Presda Sari, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Meraup Omset Puluhan Juta

  • 0
Presda Sari Bersama Keluarga

Presda Sari, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Meraup Omset Puluhan Juta

Sboplaza.com – Presda Sari, pemilik Dindacollection.com yang mengawali bisnisnya di bulan Desember 2010 setelah tidak mendapatkan restu dari mertua tercinta untuk bekerja di sebuah instansi. Di tengah kegalauan finansial yang melandanya, akhirnya Presda Sari memutuskan untuk membuka toko online.

Saat itu kehadiran toko online tidak menjamur seperti sekarang. Di awal membangun toko onlinenya, Presda Sari mencari beberapa supplier yang menawarkan fasilitas dropship. Setelah melakukan pencarian, akhirnya Presda Sari menemukan 3 supplier untuk produk yang hendak dijualnya. Presda Sari memulainya dengan menjadi reseller baju dengan potongan harga senilai 20%. Meskipun begitu, Presda Sari mengaku sangat senang karena baju yang dijualnya berhasil laku 2-3 pcs.

Namun, rasa senangnya tidak dijadikan alasan oleh Presda Sari untuk berpuas diri. Hingga akhirnya Presda Sari mencoba untuk mengumpulkan modal untuk menjadi seorang agen. Namun, toko onlinenya sempat berhenti selama setahun dikarenakan Presda Sari mengandung anak pertamanya.

Presda Sari Bersama Keluarga

Presda Sari Bersama Keluarga

Setelah melahirkan, Presda Sari kembali melanjutkan toko onlinenya. Hal itu semakin membuatnya semangat karena Presda Sari mendapatkan tambahan modal dari suami sebesar 20 juta. Dengan modal sebanyak itu, Presda Sari memutuskan untuk menjadi agen untuk 2 brand pakaian.

Presda Sari mengaku perjalanan bisnisnya bukanlah tanpa kendala. Ketika memulai bisnis toko onlinenya tersebut, Presda Sari mengambil dua karyawan. Namun sayangnya, karyawannya tersebut tidak produktif dan merugikan. Terlebih lagi Presda Sari harus rela mengeluarkan gaji ditengah krisis ekonomi yang melanda.

Baca Juga : Semenjak Resign Menjadi Karyawan, Ina Dwiana Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Seiring berjalannya waktu, Presda Sari mencoba membuktikan keseriusannya dalam berbisnis online. Alhasil, omset dinda collection dapat mencapai di angka 50 juta per bulan di hari biasa selain bulan Ramadhan. Bahkan, di bulan Ramadhan. Omset dinda collection dapat meraih target penjualan di angka 77 juta. Tak lupa, Presda Sari selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga mengaku bahwa bisnis online yang dijalankannya tentu tak terlepas dari strategi marketing yang dijalankan.


  • 0
Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah, Ibu Rumah Tangga Dengan Omset Ratusan Juta Tanpa Gelar Sarjana

Sboplaza.com – Nurshoffa Mujahidah, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnis produk muslimnya di Bandung. Sebagai pemilik brand Fenuza, kesuksesan yang kini diraih Nurshoffa Mujahidah tentu didapat dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak jarang dapat menguras air mata. Sedari kecil, Nurshoffa Mujahidah adalah seorang pemimpi yang beruntung dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta karena beasiswa. Sekolah tempat ia belajar dahulu, adalah sekolah dengan mayoritas orang – orang berada. Melihat mobil pribadi yang lalu lalang di halaman sekolah tentu bukanlah hal yang asing bagi Nurshoffa Mujahidah.

Tidak seperti teman – teman di sekolahnya yang banyak mendapat kemudahan dari orang tuanya. Nurshoffa Mujahidah justru harus berjuang keras untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya. Misalnya saja, ketika Nurshoffa Mujahidah ingin mendapatkan uang jajan. Ia perlu mengupayakannya seorang diri.

Selain itu, karena terdapat perbedaan jenjang social antara dirinya dan teman – temannya. Tak jarang, Nurshoffa Mujahidah selalu mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman – temannya. Seperti diledek, dijauhi, dibully dan sebagainya. Akhirnya, teman terbaik Nurshoffa Mujahidah adalah pensil dan kertas. Disanalah ia sering menuliskan beragam mimpi dan cita – cite terbaiknya. Dalam hatinya, ia selalu bertekad untuk dapat merubah nasibnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Nurshoffa Mujahidah sudah sering berjualan di sekolah. Namun, dikarenakan sekolah swasta melarang muridnya untuk berjualan. Alhasil, Nurshoffa Mujahidah seringkali berjualan secara sembunyi – sembunyi ke adik kelas. Karena teman sekelasnya lebih sering membully dirinya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Nurshoffa Mujahidah menduduki jenjang pendidikan tingkat Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ). Ia sangat bersyukur karena teman – teman di sekolahnya begitu ramah dan bersahabat. Maka dari itu, kini Nurshoffa Mujahidah meneruskan kembali perjuangannya untuk jualan keripik dan berbagai snack pada teman – temannya demi mendapatkan uang jajan.

Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah & Zara

Selepas lulus dari bangku Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ), Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk menikah dengan pria yang sederhana. Di awal pernikahannya, Nurshoffa Mujahidah harus menjalani berbagai peran sekaligus yakni menjadi seorang istri, menjadi mahasiswi dan menjadi guru di tempat bimbingan belajar.

