Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-Qur’an Cantik

  • 0

Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-Qur’an Cantik

Sboplaza.com –  Shany Wiendyana, sosok ibu rumah tangga yang kini berhasil meraih kesuksesannya dengan berjualan Al-qur’an cantik. Pada awalnya, Shany Wiendyana mengaku tidak mahir berjualan. Namun, tepat di tahun 2012. Shany Wiendyana hamil, sehingga akhirnya ia harus berhenti bekerja di sebuah instansi. Di tengah hiruk pikuk kebutuhan hidup yang terus bertambah, Shany Wiendyana memutuskan untuk berjualan meski awalnya ia dipaksa oleh sahabat karibnya.

Produk yang dijualnya pertama kali adalah pembalut herbal. Alasan mengapa Shany Wiendyana memilih pembalut herbal sebagai produk yang hendak dijualnya, karena ia ingin membantu banyak wanita untuk terbebas dari keluhan seputar organ kewanitaan.

Dengan bermodalkan tekad kuatnya untuk berjualan, Shany Wiendyana mulai mempromosikan produk pembalut herbal tersebut ke facebook. Selama berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana banyak mempelajari cara berjualan online yang baik dan benar beserta strategi pemasarannya. Salah satu bentuk upaya Shany Wiendyana dalam mempelajari banyak hal tentang bisnis online. Ia buktikan dengan mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Alhasil, produk pembalut herbal yang dijualnya dapat habis hanya dalam waktu 2 bulan saja.

 

Tak puas dengan berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana kembali mencari peluang berjualan produk lain selain pembalut herbal. Hingga akhirnya pilihan tersebut jatuh pada Al-Qur’an cantik. Karena bagi Shany Wiendyana, ia ingin menjual sesuatu yang dapat membawanya pada keberkahan dan kebaikan.

Sebagai pemilik Rumah Muslimah Eno, Shany Wiendyana harus kembali memutar otaknya kembali. Ia pun langsung mendaftarkan diri sebagai reseller di sebuah online shop. Ketika menjadi seorang reseller, Shany Wiendyana memasang target penjualan sebesar Rp. 300.000 per bulan. Dengan semangat yang tinggi untuk berjualan, target tersebut akhirnya dapat terlampaui.

Tak puas dengan target penjualan tersebut, Shany Wiendyana akhirnya mengajukan diri sebagai reseller gold dengan target penjualan yakni 3 juta per bulan. Awalnya, ia sempat pesimis menerima kenyataan tersebut. Namun, ia mendapatkan hasil tak terduga dengan mendapatkan hasil penjualan sebesar 4 juta.

Baca Juga : 5 Tips Jitu Agar Produk yang Ditawarkan Laris di Pasaran

Kemudian, Shany Wiendyana akhirnya memutuskan untuk merekrut reseller di dalam sebuah grup yang ia buat. Semua itu ia lakukan dalam rangka untuk menjadi jalan rezeki bagi orang lain. Dengan bermodalkan niat dan ilmu yang dipelajarinya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Shany Wiendyana akhirnya dapat melambungkan omset penjualan Al-qur’an cantiknya hingga angka yang fantastis.


  • 0
Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Novita Ariestanty, Pemilik La Vieta Butiq yang Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Sboplaza.com – Novita Ariestanty, pemilik La Vieta Butiq yang sukses memaksimalkan omset bisnisnya hingga mencapai angka ratusan juta. Mengingat sedikit tentang latar belakang orang tua Novita Ariestanty yang merupakan pegawai bumn. Tentu Novita Ariestanty menyadari bahwa dirinya tidak memiliki bakat dalam berdagang. Seperti halnya orangtua pada umumnya, orang tua dari Novita Ariestanty sangat mengharapkan Novita Ariestanty dapat bekerja kantoran di sebuah instansi.

Namun, dikarenakan kejenuhan yang dirasakan Novita Ariestanty. Akhirnya Novita Ariestanty mencoba mencari peluang bisnis online di internet. Ketika sedang berselancar di dunia maya, Novita Ariestanty menemukan komunitas bunda in biz. Melihat banyaknya member yang telah bergabung. Kemudian Novita Ariestanty juga memutuskan untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Komunitas itulah yang kemudian menjadi sejarah awal Novita Ariestanty mengenal bisnis di internet lebih detail lagi.

Dan di tahun 2008, Novita Ariestanty kembali membuat keputusan untuk resign dari kantor tempat ia bekerja karena ia berupaya untuk fokus dalam merintis bisnis. Selain mengikuti komunitas bunda in biz, Novita Ariestanty juga mengikuti komunitas TDA ( Tangan Di Atas ). Disana Novita Ariestanty memiliki teman yang memberikan penawaran kios di JACC yang sekarang menjadi Thamrin City. Tak ingin melewatkan kesempatan, Novita Ariestanty pun menerima tawaran kios tersebut.

Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Pada saat itu, Thamrin City masih sepi pengunjung. Sehingga tak heran bila di bulan pertama membuka kios. Novita Ariestanty hanya mendapatkan satu konsumen. Namun setidaknya, hal itu cukup membahagiakan bagi Novita Ariestanty. Karena bagaimanapun juga, segala sesuatu perlu disyukuri. Selama berjualan di JACC atau Thamrin City, Novita Ariestanty banyak mendapatkan pelajaran berharga dari para pedagang. Khususnya cara bertahan dalam kondisi sepi dan ketika ramai pengunjung.

Namun di tahun 2009, Novita Ariestanty resmi menutup kiosnya di Thamrin City. Dan ketika memutuskan untuk menutup kiosnya di Thamrin City, masih banyak sisa baju yang belum habis terjual. Novita Ariestanty kembali memutar otaknya agar baju – baju tersebut dapat terjual habis. Karena terjebak kondisi yang cukup menyulitkan dirinya untk menjual kembali baju – baju yang belum habis terjual di Thamrin City. Akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk menyedekahkan baju – baju tersebut.

Sebenarnya menutup kios di Thamrin City bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi saat memutuskan untuk menutup kios tersebut. Novita Ariestanty sempat putus asa untuk membayar cicilan hutang pada bank. Karena selama berjualan di Thamrin City, ia sempat menggadaikan seritifikat rumah untuk biaya produksi. Namun, Novita Ariestanty tidak pernah pantang menyerah untuk kembali menelusuri peluang bisnis.

Saat itu, Blackberry Messenger ( BBM ) menjadi platform chatting yang banyak diminati. Melihat fakta tersebut, Novita Ariestanty pun mencoba untuk berjualan secara dropship di BBM. Barang yang dijualnya bermacam – macam, mulai dari tas, sepatu, toples, baju dan masih banyak lagi. Novita Ariestanty bersyukur, hasil penjualannya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan. Namun lagi – lagi harus terhenti karena suppliernya kurang amanah sehingga Novita Ariestanty seringkali dituduh penipu oleh customernya.

Demi meningkatkan pendapatannya, Novita Ariestanty kembali mencari peluang dengan berjualan kue kering. Kali ini Novita Ariestanty bersungguh – sungguh hingga membuatkan websitenya. Tak berhenti disitu, Novita Ariestanty juga mencoba bisnis di bidang travel umroh.

Selama 2 tahun, Novita Ariestanty terombang – ambing dalam merintis bisnis. Hingga akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk melaksanakan umroh pada bulan Mei 2013. Selepas pulang dari umroh, Novita Ariestanty mendapatkan jalan untuk memulai bisnis kembali. Ia pun memutuskan untuk menjual baju muslim. Dengan tekad yang kuat, Novita Ariestanty berupaya untuk menjemput kesuksesan dalam berbisnis.

Ia dibantu oleh temannya di komunitas TDA ( Tangan Di Atas ) Jakarta Timur untuk mengoptimasi blog. Dan akhirnya, bisnis baju muslimnya dapat laris di pasaran hingga sekarang. Mungkin memang awalnya Novita Ariestanty menggunakan platform web untuk berjualan produk busana muslimnya. Lalu di awal tahun 2014, Novita Ariestanty belajar cara untuk mengoptimasi Instagram di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan mencoba peruntungan jualan di Instagram.

Baca Juga : Alasan Mengejutkan Mengapa Produk yang Anda tawarkan Tidak Memikat Hati Konsumen

Sulit dibayangkan, ternyata penjualannya meningkat dengan cepat. Terbukti dengan jumlah omset dari penjualan busana muslim tersebut yang telah berhasil mencapai angka 600 juta. Tak lupa Novita Ariestanty mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada karakter focus, tekun, komitmen, konsisten, sedekah dan sabar.


  • 0
Shany Wiendyana Pemilik Rumah Muslimah Eno

Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-Qur’an Cantik

Sboplaza.com – Shany Wiendyana, sosok ibu rumah tangga yang kini berhasil meraih kesuksesannya dengan berjualan Al-qur’an cantik. Pada awalnya, Shany Wiendyana mengaku tidak mahir berjualan. Namun, tepat di tahun 2012. Shany Wiendyana hamil, sehingga akhirnya ia harus berhenti bekerja di sebuah instansi. Di tengah hiruk pikuk kebutuhan hidup yang terus bertambah, Shany Wiendyana memutuskan untuk berjualan meski awalnya ia dipaksa oleh sahabat karibnya.

