Delly Oktaviani, Pebisnis Tangguh yang Berhasil Lejitkan Omset Hingga Milyaran

  • 0

Delly Oktaviani, Pebisnis Tangguh yang Berhasil Lejitkan Omset Hingga Milyaran

Sboplaza.com – Delly Oktaviani, seorang personal assistant sekaligus corporate secretary di sebuah perusahaan minyak wangi yang dimiliki oleh seorang warga negara Prancis. Selama bekerja di perusahaan tersebut, Delly Oktaviani mendapat banyak pengalaman berharga.

Seperti bagaimana caranya bekerja secara cepat dan tanggap, lalu belajar untuk menjadi sosok yang penuh alternative serta solutif dalam menangani berbagai masalah. Yang tak kalah penting, Delly Oktaviani juga belajar untuk berempati dalam pandangan seorang pemimpin dan karyawan.

Setelah bekerja cukup lama disana, akhirnya Delly Oktaviani memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai seorang personal assistant dan memulai bisnis supplier Alat Tulis Kantor ( ATK ). Dalam bisnisnya tersebut, Delly Oktaviani berkolaborasi dengan 2 orang partner. Dimana seorang partner bisnis Delly Oktaviani bergerak di bidang outbound atau team building dan yang satunya belum memiliki pengalaman bisnis.

Dari bisnis supplier ATK dan bisnis outbound training and consulting yang dijalaninya, Delly Oktaviani berhasil memiliki 5 customer regular setiap bulannya. Meskipun begitu, Delly Oktaviani masih harus berjuang karena beban operasionalnya cukup berat dan margin keuntungannya kecil.

Delly Oktaviani, Pebisnis Tangguh yang Berhasil Lejitkan Omset Hingga Milyaran

Akhirnya pada bulan April 2009, salah satu dari dua partner bisnis Delly Oktaviani yang bergerak di bidang outbound atau team building memutuskan untuk pergi tanpa pamit. Hingga yang tersisa hanyalah Delly Oktaviani dan seorang partnernya yang notabene tidak memiliki pengalaman di bidang ATK ( Alat Tulis Kantor ) apalagi di bidang outbound sebelumnya.

Menghadapi kenyataan tersebut, Delly Oktaviani sempat berfikir untuk pension dalam bisnis di bidang outbound atau team building. Namun, akhirnya Delly Oktaviani mengubah alur bisnisnya menjadi event organizer. Sehingga insani outbound training and consulting pun resmi berubah menjadi insani outbound and event organizer sambil tetap menjalankan bisnis ATK ( Alat Tulis Kantor )

Kantor yang awalnya bertempat di rumah berukuran cukup besar dengan 3 kamar di dalamnya harus berpindahan ke tempat yang lebih sederhana. Selama 1 tahun, Delly Oktaviani, seorang partner dan 1 orang karyawannya bertahan di rumah sederhana yang terletak di Lebak Bulus tersebut.

Tak jarang, demi mempertahankan bisnisnya. Delly Oktaviani harus rela merogoh kocek pribadinya untuk memenuhi kebutuhan operasional di kantor. Dan pada pertengahan tahun 2010, partner bisnis Delly Oktaviani telah berhasi menemukan peluang lain di bidang konveksi bersama sepupunya. Sehingga Delly Oktaviani pun akhirnya harus bertahan seorang diri dan berpisah dengan partnernya tersebut.

Pada tahun 2010, Delly Oktaviani memutuskan untuk pindah kantor ke sebuah tempat baru yang berlokasi di Warung Jati, Kalibata dengan modal yang dipinjam dari sang suami. Dan masih di tahun yang sama, Delly Oktaviani kembali meneguhkan cita-citanya untuk dapat memiliki usaha yang ramah untuk ibu – ibu dan perempuan. Perlahan namun pasti, Delly Oktaviani berhasil menambah staff karyawannya yang semula hanya berjumlah 1 orang kini menjadi 4 orang dengan berbagai amanahnya masing – masing.

Dalam perjalanan bisnisnya di tahun 2010 – 2012, Delly Oktaviani sempat merasakan omset 1,1 Milyar per tahun. Hal itulah yang kemudian menginspirasi Delly Oktaviani untuk tetap positif pada bisnis yang dijalankannya. Namun, dibalik omset yang mencapai angka milyaran tersebut. Delly Oktaviani tetap merasakan sesuatu hal yang mengganjal hatinya yaitu perkembangan cashflow yang terhambat.

Selanjutnya, di tahun 2014. Delly Oktaviani dihadapkan dengan permasalahan keuangan yang tak menentu. Terlebih lagi, pad tahun tersebut adalah tahun pemilu. Sehingga proyek yang didapat tidak sebanyak proyek di tahun lalu. Terlebih lagi, di tahun tersebut, Delly Oktaviani sempat terlilit hutang riba.

Akhirnya Delly Oktaviani terpaksa menurunkan status karyawannya yang asalnya fulltime menjadi part time. Hal tersebut berujung pada resign nya 2 orang karyawan Delly Oktaviani. Lalu pada tahun 2015, terjadi peningkatan harga sewa kantor sehingga Delly Oktaviani memutuskan untuk kembali pindah kantor ke coworking space.

Saat pindahan kantor tersebut, Delly Oktavianihanya membawa 1 meja meeting berkapasitas 8 orang dan 1 kabinet untuk menyimpan printer dan alat tulis kantor. Sementara asset kantor dan property lannya di simpan di gudang.

