Nurshoffa Mujahidah, Ibu Rumah Tangga Dengan Omset Ratusan Juta Tanpa Gelar Sarjana

  • 0
Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah, Ibu Rumah Tangga Dengan Omset Ratusan Juta Tanpa Gelar Sarjana

Sboplaza.com – Nurshoffa Mujahidah, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnis produk muslimnya di Bandung. Sebagai pemilik brand Fenuza, kesuksesan yang kini diraih Nurshoffa Mujahidah tentu didapat dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak jarang dapat menguras air mata. Sedari kecil, Nurshoffa Mujahidah adalah seorang pemimpi yang beruntung dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta karena beasiswa. Sekolah tempat ia belajar dahulu, adalah sekolah dengan mayoritas orang – orang berada. Melihat mobil pribadi yang lalu lalang di halaman sekolah tentu bukanlah hal yang asing bagi Nurshoffa Mujahidah.

Tidak seperti teman – teman di sekolahnya yang banyak mendapat kemudahan dari orang tuanya. Nurshoffa Mujahidah justru harus berjuang keras untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya. Misalnya saja, ketika Nurshoffa Mujahidah ingin mendapatkan uang jajan. Ia perlu mengupayakannya seorang diri.

Selain itu, karena terdapat perbedaan jenjang social antara dirinya dan teman – temannya. Tak jarang, Nurshoffa Mujahidah selalu mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman – temannya. Seperti diledek, dijauhi, dibully dan sebagainya. Akhirnya, teman terbaik Nurshoffa Mujahidah adalah pensil dan kertas. Disanalah ia sering menuliskan beragam mimpi dan cita – cite terbaiknya. Dalam hatinya, ia selalu bertekad untuk dapat merubah nasibnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Nurshoffa Mujahidah sudah sering berjualan di sekolah. Namun, dikarenakan sekolah swasta melarang muridnya untuk berjualan. Alhasil, Nurshoffa Mujahidah seringkali berjualan secara sembunyi – sembunyi ke adik kelas. Karena teman sekelasnya lebih sering membully dirinya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Nurshoffa Mujahidah menduduki jenjang pendidikan tingkat Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ). Ia sangat bersyukur karena teman – teman di sekolahnya begitu ramah dan bersahabat. Maka dari itu, kini Nurshoffa Mujahidah meneruskan kembali perjuangannya untuk jualan keripik dan berbagai snack pada teman – temannya demi mendapatkan uang jajan.

Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah & Zara

Selepas lulus dari bangku Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ), Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk menikah dengan pria yang sederhana. Di awal pernikahannya, Nurshoffa Mujahidah harus menjalani berbagai peran sekaligus yakni menjadi seorang istri, menjadi mahasiswi dan menjadi guru di tempat bimbingan belajar.

Demi memperbaiki kehidupan perekonomiannya, suami dari Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka usaha ayam fried chicken. Dengan tujuan, agar Nurshoffa Mujahidah dapat focus menyelesaikan kuliahnya. Berharap usaha yang dirintisnya dapat memberikan keuntungan, akhirnya keduanya meminjam uang ke bank belasan juta untuk menggadaikan motornya. Selama 2 tahun, Nurshoffa Mujahidah berjuang untuk menjalankan bisnis ayam fried chickennya meskipun hanya dengan bermodalkan ilmu yang sangat minim di bidang bisnis. Namun sayangnya, usaha tersebut tidak dapat berbuah manis.

Suatu ketika, di bulan Juni 2013. Nurshoffa Mujahidah melahirkan anak pertamanya secara Caesar yang kemudian diberinama Zara. Untuk membayar biaya melahirkannya, akhirnya Nurshoffa Mujahidah dan suaminya menjual gerobak dan berbagai perabotan yang digunakan Nurshoffa Mujahidah untuk berjualan fried chicken.

Akhirnya, di tahun 2013. Nurshoffa Mujahidah bersama suami memutuskan untuk hijrah ke kota Bandung dalam rangka menerima tawaran kerja yang diajukan kakak dari Nurshoffa Mujahidah. Untuk menerima tawaran tersebut, Nurshoffa Mujahidah mengorbankan kuliahnya.

Selama di Bandung, Nurshoffa Mujahidah sering diajak kakaknya untuk meeting bersama klien dan para pebisnis. Dan tentunya, seringnya bertemu dengan para pebisnis yang hebat membuat Nurshoffa Mujahidah semakin termotivasi untuk mewujudkan semua mimpi – mimpinya.

Setelah 2 bulan menetap di Bandung, akhirnya suami dari Nurshoffa Mujahidah berhasil diangkat menjadi karyawan tetap untuk menjalankan amanah sebagai kepala produksi di Dhikr Clothes, perusahaan milik kakak dari Nurshoffa Mujahidah.

Hingga akhirnya, di bulan Agustus 2013. Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka online shop. Berkat perjuangannya yang gigih itulah yang kemudian pada akhirnya menghantarkan Nurshoffa Mujahidah pada kesuksesan di bulan Desember 2013. Sehingga akhirnya Nurshoffa Mujahidah dapat melunasi seluruh hutang – hutangnya di bulan Desember 2013.