Produk yang dijualnya pertama kali adalah pembalut herbal. Alasan mengapa Shany Wiendyana memilih pembalut herbal sebagai produk yang hendak dijualnya, karena ia ingin membantu banyak wanita untuk terbebas dari keluhan seputar organ kewanitaan.

Dengan bermodalkan tekad kuatnya untuk berjualan, Shany Wiendyana mulai mempromosikan produk pembalut herbal tersebut ke facebook. Selama berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana banyak mempelajari cara berjualan online yang baik dan benar beserta strategi pemasarannya. Salah satu bentuk upaya Shany Wiendyana dalam mempelajari banyak hal tentang bisnis online. Ia buktikan dengan mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Alhasil, produk pembalut herbal yang dijualnya dapat habis hanya dalam waktu 2 bulan saja.

Shany Wiendyana Pemilik Rumah Muslimah Eno

Tak puas dengan berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana kembali mencari peluang berjualan produk lain selain pembalut herbal. Hingga akhirnya pilihan tersebut jatuh pada Al-Qur’an cantik. Karena bagi Shany Wiendyana, ia ingin menjual sesuatu yang dapat membawanya pada keberkahan dan kebaikan.

Sebagai pemilik Rumah Muslimah Eno, Shany Wiendyana harus kembali memutar otaknya kembali. Ia pun langsung mendaftarkan diri sebagai reseller di sebuah online shop. Ketika menjadi seorang reseller, Shany Wiendyana memasang target penjualan sebesar Rp. 300.000 per bulan. Dengan semangat yang tinggi untuk berjualan, target tersebut akhirnya dapat terlampaui.

Tak puas dengan target penjualan tersebut, Shany Wiendyana akhirnya mengajukan diri sebagai reseller gold dengan target penjualan yakni 3 juta per bulan. Awalnya, ia sempat pesimis menerima kenyataan tersebut. Namun, ia mendapatkan hasil tak terduga dengan mendapatkan hasil penjualan sebesar 4 juta.

Baca Juga : Kesalahan Para Pebisnis Online Saat Menawarkan Produk atau Jasa di Sosial Media

Kemudian, Shany Wiendyana akhirnya memutuskan untuk merekrut reseller di dalam sebuah grup yang ia buat. Semua itu ia lakukan dalam rangka untuk menjadi jalan rezeki bagi orang lain. Dengan bermodalkan niat dan ilmu yang dipelajarinya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Shany Wiendyana akhirnya dapat melambungkan omset penjualan Al-qur’an cantiknya hingga angka yang fantastis.


  • 0
Kisah Sukses Atik Nurbayati Pemilik Rumah Zarra

Atik Nurbayati, Pemilik Butik Online Rumah Zarra yang Sukses Hingga ke Mancanegara

Sboplaza.com – Atik Nurbayati, Ibu rumah tangga yang memiliki sebuah butik online dengan nama Rumah Zarra ini terbilang belum lama menggeluti dunia online marketing. Namun, siapa sangka bahwa kesuksesan kini berhasil dalam genggamannya. Pada awalnya, di tahun 2001. Atik Nurbayati menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan multinasional.

Tak lama kemudian, Atik Nurbayati melanjutkan perjalanan karirnya untuk menjadi seorang konsultan HRD dan Konselor di sebuah SMP/SMA. Kemudian Atik Nurbayati juga sempat mendapat amanah untuk menjadi kepala sekolah di sebuah SMP/SMA selama 2 tahun.

Namun akhirnya, perjalanan karirnya harus terhenti karena suaminya tidak mengizinkan Atik Nurbayati untuk berkarir di instansi manapun setelah hamil. Hingga pada akhirnya, Atik Nurbayati mengikuti program yang diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Hal itulah yang kemudian mengubah pola pikirnya untuk menjadi seorang pengusaha.

Kisah Sukses Atik Nurbayati Pemilik Rumah Zarra

Berbekal tekad dan semangat untuk menjadi seorang pengusaha, Atik Nurbayati aktif untuk mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Salah satu ilmu yang pernah didapatnya adalah ilmu mengenai google plus. Usai mempraktekkan ilmu google plus tersebut, Atik Nurbayati berhasil mendapatkan predikat sebagai agen teraktif dengan penjualan terbanyak dari 7 brand yang dipegangnya.

Uniknya, berkat ilmu google plus yang diterapkan pada bisnisnya. Kini Atik Nurbayati seringkali mendapatkan banyak orderan yang sangat menggiurkan dari konsumennya. Tak hanya di Indonesia saja, konsumen Rumah Zarra bahkan telah merambah ke mancanegara. Seperti Taiwan, Hongkong, Australia, Amsterdam, Malaysia dll.