Baca juga : Menurut Novita Ariestanty, Ini Dia Latihan Penting yang Perlu Dijalani Para Pebisnis Demi Tercapainya Kesuksesan

Bagi Delly Oktaviani, tahun 2015 adalah tahun penggugur hutang. Saat itu Delly Oktaviani tidak berfikir mengenai target omset karena fokus dari Delly Oktaviani adalah untuk melunasi semua hutang yang dimilikinya. Akan tetapi, Delly Oktaviani lagi – lagi ditempa dengan cobaan yang tak pernah ia duga sebelumnya. Yaitu ia tanpa sengaja memberikan ruang bagi 2 kliennya untuk melakukan korupsi melalui proyek event di tahun tersebut.

Dari pengalaman tersebut, Delly Oktaviani selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) melakukan renungan diri tentang bisnis yang sebenarnya. Bahwa ternyata bisnis tidak selalu bicara tentang materi yang didapat namun tentang bagaimana bisnis yang dijalankan dapat bernilai ibadah di mata Allah swt.


  • 0
Hurina M Arofah Pemilik Rimanda Collection

Cerita Sukses Hurina M Arofah, Pemilik Rimanda Collection yang Sukses Memproduksi Ribuan Mukena

Sboplaza.com – Hurina M Arofah, sosok ibu rumah tangga yang menjalankan bisnis mukena dengan brand Rimanda. Awalnya, Hurina M Arofah terbiasa menerima jahitan perorangan mulai dari kebaya, seragam dll. Dan hal tersebut ia lakukan selama hamper 5 tahun.

Hingga pada akhirnya di tahun 2013, Hurina M Arofah harus mengikuti suaminya untuk berpindah dari satu ke tempat karena kepentingan dinas. Pasalnya, suami dari Hurina M Arofah berprofesi sebagai seorang TNI angkatan darat sehingga seringkali selalu dipindahtugaskan ke berbagai tempat.

Selama menjadi penjahit, Hurina M Arofah mengaku sedih karena harus berpindah tempat. Mengingat pelanggan jahitnya sudah cukup banyak. Ia sangat menyayangkan bila ia harus selalu memulai lagi dari awal di tempat yang baru.

Hurina M Arofah Pemilik Rimanda Collection

Dan kebetulan ibu dari Hurina M Arofah memproduksi mukena instan. Melihat sang ibu sangat asyik menjalankan bisnis dengan dibantu oleh karyawannya. Akhirnya di tahun 2014, Hurina M Arofah memutuskan untuk berbisnis di bidang produksi mukena dengan brand Rimanda.

Selain terinspirasi dari sang ibu, Hurina M Arofah juga memilih mukena sebagai bidang bisnisnya karena ia berharap dengan menjual serta memproduksi mukena yang digunakan untuk ibadah dapat menjadi syiar bagi setiap orang yang memakainya. Kemudian Hurina M Arofah juga berharap bahwa bidang bisnisnya tersebut dapat menjadi tabungan pahala di akhirat nanti.

Hingga kini, brand mukena Rimanda telah memiliki beberapa karyawan yang terdiri dari karyawan bordir, karyawan jahit dan tenaga finishing. Berkat usaha serta doa yang begitu luar biasa dari orang – orang disekitarnya, kini brand mukena Rimanda dapat memproduksi lebih dari 500pcs mukena setiap bulannya. Terlebih lagi di menjelang bulan Ramadhan, jumlah pemesanan mukena untuk Rimanda banyak mengalami peningkatan.

Hurina M Arofah yang merupakan alumni dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) di tahun 2014 juga mengaku bahwa selama belajar di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dirinya banyak belajar dalam membangun sistem yang baik daam bisnisnya.

Hal ini terbukti dari pemasaran mukena brand Rimanda yang terfokus di facebook, fanpage facebook, Instagram dan berbagai sosial media lainnya. Dan saat ini Hurina M Arofah telah memiliki puluhan reseller yang ia gabungkan dalam grup di whatsapp.

Baca juga : Siti Robayani, Pemilik Plasa Busana yang Sukses Merintis Bisnis Dari Dalam Rumah

Perjalanan bisnis seorang Hurina M Arofah memang layak dijadikan motivasi bagi siapapun yang hendak berbisnis maupun yang sedang menjalankan bisnis. Meski berlatar pendidikan di bangku SMK Tata Busana, Hurina M Arofah membuktikan semangat serta kerja kerasnya dalam berbisnis. Karena bagi Hurina M Arofah, sukses adalah hak semua orang.


  • 0
Produk Noor Rahmawati, Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Noor Rahmawati, Ibu Rumah Tangga yang Nekat Berhenti Jadi PNS Demi Berbisnis

Sboplaza.com – Noor Rahmawati, ibu rumah tangga dari 2 orang anak lelaki yang berasal dari Ponorogo ini memang terbukti layak menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin menuai kesuksesan dalam berbisnis. Meski Noor Rahmawati adalah seorang PNS di Pemkab Ponorogo, namun hal itu tidak menghalangi tekadnya untuk tetap berbisnis. Setahun setelah menjadi PNS di tahun 2005, Noor Rahmawati mencoba membuka sebuah butik di Ponorogo.

