Novita Ariestanty, Pemilik La Vieta Butiq yang Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

  • 0
Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Novita Ariestanty, Pemilik La Vieta Butiq yang Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Sboplaza.com – Novita Ariestanty, pemilik La Vieta Butiq yang sukses memaksimalkan omset bisnisnya hingga mencapai angka ratusan juta. Mengingat sedikit tentang latar belakang orang tua Novita Ariestanty yang merupakan pegawai bumn. Tentu Novita Ariestanty menyadari bahwa dirinya tidak memiliki bakat dalam berdagang. Seperti halnya orangtua pada umumnya, orang tua dari Novita Ariestanty sangat mengharapkan Novita Ariestanty dapat bekerja kantoran di sebuah instansi.

Namun, dikarenakan kejenuhan yang dirasakan Novita Ariestanty. Akhirnya Novita Ariestanty mencoba mencari peluang bisnis online di internet. Ketika sedang berselancar di dunia maya, Novita Ariestanty menemukan komunitas bunda in biz. Melihat banyaknya member yang telah bergabung. Kemudian Novita Ariestanty juga memutuskan untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Komunitas itulah yang kemudian menjadi sejarah awal Novita Ariestanty mengenal bisnis di internet lebih detail lagi.

Dan di tahun 2008, Novita Ariestanty kembali membuat keputusan untuk resign dari kantor tempat ia bekerja karena ia berupaya untuk fokus dalam merintis bisnis. Selain mengikuti komunitas bunda in biz, Novita Ariestanty juga mengikuti komunitas TDA ( Tangan Di Atas ). Disana Novita Ariestanty memiliki teman yang memberikan penawaran kios di JACC yang sekarang menjadi Thamrin City. Tak ingin melewatkan kesempatan, Novita Ariestanty pun menerima tawaran kios tersebut.

Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Pada saat itu, Thamrin City masih sepi pengunjung. Sehingga tak heran bila di bulan pertama membuka kios. Novita Ariestanty hanya mendapatkan satu konsumen. Namun setidaknya, hal itu cukup membahagiakan bagi Novita Ariestanty. Karena bagaimanapun juga, segala sesuatu perlu disyukuri. Selama berjualan di JACC atau Thamrin City, Novita Ariestanty banyak mendapatkan pelajaran berharga dari para pedagang. Khususnya cara bertahan dalam kondisi sepi dan ketika ramai pengunjung.

Namun di tahun 2009, Novita Ariestanty resmi menutup kiosnya di Thamrin City. Dan ketika memutuskan untuk menutup kiosnya di Thamrin City, masih banyak sisa baju yang belum habis terjual. Novita Ariestanty kembali memutar otaknya agar baju – baju tersebut dapat terjual habis. Karena terjebak kondisi yang cukup menyulitkan dirinya untk menjual kembali baju – baju yang belum habis terjual di Thamrin City. Akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk menyedekahkan baju – baju tersebut.

Sebenarnya menutup kios di Thamrin City bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi saat memutuskan untuk menutup kios tersebut. Novita Ariestanty sempat putus asa untuk membayar cicilan hutang pada bank. Karena selama berjualan di Thamrin City, ia sempat menggadaikan seritifikat rumah untuk biaya produksi. Namun, Novita Ariestanty tidak pernah pantang menyerah untuk kembali menelusuri peluang bisnis.

Saat itu, Blackberry Messenger ( BBM ) menjadi platform chatting yang banyak diminati. Melihat fakta tersebut, Novita Ariestanty pun mencoba untuk berjualan secara dropship di BBM. Barang yang dijualnya bermacam – macam, mulai dari tas, sepatu, toples, baju dan masih banyak lagi. Novita Ariestanty bersyukur, hasil penjualannya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan. Namun lagi – lagi harus terhenti karena suppliernya kurang amanah sehingga Novita Ariestanty seringkali dituduh penipu oleh customernya.

Demi meningkatkan pendapatannya, Novita Ariestanty kembali mencari peluang dengan berjualan kue kering. Kali ini Novita Ariestanty bersungguh – sungguh hingga membuatkan websitenya. Tak berhenti disitu, Novita Ariestanty juga mencoba bisnis di bidang travel umroh.