Baca Juga : Ini Dia Penyebab Toko Online Anda Sepi Pengunjung

Padahal, saat pertama kali merintis bisnis butik onlinenya, Rumah Zarra. Atik Nurbayati merasa kesulitan untuk mendapatkan produsen. Namun, yang terjadi kini malah sebaliknya. Banyak produsen yang menawarkan program keagenan pada Atik Nurbayati. Selain dari ketekunannya dalam mempelajari ilmu google plus, Atik Nurbayati juga selalu menyadari bahwa kesuksesannya tersebut tidak terlepas dari kekuatan doa dan upayanya selama ini untuk dapat selalu beribadah tepat pada waktunya.


  • 0
Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Atiqueta, Pemilik Brand Fashion Busana Muslim Aqueta yang Sukses Melejitkan Omset

Sboplaza.com – Atiqueta, Sosok ibu rumah tangga yang pantang menyerah itu kini berhasil melebarkan sayap bisnisnya di bidang fashion dengan mendirikan brand Aqueta yang berdiri pada bulan Juli 2015. Sebelum berbisnis di bidang fashion dan menuai kesuksesannya, Atiqueta pernah berjualan produk herbal, buku islami dan menjadi agen qirani. Namun sayangnya, Atiqueta harus kembali memutar otaknya karena Rawalumbu, lokasi tempatnya berjualan sekaligus kediamannya tidak cukup strategis.

Dihadapkan dengan kenyataan seperti itu, Atiqueta akhirnya memutuskan untuk berjualan di Tanjung Priok dengan memindahkan tokonya di dekat rumah mertuanya. Mengingat jarak yang cukup jauh antara Rawalumbu dan Tanjung Priok, akhirnya Atiqueta memutuskan untuk mempercayakan toko nya pada seorang karyawan.

Saat itu, suaminya tengah bekerja sebagai seorang karyawan outsourcing di sebuah perusahaan pelabuhan Tanjung Priok. Untuk membantu perekonomian keluarga, Atiqueta nekat membagi-bagikan brosur ke setiap Taman Kanak-Kanak ( TK ) di seluruh kecamatan Koja. Tak peduli dengan gelarnya sebagai seorang sarjana psikologi, Atiqueta tetap bersikukuh dan pantang menyerah. Ia menyadari bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan pengorbanan.

Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Namun, perjuangannya dalam membagi-bagikan brosur. Sebagai upaya untuk mensosialisasikan bisnisnya belum berbuah manis. Hingga akhirnya suami Atiqueta mengatakan bahwa istrinya memiliki passion dalam berbisnis di bidang fashion. Berawal dari itu, akhirnya Atiqueta yang merupakan alumni dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengikuti apa yang dikatakan suaminya.

Di tahun 2015, Akhirnya Atiqueta melaunching sebuah brand fashion dengan label Aqueta. Di awal – awal membangun bisnis fashionnya tersebut, Bisnis yang aqueta jalankan tidak berjalan lancar. Alasannya karena system bisnis yang dijalankannya belum terfokus. Menyadari kesalahannya tersebut, Atiqueta akhirnya berupaya untuk mengembangkan system customer service marketing online dalam bisnisnya.

Dimana Aqueta sendiri menjadi leadernya dan menghandle viral marketing sesuai dengan jadwal yang telah ia tetapkan. Tak hanya itu, Aqueta juga menangani pelanggan mulai dari follow up hingga closing dan feedback. Bersama tim nya yang berjumlah 8 orang, ia membagi tugas dengan bijak. Saat mulai menerapkan system serta SOP yang begitu mendetail, Atiqueta mengaku bahwa dirinya merasakan kesulitan.

Namun, dengan penerapan SOP yang mendetail tersebut, justru kesuksesan mendekat dengat sangat cepat ke kehidupannya. Selain itu, tak lupa Atiqueta juga memperbanyak bersyukur dan meminta keridhoan pada orang tua dan suaminya agar bisnisnya selalu dilancarkan.

Baca Juga : 80% Kesuksesan Closing Karena Ini

Alhasil, Omset bisnisnya pun meningkat dengan pesat. Bila awalnya Aqueta hanya memasang target penjualan hingga 500pcs dalam sebulan. Diluar dugaan, Aquetapun kembali menuai target penjualan mencapai ribuan. Sungguh menakjubkan!


  • 0
Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda, Pemilik Label Reeta yang Sukses Berkarir Didalam Rumah

Sboplaza.com – Rita Elvanda, Seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai 4 orang anak ini layak dijadikan contoh nyata bagi setiap orang. Bahwa meraih kesuksesan didalam rumah bukanlah hal yang mustahil. Kesuksesan yang kini diraihnya bukan tanpa daya upaya melainkan oleh gigihnya perjuangan seorang Rita Elvanda dalam berbisnis.