Demi mewujudkan kesuksesan dalam berbisnis, Noor Rahmawati rela berpergian ke Jakarta selama 2 minggu sekali demi memenuhi kebutuhan stock barang di butiknya. Akan tetapi, di tahun 2007. Noor Rahmawati melahirkan anak pertamanya, sehingga ia tak lagi bisa ke Jakarta 2 minggu sekali. Terlebih lagi, semakin banyaknya toko – toko baru yang pemiliknya adalah pelanggan setia dari butik Noor Rahmawati. Alhasil, Noor Rahmawati harus memutar otaknya agar tetap dapat berinovasi dan menyuguhkan sesuatu yang berbeda.

Hingga akhirnya Noor Rahmawati memutuskan untuk memproduksi pakaian tersebut sendiri. Berkat keberaniannya untuk berani memulai sesuatu yang baru. Produk yang ditawarkan Noor Rahmawati pun mendapatkan respon yang baik dari para konsumen. Demi memaksimalkan bisnisnya, Noor Rahmawati mencoba memasang iklan di sebuah tabloid.

Produk Noor Rahmawati, Ibu Rumah Tangga yang Sukses

Semenjak memasang iklan, Noor Rahmawati mulai mendapatkan banyak pesanan dari luar pulau Jawa. Namun sayangnya, Noor Rahmawati tidak dapat mengabulkan permintaan pasar dengan baik dikarenakan Ponorogo bukanlah kota industri. Sehingga sangat sulit bagi dirinya untuk mencari kancing dan tenaga penjahit yang berkompeten.

Di tahun 2010, Noor Rahmawati memutuskan untuk hijrah ke Solo. Disanalah Noor Rahmawati kembali melanjutkan bisnisnya. Namun Noor Rahmawati harus menelan pil pahit kegagalan berbisnis selama di Solo. Dari kegagalan tersebut, Noor Rahmawati mencoba bangkit dan tetap semangat untuk menjalani bisnisnya. Noor Rahmawati mengakui bahwa proses belajar tidaklah murah, Sehingga ia selalu beranggapan bahwa setiap kegagalan adalah salah satu proses menuju kesuksesan.

Meski sempat ditempa oleh berbagai rintangan dalam berbisnis, Noor Rahmawati tetap meneguhkan keyakinan dan ketekunannya dalam berbisnis. Hingga akhirnya Noor Rahmawati sangat bersyukur karena telah memiliki 25 orang karyawan yang menjadi partner bagi dirinya dalam berbisnis. Noor Rahmawati selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik agar pelanggan Khonza, Mustyle dan Das dapat mempercayakan seluruh kebutuhannya pada Noor Rahmawati.

Baca Juga : Hanur Siradjie, Potret Ibu Rumah Tangga yang Sukses Karena Bisnis Directselling

Bersamaan dengan perkembangan bisnis gamis Das yang ditekuninya, Noor Rahmawati selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya memilih untuk membangun bisnisnya lebih serius. Hingga akhirnya, kini Noor Rahmawati berhasil memetik buah manis dari kesuksesan yang ia perjuangkan.


  • 0
Presda Sari Bersama Keluarga

Presda Sari, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Meraup Omset Puluhan Juta

Sboplaza.com – Presda Sari, pemilik Dindacollection.com yang mengawali bisnisnya di bulan Desember 2010 setelah tidak mendapatkan restu dari mertua tercinta untuk bekerja di sebuah instansi. Di tengah kegalauan finansial yang melandanya, akhirnya Presda Sari memutuskan untuk membuka toko online.

Saat itu kehadiran toko online tidak menjamur seperti sekarang. Di awal membangun toko onlinenya, Presda Sari mencari beberapa supplier yang menawarkan fasilitas dropship. Setelah melakukan pencarian, akhirnya Presda Sari menemukan 3 supplier untuk produk yang hendak dijualnya. Presda Sari memulainya dengan menjadi reseller baju dengan potongan harga senilai 20%. Meskipun begitu, Presda Sari mengaku sangat senang karena baju yang dijualnya berhasil laku 2-3 pcs.

Namun, rasa senangnya tidak dijadikan alasan oleh Presda Sari untuk berpuas diri. Hingga akhirnya Presda Sari mencoba untuk mengumpulkan modal untuk menjadi seorang agen. Namun, toko onlinenya sempat berhenti selama setahun dikarenakan Presda Sari mengandung anak pertamanya.

Presda Sari Bersama Keluarga

Presda Sari Bersama Keluarga

Setelah melahirkan, Presda Sari kembali melanjutkan toko onlinenya. Hal itu semakin membuatnya semangat karena Presda Sari mendapatkan tambahan modal dari suami sebesar 20 juta. Dengan modal sebanyak itu, Presda Sari memutuskan untuk menjadi agen untuk 2 brand pakaian.

Presda Sari mengaku perjalanan bisnisnya bukanlah tanpa kendala. Ketika memulai bisnis toko onlinenya tersebut, Presda Sari mengambil dua karyawan. Namun sayangnya, karyawannya tersebut tidak produktif dan merugikan. Terlebih lagi Presda Sari harus rela mengeluarkan gaji ditengah krisis ekonomi yang melanda.

Baca Juga : Semenjak Resign Menjadi Karyawan, Ina Dwiana Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Seiring berjalannya waktu, Presda Sari mencoba membuktikan keseriusannya dalam berbisnis online. Alhasil, omset dinda collection dapat mencapai di angka 50 juta per bulan di hari biasa selain bulan Ramadhan. Bahkan, di bulan Ramadhan. Omset dinda collection dapat meraih target penjualan di angka 77 juta. Tak lupa, Presda Sari selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga mengaku bahwa bisnis online yang dijalankannya tentu tak terlepas dari strategi marketing yang dijalankan.


