Devy Nadya Aulina, Pebisnis Sambel Pecel Khas Nganjuk Yang Telah Merambah Ke Mancanegara

  • 0
Sambal Pecel Mbak Vy

Devy Nadya Aulina, Pebisnis Sambel Pecel Khas Nganjuk Yang Telah Merambah Ke Mancanegara

Sboplaza.com – Devy Nadya Aulina, sosok pebisnis sambal pencel yang memulai bisnisnya di penghujung tahun 2012 kini telah berhasil melambungkan bisnisnya hingga ke ranah mancanegara. Berawal dari kejeliannya dalam melihat peluang pasar, Devy Nadya Aulina telah berhasil meracik sambal pecel khas Nganjuk yang berbeda dari pada yang lain. Yakni sambal pecel yang diracik tanpa MSG, bahan pengental maupun pengawet. Uniknya, sambal pecel yang diproduksi Devy Nadya Aulina juga tersedia dalam pilihan pedas, pedas manis dan tidak pedas.

Selain didukung keunikan sambal pecel yang diraciknya, Sambal pecel dengan brand “Mbak Vy” yang diproduksi Devy Nadya Aulina juga gencar melakukan promosi dalam bentuk story telling dan testimoni konsumen di sosial media. Hingga penulis terkenal yang juga seorang pebisnis tertarik untuk mencicipi sambal pecel yang berhasil diracik Devy Nadya Aulina.

Sambal Pecel Mbak Vy

Sambal Pecel Mbak Vy

Hal itu menjadi sebuah pencapaian luar biasa bagi dirinya bila sambal pecel yang ia produksi dapat digemari oleh berbagai kalangan tanpa terkecuali. Tanpa perlu menunggu lama, usai menggencarkan bentuk promosi dengan cara story telling dan testimoni.

Sambal pecel khas Nganjuk yang diraciknya tidak hanya dicicipi oleh penulis terkenal saja. Bahkan, sambal pecel miliknya berhasil mendapatkan sambutan positif dari pengusaha Indonesia yang bekerja di Malaysia dan Timur Tengah. Dalam upaya memberikan kepuasan terbaik bagi para pelanggannya, Devy Nadya Aulina selalu senantiasa berusaha untuk memenuhi keinginan konsumennya.

Baca Juga : Nur Utami, Pemilik Brand Nuhijab yang Sukses Melmbungkan Bisnisnya Hingga Ke Mancanegara

Terlebih lagi, Devy Nadya Aulina juga menjalin kekeluargaan dengan konsumen lama maupun baru. Dan menjadikannya sebagai keluarga juga sahabat. Bukan hanya sekedar konsumen biasa. Devy Nadya Aulina selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga mengaku bahwa dirinya sempat menghadapi rintangan dalam berbisnis yaknni keterbatasan dana untuk membuat perijinan. Namun, berkat doa, kerja keras dan usaha yang dilakukan Devy Nadya Aulina. Akhirnya produk sambal pecel khas Nganjuk yang diproduksinya dapat laris di pasaran.


  • 0
Utisah Pemilik Brand Rifara Kids

Menggali Pelajaran Kehidupan yang Berharga Dari Utisah, Pemilik Brand Rifara Kids yang Sukses

Sboplaza.com – Utisah, seorang ibu rumah tangga dari tiga orang anak yang kini menggeluti bisnis jilbab dengan brand Rifara Kids. Di tahun 2007, mencoba berbisnis dengan menjual barang dagangan teman sambil membuat kerajinan dari flannel. Namun, dikarenakan produk yang tidak terfokus. Di tahun 2012, Utisah memutuskan untuk fokus berjualan jilbab topping.

Dikarenakan minim ilmu tentang berbisnis, jilbab yang dipesan Utisah ke penjahit tidak sesuai harapan. Padahal, ia telah memaparkan keinginannya dengan sangat jelas pada penjahit. Mulai dari bahan hingga model jilbab tersebut. Akan tetapi, semua jilbab yang diproduksi mengalami kegagalan. Padahal, saat itu jilbab yang diproduksi mencapai 500 pcs.