Berawal di tahun 2009, saat pertama kalinya Rita Elvanda berjualan secara online melalui multiply. Namun, tiba – tiba saja nasib malang menimpa, lapak berjualan yang diberinama Gado-gado shop milik Rita Elvanda harus terhenti karena platform multiply ditutup. Kemudian berlanjut di tahun 2010, Rita Elvanda kembali memutuskan untuk berbisnis kembali.

Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda bersama Sang Suami

Kali ini ia mencoba menggeluti bisnis di bidang flannel, souvenir, gantungan kunci dll. Namun, karena proses pengerjaan flannel yang cukup memakan waktu. Akhirnya Rita Elvanda kembali memulai bisnis barunya di tahun 2011. Lain halnya di tahun sebelumnya, Rita Elvanda kini mencoba menggeluti bisnis di bidang produk fashion. Namun sayangnya, hal itu tidak bertahan lama. Karena saat itu, suami Rita Elvanda mendapat kesempatan untuk menjadi tender pembangunan perumahan rakyat. Sehingga Rita Elvanda harus membantu suaminya untuk mengatur keuangan pembangunan perumahan rakyat tersebut.

Selanjutnya, di tahun 2013. Rita Elvanda kembali bergelut di bidang bisnis. Kali ini Rita Elvanda memfokuskan bisnisnya di bidang label kain. Namun seiring berjalannya waktu, tidak hanya label kain saja yang ditawarkan. Adapun label dalam bentuk stiker dsb. Padahal Rita Elvanda bukanlah seorang lulusan design grafis. Namun, berkat kegigihannya untuk terus mempelajari berbagai macam hal tentang design. Akhirnya Rita Elvanda berhasil menekuni usaha design dan digital printingnya.

Baca Juga : Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Untuk meningkatkan omset bisnisnya, Rita Elvanda pun mengikuti Sekolah Bisnis Online yang didirikan oleh Muri Handayani. Setelah mengikuti program di Sekolah Bisnis Online, secara mengejutkan fanspage facebook yang menjadi tempatnya untuk berbisnis mengalami peningkatan yang luar biasa hanya dalam 2 Minggu. Fan page yang semula berjumlah 600 Followers kini telah mencapai angka ribuan yang menakjubkan. Dan kini omset bisnisnya begitu melesat. Untuk melihat lebih detail design label hasil kreasinya, silahkan kunjungi laman web nya di www.labelreeta.com.


  • 0
Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Sboplaza.com– Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Titi Limanjaya, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnisnya dari rumah. Bisnis fashion yang digelutinya menawarkan aneka produk fashion seperti Sweater, Baju Casual, Baju Hijab, Jaket dll. Sebagai owner @Bajulucu39000, Tentu Buah dari kesuksesan yang didapatkannya ini tidak diraih secara instan. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana yang tidak memiliki latar belakang bisnis. Titi Limanjaya dengan gigih belajar berbisnis secara otodidak.

Berawal di tahun 2008, Saat dimana Titi Limanjaya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi farmasi untuk menggeluti bisnis online. Pada saat itu, platform yang digunakan untuk berjualan adalah multiply. Sebelum pada akhirnya berjualan produk fashion, Titi Limanjaya sempat berjualan produk herbal seperti Sugar Wax dan Penghilang Bulu Alami Homemade. Beruntungnya, produk yang ia tawarkan mendapatkan respon yang baik di mata konsumen. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah orderan hingga berpuluh – puluh paket.

Namun, tak lama kemudian. Titi Limanjaya mendapatkan ujian dengan kenyataan bahwa Ibunya menderita kanker lambung. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Titi Limanjaya tetap giat menjalankan bisnisnya langsung di rumah sakit sambil menemani sang ibu di rumah sakit. Dimulai dari merespon orderan, rekap, cek mutasi hingga melakukan pemesanan pada supplier.

Pada saat itu pula, sang suami yang tengah bekerja di sebuah instansi juga ikut membantu menyiapkan barang, packing hingga mengirimkannya ke instansi jasa pengiriman sebelum berangkat kerja.

Hal itu dilakukan demi menanggung anggaran pengobatan Ibu Titi Limanjaya selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dan tepatnya pada tahun 2010, Ibu Titi Limanjaya meninggal dunia.

Tentu hal ini menjadi sebuah kesedihan yang mendalam bagi Titi Limanjaya. Hingga akhirnya Titi Limanjaya bersama suaminya memutuskan untuk menjalani bisnis online yang digelutinya dengan serius. Dan suami Titi Limanjaya juga memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya sebagai bukti keseriusannya dalam menekuni bisnis online bersama sang istri.

Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Titi Limanjaya ( Kanan )

Untuk memudahkan bisnis online yang digelutinya, akhirnya Titi Limanjaya memutuskan untuk merekrut 1 orang asisten. Seiring berjalannya waktu, tabungan yang sempat terkuras akhirnya dapat terisi kembali. Dan tak hanya itu, omset dari bisnis online nya pun melesat hingga dapat mencukupi kebutuhannya untuk membeli mobil.

Namun tiba – tiba saja, platform multiply yang dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai tempat untuk berbisnis online tiba – tiba ditutup di tahun 2012. Bagaikan petir di siang bolong, omset bisnis onlinenya pun akhirnya ikut merosot. Seakan tak percaya, Titi Limanjaya merasakan kehilangan sumber mata pencahariannya. Terlebih lagi, tabungan yang dimilikinya juga ikut terkuras untuk biaya melahirkan anak pertamanya.

Meski terbilang cukup menyakitkan, lambat laun Titi Limanjaya kembali beralih ke facebook untuk berbisnis online. Namun, sayangnya penjualan pada saat itu hanya sedikit saja sehingga tidak cukup untuk menutup biaya operasional. Ditambah, saat itu Titi Limanjaya tengah hamil dan harus kembali mempersiapkan biaya operasi Caesar untuk anak keduanya. Setelah melahirkan anak keduanya, barulah Titi Limanjaya berfikir untuk menggeluti bisnis di bidang lain.

Dan saat itulah, Titi Limanjaya bersama sang suami memutuskan untuk menjual produk fashion. Namun sayangnya, ketika hendak merintis bisnis baru. Modal bisnis yang dimilikinya tidak mencukupi. Sehingga pada akhirnya Titi Limanjaya bersama sang suami harus merelakan mobilnya untuk dijual.

Setelah menjual mobilnya dan kembali berbisnis, tepatnya di akhir tahun 2013. Titi Limanjaya bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online yang merupakan teman Titi Limanjaya saat masih di Multiply dan Grup Gober.

Saat itu pertemuan keduanya berlangsung di acara workshop Instagram yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online. Meski belum memiliki smartphone berbasis android, Titi Limanjaya tetap mengikuti workshop tersebut dan mempelajari tips dan triknya.

1 Minggu setelah mengikuti workshop Instagram yang diselenggarakan Sekolah Bisnis Online, Suaminya membelikan smartphone android yang kemudian dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai platform bisnis onlinenya. Alhasil, omset bisnis onlinenya meroket. Bahkan Titi Limanjaya bersama sang suami merasa kewalahan dalam melayani pemesanan.

Bisa dikatakan bahwa omsetnya melebihi omset yang didapatnya dahulu saat berjualan di multiply. Dan kini untuk memudahkan bisnisnya, Titi Limanjaya bersama sang suami telah memiliki team yang berjumlah 7 orang. Untuk melihat detail produk yang ditawarkannya, silahkan kunjungi www.bajulucu39000.com juga akun instagramnya @bajulucu39000


  • 0
Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Sboplaza.com – Silma Apriliana, sosok inspiratif yang berkecimpung di bidang produksi dompet dan tas bayi dengan merk Lachosina. Awalnya, Silma Apriliana tak pernah menyangka bahwa dirinya akan menjalankan suatu bisnis. Karena Silma Apriliana memiliki cita – cita ingin menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.

Namun, seiring berjalannya waktu Silma Apriliana memutuskan untuk berjualan online. Sebelum merintis bisnis di bidang dompet dan tas bayi, Silma Apriliana pada awalnya menjual produk mainan secara online. Demi meraih kesuksesannya, Silma Apriliana rela berjuang keras mulai dari menerjang banjir, mengangkat barang – barang berat hingga melakukan proses packing sendirian. Dari hasil kerja kerasnya tersebut, Silma Apriliana menyisihkan keuntungan penjualannya untuk menambah modal bisnis.

Setelah modal bisnis terkumpul, suatu ketika sahabat dari Silma Apriliana menyarankan untuk memproduksi dompet. Dari sanalah Silma Apriliana mulai mencari tahu lebih detail terkait seluk beluk produksi dompet. Saat itu Silma Apriliana hanya memiliki 1 orang penjahit yang membantunya untuk memproduksi dompet bermerk Lachosina.

Namun, terkait belanja bahan, mengurus penjahit, quality unit control, mengurus pemesanan dan melakukan packing dilakukan seorang diri. Berkat ketekunannya, permintaan pasar terhadap dompet bermerk Latuchosina pun mengalami peningkatan.