Berbekal semangat juang yang tinggi untuk merubah nasib, akhirnya Nurshoffa Mujahidah kembali membuka “Rumah Zafira”. Online shop yang menjual aneka produk seperti wall sticker, kaos keluarga dhikr clothes, sabuk bonceng tifla, jilbab afra dan gamis. Nurshoffa Mujahidah selalu berupaya untuk memperluas jaringannya, hingga pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang teman yang telah menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dari sanalah kemudian Nurshoffa Mujahidah mulai mengasah usahanya lebih baik lagi. Ia berupaya untuk menerapkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) agar pondasi bisnisnya semakin kokoh.

Tak lupa, selain memperkuat pondasi bisnisnya dengan ilmu. Nurshoffa Mujahidah juga kerap kali meminta doa pada orang tua dan mertuanya agar rezekinya diberi kelancaran. Dengan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya omset bisnis Nurshoffa Mujahidah melonjak tajam di angka 4 – 8 juta per bulan.

Suatu ketika di bulan Februari 2015. Nurshoffa Mujahidah iseng belanja bahan katun shabby chic yang cantik. Saat itu ia memutuskan untuk membeli 10 meter kain katun. Sesampainya di rumah, Nurshoffa Mujahidah sempat bingung untuk memanfaatkan kain katun tersebut. Hingga akhirnya tanpa kesengajaan, Nurshoffa Mujahidah menggunakan kain katun yang dibelinya untuk dijadikan mukena.

Baca Juga : 4 Tips Cermat Memilih Jasa Pengiriman yang Tepat Untuk Bisnis Online Anda

Tak disangka, respon yang datang dari pelanggan begitu banyak. Hingga akhirnya, produk mukena katun jepang dengan brand Fenuza yang merupakan singkatan nama suami dari Nurshoffa Mujahidah yakni Ferdi, dirinya dan anak keduanya yakni Zara. Dari produk Fenuza, Nurshoffa Mujahidah berhasil melejitkan omset hingga 50 juta setiap minggunya. Sungguh luar biasa!


  • 0
Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Sally Mitha, Pebisnis Sukses yang Melejitkan Bisnisnya Melalui Iklan Berbayar

Sboplaza.com – Sally Mitha, Pebisnis online yang memulai debut bisnisnya di tahun 2012. Pada awalnya, Sally Mitha menjalankan bisnisnya sekedarnya saja. Namun, hal itu kerap disesalinya karena tanpa arahan yang jelas mengenai ilmu berbisnis online. Bisnisnya tersebut tidak mengalami perkembangan sama sekali. Lalu, suatu ketika Sally Mitha memutuskan untuk mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani.

Dari sana, ia banyak mendapatkan ilmu bisnis online yang tidak ia pahami sebelumnya. Setelah mendapat banyak hal baru yang didapatnya dari hasil menimba ilmu di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Mulailah Sally Mitha mempraktekan semua hal yang telah dipelajarinya.

Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Salah satu ilmu yang pernah dipelajarinya adalah beriklan di facebook. Bahkan tak tanggung – tanggung, ibu rumah tangga yang berbisnis di bidang hijab dan aneka jarum ini juga menganggarkan anggaran yang cukup besar untuk memasarkan produk hijab dan aneka jarum yang dimilikinya.

Bagi Sally Mitha, jika sesuatu diniatkan untuk sambilan, maka hasil yang didapatnya pun akan sambilan juga. Itulah alasan mengapa Sally Mitha sangat antusias mengikuti workshop yang diadakan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan membeli banyak buku yang menunjang bisnisnya. Alhasil, ketekunan yang dijalaninya berbuah manis.

Baca Juga : 5 Karakter Hebat yang Wajib Dimiliki Seseorang Untuk Menjadi Pengusaha Sukses

Hal itu terbukti dari peningkatan omset bisnisnya yang luar biasa. Sangat berbeda tentunya dengan saat ia menjalankan bisnis di tahun 2012-an. Dari kesimpulan yang dapat dipetik dari perjalanan bisnis Sally Mitha, kita mengetahui pentingnya mengawali sesuatu dengan tekad yang kuat. Karena hasil terbaik, hanya akan diberikan kepada seseorang yang selalu mengupayakan sesuatu dengan baik.


  • 0
Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Atiqueta, Pemilik Brand Fashion Busana Muslim Aqueta yang Sukses Melejitkan Omset

Sboplaza.com – Atiqueta, Sosok ibu rumah tangga yang pantang menyerah itu kini berhasil melebarkan sayap bisnisnya di bidang fashion dengan mendirikan brand Aqueta yang berdiri pada bulan Juli 2015. Sebelum berbisnis di bidang fashion dan menuai kesuksesannya, Atiqueta pernah berjualan produk herbal, buku islami dan menjadi agen qirani. Namun sayangnya, Atiqueta harus kembali memutar otaknya karena Rawalumbu, lokasi tempatnya berjualan sekaligus kediamannya tidak cukup strategis.

Dihadapkan dengan kenyataan seperti itu, Atiqueta akhirnya memutuskan untuk berjualan di Tanjung Priok dengan memindahkan tokonya di dekat rumah mertuanya. Mengingat jarak yang cukup jauh antara Rawalumbu dan Tanjung Priok, akhirnya Atiqueta memutuskan untuk mempercayakan toko nya pada seorang karyawan.

Saat itu, suaminya tengah bekerja sebagai seorang karyawan outsourcing di sebuah perusahaan pelabuhan Tanjung Priok. Untuk membantu perekonomian keluarga, Atiqueta nekat membagi-bagikan brosur ke setiap Taman Kanak-Kanak ( TK ) di seluruh kecamatan Koja. Tak peduli dengan gelarnya sebagai seorang sarjana psikologi, Atiqueta tetap bersikukuh dan pantang menyerah. Ia menyadari bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan pengorbanan.

Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Namun, perjuangannya dalam membagi-bagikan brosur. Sebagai upaya untuk mensosialisasikan bisnisnya belum berbuah manis. Hingga akhirnya suami Atiqueta mengatakan bahwa istrinya memiliki passion dalam berbisnis di bidang fashion. Berawal dari itu, akhirnya Atiqueta yang merupakan alumni dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengikuti apa yang dikatakan suaminya.

Di tahun 2015, Akhirnya Atiqueta melaunching sebuah brand fashion dengan label Aqueta. Di awal – awal membangun bisnis fashionnya tersebut, Bisnis yang aqueta jalankan tidak berjalan lancar. Alasannya karena system bisnis yang dijalankannya belum terfokus. Menyadari kesalahannya tersebut, Atiqueta akhirnya berupaya untuk mengembangkan system customer service marketing online dalam bisnisnya.

Dimana Aqueta sendiri menjadi leadernya dan menghandle viral marketing sesuai dengan jadwal yang telah ia tetapkan. Tak hanya itu, Aqueta juga menangani pelanggan mulai dari follow up hingga closing dan feedback. Bersama tim nya yang berjumlah 8 orang, ia membagi tugas dengan bijak. Saat mulai menerapkan system serta SOP yang begitu mendetail, Atiqueta mengaku bahwa dirinya merasakan kesulitan.

Namun, dengan penerapan SOP yang mendetail tersebut, justru kesuksesan mendekat dengat sangat cepat ke kehidupannya. Selain itu, tak lupa Atiqueta juga memperbanyak bersyukur dan meminta keridhoan pada orang tua dan suaminya agar bisnisnya selalu dilancarkan.

Baca Juga : 80% Kesuksesan Closing Karena Ini

Alhasil, Omset bisnisnya pun meningkat dengan pesat. Bila awalnya Aqueta hanya memasang target penjualan hingga 500pcs dalam sebulan. Diluar dugaan, Aquetapun kembali menuai target penjualan mencapai ribuan. Sungguh menakjubkan!


  • 0
Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda, Pemilik Label Reeta yang Sukses Berkarir Didalam Rumah

Sboplaza.com – Rita Elvanda, Seorang ibu rumah tangga yang dikaruniai 4 orang anak ini layak dijadikan contoh nyata bagi setiap orang. Bahwa meraih kesuksesan didalam rumah bukanlah hal yang mustahil. Kesuksesan yang kini diraihnya bukan tanpa daya upaya melainkan oleh gigihnya perjuangan seorang Rita Elvanda dalam berbisnis.

Berawal di tahun 2009, saat pertama kalinya Rita Elvanda berjualan secara online melalui multiply. Namun, tiba – tiba saja nasib malang menimpa, lapak berjualan yang diberinama Gado-gado shop milik Rita Elvanda harus terhenti karena platform multiply ditutup. Kemudian berlanjut di tahun 2010, Rita Elvanda kembali memutuskan untuk berbisnis kembali.

Rita Elvanda Pebisnis Sukses Indonesia

Rita Elvanda bersama Sang Suami

Kali ini ia mencoba menggeluti bisnis di bidang flannel, souvenir, gantungan kunci dll. Namun, karena proses pengerjaan flannel yang cukup memakan waktu. Akhirnya Rita Elvanda kembali memulai bisnis barunya di tahun 2011. Lain halnya di tahun sebelumnya, Rita Elvanda kini mencoba menggeluti bisnis di bidang produk fashion. Namun sayangnya, hal itu tidak bertahan lama. Karena saat itu, suami Rita Elvanda mendapat kesempatan untuk menjadi tender pembangunan perumahan rakyat. Sehingga Rita Elvanda harus membantu suaminya untuk mengatur keuangan pembangunan perumahan rakyat tersebut.

Selanjutnya, di tahun 2013. Rita Elvanda kembali bergelut di bidang bisnis. Kali ini Rita Elvanda memfokuskan bisnisnya di bidang label kain. Namun seiring berjalannya waktu, tidak hanya label kain saja yang ditawarkan. Adapun label dalam bentuk stiker dsb. Padahal Rita Elvanda bukanlah seorang lulusan design grafis. Namun, berkat kegigihannya untuk terus mempelajari berbagai macam hal tentang design. Akhirnya Rita Elvanda berhasil menekuni usaha design dan digital printingnya.

Baca Juga : Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Untuk meningkatkan omset bisnisnya, Rita Elvanda pun mengikuti Sekolah Bisnis Online yang didirikan oleh Muri Handayani. Setelah mengikuti program di Sekolah Bisnis Online, secara mengejutkan fanspage facebook yang menjadi tempatnya untuk berbisnis mengalami peningkatan yang luar biasa hanya dalam 2 Minggu. Fan page yang semula berjumlah 600 Followers kini telah mencapai angka ribuan yang menakjubkan. Dan kini omset bisnisnya begitu melesat. Untuk melihat lebih detail design label hasil kreasinya, silahkan kunjungi laman web nya di www.labelreeta.com.


  • 0
Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Sboplaza.com– Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Titi Limanjaya, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnisnya dari rumah. Bisnis fashion yang digelutinya menawarkan aneka produk fashion seperti Sweater, Baju Casual, Baju Hijab, Jaket dll. Sebagai owner @Bajulucu39000, Tentu Buah dari kesuksesan yang didapatkannya ini tidak diraih secara instan. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana yang tidak memiliki latar belakang bisnis. Titi Limanjaya dengan gigih belajar berbisnis secara otodidak.