  • 0
Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Novita Ariestanty, Pemilik La Vieta Butiq yang Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Sboplaza.com – Novita Ariestanty, pemilik La Vieta Butiq yang sukses memaksimalkan omset bisnisnya hingga mencapai angka ratusan juta. Mengingat sedikit tentang latar belakang orang tua Novita Ariestanty yang merupakan pegawai bumn. Tentu Novita Ariestanty menyadari bahwa dirinya tidak memiliki bakat dalam berdagang. Seperti halnya orangtua pada umumnya, orang tua dari Novita Ariestanty sangat mengharapkan Novita Ariestanty dapat bekerja kantoran di sebuah instansi.

Namun, dikarenakan kejenuhan yang dirasakan Novita Ariestanty. Akhirnya Novita Ariestanty mencoba mencari peluang bisnis online di internet. Ketika sedang berselancar di dunia maya, Novita Ariestanty menemukan komunitas bunda in biz. Melihat banyaknya member yang telah bergabung. Kemudian Novita Ariestanty juga memutuskan untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Komunitas itulah yang kemudian menjadi sejarah awal Novita Ariestanty mengenal bisnis di internet lebih detail lagi.

Dan di tahun 2008, Novita Ariestanty kembali membuat keputusan untuk resign dari kantor tempat ia bekerja karena ia berupaya untuk fokus dalam merintis bisnis. Selain mengikuti komunitas bunda in biz, Novita Ariestanty juga mengikuti komunitas TDA ( Tangan Di Atas ). Disana Novita Ariestanty memiliki teman yang memberikan penawaran kios di JACC yang sekarang menjadi Thamrin City. Tak ingin melewatkan kesempatan, Novita Ariestanty pun menerima tawaran kios tersebut.

Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Pada saat itu, Thamrin City masih sepi pengunjung. Sehingga tak heran bila di bulan pertama membuka kios. Novita Ariestanty hanya mendapatkan satu konsumen. Namun setidaknya, hal itu cukup membahagiakan bagi Novita Ariestanty. Karena bagaimanapun juga, segala sesuatu perlu disyukuri. Selama berjualan di JACC atau Thamrin City, Novita Ariestanty banyak mendapatkan pelajaran berharga dari para pedagang. Khususnya cara bertahan dalam kondisi sepi dan ketika ramai pengunjung.

Namun di tahun 2009, Novita Ariestanty resmi menutup kiosnya di Thamrin City. Dan ketika memutuskan untuk menutup kiosnya di Thamrin City, masih banyak sisa baju yang belum habis terjual. Novita Ariestanty kembali memutar otaknya agar baju – baju tersebut dapat terjual habis. Karena terjebak kondisi yang cukup menyulitkan dirinya untk menjual kembali baju – baju yang belum habis terjual di Thamrin City. Akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk menyedekahkan baju – baju tersebut.

Sebenarnya menutup kios di Thamrin City bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi saat memutuskan untuk menutup kios tersebut. Novita Ariestanty sempat putus asa untuk membayar cicilan hutang pada bank. Karena selama berjualan di Thamrin City, ia sempat menggadaikan seritifikat rumah untuk biaya produksi. Namun, Novita Ariestanty tidak pernah pantang menyerah untuk kembali menelusuri peluang bisnis.

Saat itu, Blackberry Messenger ( BBM ) menjadi platform chatting yang banyak diminati. Melihat fakta tersebut, Novita Ariestanty pun mencoba untuk berjualan secara dropship di BBM. Barang yang dijualnya bermacam – macam, mulai dari tas, sepatu, toples, baju dan masih banyak lagi. Novita Ariestanty bersyukur, hasil penjualannya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan. Namun lagi – lagi harus terhenti karena suppliernya kurang amanah sehingga Novita Ariestanty seringkali dituduh penipu oleh customernya.

Demi meningkatkan pendapatannya, Novita Ariestanty kembali mencari peluang dengan berjualan kue kering. Kali ini Novita Ariestanty bersungguh – sungguh hingga membuatkan websitenya. Tak berhenti disitu, Novita Ariestanty juga mencoba bisnis di bidang travel umroh.

Selama 2 tahun, Novita Ariestanty terombang – ambing dalam merintis bisnis. Hingga akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk melaksanakan umroh pada bulan Mei 2013. Selepas pulang dari umroh, Novita Ariestanty mendapatkan jalan untuk memulai bisnis kembali. Ia pun memutuskan untuk menjual baju muslim. Dengan tekad yang kuat, Novita Ariestanty berupaya untuk menjemput kesuksesan dalam berbisnis.

Ia dibantu oleh temannya di komunitas TDA ( Tangan Di Atas ) Jakarta Timur untuk mengoptimasi blog. Dan akhirnya, bisnis baju muslimnya dapat laris di pasaran hingga sekarang. Mungkin memang awalnya Novita Ariestanty menggunakan platform web untuk berjualan produk busana muslimnya. Lalu di awal tahun 2014, Novita Ariestanty belajar cara untuk mengoptimasi Instagram di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan mencoba peruntungan jualan di Instagram.

Baca Juga : Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-qur’an Cantik

Sulit dibayangkan, ternyata penjualannya meningkat dengan cepat. Terbukti dengan jumlah omset dari penjualan busana muslim tersebut yang telah berhasil mencapai angka 600 juta. Tak lupa Novita Ariestanty mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada karakter focus, tekun, komitmen, konsisten, sedekah dan sabar.