Mengetahui hal tersebut, Utisah sempat merasa down. Namun, dikarenakan rasa penasarannya untuk berbisnis jilbab belum terpecahkan. Akhirnya Utisah kembali mencoba memproduksi jilbab lagi. Dan lagi – lagi, kegiatan produksi jilbab yang dipercayakannya pada penjahit mengalami 6 kali kegagalan. Padahal, untuk mencari penjahit yang mampu menyanggupi produksi jilbabnya. Utisah harus rela berjelajah keluar kota.

Utisah Pemilik Brand Rifara Kids

Utisah ( Kanan )

Utisah merenungi penyebab yang menjadi kegagalannya dalam memproduksi jilbab. Hingga akhirnya ia menyadari bahwa minimnya ilmu menjadi salah satu alasan mengapa kegagalan memproduksi jilbab selalu menghampirinya. Dan Utisah kembali memutuskan untuk mengikuti seminar bisnis. Setelah mendapat ilmu berbisnis, Utisah mencoba untuk mempraktekannya. Alhasil, Utisah dapat meminimalisir kegagalan dalam produksi jilbabnya. Setidaknya tidak mengenaskan seperti sebelumnya.

Sepak terjang bisnisnya tentu tidak berhenti sampai disini, Utisah kembali menawarkan jilbab ke beberapa temannya dengan sistem keagenan. Dan distributor pertama Utisah adalah seorang reseller yang juga berjualan di Gasibu, Bandung. Selain itu, 4 orang temannya menerima tawarannya untuk menjadi agen.

Hal itu tentu membuat Utisah merasa senang, hingga akhirnya ia langsung mempersiapkan semuanya dengan membeli 8 roll bahan kerudung yang akan dipercayakannya pada penjahit untuk menjadi 1200 pcs jilbab.

Menurut kesepakatan, setelah jilbab selesai diproduksi barulah Utisah akan membayar biaya produksi keseluruhan pada penjahit. Namun, tanpa disangka. 4 teman dari Utisah yang katanya akan menjadi agen tiba – tiba membatalkan keinginannya untuk menjadi agen dengan alasan yang tidak masuk akal. Selidik punya selidik akhirnya Utisah mengetahui bahwa mereka memilih brand yang sudah terbukti laris di pasaran dibanding brand hijab milik Utisah.

Utisah mengaku bahwa memasarkan brand baru bukanlah pekerjaan yang mudah. Dan hal itu, cukup membuat Utisah tidak tidur semalaman karena memikirkan cara untuk membayar biaya produksi pada penjahit. Terlebih lagi, Utisah juga memikirkan 1200 pcs jilbab miliknya nanti akan dijual kemana.

Agar mendapatkan solusi dari permasalahannya, Utisah mencoba untuk berkonsultasi pada teman – temannya yang pernah menjalankan bisnis di bidang yang sama. Ternyata hal demikian juga pernah dialami teman – temannya. Utisah merasa sedih dengan kenyataan yang dialaminya, ia pun akhirnya memasrahkan semuanya pada Allah.

Alhasil, 1200 pcs jilbab yang diproduksinya dapat laku terjual hanya dalam waktu sebulan. Beberapa konsumen bahkan mengutarakan keinginannya untuk menjadi agen setelah melihat anak dari temannya menggunakan jilbab rifara. Di tengah hiruk pikuk Utisah dalam mempersiapkan stock jilbab untuk agen rifara. Utisah juga tak henti – hentinya diterpa masalah besar seperti tertipu teman, tertipu online shop, kegagalan bisnis lain dan kehilangan kepercayaan dari teman dekat.

Namun lagi – lagi, Utisah yang juga alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) hanya bisa pasrah dan meyakini apa yang telah menjadi kehendak sang pencipta. Dalam kondisi tersebut, Utisah mengalihkan perhatiannya pada Instagram dan bergabung menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Baca Juga : Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Akhirnya, semua ujian dapat terlewati dan kini omsetnya dapat meroket dengan cepat. Bahkan semua hutang yang dimiliki Utisah juga dapat terbayar. Kini Utisah telah memiliki sub agen, agen dan distributor rifara yang telah tersebar di seluruh Indonesia dan Malaysia.