Berawal di tahun 2008, Saat dimana Titi Limanjaya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi farmasi untuk menggeluti bisnis online. Pada saat itu, platform yang digunakan untuk berjualan adalah multiply. Sebelum pada akhirnya berjualan produk fashion, Titi Limanjaya sempat berjualan produk herbal seperti Sugar Wax dan Penghilang Bulu Alami Homemade. Beruntungnya, produk yang ia tawarkan mendapatkan respon yang baik di mata konsumen. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah orderan hingga berpuluh – puluh paket.

Namun, tak lama kemudian. Titi Limanjaya mendapatkan ujian dengan kenyataan bahwa Ibunya menderita kanker lambung. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Titi Limanjaya tetap giat menjalankan bisnisnya langsung di rumah sakit sambil menemani sang ibu di rumah sakit. Dimulai dari merespon orderan, rekap, cek mutasi hingga melakukan pemesanan pada supplier.

Pada saat itu pula, sang suami yang tengah bekerja di sebuah instansi juga ikut membantu menyiapkan barang, packing hingga mengirimkannya ke instansi jasa pengiriman sebelum berangkat kerja.

Hal itu dilakukan demi menanggung anggaran pengobatan Ibu Titi Limanjaya selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dan tepatnya pada tahun 2010, Ibu Titi Limanjaya meninggal dunia.

Tentu hal ini menjadi sebuah kesedihan yang mendalam bagi Titi Limanjaya. Hingga akhirnya Titi Limanjaya bersama suaminya memutuskan untuk menjalani bisnis online yang digelutinya dengan serius. Dan suami Titi Limanjaya juga memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya sebagai bukti keseriusannya dalam menekuni bisnis online bersama sang istri.

Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Titi Limanjaya ( Kanan )

Untuk memudahkan bisnis online yang digelutinya, akhirnya Titi Limanjaya memutuskan untuk merekrut 1 orang asisten. Seiring berjalannya waktu, tabungan yang sempat terkuras akhirnya dapat terisi kembali. Dan tak hanya itu, omset dari bisnis online nya pun melesat hingga dapat mencukupi kebutuhannya untuk membeli mobil.

Namun tiba – tiba saja, platform multiply yang dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai tempat untuk berbisnis online tiba – tiba ditutup di tahun 2012. Bagaikan petir di siang bolong, omset bisnis onlinenya pun akhirnya ikut merosot. Seakan tak percaya, Titi Limanjaya merasakan kehilangan sumber mata pencahariannya. Terlebih lagi, tabungan yang dimilikinya juga ikut terkuras untuk biaya melahirkan anak pertamanya.

Meski terbilang cukup menyakitkan, lambat laun Titi Limanjaya kembali beralih ke facebook untuk berbisnis online. Namun, sayangnya penjualan pada saat itu hanya sedikit saja sehingga tidak cukup untuk menutup biaya operasional. Ditambah, saat itu Titi Limanjaya tengah hamil dan harus kembali mempersiapkan biaya operasi Caesar untuk anak keduanya. Setelah melahirkan anak keduanya, barulah Titi Limanjaya berfikir untuk menggeluti bisnis di bidang lain.

Dan saat itulah, Titi Limanjaya bersama sang suami memutuskan untuk menjual produk fashion. Namun sayangnya, ketika hendak merintis bisnis baru. Modal bisnis yang dimilikinya tidak mencukupi. Sehingga pada akhirnya Titi Limanjaya bersama sang suami harus merelakan mobilnya untuk dijual.

Setelah menjual mobilnya dan kembali berbisnis, tepatnya di akhir tahun 2013. Titi Limanjaya bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online yang merupakan teman Titi Limanjaya saat masih di Multiply dan Grup Gober.

Saat itu pertemuan keduanya berlangsung di acara workshop Instagram yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online. Meski belum memiliki smartphone berbasis android, Titi Limanjaya tetap mengikuti workshop tersebut dan mempelajari tips dan triknya.

1 Minggu setelah mengikuti workshop Instagram yang diselenggarakan Sekolah Bisnis Online, Suaminya membelikan smartphone android yang kemudian dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai platform bisnis onlinenya. Alhasil, omset bisnis onlinenya meroket. Bahkan Titi Limanjaya bersama sang suami merasa kewalahan dalam melayani pemesanan.

Bisa dikatakan bahwa omsetnya melebihi omset yang didapatnya dahulu saat berjualan di multiply. Dan kini untuk memudahkan bisnisnya, Titi Limanjaya bersama sang suami telah memiliki team yang berjumlah 7 orang. Untuk melihat detail produk yang ditawarkannya, silahkan kunjungi www.bajulucu39000.com juga akun instagramnya @bajulucu39000


  • 0
Masitoh Istiqomah Pebisnis Gamis

Perjuangan Luar Biasa Masitoh Istiqomah Membangun Bisnis Gamis Dengan Brand Mastiq Collection

Sboplaza.comPerjuangan Luar Biasa Masitoh Istiqomah Membangun Bisnis Gamis Dengan Brand Mastiq Collection. Masitoh Istiqomah, ibu dari dua orang anak yang akrab disapa dengan nama beken Mastiq merupakan figur pebisnis perempuan yang sangat menginspirasi. Pada awalnya, Masitoh Istiqomah memulai bisnis online bersama suaminya pada tahun 2013. Kala itu, ia mencoba peruntungan bisnis di bidang herbal kecantikan dan kesehatan.