Belum genap usia bisnisnya menyentuh angka 6 bulan, Silma Apriliana sudah bisa membeli 3 mesin penjahit dan menerima penjahit baru. Selain itu, Silma Apriliana juga mengontrak sebuah rumah sebagai tempat melakukan produksi dan menyimpan bahan baku untuk keperluan bisnis.

Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Namun, Silma Apriliana menyadari bahwa kesalahannya saat itu adalah menjalankan bisnis tanpa pengetahuan tentang bisnis yang memadai. Terlebih lagi, saat usia bisnisnya menginjak angka ke 2 thn. Silma Apriliana sempat tergiur dengan bisnis MLM yang pada akhirnya bisnis tersebut mengalihkan fokusnya dari bisnis dompet. Silma Apriliana semakin merasa bersalah dan ingin kembali memfokuskan dirinya pada bisnis Lachosina yang dirintisnya.

Silma Apriliana pun mulai dengan mengikuti kelas bisnis di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Silma Apriliana berharap dengan keikutsertaannya pada kelas bisnis, dapat membantu dirinya untuk kembali membenahi Lachosina yang sempat terabaikan. Tak lupa, Silma Apriliana juga menyertakan doa terbaiknya pada Allah swt.

Baca : Mengingat Semangat Nur Azizah, Pemilik Brownies Panggang Dengan Brand O’Nies

Alhasil, kini Lachosina telah memiliki 2 agen dan 50 reseller. Selain itu, omset bisnisnya berhasil menginjak angka puluhan juta setiap bulannya. Sesuatu yang sangat disyukuri oleh Silma Apriliana. Dan Silma Apriliana juga berpesan bahwa hal penting yang tak boleh dilupakan adalah selalu mempraktekkan apapun ilmu bisnis yang didapat. Karena mau mengikuti training ataupun membaca buku sebanyak apapun, apabila tidak mempraktekkannya itu hanya akan berakhir sia-sia.

Semoga pengalaman bisnis Silma Apriliana dapat memberikan pencerahan bagi kita semua bahwa 3 hal penting yang tak boleh terlupakan dalam berbisnis adalah senantiasa berdoa pada sang pencipta, mempraktekkan ilmu yang didapat serta memfokuskannya.


  • 0
Ifa Firdaus, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Ifa Firdaus, Peserta Terbaik KMO #2 yang Berhasil Meraih Kesuksesan Lewat Bisnis Aksesorisnya

Sboplaza.com – Ifa Firdaus, pemilik toko online Firdaus Aksesories yang mengawali bisnis onlinenya pada tahun 2014. Pada saat itu, Ifa Firdaus berjualan online hanya dengan mengandalkan facebook.

Dari upayanya berbisnis online via facebook, Ifa Firdaus sangat jarang mendapatkan penjualan di toko online aksesorisnya tersebut. Penjualan aksesoris nya justru lebih sering mendapatkan penjualan secara offline. Padahal produk aksesoris yang dijual Ifa Firdaus sangat terjangkau. Berkisar dari harga Rp. 1000 – 5000 saja.

Ifa Firdaus mengakui bahwa keterbatasannya akan dunia online mempengaruhi perkembangan bisnis onlinenya. Hingga pada akhirnya Ifa Firdaus memutuskan untuk mengikuti program Kelas Mentoring Online ( KMO ) 2 yang diadakan di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Alhasil, followers instagram bisnis Ifa Firdaus mengalami peningkatan yang menakjubkan. Selain itu, jumlah pesanan produk aksesoris Ifa Firdaus juga mengalir deras. Setelah menerapkan ilmu optimasi instagram yang didapatnya di program Kelas Mentoring Online ( KMO ), Ifa Firdaus kembali memutuskan untuk mendalami ilmu bisnis online lebih serius dengan mengikuti program Kelas Utama 7.1 di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Ifa Firdaus, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Ifa Firdaus

Sejak mengikuti program – program yang diadakan di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Ifa Firdaus menyadari banyak perubahan yang terjadi pada dirinya. Ifa Firdaus menjadi lebih bersemangat dalam menjalankan bisnis aksesorisnya. Terebih lagi ia juga mendapatkan pemahaman yang sangat berharga mengenai manajemen, target market, segmentasi pasar dan berbagai ilmu bermanfaat lainnya.

Baca juga : Perjuangan Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Berhasil Menjadi Peserta Terbaik KMO #1

Bagi Ifa Firdaus, untuk menggapai kesuksesan dibutuhkan tekad dan semangat yang kuat. Itulah yang kemudian mendasari Ifa Firdaus untuk menerapkan setiap ilmu yang didapatnya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Berkat tekad kuatnya tersebut, Ifa Firdaus berhasil mendapatkan predikat sebagai peserta terbaik Kelas Mentoring Online ( KMO ) 2 dengan penambahan 10.000 followers instagram tercepat.