Selama 2 tahun, Novita Ariestanty terombang – ambing dalam merintis bisnis. Hingga akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk melaksanakan umroh pada bulan Mei 2013. Selepas pulang dari umroh, Novita Ariestanty mendapatkan jalan untuk memulai bisnis kembali. Ia pun memutuskan untuk menjual baju muslim. Dengan tekad yang kuat, Novita Ariestanty berupaya untuk menjemput kesuksesan dalam berbisnis.

Ia dibantu oleh temannya di komunitas TDA ( Tangan Di Atas ) Jakarta Timur untuk mengoptimasi blog. Dan akhirnya, bisnis baju muslimnya dapat laris di pasaran hingga sekarang. Mungkin memang awalnya Novita Ariestanty menggunakan platform web untuk berjualan produk busana muslimnya. Lalu di awal tahun 2014, Novita Ariestanty belajar cara untuk mengoptimasi Instagram di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan mencoba peruntungan jualan di Instagram.

Baca Juga : Alasan Mengejutkan Mengapa Produk yang Anda tawarkan Tidak Memikat Hati Konsumen

Sulit dibayangkan, ternyata penjualannya meningkat dengan cepat. Terbukti dengan jumlah omset dari penjualan busana muslim tersebut yang telah berhasil mencapai angka 600 juta. Tak lupa Novita Ariestanty mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada karakter focus, tekun, komitmen, konsisten, sedekah dan sabar.


  • 0
Kusmiyati Riana, Pebisnis Sabuk Bonceng Motor yang Berhasil Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci

Kusmiyati Riana, Pebisnis Sabuk Bonceng Motor yang Berhasil Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci

Sboplaza.com – Kusmiyati Riana, sosok ibu rumah tangga inspiratif yang satu ini memang tidak mengenyam bangku pendidikan perkualiahan. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan bagi Kusmiyati Riana untuk meraih kesuksesan. Bukti nyatanya terlihat jelas dari kesuksesan Kusmiyati Riana dalam menjalankan bisnis di bidang pembuatan sabuk bonceng motor merk Apro.

Kusmiyati Riana menyadari bahwa dirinya tidak terlahir dari keluarga yang berkecukupan. Sebaliknya, ia justru lahir dari sebuah keluarga yang memiliki banyak keterbatasan. Saat duduk di bangku SMP, Kusmiyati Riana harus merelakan uang jajannya yang dimilikinya untuk ditabung demi membeli sepasang sepatu. Selain itu, ia juga pernah membuat tas sendiri dari sisa kain yang ada di rumah. Semata – mata hal itu dilakukan karena tas lamanya telah robek.

Tak hanya itu, saat duduk di bangku SMA kelas 3, Kusmiyati Riana mulai berjualan gorengan hasil buatannya. Setiap sore sehabis pulang sekolah, ia menyempatkan diri ke pasar lalu pada jam 3 pagi, ia harus sudah siap untuk membuat adonan. Ketika lulus dari SMA, Kusmiyati Riana langsung mencari pekerjaan karena keterbatasan dana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Padahal saat itu ia telah diterima di sebuah universitas tanpa test.

Berbagai macam jenis pekerjaan pernah dilakoni Kusmiyati Riana seperti menjadi pengajar di sebuah lembaga pendidikan, SPG ( Sales promotion girl ) di beberapa toko, TKS ( Tenaga Kerja Sukarela ) di instansi pemerintah, menjadi karyawan di pabrik tas sambil membuat pudding untuk ditawarkan ke toko kue dan warung – warung disekitarnya. Terakhir, Kusmiyati Riana juga pernah membuka warung tenda walau pada akhirnya harus berakhir dengan kebangkrutan.

Kusmiyati Riana, Pebisnis Sabuk Bonceng Motor yang Berhasil Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci

Kusmiyati Riana bersama buah hati dan sang suami

Awalnya ia tak pernah menyangka akan berbisnis di bidang penjualan sabuk bonceng motor merk Apro. Namun, Tuhan berkehendak lain atas diri Kusmiyati Riana. Saat bekerja di pabrik tas, Kusmiyati Riana banyak mendapatkan ilmu berharga mengenai tata cara pembuatan tas. Selain itu, saat anaknya melanjutkan pendidikan di tingkat TK ( Taman Kanak-Kanak ). Kusmiyati Riana seringkali mengantar jemput anaknya menggunakan motor.