  • 0
Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah, Ibu Rumah Tangga Dengan Omset Ratusan Juta Tanpa Gelar Sarjana

Sboplaza.com – Nurshoffa Mujahidah, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnis produk muslimnya di Bandung. Sebagai pemilik brand Fenuza, kesuksesan yang kini diraih Nurshoffa Mujahidah tentu didapat dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak jarang dapat menguras air mata. Sedari kecil, Nurshoffa Mujahidah adalah seorang pemimpi yang beruntung dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta karena beasiswa. Sekolah tempat ia belajar dahulu, adalah sekolah dengan mayoritas orang – orang berada. Melihat mobil pribadi yang lalu lalang di halaman sekolah tentu bukanlah hal yang asing bagi Nurshoffa Mujahidah.

Tidak seperti teman – teman di sekolahnya yang banyak mendapat kemudahan dari orang tuanya. Nurshoffa Mujahidah justru harus berjuang keras untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya. Misalnya saja, ketika Nurshoffa Mujahidah ingin mendapatkan uang jajan. Ia perlu mengupayakannya seorang diri.

Selain itu, karena terdapat perbedaan jenjang social antara dirinya dan teman – temannya. Tak jarang, Nurshoffa Mujahidah selalu mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman – temannya. Seperti diledek, dijauhi, dibully dan sebagainya. Akhirnya, teman terbaik Nurshoffa Mujahidah adalah pensil dan kertas. Disanalah ia sering menuliskan beragam mimpi dan cita – cite terbaiknya. Dalam hatinya, ia selalu bertekad untuk dapat merubah nasibnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Nurshoffa Mujahidah sudah sering berjualan di sekolah. Namun, dikarenakan sekolah swasta melarang muridnya untuk berjualan. Alhasil, Nurshoffa Mujahidah seringkali berjualan secara sembunyi – sembunyi ke adik kelas. Karena teman sekelasnya lebih sering membully dirinya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Nurshoffa Mujahidah menduduki jenjang pendidikan tingkat Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ). Ia sangat bersyukur karena teman – teman di sekolahnya begitu ramah dan bersahabat. Maka dari itu, kini Nurshoffa Mujahidah meneruskan kembali perjuangannya untuk jualan keripik dan berbagai snack pada teman – temannya demi mendapatkan uang jajan.

Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah & Zara

Selepas lulus dari bangku Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ), Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk menikah dengan pria yang sederhana. Di awal pernikahannya, Nurshoffa Mujahidah harus menjalani berbagai peran sekaligus yakni menjadi seorang istri, menjadi mahasiswi dan menjadi guru di tempat bimbingan belajar.

Demi memperbaiki kehidupan perekonomiannya, suami dari Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka usaha ayam fried chicken. Dengan tujuan, agar Nurshoffa Mujahidah dapat focus menyelesaikan kuliahnya. Berharap usaha yang dirintisnya dapat memberikan keuntungan, akhirnya keduanya meminjam uang ke bank belasan juta untuk menggadaikan motornya. Selama 2 tahun, Nurshoffa Mujahidah berjuang untuk menjalankan bisnis ayam fried chickennya meskipun hanya dengan bermodalkan ilmu yang sangat minim di bidang bisnis. Namun sayangnya, usaha tersebut tidak dapat berbuah manis.

Suatu ketika, di bulan Juni 2013. Nurshoffa Mujahidah melahirkan anak pertamanya secara Caesar yang kemudian diberinama Zara. Untuk membayar biaya melahirkannya, akhirnya Nurshoffa Mujahidah dan suaminya menjual gerobak dan berbagai perabotan yang digunakan Nurshoffa Mujahidah untuk berjualan fried chicken.

Akhirnya, di tahun 2013. Nurshoffa Mujahidah bersama suami memutuskan untuk hijrah ke kota Bandung dalam rangka menerima tawaran kerja yang diajukan kakak dari Nurshoffa Mujahidah. Untuk menerima tawaran tersebut, Nurshoffa Mujahidah mengorbankan kuliahnya.

Selama di Bandung, Nurshoffa Mujahidah sering diajak kakaknya untuk meeting bersama klien dan para pebisnis. Dan tentunya, seringnya bertemu dengan para pebisnis yang hebat membuat Nurshoffa Mujahidah semakin termotivasi untuk mewujudkan semua mimpi – mimpinya.

Setelah 2 bulan menetap di Bandung, akhirnya suami dari Nurshoffa Mujahidah berhasil diangkat menjadi karyawan tetap untuk menjalankan amanah sebagai kepala produksi di Dhikr Clothes, perusahaan milik kakak dari Nurshoffa Mujahidah.

Hingga akhirnya, di bulan Agustus 2013. Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka online shop. Berkat perjuangannya yang gigih itulah yang kemudian pada akhirnya menghantarkan Nurshoffa Mujahidah pada kesuksesan di bulan Desember 2013. Sehingga akhirnya Nurshoffa Mujahidah dapat melunasi seluruh hutang – hutangnya di bulan Desember 2013.