Sungguh menakjubkan! Semoga kisah inspiratif ini dapat memberikan suntikan semangat bagi siapapun yang hendak berbisnis atau sedang menjalankan bisnisnya. Bahwa perkembangan bisnis yang lebih baik hanya akan terjadi pada pebisnis yang memiliki semangat dan tekad yang kuat.


  • 0
Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Sboplaza.com – Diah Mahdalena, sosok inspiratif yang memulai bisnis onlinenya pada tahun 2013. Berbagai macam produk pernah Diah Mahdalena jual, mulai dari cokelat, baju factory outlet, baju dan sepatu yang diimport dari korea, parfum dan sebagainya. Bahkan, Diah Mahdalena sendiri juga pernah sempat mengikuti bisnis MLM ( Multi Level Marketing )

Akan tetapi, dari sekian banyak bisnis yang pernah digeluti. Diah Mahdalena merasa tidak cukup serius untuk mendalaminya. Bagi Diah Mahdalena, bisnis hanya sekedar menjual produk lantas menunggu konsumen untuk membelinya. Selepas itu, selesai.

Hingga pada akhirnya, pada tahun 2014, tanpa sengaja Diah Mahdalena melihat postingan di sosial media tentang Sekolah Bisnis Online ( SBO ) hal itu, kemudian menggerakkan hatinya untuk menggeluti bisnisnya secara serius.

Kemudian pada bulan Maret di tahun 2015, Diah Mahdalena memutuskan untuk resign dari pekerjaan demi menggeluti bisnis online lebih serius. Di tengah perjuangannya merintis bisnis online, Diah Mahdalena kembali membuat keputusan di hidupnya pada bulan September 2015 untuk membuka toko. Dari sinilah, Diah Mahdalena lebih memahami bisnis dalam artian yang sebenarnya.

Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Diah Mahdalena

Berharap dapat meningkatkan penghasilannya, fakta yang terjadi justru Diah Mahdalena harus mendapati kenyataan bahwa toko nya sepi pengunjung bahkan uang service dan listrik saja nyaris tidak tertutupi. Ditambah lagi, beban sewa, makan dan transportasi menggunakan penghasilan suami Diah Mahdalena.

Sehingga yang terjadi adalah uang toko habis untuk menutupi operasional dan Diah Mahdalena pun mengalami kerugian selama berbulan – bulan. Diah Mahdalena sempat mengalami kegalauan yang cukup luar biasa. Ia bahkan bingung dengan apa yang harus dilakukannya, mengingat semua yang dilakukan terasa begitu sia – sia.

Padahal, awalnya ia memiliki modal yang cukup besar untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, yang didapat justru kenyataan miris mengenai hutang yang menumpuk dan modal usaha yang juga belum kembali.

Setelah melewati beragam peristiwa tak menyenangkan selama menggeluti bisnisnya, Diah Mahdalena akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti program KMO ( Kelompok Mentoring Online ) di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Dalam kondisi yang jauh dari kata berkecukupan, Diah Mahdalena dengan berat hati berupaya untuk mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) tersebut meski itu berarti Diah Mahdalena harus mempertaruhkan sisa uang yang dimilikinya.

Dan pada tanggal 10 Maret 2016, Diah Mahdalena mencoba bangkit dari kegagalannya dalam berbisnis. Ia mulai mempelajari kembali pelajaran yang di dapatnya di program KMO ( Kelompok Mentoring Online ).

Meski sempat merasa tidak percaya diri, pada 9 hari pertama berbisnis. Ia tidak mendapatkan pelanggan maupun konsumen sama sekali. Namun, sungguh menakjubkan. Pada hari ke 10, Diah Mahdalena berhasil meningkatkan penghasilannya hingga 1,4 juta dalam sehari. Padahal bisnis penjualan busana muslim yang ditekuninya hanyalah mengandalkan instagram.

Baca juga : Kisah Sukses Eka Agung Sulistyaningsih, Pebisnis Bandeng Presto yang Mengawali Bisnisnya Tanpa Kesengajaan

Berkat ketekunannya dalam berbisnis, Diah Mahdalena berhasil meraup omset di angka 30 juta pada bulan Ramadhan di tahun 2016 kemarin. Prestasi yang sangat menginspirasi di bidang bisnis. Dan pelajaran bisnis dari Diah Mahdalena semakin meneguhkan fakta bahwa tidak ada ketidakmungkinan selama kita mau berusaha untuk fokus.