Kekhawatiran pun muncul saat anaknya tidak mau berpegangan saat naik motor. Dari sanalah Kusmiyati Riana mulai berfikir cara agar anaknya selalu dalam genggaman saat berada di atas motor. Mulailah Kusmiyati Riana membuat coretan desain untuk menciptakan sebuah pengaman bagi anaknya saat berada di motor.

Hingga pada akhirnya terciptalah sabuk bonceng motor dengan merk apro. Langkah pertama, Kusmiyati Riana mencoba untuk memproduksi 5 lusin sabuk bonceng motor tersebut meskipun menggunakan tekhnik manual. Mulai dari pembuatan pola dan proses cutting. Setelah berhasil, Kusmiyati Riana mencoba mempromosikannya pada teman – teman terdekat. Kemudian, ia juga mencoba memasarkannya di facebook meski saat itu ia belum mengetahui banyak hal tentang cara melakukan marketing di dunia online.

Suatu ketika, Kusmiyati Riana pernah mendapatkan pelanggan yang tempat tinggalnya cukup jauh. Dan dengan penuh semangat, Kusmiyati Riana mengantarkannya langsung ke tangan pelanggannya meskipun saat itu cuaca tengah hujan. Hal itu ia lakukan berulang kali, bagi dirinya kepanasan maupun kehujanan sudah menjadi keseharian tersendiri.

Kusmiyati Riana tak ingin berfikir atau bahkan mengeluh betapa lelahnya ia saat itu. Dengan semangat yang terus membara, akhirnya Tuhan takdirkan Kusmiyati Riana untuk dipertemukan dengan orang – orang hebat yang ikut memasarkan sabuk bonceng motor apro.

Alhasil, permintaan terhadap sabuk bonceng motor apro pun meningkat bahkan tak tertangani oleh satu makloon. Akhirnya Kusmiyati Riana kembali mempercayakan kepada makloon lain dan langsung memproduksi 35 lusin sekaligus. Alhasil, semuanya benar – benar diluar dugaan. Hasil dari makloon tersebut justru tidak sesuai dengan samplenya. Sebaliknya, hasil jahitannya tidak rapi padahal saat itu uang jahitan sudah masuk sekitar 50%.

Hal tersebut membuat Kusmiyati Riana bersama sang suami sangat sedih. Terlebih lagi modal yang dikeluarkan hampir habis. Selepas dari kejadian tersebut, Kusmiyati Riana memutuskan untuk bangkit. Akan tetapi, ujian ternyata tidak sampai disitu saja. Pada awal tahun 2016, saat ia hendak meluncurkan motif baru, hasil sablonannya justru mengalami kegagalan hampir 1000 pcs.

Baca juga : Belajar Dari Perjalanan Bisnis Khoirul Indahwati Di Dunia Online

Setelah kesulitan demi kesulitan terlewati, bisnis sabuk bonceng motor yang dijalani Kusmiyati Riana akhirnya membuahkan hasil. Bahkan kini dirinya telah berhasil memberangkatkan orang tua dan mertuanya untuk melaksanakan ibadah umroh di tanah suci. Sungguh pencapaian yang luar biasa dari sebuah kerja keras.


  • 0
Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Novita Ariestanty, Pemilik La Vieta Butiq yang Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Sboplaza.com – Novita Ariestanty, pemilik La Vieta Butiq yang sukses memaksimalkan omset bisnisnya hingga mencapai angka ratusan juta. Mengingat sedikit tentang latar belakang orang tua Novita Ariestanty yang merupakan pegawai bumn. Tentu Novita Ariestanty menyadari bahwa dirinya tidak memiliki bakat dalam berdagang. Seperti halnya orangtua pada umumnya, orang tua dari Novita Ariestanty sangat mengharapkan Novita Ariestanty dapat bekerja kantoran di sebuah instansi.

Namun, dikarenakan kejenuhan yang dirasakan Novita Ariestanty. Akhirnya Novita Ariestanty mencoba mencari peluang bisnis online di internet. Ketika sedang berselancar di dunia maya, Novita Ariestanty menemukan komunitas bunda in biz. Melihat banyaknya member yang telah bergabung. Kemudian Novita Ariestanty juga memutuskan untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Komunitas itulah yang kemudian menjadi sejarah awal Novita Ariestanty mengenal bisnis di internet lebih detail lagi.