Berbekal semangat juang yang tinggi untuk merubah nasib, akhirnya Nurshoffa Mujahidah kembali membuka “Rumah Zafira”. Online shop yang menjual aneka produk seperti wall sticker, kaos keluarga dhikr clothes, sabuk bonceng tifla, jilbab afra dan gamis. Nurshoffa Mujahidah selalu berupaya untuk memperluas jaringannya, hingga pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang teman yang telah menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dari sanalah kemudian Nurshoffa Mujahidah mulai mengasah usahanya lebih baik lagi. Ia berupaya untuk menerapkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) agar pondasi bisnisnya semakin kokoh.

Tak lupa, selain memperkuat pondasi bisnisnya dengan ilmu. Nurshoffa Mujahidah juga kerap kali meminta doa pada orang tua dan mertuanya agar rezekinya diberi kelancaran. Dengan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya omset bisnis Nurshoffa Mujahidah melonjak tajam di angka 4 – 8 juta per bulan.

Suatu ketika di bulan Februari 2015. Nurshoffa Mujahidah iseng belanja bahan katun shabby chic yang cantik. Saat itu ia memutuskan untuk membeli 10 meter kain katun. Sesampainya di rumah, Nurshoffa Mujahidah sempat bingung untuk memanfaatkan kain katun tersebut. Hingga akhirnya tanpa kesengajaan, Nurshoffa Mujahidah menggunakan kain katun yang dibelinya untuk dijadikan mukena.

Baca Juga : Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia, Dua Bersaudara yang Sukses Berbisnis Hijab Bermodalkan Instagram

Tak disangka, respon yang datang dari pelanggan begitu banyak. Hingga akhirnya, produk mukena katun jepang dengan brand Fenuza yang merupakan singkatan nama suami dari Nurshoffa Mujahidah yakni Ferdi, dirinya dan anak keduanya yakni Zara. Dari produk Fenuza, Nurshoffa Mujahidah berhasil melejitkan omset hingga 50 juta setiap minggunya. Sungguh luar biasa!


  • 0
Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia

Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia, Dua Bersaudara yang Sukses Berbisnis Hijab Bermodalkan Instagram

Sboplaza.com – Dalam beberapa tahun terakhir, busana hijab memang mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hal itu terbukti dari banyaknya keanekaragaman hijab yang semakin menunjukkan eksistensinya di pasaran. Tak heran bila kemudian keanekaragaman jenis hijab dimanfaatkan sebagai peluang bisnis oleh Intan Kusuma Fauzia bersama adiknya Atina Maulia.

Awalnya, bisnis hijab yang dijalankan oleh keduanya hanya memanfaatkan sarana SMS dan BBM ( Blackberry Messenger ) selama tiga bulan. Bisnis yang dirintis tanpa menggunakan model sepeser ini dirintis karena saat itu Intan masih mengenyam bangku kuliah di PPM Manajemen Jurusan Finance Business. Dan sebagai syarat kelulusannya, Intan diharuskan memiliki bisnis baru.

Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia

Source : Metropolitan.id

Pada tahun pertama berbisnis, keduanya memutuskan untuk memproduksi jilbabnya sendiri dengan mempercayakannya pada sebuah konveksi. Namun, sangat disayangkan. Jilbab yang diproduksi tersebut mengalami kegagalan produksi karena banyaknya ukuran jilbab yang memiliki ukuran berbeda. Sehingga produk jilbabnya tersebut tidak dapat dijual kembali. Saat itu, kerugian yang diterima Intan Kusuma Fauzia bersama adiknya Atina Maulia mencapai Rp. 70 juta rupiah.

Keduanya sempat kaget dan tidak semangat lagi. Namun, dorongan dari kedua orangtuanya membuat Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia kembali bersemangat untuk berbisnis. Terlebih lagi, keduanya kini telah memasarkan produk hijabnya di Instagram dengan nama Vanilla Hijab yang berhasil memiliki pengikut hingga 300 ribu followers. Alhasil, produk Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia menjadi lebih dikenal. Hal itu terbukti dengan jumlah pemesanan yang terus bertambah. Bahkan dalam sehari, keduanya mendapat pesanan hijab lebih dari 2000 pcs.

Tertarik untuk mendapatkan pengalaman banjir order via Instagram seperti Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia? Untuk mendapatkan kesempatan yang sama, inilah saatnya anda mengikuti kelas mentoring online dengan program “Instagram for Business” di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Dengan mengikuti program ini, kesempatan untuk mendapatkan 10.000 followers yang sesuai dengan target bisnis anda bukan lagi mimpi.

Baca Juga : Sally Mitha, Pebisnis Sukses yang Melejitkan Bisnisnya Melalui Iklan Berbayar

Program ini berlangsung selama 90 hari. Dan anda akan mendapatkan bimbingan intensif dari pakarnya langsung. Namun sayangnya, karena kesempatan ini terbatas. Anda harus segera mendaftar sekarang juga karena program ini akan segera berlangsung pada tanggal 10 Maret – 10 Juni 2016. Ayooo ikutan! Cara mendaftarnya, anda dapat menghubungi 087824468185 atau dapat juga mengunjungi laman fanpage facebook kami, Sekolah Bisnis Online ( SBO )


  • 0
Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Sally Mitha, Pebisnis Sukses yang Melejitkan Bisnisnya Melalui Iklan Berbayar

Sboplaza.com – Sally Mitha, Pebisnis online yang memulai debut bisnisnya di tahun 2012. Pada awalnya, Sally Mitha menjalankan bisnisnya sekedarnya saja. Namun, hal itu kerap disesalinya karena tanpa arahan yang jelas mengenai ilmu berbisnis online. Bisnisnya tersebut tidak mengalami perkembangan sama sekali. Lalu, suatu ketika Sally Mitha memutuskan untuk mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani.