Mengingat Masitoh Istiqomah bersama sang suami adalah seorang terapis bekam. Berawal dari modal sekitar 300 ribuan, Masitoh Istiqomah beserta sang suami memutuskan untuk membuka toko herbal di rumah dengan stok awal produk herbal di rak tv kecil. Setelah memutar modalnya sedemikian rupa, Masitoh Istiqomah bersyukur produk herbalnya saat itu dapat memenuhi etalase yang jauh lebih besar dari sebelumnya.

Disamping membuka toko herbal secara offline di rumah, Masitoh Istiqomah juga menjual produk herbalnya di laman web zonaherbal.com. Hingga pada akhirnya di bulan November 2014, Masitoh Istiqomah kembali memulai bisnis di bidang gamis. Awalnya, ia membeli gamis berbahan jersey super secara online untuk keperluan berlebaran.

Saat barang tersebut sampai di rumah, Masitoh Istiqomah ia mendapati bahwa gamis jersey yang dibelinya tersebut memiliki kualitas yang bagus. Dari sanalah Masitoh Istiqomah mulai berjualan gamis. Mulanya Masitoh Istiqomah berjualan gamis via facebook dan mengganti nama akunnya menjadi gallery mastiq. Ia mengupload foto produk di akun facebook tersebut. Namun, akun facebook tersebut justru di banned oleh facebook.

Setelah mengotak-atik facebook yang dibanned tersebut. Akun facebook tersebut ternyata masih dapat diselamatkan walaupun pada akhirnya harus mengorbankan akun facebook tersebut untuk bermigrasi menjadi fanpage facebook.

Meski dihadapkan dengan kejadian tersebut, Masitoh Istiqomah tetap bersemangat untuk berjualan gamis. Tak hanya mengandalkan facebook semata, Masitoh Istiqomah juga berjualan melalui blackberry messenger ( BBM )

Demi memfokuskan diri pada bisnis di bidang gamis, Masitoh Istiqomah mulai memproduksi gamis sendiri pada bulan Desember 2014. Meski dengan keterbatasan dana, Masitoh Istiqomah tetap nekat untuk memberanikan diri untuk memproduksi. Ia pun mulai berbelanja kain di Cigondewah, Bandung. Namun, Masitoh Istiqomah harus menerima kenyataan bahwa gamis yang diproduksi tersebut mengalami kegagalan.

Setelah mendapati kegagalan produksi pada gamis yang hendak dijualnya, Masitoh Istiqomah kembali dihadapkan kenyataan bahwa adik ipar dari Masitoh Istiqomah mengalami kecelakaan saat tengah melakukan pemasangan baja ringan. Adik ipar dari Masitoh Istiqomah sempat dibawa ke rumah sakit namun almarhum adik ipar dari Masitoh Istiqomahpun menghembuskan nafas terakhirnya pada penghujung tahun 2014 di bulan Desember.

Masitoh Istiqomah Pebisnis Gamis

Kesedihan yang dialami Masitoh Istiqomah tentu bisa saja membuat dirinya ingin menyerah. Namun, bagi Masitoh Istiqomah menyerah bukanlah sebuah pilihan. Maka dari itu, Masitoh Istiqomah kembali mengembangkan bisnisnya.

Meskipun dihadang dengan kegagalan produksi berkali-kali, Masitoh Istiqomah tetap berupaya sebaik mungkin untuk mengembangkan bisnisnya. Hingga pada tahun 2015, Masitoh Istiqomah bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ) di acara pesta wirausaha TDA Bogor. Dari sanalah, Masitoh Istiqomah mulai mengembangkan ilmu bisnisnya.

Dan hal itu cukup memberikan dampak yang luar biasa bagi bisnis yang ditekuninya. Terbukti dengan closing puluhan pcs gamis yang dijualnya secara online setiap hari. Selain itu, brand Mastiq Collection milik Masitoh Istiqomah juga telah memiliki puluhan reseller. Bahkan, materi yang diterima Masitoh Istiqomah di Sekolah Bisnis Online berhasil membantunya untuk tetap semangat dalam melangkah. Alhasil, ia berhasil mendapatkan omset 30 juta per bulan.

Baca juga : Ifa Firdaus, Peserta Terbaik KMO #2 yang Berhasil Meraih Kesuksesan Lewat Bisnis Aksesorisnya

Terlepas dari omset penjualan yang didapat Masitoh Istiqomah, Masitoh Istiqomah selalu berharap agar bisnis yang dikembangkannya dapat memberikan manfaat bagi setiap orang. Terdapat 6 prinsip yang selalu dipegang teguh oleh Masitoh Istiqomah dalam memulai bisnis yaitu pentingnya meminta doa restu orang tua dalam memutuskan sesuatu yang besar, menjaga silaturahim, selalu menjamu tamu yang bertandang ke rumah kita, menjaga hubungan dengan Allah dan membiasakan diri untuk tidak berhutang serta menjauhkan diri dari hal – hal yang bersifat riba.

Semoga semangat serta prinsip yang dimiliki Masitoh Istiqomah dapat menjadi pedoman bagi kita semua untuk dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Karena menyerah adalah pilihan pasti untuk gagal.


