Lika – Liku Perjalanan Bisnis Desaulia Hanandita yang Mempertemukannya Dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Muri Handayani

  • 0
Lika - Liku Perjalanan Bisnis Desaulia Hanandita yang Mempertemukannya Dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Muri Handayani

Lika – Liku Perjalanan Bisnis Desaulia Hanandita yang Mempertemukannya Dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Muri Handayani

Sboplaza.com – Desaulia Hanandita, Ibu rumah tangga yang berbisnis di bidang fashion anak dengan brand Jihan Sakhi. Minat bisnis Desaulia Hanandita dimulai sejak ia mengikuti program mahasiswa wirausaha saat tengah menduduki bangku semester 5 di Universitas Diponegoro ( UNDIP ) pada tahun 2007. Awalnya, Desaulia Hanandita mengajukan proposal hingga pada akhirnya ia berhasil lolos dan mendapatkan bantuan dana dari Universitas Diponegoro ( UNDIP ).

Desaulia Hanandita mempergunakan dana tersebut untuk keperluan bisnisnya. Awal berjualan, semuanya terasa menyenangkan karena jualan dari Desaulia Hanandita sangat laku namun tiba – tiba kampusnya di pindah sehingga usaha nya pun terpaksa gulung tikar.

Tak hanya itu, Desaulia Hanandita bersama teman – teman di kontrakan sepakat untuk membangun usaha seperti usaha catering, usaha butik dan usaha les private. Namun lagi – lagi usaha yang dijalankannya tersebut harus kembali gulung tikar karena Desaulia Hanandita dan teman – temannya telah lulus menempuh pendidikan di universitas dan melanjutkan kehidupannya masing – masing.

Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing – masing dan jalan hidup yang ditempuh oleh Desaulia Hanandita adalah menikah dan memutuskan untuk tinggal di Jakarta. Setelah menikah, Desaulia Hanandita kembali termotivasi untuk memulai bisnis. Desaulia Hanandita pun memutuskan untuk berbisnis pulsa dengan menyewa ruko dekat rumah. Akan tetapi, bisnis pulsanya harus kembali terhenti karena rumahnya didatangi pencuri.

Dari kejadian tersebut, Desaulia Hanandita berfikir bahwa menjalankan usaha diluar rumah memang tidak cocok. Pertimbangan tersebut berdasarkan waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan. Rasanya seperti berkejar-kejaran dengan waktu.

Lika - Liku Perjalanan Bisnis Desaulia Hanandita yang Mempertemukannya Dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Muri Handayani

Desaulia Hanandita bersama sang suami dan buah hatinya

Suatu ketika, Desaulia Hanandita mencurahkan isi hatinya pada ibunya tentang keluhan sulitnya mencari produk gamis untuk buah hatinya Jihan. Mendengar keluhan tersebut, sontak ibu dari Desaulia Hanandita menjawabnya dengan pertanyaan. “Kenapa kamu ga bikin produk anak aja?” mendengar jawaban sekaligus ungkapan ibunya, Desaulia Hanandita pun terinspirasi untuk memulai bisnis di bidang fashion anak.

Dimulai dengan membuat jilbab anak, Desaulia Hanandita pun mencari kain dan penjahit. Saat itu Desaulia Hanandita nampak sangat bersemangat untuk berkreasi di bidang jilbab anak. Akan tetapi ia harus kembali menemui kegagalan tatkala produk jilbab anak itu telah berhasil diproduksi. Produk jilbab tersebut reject sementarauang yang diminta agar dibayar di awalpun sisanya tak kunjung kembali.

Belum lagi hutang yang dipinjam penjahit yang katanya digunakan untuk menebus mesin necipun benar – benar tak kembali. Yang tersisa saat itu hanya kain bekas yang telah dipotong, seperangkat jilbab reject dan jilbab setengah jadi. Perasaan yang semula sangat bersemangat untuk memulai bisnis tiba – tiba saja berubah menjadi kepedihan. Terlebih lagi ia juga kena tipu orang dengan nominal jutaan terkait pengadaan kaos keluarga.

Semua kepedihan yang dialami Desaulia Hanandita memang terbilang menyakitkan. Namun, hal itu tidak membuat Desaulia Hanandita meratap dalam waktu yang cukup lama. Sebulan kemudian pasca tragedy tersebut Desaulia Hanandita memutuskan untuk bangkit. Secara tiba – tiba Desaulia Hanandita ditawari untuk mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan Muri Handayani oleh Tisa Sardjono.