  • 0
Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah, Ibu Rumah Tangga Dengan Omset Ratusan Juta Tanpa Gelar Sarjana

Sboplaza.com – Nurshoffa Mujahidah, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnis produk muslimnya di Bandung. Sebagai pemilik brand Fenuza, kesuksesan yang kini diraih Nurshoffa Mujahidah tentu didapat dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak jarang dapat menguras air mata. Sedari kecil, Nurshoffa Mujahidah adalah seorang pemimpi yang beruntung dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta karena beasiswa. Sekolah tempat ia belajar dahulu, adalah sekolah dengan mayoritas orang – orang berada. Melihat mobil pribadi yang lalu lalang di halaman sekolah tentu bukanlah hal yang asing bagi Nurshoffa Mujahidah.

Tidak seperti teman – teman di sekolahnya yang banyak mendapat kemudahan dari orang tuanya. Nurshoffa Mujahidah justru harus berjuang keras untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya. Misalnya saja, ketika Nurshoffa Mujahidah ingin mendapatkan uang jajan. Ia perlu mengupayakannya seorang diri.

Selain itu, karena terdapat perbedaan jenjang social antara dirinya dan teman – temannya. Tak jarang, Nurshoffa Mujahidah selalu mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman – temannya. Seperti diledek, dijauhi, dibully dan sebagainya. Akhirnya, teman terbaik Nurshoffa Mujahidah adalah pensil dan kertas. Disanalah ia sering menuliskan beragam mimpi dan cita – cite terbaiknya. Dalam hatinya, ia selalu bertekad untuk dapat merubah nasibnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Nurshoffa Mujahidah sudah sering berjualan di sekolah. Namun, dikarenakan sekolah swasta melarang muridnya untuk berjualan. Alhasil, Nurshoffa Mujahidah seringkali berjualan secara sembunyi – sembunyi ke adik kelas. Karena teman sekelasnya lebih sering membully dirinya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Nurshoffa Mujahidah menduduki jenjang pendidikan tingkat Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ). Ia sangat bersyukur karena teman – teman di sekolahnya begitu ramah dan bersahabat. Maka dari itu, kini Nurshoffa Mujahidah meneruskan kembali perjuangannya untuk jualan keripik dan berbagai snack pada teman – temannya demi mendapatkan uang jajan.

Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah & Zara

Selepas lulus dari bangku Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ), Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk menikah dengan pria yang sederhana. Di awal pernikahannya, Nurshoffa Mujahidah harus menjalani berbagai peran sekaligus yakni menjadi seorang istri, menjadi mahasiswi dan menjadi guru di tempat bimbingan belajar.

Demi memperbaiki kehidupan perekonomiannya, suami dari Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka usaha ayam fried chicken. Dengan tujuan, agar Nurshoffa Mujahidah dapat focus menyelesaikan kuliahnya. Berharap usaha yang dirintisnya dapat memberikan keuntungan, akhirnya keduanya meminjam uang ke bank belasan juta untuk menggadaikan motornya. Selama 2 tahun, Nurshoffa Mujahidah berjuang untuk menjalankan bisnis ayam fried chickennya meskipun hanya dengan bermodalkan ilmu yang sangat minim di bidang bisnis. Namun sayangnya, usaha tersebut tidak dapat berbuah manis.

Suatu ketika, di bulan Juni 2013. Nurshoffa Mujahidah melahirkan anak pertamanya secara Caesar yang kemudian diberinama Zara. Untuk membayar biaya melahirkannya, akhirnya Nurshoffa Mujahidah dan suaminya menjual gerobak dan berbagai perabotan yang digunakan Nurshoffa Mujahidah untuk berjualan fried chicken.

Akhirnya, di tahun 2013. Nurshoffa Mujahidah bersama suami memutuskan untuk hijrah ke kota Bandung dalam rangka menerima tawaran kerja yang diajukan kakak dari Nurshoffa Mujahidah. Untuk menerima tawaran tersebut, Nurshoffa Mujahidah mengorbankan kuliahnya.

Selama di Bandung, Nurshoffa Mujahidah sering diajak kakaknya untuk meeting bersama klien dan para pebisnis. Dan tentunya, seringnya bertemu dengan para pebisnis yang hebat membuat Nurshoffa Mujahidah semakin termotivasi untuk mewujudkan semua mimpi – mimpinya.