Dari sana, ia banyak mendapatkan ilmu bisnis online yang tidak ia pahami sebelumnya. Setelah mendapat banyak hal baru yang didapatnya dari hasil menimba ilmu di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Mulailah Sally Mitha mempraktekan semua hal yang telah dipelajarinya.

Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Salah satu ilmu yang pernah dipelajarinya adalah beriklan di facebook. Bahkan tak tanggung – tanggung, ibu rumah tangga yang berbisnis di bidang hijab dan aneka jarum ini juga menganggarkan anggaran yang cukup besar untuk memasarkan produk hijab dan aneka jarum yang dimilikinya.

Bagi Sally Mitha, jika sesuatu diniatkan untuk sambilan, maka hasil yang didapatnya pun akan sambilan juga. Itulah alasan mengapa Sally Mitha sangat antusias mengikuti workshop yang diadakan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan membeli banyak buku yang menunjang bisnisnya. Alhasil, ketekunan yang dijalaninya berbuah manis.

Baca Juga : Dianari Lauza, Pebisnis Sukses yang Mengawali Bisnisnya Karena Desakan Teman

Hal itu terbukti dari peningkatan omset bisnisnya yang luar biasa. Sangat berbeda tentunya dengan saat ia menjalankan bisnis di tahun 2012-an. Dari kesimpulan yang dapat dipetik dari perjalanan bisnis Sally Mitha, kita mengetahui pentingnya mengawali sesuatu dengan tekad yang kuat. Karena hasil terbaik, hanya akan diberikan kepada seseorang yang selalu mengupayakan sesuatu dengan baik.


  • 0
Dianari Lauza

Dianari Lauza, Pebisnis Sukses yang Mengawali Bisnisnya Karena Desakan Teman

Sboplaza.com – Dianari Lauza, sosok ibu rumah tangga yang kini sukses merintis bisnisnya di bidang aksesoris hijab dengan brand Lauza. Awalnya ia memulai perjalanan bisnisnya dengan menjadi seorang reseller di sebuah toko online karena ajakan temannya. Padahal, Dianari Lauza sempat menolak ajakan temannya tersebut dengan alasan bahwa dirinya merasa tidak mahir berjualan. Namun, teman dari Dianari Lauza mengungkapkan berbagai macam keuntungan berjualan online.

Setelah mendengar keuntungan berjualan online, akhirnya Dianari Lauza menerima tawaran dari temannya untuk berjualan online. Dan saat itu ia juga tengah membutuhkan uang untuk mengikuti program hamil.

Saat pertama kali berjualan online di tahun 2009, Dianari Lauza memutuskan untuk berjualan bag organizer. Dan dikarenakan saat itu ia belum memiliki laptop dan blackberry, Dianari Lauza pun harus meluangkan waktunya untuk pergi ke warnet minimal 3 jam. Ia kerap kali berjualan online dengan memanfaatkan facebook, indonetwork dan olx. Berkat konsistensinya, akhirnya ia pun meraup keuntungan dari bisnis onlinenya tersebut.

Seiring berjalannya waktu, ia bertemu dengan seorang penjahit. Dari pertemuan tersebut, ia pun kembali mencoba berjualan makloon jilbab organizer. Setelah menjalani hari demi hari berjualan online, akhirnya Dianari Lauza memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi. Ia berupaya untuk focus terhadap bisnis onlinenya tersebut, semua dilakukannya agar ia dapat segera membayar hutang puluhan juga dari program hamil yang dijalaninya.

Dianari Lauza Pemilik Brand Lauza Bersama Muri Handayani Pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Dianari Lauza ( Kanan ) Bersama Muri Handayani ( Kiri ) Pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Dengan tekad yang sungguh – sungguh, Dianari Lauza kembali menambah varian produk jualannya yaitu gamis dan jilbab hoodie. Beruntungnya, jilbab hoodie yang ia tawarkan laris manis di pasaran. Namun sayangnya, usaha tersebut harus terkendala di bagian pembuatan sample dan kegiatan produksi yang cukup memakan waktu.

Di tengah dilemma ketidaknyamanan yang dirasakannya saat berjualan gamis dan jilbab hoodie. Tiba – tiba saja, ia dipertemukan dengan seorang reseller yang bersikukuh untuk minta dibuatkan bros.

Mendapat permintaan seperti itu dari resellernya, Dianari Lauza berusaha menjelaskan bahwa dirinya belum cukup memahami kemampuan dalam memproduksi bros.

Namun, karena mendapatkan suntikan semangat dari resellernya yang meyakinkan bahwa Dianari Lauza dapat memproduksinya. Akhirnya Dianari Lauza mencoba menciptakan bros dari kain katun bunga serut yang cukup simple.

Setelah menunjukan bros hasil buatannya, Akhirnya Dianari Lauza mulai mempelajari banyak hal mengenai tutorial membuat bros melalui buku dan internet. Sejak merintis bisnisnya di bidang aksesoris hijab tersebut, Dianari Lauza mulai meninggalkan semua produk dagangannya dan mulai focus dengan berjualan aksesoris hijab.

Baca Juga : Atiqueta, Pemilik Brand Fashion Busana Muslim Aqueta yang Sukses Melejitkan Omset

Berkat ketekunannya dalam berbisnis aksesoris hijab, Dianari Lauza yang juga menjadi alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Kini sangat bersyukur kepada Allah karena telah mendapatkan salah satu keberkahan dari berbisnis online. Yaitu kemudahan untuk menuntaskan pembiayaan program hamil yang bernilai puluhan juta.