  • 0
Ifa Firdaus, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Ifa Firdaus, Peserta Terbaik KMO #2 yang Berhasil Meraih Kesuksesan Lewat Bisnis Aksesorisnya

Sboplaza.com – Ifa Firdaus, pemilik toko online Firdaus Aksesories yang mengawali bisnis onlinenya pada tahun 2014. Pada saat itu, Ifa Firdaus berjualan online hanya dengan mengandalkan facebook.

Dari upayanya berbisnis online via facebook, Ifa Firdaus sangat jarang mendapatkan penjualan di toko online aksesorisnya tersebut. Penjualan aksesoris nya justru lebih sering mendapatkan penjualan secara offline. Padahal produk aksesoris yang dijual Ifa Firdaus sangat terjangkau. Berkisar dari harga Rp. 1000 – 5000 saja.

Ifa Firdaus mengakui bahwa keterbatasannya akan dunia online mempengaruhi perkembangan bisnis onlinenya. Hingga pada akhirnya Ifa Firdaus memutuskan untuk mengikuti program Kelas Mentoring Online ( KMO ) 2 yang diadakan di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Alhasil, followers instagram bisnis Ifa Firdaus mengalami peningkatan yang menakjubkan. Selain itu, jumlah pesanan produk aksesoris Ifa Firdaus juga mengalir deras. Setelah menerapkan ilmu optimasi instagram yang didapatnya di program Kelas Mentoring Online ( KMO ), Ifa Firdaus kembali memutuskan untuk mendalami ilmu bisnis online lebih serius dengan mengikuti program Kelas Utama 7.1 di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Ifa Firdaus, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Ifa Firdaus

Sejak mengikuti program – program yang diadakan di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Ifa Firdaus menyadari banyak perubahan yang terjadi pada dirinya. Ifa Firdaus menjadi lebih bersemangat dalam menjalankan bisnis aksesorisnya. Terebih lagi ia juga mendapatkan pemahaman yang sangat berharga mengenai manajemen, target market, segmentasi pasar dan berbagai ilmu bermanfaat lainnya.

Baca juga : Perjuangan Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Berhasil Menjadi Peserta Terbaik KMO #1

Bagi Ifa Firdaus, untuk menggapai kesuksesan dibutuhkan tekad dan semangat yang kuat. Itulah yang kemudian mendasari Ifa Firdaus untuk menerapkan setiap ilmu yang didapatnya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Berkat tekad kuatnya tersebut, Ifa Firdaus berhasil mendapatkan predikat sebagai peserta terbaik Kelas Mentoring Online ( KMO ) 2 dengan penambahan 10.000 followers instagram tercepat.

Sungguh menakjubkan! Semoga kisah inspiratif ini dapat memberikan suntikan semangat bagi siapapun yang hendak berbisnis atau sedang menjalankan bisnisnya. Bahwa perkembangan bisnis yang lebih baik hanya akan terjadi pada pebisnis yang memiliki semangat dan tekad yang kuat.


  • 0
Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Sukses

Perjuangan Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Berhasil Menjadi Peserta Terbaik KMO #1

Sboplaza.com – Banyak orang beranggapan bahwa mendapatkan pundi – pundi rupiah dari dunia online adalah sesuatu hal yang mustahil. Namun, ternyata hal itu tidak demikian. Siti Fatmawati selaku pemilik Gallery Rakana Rayina telah membuktikan bahwa menjalankan bisnis via online bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Meski begitu, Siti Fatmawati mengakui bahwa apa yang didapatnya hari ini merupakan hasil daripada kerja kerasnya selama ini.

Sejak tahun 2007, Siti Fatmawati mulai mengawali bisnisnya dengan menjual berbagai macam kebutuhan secara offline. Tetapi usaha yang dirintisnya tersebut harus terhenti karena Siti Fatmawati harus pindah ke Qatar pada tahun 2009.

Saat berada di Qatar, Siti Fatmawati memutuskan untuk berhenti berjualan karena melihat banyak teman – temannya yang juga berjualan. Terlebih lagi, persyaratan untuk membuka toko di Qatar bukanlah hal yang mudah. Dibutuhkan anggaran yang cukup besar untuk membayar sewa dan perizinan.

Dan setelah sekian lama menetap di Qatar, akhirnya Siti Fatmawati kembali ke Cikarang dan mulai menjalankan bisnisnya secara online pada tanggal 1 September 2015. Siti Fatmawati menyadari bahwa passion terbesar yang dimilikinya adalah berbisnis.

Siti Fatmawati, Pemilik Gallery Rakana Rayina yang Sukses

Siti Fatmawati bersama putrinya

Hal ini terbukti dari pengalaman Siti Fatmawati semasa kecil yang senang berjualan bakwan, lontong, agar-agar maupun es mambo secara berkeliling. Maka dari itu, Siti Fatmawati tak ragu untuk mulai merintis kembali bisnisnya dari awal demi mewujudkan passionnya dalam berbisnis. Berbeda dari sebelumnya, Siti Fatmawati kini mencoba memangkas banyak produk yang hendak dijualnya.

Selain itu, Siti Fatmawati juga mulai memperdalam ilmu bisnisnya dengan mengikuti program Kelas Mentoring Online ( KMO ) yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Materi yang dipelajarinya saat itu berkaitan dengan kiat mendapatkan 10.000 followers di instagram.

