegagalan. Padahal, saat itu jilbab yang diproduksi mencapai 500 pcs.

Mengetahui hal tersebut, Utisah sempat merasa down. Namun, dikarenakan rasa penasarannya untuk berbisnis jilbab belum terpecahkan. Akhirnya Utisah kembali mencoba memproduksi jilbab lagi. Dan lagi – lagi, kegiatan produksi jilbab yang dipercayakannya pada penjahit mengalami 6 kali kegagalan. Padahal, untuk mencari penjahit yang mampu menyanggupi produksi jilbabnya. Utisah harus rela berjelajah keluar kota.

Utisah Pemilik Brand Rifara Kids

Utisah ( Kanan )

Utisah merenungi penyebab yang menjadi kegagalannya dalam memproduksi jilbab. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa minimnya ilmu menjadi salah satu alasan mengapa kegagalan memproduksi jilbab selalu menghampirinya. Dan Utisah kembali memutuskan untuk mengikuti seminar bisnis. Setelah mendapat ilmu berbisnis, Utisah mencoba untuk mempraktekannya. Alhasil, Utisah dapat meminimalisir kegagalan dalam produksi jilbabnya. Setidaknya tidak mengenaskan seperti sebelumnya.

Sepak terjang bisnisnya tentu tidak berhenti sampai disini, Utisah kembali menawarkan jilbab ke beberapa temannya dengan sistem keagenan. Dan distributor pertama Utisah adalah seorang reseller yang juga berjualan di Gasibu, Bandung. Selain itu, 4 orang temannya menerima tawarannya untuk menjadi agen.

Hal itu tentu membuat Utisah merasa senang, hingga akhirnya ia langsung mempersiapkan semuanya dengan membeli 8 roll bahan kerudung yang akan dipercayakannya pada penjahit untuk menjadi 1200 pcs jilbab.

Menurut kesepakatan, setelah jilbab selesai diproduksi barulah Utisah akan membayar biaya produksi keseluruhan pada penjahit. Namun, tanpa disangka. 4 teman dari Utisah yang katanya akan menjadi agen tiba – tiba membatalkan keinginannya untuk menjadi agen dengan alasan yang tidak masuk akal. Selidik punya selidik akhirnya Utisah mengetahui bahwa mereka memilih brand yang sudah terbukti laris di pasaran dibanding brand hijab milik Utisah.

Utisah mengaku bahwa memasarkan brand baru bukanlah pekerjaan yang mudah. Dan hal itu, cukup membuat Utisah tidak tidur semalaman karena memikirkan cara untuk membayar biaya produksi pada penjahit. Terlebih lagi, Utisah juga memikirkan 1200 pcs jilbab miliknya nanti akan dijual kemana.

Agar mendapatkan solusi dari permasalahannya, Utisah mencoba untuk berkonsultasi pada teman – temannya yang pernah menjalankan bisnis di bidang yang sama. Ternyata hal demikian juga pernah dialami teman – temannya. Utisah merasa sedih dengan kenyataan yang dialaminya, ia pun akhirnya memasrahkan semuanya pada Allah.

Alhasil, 1200 pcs jilbab yang diproduksinya dapat laku terjual hanya dalam waktu sebulan. Beberapa konsumen bahkan mengutarakan keinginannya untuk menjadi agen setelah melihat anak dari temannya menggunakan jilbab rifara. Di tengah hiruk pikuk Utisah dalam mempersiapkan stock jilbab untuk agen rifara. Utisah juga tak henti – hentinya diterpa masalah besar seperti tertipu teman, tertipu online shop, kegagalan bisnis lain dan kehilangan kepercayaan dari teman dekat.

Namun lagi – lagi, Utisah yang juga alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) hanya bisa pasrah dan meyakini apa yang telah menjadi kehendak sang pencipta. Dalam kondisi tersebut, Utisah mengalihkan perhatiannya pada Instagram dan bergabung menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Baca Juga : Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Akhirnya, semua ujian dapat terlewati dan kini omsetnya dapat meroket dengan cepat. Bahkan semua hutang yang dimiliki Utisah juga dapat terbayar. Kini Utisah telah memiliki sub agen, agen dan distributor rifara yang telah tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia.


  • 0
Harum Prebiana Bersama Sang Suami

Harum Prebiana, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Mendongkrak Omset Hingga Puluhan Juta

Sboplaza.com – Harum Prebiana, ibu rumah tangga yang termotivasi untuk bangkit dari zona nyamannya. Awalnya, Harum Prebiana tidak pernah menemukan semangat dalam dirinya hingga ia memutuskan untuk mengikuti program Sekolah Bisnis Online ( SBO ) di bulan Maret 2015.