  • 0
Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Sboplaza.com – Titi Limanjaya, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnisnya dari rumah. Bisnis fashion yang digelutinya menawarkan aneka produk fashion seperti Sweater, Baju Casual, Baju Hijab, Jaket dll. Sebagai owner @Bajulucu39000, Tentu Buah dari kesuksesan yang didapatkannya ini tidak diraih secara instan. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana yang tidak memiliki latar belakang bisnis. Titi Limanjaya dengan gigih belajar berbisnis secara otodidak.

Berawal di tahun 2008, Saat dimana Titi Limanjaya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi farmasi untuk menggeluti bisnis online. Pada saat itu, platform yang digunakan untuk berjualan adalah multiply. Sebelum pada akhirnya berjualan produk fashion, Titi Limanjaya sempat berjualan produk herbal seperti Sugar Wax dan Penghilang Bulu Alami Homemade. Beruntungnya, produk yang ia tawarkan mendapatkan respon yang baik di mata konsumen. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah orderan hingga berpuluh – puluh paket.

Namun, tak lama kemudian. Titi Limanjaya mendapatkan ujian dengan kenyataan bahwa Ibunya menderita kanker lambung. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Titi Limanjaya tetap giat menjalankan bisnisnya langsung di rumah sakit sambil menemani sang ibu di rumah sakit. Dimulai dari merespon orderan, rekap, cek mutasi hingga melakukan pemesanan pada supplier.

Pada saat itu pula, sang suami yang tengah bekerja di sebuah instansi juga ikut membantu menyiapkan barang, packing hingga mengirimkannya ke instansi jasa pengiriman sebelum berangkat kerja.

Hal itu dilakukan demi menanggung anggaran pengobatan Ibu Titi Limanjaya selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dan tepatnya pada tahun 2010, Ibu Titi Limanjaya meninggal dunia.

Tentu hal ini menjadi sebuah kesedihan yang mendalam bagi Titi Limanjaya. Hingga akhirnya Titi Limanjaya bersama suaminya memutuskan untuk menjalani bisnis online yang digelutinya dengan serius. Dan suami Titi Limanjaya juga memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya sebagai bukti keseriusannya dalam menekuni bisnis online bersama sang istri.

Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Titi Limanjaya ( Kanan )

Untuk memudahkan bisnis online yang digelutinya, akhirnya Titi Limanjaya memutuskan untuk merekrut 1 orang asisten. Seiring berjalannya waktu, tabungan yang sempat terkuras akhirnya dapat terisi kembali. Dan tak hanya itu, omset dari bisnis online nya pun melesat hingga dapat mencukupi kebutuhannya untuk membeli mobil.

Namun tiba – tiba saja, platform multiply yang dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai tempat untuk berbisnis online tiba – tiba ditutup di tahun 2012. Bagaikan petir di siang bolong, omset bisnis onlinenya pun akhirnya ikut merosot. Seakan tak percaya, Titi Limanjaya merasakan kehilangan sumber mata pencahariannya. Terlebih lagi, tabungan yang dimilikinya juga ikut terkuras untuk biaya melahirkan anak pertamanya.

Meski terbilang cukup menyakitkan, lambat laun Titi Limanjaya kembali beralih ke facebook untuk berbisnis online. Namun, sayangnya penjualan pada saat itu hanya sedikit saja sehingga tidak cukup untuk menutup biaya operasional. Ditambah, saat itu Titi Limanjaya tengah hamil dan harus kembali mempersiapkan biaya operasi Caesar untuk anak keduanya. Setelah melahirkan anak keduanya, barulah Titi Limanjaya berfikir untuk menggeluti bisnis di bidang lain.

Dan saat itulah, Titi Limanjaya bersama sang suami memutuskan untuk menjual produk fashion. Namun sayangnya, ketika hendak merintis bisnis baru. Modal bisnis yang dimilikinya tidak mencukupi. Sehingga pada akhirnya Titi Limanjaya bersama sang suami harus merelakan mobilnya untuk dijual.

Setelah menjual mobilnya dan kembali berbisnis, tepatnya di akhir tahun 2013. Titi Limanjaya bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online yang merupakan teman Titi Limanjaya saat masih di Multiply dan Grup Gober.

Saat itu pertemuan keduanya berlangsung di acara workshop Instagram yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online. Meski belum memiliki smartphone berbasis android, Titi Limanjaya tetap mengikuti workshop tersebut dan mempelajari tips dan triknya.

1 Minggu setelah mengikuti workshop Instagram yang diselenggarakan Sekolah Bisnis Online, Suaminya membelikan smartphone android yang kemudian dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai platform bisnis onlinenya. Alhasil, omset bisnis onlinenya meroket. Bahkan Titi Limanjaya bersama sang suami merasa kewalahan dalam melayani pemesanan.

Bisa dikatakan bahwa omsetnya melebihi omset yang didapatnya dahulu saat berjualan di multiply. Dan kini untuk memudahkan bisnisnya, Titi Limanjaya bersama sang suami telah memiliki team yang berjumlah 7 orang. Untuk melihat detail produk yang ditawarkannya, silahkan kunjungi www.bajulucu39000.com juga akun instagramnya @bajulucu39000