Semula Desaulia Hanandita merasa bingung terkait sistem belajarnya. Apalagi kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) memang dilakukan via online. Saat itu memang Desaulia Hanandita belum cukup memahami dunia online. Dan di awal masuk kelas juga Desaulia Hanandita mengajk 10 orang temannya untuk ikut bergabung.

Tak disangka, Desaulia Hanandita mendapatkan tambahan saldo senilai Rp. 500.000,- di rekeningnya karena telah menjadi referral bagi teman – temannya untuk mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Desaulia Hanandita sangat senang dan tak lupa untuk bersyukur. Bagi Desaulia Hanandita hal itu layaknya modal berharga untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

Saat itu Desaulia Hanandita memutuskan untuk mengikuti kelas Manajemen Produksi. Dan ilmu yang didapatnya langsung membangkitkan semangat Desaulia Hanandita untuk kembali memulai bisnis. Seiring berjalannya waktu, Desaulia Hanandita semakin menyadari bahwa kegagalan yang dialaminya bersumber dari ketidakpahaman dirinya terhadap ilmu untuk memulainya. Seperti halnya ungkapan yang mengatakan bahwa gagal merencanakan sama halnya dengan merencanakan kegagalan.

Berbekal ilmu yang didapatnya di Sekolah, Desaulia Hanandita mulai mencari penjahit dan kain. Tak hanya itu, Desaulia Hanandita juga meminta doa restu dari suami dan ibunya agar bisnis yang hendak dijalankannya tersebut dapat dilancarkan. Sangat bersyukur, Desaulia Hanandita dapat dipertemukan dengan penjahit yang rapi jahitannya, amanah, terjangkau dan juga dekat dengan kediamannya.

Desaulia Hanandita pun mulai menebar sample produk. Alhamdulillah banyak orang yang tertarik dengan produk yang ditawarkannya. Berawal dari menjahit 5 pcs kini Desaulia Hanandita telah berani mengeluarkan ratusan pcs. Desaulia Hanandita bertekad untuk fokus menjalankan bisnis produk fashion anak dengan brand Jihan Sakhi.

Baca juga : Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Awalnya Desaulia Hanandita berniat untuk mendaftarkan merk bisnisnya dengan nama Jihan Fashion namun ternyata nama tersebut tak bisa digunakan karena kata fashion dianggap tidak sah. Sehingga nama brandnya harus berubah dengan nama Jihan Sakhi yang memiliki makna anak perempuan yang dermawan.

Alasannya karena setiap penjualan 1pcs produk Jihan Sakhi, Rp. 1000,- akan disumbangkan ke anak yatim dan pihak yang membutuhkan. Harapannya agar setiap ibu yang membeli produk Jihan Sakhi nantinya dianugerahi anak – anak shaleh dan shaleha yang dermawan.

Hingga saat ini, produk Jihan Sakhi telah berjalan 1 tahun dan ratusan produk telah berhasil diproduksi demi kebutuhan buah hati para ibu. Hal yang menjadi selalu harapan bagi Desaulia Hanandita adalah bahwa bisnis yang dijalankannya dapat menjadi jalan untuk terus berproses, berkarya, bermanfaat dan memberikan yang terbaik.


  • 0
Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Sboplaza.com – Verlinawati, seorang ibu rumah tangga dari dua orang anak yakni Nasywa dan Nisa. Untuk pertama kalinya, Verlinawati mengawali bisnisnya di bulan Januari 2008. Saat itu Verlinawati sempat mendapati masalah keluarga yang mengharuskan dirinya untuk move on dan mengalihkan pikirannya dari hal – hal negative yang justru akan menjerumuskan dirinya ke dalam jurang keterpurukan lebih lama lagi.

Verlinawati memutuskan untuk berjualan di facebook. Saat itu memang masih segelintir orang yang berjualan di facebook. Bermodalkan uang senilai 8 juta, Verlinawati menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya dengan cara membeli laptop second beserta baju – baju yang hendak ia jual. Dan uang senilai 8 juta tersebut rupanya didapat dari hasi menjual motor milik suami.

Dengan tekad yang kuat, Verlinawati bersama sang suami dan kedua anaknya yang saat itu masih balita berkunjung ke tanah abang menggunakan kereta jurusan Bekasi – Tanah Abang. Moment tersebut dimanfaatkan oleh Verlinawati untuk mendapatkan baju – baju dari berbagai model dan merk yang layak untuk dijual nantinya. Setiap pulang belanja, Verlinawati selalu mengukur dan melakukan quality control pada baju – baju tersebut.