Setelah 2 bulan menetap di Bandung, akhirnya suami dari Nurshoffa Mujahidah berhasil diangkat menjadi karyawan tetap untuk menjalankan amanah sebagai kepala produksi di Dhikr Clothes, perusahaan milik kakak dari Nurshoffa Mujahidah.

Hingga akhirnya, di bulan Agustus 2013. Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka online shop. Berkat perjuangannya yang gigih itulah yang kemudian pada akhirnya menghantarkan Nurshoffa Mujahidah pada kesuksesan di bulan Desember 2013. Sehingga akhirnya Nurshoffa Mujahidah dapat melunasi seluruh hutang – hutangnya di bulan Desember 2013.

Berbekal semangat juang yang tinggi untuk merubah nasib, akhirnya Nurshoffa Mujahidah kembali membuka “Rumah Zafira”. Online shop yang menjual aneka produk seperti wall sticker, kaos keluarga dhikr clothes, sabuk bonceng tifla, jilbab afra dan gamis. Nurshoffa Mujahidah selalu berupaya untuk memperluas jaringannya, hingga pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang teman yang telah menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dari sanalah kemudian Nurshoffa Mujahidah mulai mengasah usahanya lebih baik lagi. Ia berupaya untuk menerapkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) agar pondasi bisnisnya semakin kokoh.

Tak lupa, selain memperkuat pondasi bisnisnya dengan ilmu. Nurshoffa Mujahidah juga kerap kali meminta doa pada orang tua dan mertuanya agar rezekinya diberi kelancaran. Dengan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya omset bisnis Nurshoffa Mujahidah melonjak tajam di angka 4 – 8 juta per bulan.

Suatu ketika di bulan Februari 2015. Nurshoffa Mujahidah iseng belanja bahan katun shabby chic yang cantik. Saat itu ia memutuskan untuk membeli 10 meter kain katun. Sesampainya di rumah, Nurshoffa Mujahidah sempat bingung untuk memanfaatkan kain katun tersebut. Hingga akhirnya tanpa kesengajaan, Nurshoffa Mujahidah menggunakan kain katun yang dibelinya untuk dijadikan mukena.

Baca Juga : Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia, Dua Bersaudara yang Sukses Berbisnis Hijab Bermodalkan Instagram

Tak disangka, respon yang datang dari pelanggan begitu banyak. Hingga akhirnya, produk mukena katun jepang dengan brand Fenuza yang merupakan singkatan nama suami dari Nurshoffa Mujahidah yakni Ferdi, dirinya dan anak keduanya yakni Zara. Dari produk Fenuza, Nurshoffa Mujahidah berhasil melejitkan omset hingga 50 juta setiap minggunya. Sungguh luar biasa!


  • 0
Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Sally Mitha, Pebisnis Sukses yang Melejitkan Bisnisnya Melalui Iklan Berbayar

Sboplaza.com – Sally Mitha, Pebisnis online yang memulai debut bisnisnya di tahun 2012. Pada awalnya, Sally Mitha menjalankan bisnisnya sekedarnya saja. Namun, hal itu kerap disesalinya karena tanpa arahan yang jelas mengenai ilmu berbisnis online. Bisnisnya tersebut tidak mengalami perkembangan sama sekali. Lalu, suatu ketika Sally Mitha memutuskan untuk mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani.

Dari sana, ia banyak mendapatkan ilmu bisnis online yang tidak ia pahami sebelumnya. Setelah mendapat banyak hal baru yang didapatnya dari hasil menimba ilmu di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Mulailah Sally Mitha mempraktekan semua hal yang telah dipelajarinya.

Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Salah satu ilmu yang pernah dipelajarinya adalah beriklan di facebook. Bahkan tak tanggung – tanggung, ibu rumah tangga yang berbisnis di bidang hijab dan aneka jarum ini juga menganggarkan anggaran yang cukup besar untuk memasarkan produk hijab dan aneka jarum yang dimilikinya.

Bagi Sally Mitha, jika sesuatu diniatkan untuk sambilan, maka hasil yang didapatnya pun akan sambilan juga. Itulah alasan mengapa Sally Mitha sangat antusias mengikuti workshop yang diadakan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan membeli banyak buku yang menunjang bisnisnya. Alhasil, ketekunan yang dijalaninya berbuah manis.