Saat mendaftar program tersebut, followers instagram bisnis milik Siti Fatmawati hanya berjumlah 66 followers saja namun setelah mengikuti program KMO ia berhasil melejitkan followers nya mencapai angka 10.000 dalam waktu singkat. Sehingga Siti Fatmawati berhasil mendapatkan predikat sebagai peserta terbaik Kelas Mentoring Online ( KMO ) #1 di Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Baca juga : Diah Mahdalena, Pebisnis Inspiratif yang Berhasil Meraup Omset Hingga 30 Juta

Sungguh menakjubkan. Selain mendapatkan banyak ilmu mengenai branding dan bisnis online. Siti Fatmawati juga mendapatkan ikatan persaudaraan yang menyenangkan bersama teman – teman di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Setelah mengikuti program Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Siti Fatmawati mengakui banyak perubahan yang terjadi dalam bisnisnya.

Bisnis fashion di Gallery Rakana Rayina kini ramai dikunjungi oleh konsumen yang bersiap untuk mendapatkan produk yang ditawarkan. Tak hanya itu, omset yang didapat Siti Fatmawati dari bisnisnya pun semakin meningkat. Untuk mendapatkan pengalaman sukses tak terlupakan seperti Siti Fatmawati, Anda juga dapat mengikuti program Kelas Mentong Online ( KMO ) yang rutin dibuka setiap bulan. Selamat meraih kesuksesan!


  • 0

Delly Oktaviani, Pebisnis Tangguh yang Berhasil Lejitkan Omset Hingga Milyaran

Sboplaza.com – Delly Oktaviani, seorang personal assistant sekaligus corporate secretary di sebuah perusahaan minyak wangi yang dimiliki oleh seorang warga negara Prancis. Selama bekerja di perusahaan tersebut, Delly Oktaviani mendapat banyak pengalaman berharga.

Seperti bagaimana caranya bekerja secara cepat dan tanggap, lalu belajar untuk menjadi sosok yang penuh alternative serta solutif dalam menangani berbagai masalah. Yang tak kalah penting, Delly Oktaviani juga belajar untuk berempati dalam pandangan seorang pemimpin dan karyawan.

Setelah bekerja cukup lama disana, akhirnya Delly Oktaviani memutuskan untuk resign dari pekerjaannya sebagai seorang personal assistant dan memulai bisnis supplier Alat Tulis Kantor ( ATK ). Dalam bisnisnya tersebut, Delly Oktaviani berkolaborasi dengan 2 orang partner. Dimana seorang partner bisnis Delly Oktaviani bergerak di bidang outbound atau team building dan yang satunya belum memiliki pengalaman bisnis.

Dari bisnis supplier ATK dan bisnis outbound training and consulting yang dijalaninya, Delly Oktaviani berhasil memiliki 5 customer regular setiap bulannya. Meskipun begitu, Delly Oktaviani masih harus berjuang karena beban operasionalnya cukup berat dan margin keuntungannya kecil.

Delly Oktaviani, Pebisnis Tangguh yang Berhasil Lejitkan Omset Hingga Milyaran

Akhirnya pada bulan April 2009, salah satu dari dua partner bisnis Delly Oktaviani yang bergerak di bidang outbound atau team building memutuskan untuk pergi tanpa pamit. Hingga yang tersisa hanyalah Delly Oktaviani dan seorang partnernya yang notabene tidak memiliki pengalaman di bidang ATK ( Alat Tulis Kantor ) apalagi di bidang outbound sebelumnya.

Menghadapi kenyataan tersebut, Delly Oktaviani sempat berfikir untuk pension dalam bisnis di bidang outbound atau team building. Namun, akhirnya Delly Oktaviani mengubah alur bisnisnya menjadi event organizer. Sehingga insani outbound training and consulting pun resmi berubah menjadi insani outbound and event organizer sambil tetap menjalankan bisnis ATK ( Alat Tulis Kantor )

Kantor yang awalnya bertempat di rumah berukuran cukup besar dengan 3 kamar di dalamnya harus berpindahan ke tempat yang lebih sederhana. Selama 1 tahun, Delly Oktaviani, seorang partner dan 1 orang karyawannya bertahan di rumah sederhana yang terletak di Lebak Bulus tersebut.

Tak jarang, demi mempertahankan bisnisnya. Delly Oktaviani harus rela merogoh kocek pribadinya untuk memenuhi kebutuhan operasional di kantor. Dan pada pertengahan tahun 2010, partner bisnis Delly Oktaviani telah berhasi menemukan peluang lain di bidang konveksi bersama sepupunya. Sehingga Delly Oktaviani pun akhirnya harus bertahan seorang diri dan berpisah dengan partnernya tersebut.

Pada tahun 2010, Delly Oktaviani memutuskan untuk pindah kantor ke sebuah tempat baru yang berlokasi di Warung Jati, Kalibata dengan modal yang dipinjam dari sang suami. Dan masih di tahun yang sama, Delly Oktaviani kembali meneguhkan cita-citanya untuk dapat memiliki usaha yang ramah untuk ibu – ibu dan perempuan. Perlahan namun pasti, Delly Oktaviani berhasil menambah staff karyawannya yang semula hanya berjumlah 1 orang kini menjadi 4 orang dengan berbagai amanahnya masing – masing.

Dalam perjalanan bisnisnya di tahun 2010 – 2012, Delly Oktaviani sempat merasakan omset 1,1 Milyar per tahun. Hal itulah yang kemudian menginspirasi Delly Oktaviani untuk tetap positif pada bisnis yang dijalankannya. Namun, dibalik omset yang mencapai angka milyaran tersebut. Delly Oktaviani tetap merasakan sesuatu hal yang mengganjal hatinya yaitu perkembangan cashflow yang terhambat.