Bahkan tak jarang, Verlinawati seringkali melewatkan aktivitas tidur di malam hari demi aktivitas tersebut. Alasan Verlinawati tentu sangat sederhana, ia hanya ingin mengetahui secara detail produk yang ia jual tersebut. Sehingga dia dapat dengan mudah menguasai wawasan produk dari baju – baju yang dibelinya itu.

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Verlinawati bersama keluarga

Usai melewati proses pengukuran dan quality control, Verlinawati langsung memotret foto – foto tersebut dengan mengandalkan manikin atau patung setengah badan yang dimilikinya. Selanjutnya, Verlinawati menguploadnya di facebook Nasywa Galeri.

Verlinawati mengakui bahwa aktivitas tersebut cukup melelahkan namun Verlinawati sangat bersyukur bahwa kerja kerasnya tersebut akhirnya dapat terbayarkan. Karena tepatnya di tahun 2010, banyak konsumen Verlinawati yang mendaftarkan diri sebagai reseller. Bagi Verlinawati pribadi, hal itu menjadi tantangan sendiri dimana ia harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan barang – barang yang tidak pasaran di Tanah Abang.

Hingga pada akhirnya Verlinawati bertemu dengan temannya yang memiliki konveksi. Mulai terfikir untuk dapat mengambil baju dari konveksi tersebut. Verlinawati pun langsung membuka P.O atau Pre Order. Alhasil, respon yang didapatnya sangat bagus dan menyenangkan. Dari tahun 2010 hingga bulan September 2013, Verlinawati masih menggunakan jasa makloon untuk kebutuhan baju yang dijualnya.

Tak ingin berhenti berimprovisasi dalam bisnis, di tahun 2013 Verlinawati kemudian memutuskan untuk membuat baju sendiri dengan merk sendiri. Verlinawati menyadari bahwa perpindahan dari makloon menjadi konveksi sendiri cukup membuatnya stress. Karena mau tak mau, Verlinawati harus memutar otaknya agar dapat berfikir untuk mencari ahli pola potong kain hingga penjahit.

Dahulu brand yang dimiliki Verlinawati bernama Nasywa. Saat launching untuk pertama kalinya, brand Nasywa langsung mengeluarkan 7 model baju dengan bahan spandek rayon. Agar produk yang dilaunching bisa mendapatkan sambutan positif dari calon konsumen, Verlinawati menganggarkan budget senilai 9 juta demi kualitas foto terbaik.

Bersyukur, semua itu terbayarkan juga. Terlihat dari banyaknya orang yang mendaftarkan diri sebagai agen dan reseller. Namun seminggu kemudian setelah melaunching produknya, ternyata di Tanah Abang juga ada yang memproduksi baju yang sama persis dengan menggunakan foto yang sama persis dengan yang dimiliki Verlinawati dan harga yang ditawarkannya lebih murah. Hal ini tentu membuat Verlinawati patah hati saat menerima kenyataan tersebut.

Tak ingin terlarut dalam kesedihan, Verlinawati pun kembali menaruh titik fokusnya pada bisnisnya yaitu Nasywa. Hingga suatu ketika Verlinawati mendapat telepon dari owner brand Nasywa yang meminta agar nama brand Verlinawati diganti. Hal itu memberikan jawaban bagi Verlinawati mengapa saat mendaftarkan merk di lembaga HKI ( Hak Kekayaan Intelektual ), nama Nasywa tak bisa didaftarkan. Akhirnya Verlinawati memutuskan untuk mengganti brand nya dengan nama Nasywanisa yang merupakan akronim dari nama kedua anaknya yakni Nasywa dan Nisa.

Baca juga : Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

Di tahun 2014, Verlinawati harus mendapati kenyataan pahit saat mengetahui bahwa terdapat 1000 stock mati pada bisnsinya. Dimana stock tersebut entah harus dibagaimanakan lagi. Kesedihan tersebut sempat membuat Verlinawati mengurung diri di kamar. Hingga suatu hari Verlinawati melihat terdapat informasi workshop dari TDA Bandung. Mendapati informasi tersebut, Verlinawati langsung berbenah diri untuk mencari motivasi.

Tak hanya itu, Verlinawati yang merupakan alumni dari SBO ( Sekolah Bisnis Online ) juga semakin memperdalam ilmu bisnisnya. Alhasil, keadaan pun berangsur – angsur membaik. Omsetpun semakin meningkat. Hingga kini, Verlinawati tak pernah berhenti berusaha untuk menjalankan bisnis di bidang fashionnya tersebut. Karena Verlinawati meyakini bahwa menyerah tak akan mampu mengubah apapun dari dalam dirinya.