Baca Juga : Dianari Lauza, Pebisnis Sukses yang Mengawali Bisnisnya Karena Desakan Teman

Hal itu terbukti dari peningkatan omset bisnisnya yang luar biasa. Sangat berbeda tentunya dengan saat ia menjalankan bisnis di tahun 2012-an. Dari kesimpulan yang dapat dipetik dari perjalanan bisnis Sally Mitha, kita mengetahui pentingnya mengawali sesuatu dengan tekad yang kuat. Karena hasil terbaik, hanya akan diberikan kepada seseorang yang selalu mengupayakan sesuatu dengan baik.


  • 0
Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Atiqueta, Pemilik Brand Fashion Busana Muslim Aqueta yang Sukses Melejitkan Omset

Sboplaza.com – Atiqueta, Sosok ibu rumah tangga yang pantang menyerah itu kini berhasil melebarkan sayap bisnisnya di bidang fashion dengan mendirikan brand Aqueta yang berdiri pada bulan Juli 2015. Sebelum berbisnis di bidang fashion dan menuai kesuksesannya, Atiqueta pernah berjualan produk herbal, buku islami dan menjadi agen qirani. Namun sayangnya, Atiqueta harus kembali memutar otaknya karena Rawalumbu, lokasi tempatnya berjualan sekaligus kediamannya tidak cukup strategis.

Dihadapkan dengan kenyataan seperti itu, Atiqueta akhirnya memutuskan untuk berjualan di Tanjung Priok dengan memindahkan tokonya di dekat rumah mertuanya. Mengingat jarak yang cukup jauh antara Rawalumbu dan Tanjung Priok, akhirnya Atiqueta memutuskan untuk mempercayakan toko nya pada seorang karyawan.

Saat itu, suaminya tengah bekerja sebagai seorang karyawan outsourcing di sebuah perusahaan pelabuhan Tanjung Priok. Untuk membantu perekonomian keluarga, Atiqueta nekat membagi-bagikan brosur ke setiap Taman Kanak-Kanak ( TK ) di seluruh kecamatan Koja. Tak peduli dengan gelarnya sebagai seorang sarjana psikologi, Atiqueta tetap bersikukuh dan pantang menyerah. Ia menyadari bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan pengorbanan.

Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Namun, perjuangannya dalam membagi-bagikan brosur. Sebagai upaya untuk mensosialisasikan bisnisnya belum berbuah manis. Hingga akhirnya suami Atiqueta mengatakan bahwa istrinya memiliki passion dalam berbisnis di bidang fashion. Berawal dari itu, akhirnya Atiqueta yang merupakan alumni dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengikuti apa yang dikatakan suaminya.

Di tahun 2015, Akhirnya Atiqueta melaunching sebuah brand fashion dengan label Aqueta. Di awal – awal membangun bisnis fashionnya tersebut, Bisnis yang aqueta jalankan tidak berjalan lancar. Alasannya karena system bisnis yang dijalankannya belum terfokus. Menyadari kesalahannya tersebut, Atiqueta akhirnya berupaya untuk mengembangkan system customer service marketing online dalam bisnisnya.

Dimana Aqueta sendiri menjadi leadernya dan menghandle viral marketing sesuai dengan jadwal yang telah ia tetapkan. Tak hanya itu, Aqueta juga menangani pelanggan mulai dari follow up hingga closing dan feedback. Bersama tim nya yang berjumlah 8 orang, ia membagi tugas dengan bijak. Saat mulai menerapkan system serta SOP yang begitu mendetail, Atiqueta mengaku bahwa dirinya merasakan kesulitan.

Namun, dengan penerapan SOP yang mendetail tersebut, justru kesuksesan mendekat dengat sangat cepat ke kehidupannya. Selain itu, tak lupa Atiqueta juga memperbanyak bersyukur dan meminta keridhoan pada orang tua dan suaminya agar bisnisnya selalu dilancarkan.