Selanjutnya, di tahun 2014. Delly Oktaviani dihadapkan dengan permasalahan keuangan yang tak menentu. Terlebih lagi, pad tahun tersebut adalah tahun pemilu. Sehingga proyek yang didapat tidak sebanyak proyek di tahun lalu. Terlebih lagi, di tahun tersebut, Delly Oktaviani sempat terlilit hutang riba.

Akhirnya Delly Oktaviani terpaksa menurunkan status karyawannya yang asalnya fulltime menjadi part time. Hal tersebut berujung pada resign nya 2 orang karyawan Delly Oktaviani. Lalu pada tahun 2015, terjadi peningkatan harga sewa kantor sehingga Delly Oktaviani memutuskan untuk kembali pindah kantor ke coworking space.

Saat pindahan kantor tersebut, Delly Oktavianihanya membawa 1 meja meeting berkapasitas 8 orang dan 1 kabinet untuk menyimpan printer dan alat tulis kantor. Sementara asset kantor dan property lannya di simpan di gudang.

Baca juga : Menurut Novita Ariestanty, Ini Dia Latihan Penting yang Perlu Dijalani Para Pebisnis Demi Tercapainya Kesuksesan

Bagi Delly Oktaviani, tahun 2015 adalah tahun penggugur hutang. Saat itu Delly Oktaviani tidak berfikir mengenai target omset karena fokus dari Delly Oktaviani adalah untuk melunasi semua hutang yang dimilikinya. Akan tetapi, Delly Oktaviani lagi – lagi ditempa dengan cobaan yang tak pernah ia duga sebelumnya. Yaitu ia tanpa sengaja memberikan ruang bagi 2 kliennya untuk melakukan korupsi melalui proyek event di tahun tersebut.

Dari pengalaman tersebut, Delly Oktaviani selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) melakukan renungan diri tentang bisnis yang sebenarnya. Bahwa ternyata bisnis tidak selalu bicara tentang materi yang didapat namun tentang bagaimana bisnis yang dijalankan dapat bernilai ibadah di mata Allah swt.


  • 2
Kisah Sukses Khoirul Indahwati

Belajar Dari Perjalanan Bisnis Khoirul Indahwati Di Dunia Online

Sboplaza.com – Khoirul Indahwati, ibu dari satu orang anak yang berdomisili di Ponorogo ini kini menekuni bisnis fashion muslimah. Dalam perjalanan bisnisnya, awalnya Khoirul Indahwati mengenal bisnis online pada tahun 2010.

Sebelumnya memang Khoirul Indahwati senang sekali mempelajari banyak hal di dunia online. Dan salah satu hal yang sering membuat Khoirul Indahwati tertarik adalah mengikuti perkembangan sosial media yang ada pada saat itu.

Facebook pun menjadi salah satu sosial media yang tak luput dari perhatian Khoirul Indahwati. Selama ia memiliki facebook, Khoirul Indahwati sering sekali dihadapkan dengan pemandangan timeline yang berisi tentang online shop.

Hingga akhirnya, Khoirul Indahwati memberanikan diri untuk berdagang lat dapur melalui media facebook meskipun pada saat itu Khoirul Indahwati belum membekali dirinya dengan ilmu berjualan via online. Tak heran bila saat itu banyak teman – temannya yang memutuskan untuk memutus tali pertemanan dengannya di facebook.

Kisah Sukses Khoirul Indahwati

Khoirul Indahwati

Hingga pada akhirnya Khoirul Indahwati mengikuti berbagai macam training untuk membekali ilmu jualan online nya. Suatu ketika, Khoirul Indahwati mengikuti training mengenai optimasi instagram yang dimentori oleh Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Dari sanalah pertama kalinya Khoirul Indahwati mulai mengetahui bahwa masih ada sosial media lain yang dapat dimanfaatkan untuk berjualan online.

Pada awal mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Khoirul Indahwati masih ragu bahwa ilmu bisnis yang didapat nanti apakah dapat dimanfaatkan dengan baik atau malah sebaliknya. Karena pada saat itu, Khoirul Indahwati belum terlalu stabil dalam menjalankan bisnis alat dapurnya.

Namun setelah Khoirul Indahwati mengikuti rangkaian program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), ia tak hanya mendapatkan ilmu bisnis saja, Khoirul Indahwati juga mendapat amanah sebagai moderator grup alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) tentu hal itu menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi Khoirul Indahwati.

Dalam perjalanan bisnisnya, Khoirul Indahwati sebelumnya pernah menjual berbagai macam barang. Seperti alat dapur, mukena, inner ninja, telur asin, tiket training online Sekolah Bisnis Online ( SBO ), jasa optimasi instagram dan yang terakhir adalah bisnis gamis dan hijab yang kini sedang ditekuninya.

Dalam hal ini, Khoirul Indahwati ingin berbagi pemahaman kepada kita semua bahwa fokus pada bisnis itu sangat penting. Terbukti sebelum ia mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) ia terbiasa menjual barang apapun dan mencampur adukkannya dalam satu akun facebook.

Baca Juga : Ina S Erwanda, Ibu Rumah Tangga Yang Sukses Menggeluti Bisnis Konveksi

Namun, semenjak mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Khoirul Indahwati banyak mendapatkan pencerahan dalam menjalankan bisnisnya. Terlebih lagi, ia juga mengakui bahwa Sekolah Bisnis Online ( SBO ) terbukti menawarkan tali persaudaraan yang menyenangkan.