Setelah mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Harum Prebiana semakin bersemangat dan berselera untuk berbisnis. Sebelumnya Harum Prebiana pernah menjalankan bisnis dengan menjadi seorang reseller untuk berbagai produk. Namun, yang ditemui hanyalah kegagalan demi kegagalan yang pada akhirnya menghantarkannya pada kekecewaan semata.

Suatu hari di bulan Juli, Harum Prebiana kembali berupaya untuk menjual produk herbal demi mempraktekkan ilmu yang didapatnya setelah mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Harum Prebiana berharap kegagalannya dalam berbisnis tidak terulang kembali.

Harum Prebiana Bersama Sang Suami

Maka dari itu, kali ini Harum Prebiana akan merencanakannya dengan sangat serius. Mulai dari menata semua jadwal promosi di sosial media, tempat ia berjualan. Setelah 1 bulan mempraktekan ilmu yang didapat dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Harum Prebiana berhasil mendongkrak omset penjualannya dengan sangat mengagumkan.

Sungguh tak pernah terbayangkan bahwa bisnis yang kini dirintisnya telah menghasilkan omset puluhan juta. Sangat berbeda saat ia menjalani bisnis sebelumnya, dimana bisnis yang dirintisnya tidak menghasilkan omset penjualan yang mengagumkan.

Baca Juga : Cicah Masy’adah, Kisah Ibu Rumah Tangga Super Tangguh Pemilik E-commerce Chairafa Batik

Harum Prebiana menyadari bahwa selama ini ia berbisnis tanpa bermodalkan ilmu sehingga besar kemungkinan bahwa dirinya mengalami kegagalan. Dan berkat ketekunan dirinya dalam mempraktekkan ilmu serta keyakinan dirinya pada sang pencipta. Harum Prebiana berhasil meraih kesuksesan yang selama ini diimpikannya.


  • 0
Siti Rosi, Pebisnis Kaos di Bandung yang Sukses

Kisah Siti Rosi, Pebisnis Kaos di Bandung yang Pernah Ditipu Ratusan Juta

Sboplaza.com – Siti Rosi, ibu dari dua orang anak yang memulai usaha sebagai vendor kaos distro di Bandung sejak tahun 2009. Awalnya, banyak sekali merk ternama yang telah berhasil diproduksi Siti Rosi.

Namun sayangnya, di awal tahun 2011. Siti Rosi harus menelan pil pahit kehidupan akibat ditipu dan harus kehilangan uang 120 juta. Tak hanya kehilangan nominal yang begitu besar, bahkan bisnis yang Siti Rosi jalani terancam gulung tikar.

Kesedihan yang menghampiri tersebut dirasakannya pada saat mengandung anak kedua. Sehingga hal itu kerap kali membuat Siti Rosi merasakan tekanan batin yang mendalam. Sejak kejadian itu, Siti Rosi mencoba peruntungan bisnis lain dengan memproduksi kaos untuk perempuan. Dan saat itu, Siti Rosi dipertemukan dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ) oleh temannya.

Siti Rosi, Pebisnis Kaos di Bandung yang Sukses

Darisanalah, Siti Rosi mendapatkan asupan semangat yang luar biasa untuk bangkit merintis bisnisnya kembali. Selain motivasi, Sekolah Bisnis Online ( SBO ) menjadi inspirasi bagi dirinya untuk mengawali bisnis online. Yang awalnya, Siti Rosi tidak mengetahui apapun tentang bisnis online.

Kini ia kembali bergelut di bidang kaos dengan pemasaran secara online. Siti Rosi juga rajin mengikuti training yang diadakan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) untuk memperkuat pondasi wawasannya dalam berbisnis. Siti Rosi menyadari bahwa berbisnis online adalah salah satu peluang yang begitu luar biasa. Bila sebelumnya, Siti Rosi hanya menciptakan brand, memproduksi lalu kemudian berjualan. Kini ia mendapatkan tekhnik dan strategi berjualan yang sebelumnya tidak pernah ia dapatkan.

Baca Juga : Janti S, Pemilik Rumah Cantik Bunda yang Menginspirasi Setiap Orang Dengan Semangatnya

Terlebih lagi, Siti Rosi juga menyadari bahwa dulu dirinya kurang fokus dalam berbisnis. Agar tidak mengulangi kesedihan yang sama, Siti Rosi kembali memfokuskan dirinya dalam bisnis kaos lebih maksimal. Sehingga terbukti omset penjualan kaosnya kini telah berhasil menanjak dengan tajam. Bahkan melebihi apa yang dulu pernah hilang dalam genggaman.