Baca Juga : Rochma Indrawati Firdaus, Pengusaha Boneka Jari yang Memberdayakan Ibu Rumah Tangga

Alhasil, Omset bisnisnya pun meningkat dengan pesat. Bila awalnya Aqueta hanya memasang target penjualan hingga 500pcs dalam sebulan. Diluar dugaan, Aquetapun kembali menuai target penjualan mencapai ribuan. Sungguh menakjubkan!


  • 0
Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda, Pemilik Label Reeta yang Sukses Berkarir di Dalam Rumah

Sboplaza.com – Rita Elvanda, Seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai 4 orang anak ini layak dijadikan contoh nyata bagi setiap orang. Bahwa meraih kesuksesan di dalam rumah bukanlah hal yang mustahil. Kesuksesan yang kini diraihnya bukan tanpa daya upaya melainkan oleh gigihnya perjuangan seorang Rita Elvanda dalam berbisnis.

Berawal di tahun 2009, saat pertama kalinya Rita Elvanda berjualan secara online melalui multiply. Namun, tiba – tiba saja nasib malang menimpa, lapak berjualan yang diberinama Gado-gado shop milik Rita Elvanda harus terhenti karena platform multiply ditutup. Kemudian berlanjut di tahun 2010, Rita Elvanda kembali memutuskan untuk berbisnis kembali.

Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda bersama Sang Suami

Kali ini ia mencoba menggeluti bisnis di bidang flannel, souvenir, gantungan kunci dll. Namun, karena proses pengerjaan flannel yang cukup memakan waktu. Akhirnya Rita Elvanda kembali memulai bisnis barunya di tahun 2011. Lain halnya di tahun sebelumnya, Rita Elvanda kini mencoba menggeluti bisnis di bidang produk fashion. Namun sayangnya, hal itu tidak bertahan lama. Karena saat itu, suami Rita Elvanda mendapat kesempatan untuk menjadi tender pembangunan perumahan rakyat. Sehingga Rita Elvanda harus membantu suaminya untuk mengatur keuangan pembangunan perumahan rakyat tersebut.

Selanjutnya, di tahun 2013. Rita Elvanda kembali bergelut di bidang bisnis. Kali ini Rita Elvanda memfokuskan bisnisnya di bidang label kain. Namun seiring berjalannya waktu, tidak hanya label kain saja yang ditawarkan. Adapun label dalam bentuk stiker dsb. Padahal Rita Elvanda bukanlah seorang lulusan design grafis. Namun, berkat kegigihannya untuk terus mempelajari berbagai macam hal tentang design. Akhirnya Rita Elvanda berhasil menekuni usaha design dan digital printingnya.

Baca Juga : Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Untuk meningkatkan omset bisnisnya, Rita Elvanda pun mengikuti Sekolah Bisnis Online yang didirikan oleh Muri Handayani. Setelah mengikuti program di Sekolah Bisnis Online, secara mengejutkan fanspage facebook yang menjadi tempatnya untuk berbisnis mengalami peningkatan yang luar biasa hanya dalam 2 Minggu. Fan page yang semula berjumlah 600 Followers kini telah mencapai angka ribuan yang menakjubkan. Dan kini omset bisnisnya begitu melesat. Untuk melihat lebih detail design label hasil kreasinya, silahkan kunjungi laman web nya di www.labelreeta.com.


  • 0
Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Sboplaza.com – Titi Limanjaya, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnisnya dari rumah. Bisnis fashion yang digelutinya menawarkan aneka produk fashion seperti Sweater, Baju Casual, Baju Hijab, Jaket dll. Sebagai owner @Bajulucu39000, Tentu Buah dari kesuksesan yang didapatkannya ini tidak diraih secara instan. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana yang tidak memiliki latar belakang bisnis. Titi Limanjaya dengan gigih belajar berbisnis secara otodidak.

Berawal di tahun 2008, Saat dimana Titi Limanjaya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi farmasi untuk menggeluti bisnis online. Pada saat itu, platform yang digunakan untuk berjualan adalah multiply. Sebelum pada akhirnya berjualan produk fashion, Titi Limanjaya sempat berjualan produk herbal seperti Sugar Wax dan Penghilang Bulu Alami Homemade. Beruntungnya, produk yang ia tawarkan mendapatkan respon yang baik di mata konsumen. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah orderan hingga berpuluh – puluh paket.