Dan di tahun 2008, Novita Ariestanty kembali membuat keputusan untuk resign dari kantor tempat ia bekerja karena ia berupaya untuk fokus dalam merintis bisnis. Selain mengikuti komunitas bunda in biz, Novita Ariestanty juga mengikuti komunitas TDA ( Tangan Di Atas ). Disana Novita Ariestanty memiliki teman yang memberikan penawaran kios di JACC yang sekarang menjadi Thamrin City. Tak ingin melewatkan kesempatan, Novita Ariestanty pun menerima tawaran kios tersebut.

Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Pada saat itu, Thamrin City masih sepi pengunjung. Sehingga tak heran bila di bulan pertama membuka kios. Novita Ariestanty hanya mendapatkan satu konsumen. Namun setidaknya, hal itu cukup membahagiakan bagi Novita Ariestanty. Karena bagaimanapun juga, segala sesuatu perlu disyukuri. Selama berjualan di JACC atau Thamrin City, Novita Ariestanty banyak mendapatkan pelajaran berharga dari para pedagang. Khususnya cara bertahan dalam kondisi sepi dan ketika ramai pengunjung.

Namun di tahun 2009, Novita Ariestanty resmi menutup kiosnya di Thamrin City. Dan ketika memutuskan untuk menutup kiosnya di Thamrin City, masih banyak sisa baju yang belum habis terjual. Novita Ariestanty kembali memutar otaknya agar baju – baju tersebut dapat terjual habis. Karena terjebak kondisi yang cukup menyulitkan dirinya untk menjual kembali baju – baju yang belum habis terjual di Thamrin City. Akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk menyedekahkan baju – baju tersebut.

Sebenarnya menutup kios di Thamrin City bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi saat memutuskan untuk menutup kios tersebut. Novita Ariestanty sempat putus asa untuk membayar cicilan hutang pada bank. Karena selama berjualan di Thamrin City, ia sempat menggadaikan seritifikat rumah untuk biaya produksi. Namun, Novita Ariestanty tidak pernah pantang menyerah untuk kembali menelusuri peluang bisnis.

Saat itu, Blackberry Messenger ( BBM ) menjadi platform chatting yang banyak diminati. Melihat fakta tersebut, Novita Ariestanty pun mencoba untuk berjualan secara dropship di BBM. Barang yang dijualnya bermacam – macam, mulai dari tas, sepatu, toples, baju dan masih banyak lagi. Novita Ariestanty bersyukur, hasil penjualannya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan. Namun lagi – lagi harus terhenti karena suppliernya kurang amanah sehingga Novita Ariestanty seringkali dituduh penipu oleh customernya.

Demi meningkatkan pendapatannya, Novita Ariestanty kembali mencari peluang dengan berjualan kue kering. Kali ini Novita Ariestanty bersungguh – sungguh hingga membuatkan websitenya. Tak berhenti disitu, Novita Ariestanty juga mencoba bisnis di bidang travel umroh.

Selama 2 tahun, Novita Ariestanty terombang – ambing dalam merintis bisnis. Hingga akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk melaksanakan umroh pada bulan Mei 2013. Selepas pulang dari umroh, Novita Ariestanty mendapatkan jalan untuk memulai bisnis kembali. Ia pun memutuskan untuk menjual baju muslim. Dengan tekad yang kuat, Novita Ariestanty berupaya untuk menjemput kesuksesan dalam berbisnis.

Ia dibantu oleh temannya di komunitas TDA ( Tangan Di Atas ) Jakarta Timur untuk mengoptimasi blog. Dan akhirnya, bisnis baju muslimnya dapat laris di pasaran hingga sekarang. Mungkin memang awalnya Novita Ariestanty menggunakan platform web untuk berjualan produk busana muslimnya. Lalu di awal tahun 2014, Novita Ariestanty belajar cara untuk mengoptimasi Instagram di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan mencoba peruntungan jualan di Instagram.

Baca Juga : Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-qur’an Cantik

Sulit dibayangkan, ternyata penjualannya meningkat dengan cepat. Terbukti dengan jumlah omset dari penjualan busana muslim tersebut yang telah berhasil mencapai angka 600 juta. Tak lupa Novita Ariestanty mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada karakter focus, tekun, komitmen, konsisten, sedekah dan sabar.