Namun, tak lama kemudian. Titi Limanjaya mendapatkan ujian dengan kenyataan bahwa Ibunya menderita kanker lambung. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Titi Limanjaya tetap giat menjalankan bisnisnya langsung di rumah sakit sambil menemani sang ibu di rumah sakit. Dimulai dari merespon orderan, rekap, cek mutasi hingga melakukan pemesanan pada supplier.

Pada saat itu pula, sang suami yang tengah bekerja di sebuah instansi juga ikut membantu menyiapkan barang, packing hingga mengirimkannya ke instansi jasa pengiriman sebelum berangkat kerja.

Hal itu dilakukan demi menanggung anggaran pengobatan Ibu Titi Limanjaya selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dan tepatnya pada tahun 2010, Ibu Titi Limanjaya meninggal dunia.

Tentu hal ini menjadi sebuah kesedihan yang mendalam bagi Titi Limanjaya. Hingga akhirnya Titi Limanjaya bersama suaminya memutuskan untuk menjalani bisnis online yang digelutinya dengan serius. Dan suami Titi Limanjaya juga memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya sebagai bukti keseriusannya dalam menekuni bisnis online bersama sang istri.

Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Titi Limanjaya ( Kanan )

Untuk memudahkan bisnis online yang digelutinya, akhirnya Titi Limanjaya memutuskan untuk merekrut 1 orang asisten. Seiring berjalannya waktu, tabungan yang sempat terkuras akhirnya dapat terisi kembali. Dan tak hanya itu, omset dari bisnis online nya pun melesat hingga dapat mencukupi kebutuhannya untuk membeli mobil.

Namun tiba – tiba saja, platform multiply yang dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai tempat untuk berbisnis online tiba – tiba ditutup di tahun 2012. Bagaikan petir di siang bolong, omset bisnis onlinenya pun akhirnya ikut merosot. Seakan tak percaya, Titi Limanjaya merasakan kehilangan sumber mata pencahariannya. Terlebih lagi, tabungan yang dimilikinya juga ikut terkuras untuk biaya melahirkan anak pertamanya.

Meski terbilang cukup menyakitkan, lambat laun Titi Limanjaya kembali beralih ke facebook untuk berbisnis online. Namun, sayangnya penjualan pada saat itu hanya sedikit saja sehingga tidak cukup untuk menutup biaya operasional. Ditambah, saat itu Titi Limanjaya tengah hamil dan harus kembali mempersiapkan biaya operasi Caesar untuk anak keduanya. Setelah melahirkan anak keduanya, barulah Titi Limanjaya berfikir untuk menggeluti bisnis di bidang lain.

Dan saat itulah, Titi Limanjaya bersama sang suami memutuskan untuk menjual produk fashion. Namun sayangnya, ketika hendak merintis bisnis baru. Modal bisnis yang dimilikinya tidak mencukupi. Sehingga pada akhirnya Titi Limanjaya bersama sang suami harus merelakan mobilnya untuk dijual.

Setelah menjual mobilnya dan kembali berbisnis, tepatnya di akhir tahun 2013. Titi Limanjaya bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online yang merupakan teman Titi Limanjaya saat masih di Multiply dan Grup Gober.

Saat itu pertemuan keduanya berlangsung di acara workshop Instagram yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online. Meski belum memiliki smartphone berbasis android, Titi Limanjaya tetap mengikuti workshop tersebut dan mempelajari tips dan triknya.

1 Minggu setelah mengikuti workshop Instagram yang diselenggarakan Sekolah Bisnis Online, Suaminya membelikan smartphone android yang kemudian dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai platform bisnis onlinenya. Alhasil, omset bisnis onlinenya meroket. Bahkan Titi Limanjaya bersama sang suami merasa kewalahan dalam melayani pemesanan.

Bisa dikatakan bahwa omsetnya melebihi omset yang didapatnya dahulu saat berjualan di multiply. Dan kini untuk memudahkan bisnisnya, Titi Limanjaya bersama sang suami telah memiliki team yang berjumlah 7 orang. Untuk melihat detail produk yang ditawarkannya, silahkan kunjungi www.bajulucu39000.com juga akun instagramnya @bajulucu39000