Demi memperbaiki kehidupan perekonomiannya, suami dari Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka usaha ayam fried chicken. Dengan tujuan, agar Nurshoffa Mujahidah dapat focus menyelesaikan kuliahnya. Berharap usaha yang dirintisnya dapat memberikan keuntungan, akhirnya keduanya meminjam uang ke bank belasan juta untuk menggadaikan motornya. Selama 2 tahun, Nurshoffa Mujahidah berjuang untuk menjalankan bisnis ayam fried chickennya meskipun hanya dengan bermodalkan ilmu yang sangat minim di bidang bisnis. Namun sayangnya, usaha tersebut tidak dapat berbuah manis.

Suatu ketika, di bulan Juni 2013. Nurshoffa Mujahidah melahirkan anak pertamanya secara Caesar yang kemudian diberinama Zara. Untuk membayar biaya melahirkannya, akhirnya Nurshoffa Mujahidah dan suaminya menjual gerobak dan berbagai perabotan yang digunakan Nurshoffa Mujahidah untuk berjualan fried chicken.

Akhirnya, di tahun 2013. Nurshoffa Mujahidah bersama suami memutuskan untuk hijrah ke kota Bandung dalam rangka menerima tawaran kerja yang diajukan kakak dari Nurshoffa Mujahidah. Untuk menerima tawaran tersebut, Nurshoffa Mujahidah mengorbankan kuliahnya.

Selama di Bandung, Nurshoffa Mujahidah sering diajak kakaknya untuk meeting bersama klien dan para pebisnis. Dan tentunya, seringnya bertemu dengan para pebisnis yang hebat membuat Nurshoffa Mujahidah semakin termotivasi untuk mewujudkan semua mimpi – mimpinya.

Setelah 2 bulan menetap di Bandung, akhirnya suami dari Nurshoffa Mujahidah berhasil diangkat menjadi karyawan tetap untuk menjalankan amanah sebagai kepala produksi di Dhikr Clothes, perusahaan milik kakak dari Nurshoffa Mujahidah.

Hingga akhirnya, di bulan Agustus 2013. Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka online shop. Berkat perjuangannya yang gigih itulah yang kemudian pada akhirnya menghantarkan Nurshoffa Mujahidah pada kesuksesan di bulan Desember 2013. Sehingga akhirnya Nurshoffa Mujahidah dapat melunasi seluruh hutang – hutangnya di bulan Desember 2013.

Berbekal semangat juang yang tinggi untuk merubah nasib, akhirnya Nurshoffa Mujahidah kembali membuka “Rumah Zafira”. Online shop yang menjual aneka produk seperti wall sticker, kaos keluarga dhikr clothes, sabuk bonceng tifla, jilbab afra dan gamis. Nurshoffa Mujahidah selalu berupaya untuk memperluas jaringannya, hingga pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang teman yang telah menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dari sanalah kemudian Nurshoffa Mujahidah mulai mengasah usahanya lebih baik lagi. Ia berupaya untuk menerapkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) agar pondasi bisnisnya semakin kokoh.

Tak lupa, selain memperkuat pondasi bisnisnya dengan ilmu. Nurshoffa Mujahidah juga kerap kali meminta doa pada orang tua dan mertuanya agar rezekinya diberi kelancaran. Dengan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya omset bisnis Nurshoffa Mujahidah melonjak tajam di angka 4 – 8 juta per bulan.

Suatu ketika di bulan Februari 2015. Nurshoffa Mujahidah iseng belanja bahan katun shabby chic yang cantik. Saat itu ia memutuskan untuk membeli 10 meter kain katun. Sesampainya di rumah, Nurshoffa Mujahidah sempat bingung untuk memanfaatkan kain katun tersebut. Hingga akhirnya tanpa kesengajaan, Nurshoffa Mujahidah menggunakan kain katun yang dibelinya untuk dijadikan mukena.

Baca Juga : Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia, Dua Bersaudara yang Sukses Berbisnis Hijab Bermodalkan Instagram

Tak disangka, respon yang datang dari pelanggan begitu banyak. Hingga akhirnya, produk mukena katun jepang dengan brand Fenuza yang merupakan singkatan nama suami dari Nurshoffa Mujahidah yakni Ferdi, dirinya dan anak keduanya yakni Zara. Dari produk Fenuza, Nurshoffa Mujahidah berhasil melejitkan omset hingga 50 juta setiap minggunya. Sungguh luar biasa!


  • 0
Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Sally Mitha, Pebisnis Sukses yang Melejitkan Bisnisnya Melalui Iklan Berbayar

Sboplaza.com – Sally Mitha, Pebisnis online yang memulai debut bisnisnya di tahun 2012. Pada awalnya, Sally Mitha menjalankan bisnisnya sekedarnya saja. Namun, hal itu kerap disesalinya karena tanpa arahan yang jelas mengenai ilmu berbisnis online. Bisnisnya tersebut tidak mengalami perkembangan sama sekali. Lalu, suatu ketika Sally Mitha memutuskan untuk mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani.

Dari sana, ia banyak mendapatkan ilmu bisnis online yang tidak ia pahami sebelumnya. Setelah mendapat banyak hal baru yang didapatnya dari hasil menimba ilmu di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Mulailah Sally Mitha mempraktekan semua hal yang telah dipelajarinya.

Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Salah satu ilmu yang pernah dipelajarinya adalah beriklan di facebook. Bahkan tak tanggung – tanggung, ibu rumah tangga yang berbisnis di bidang hijab dan aneka jarum ini juga menganggarkan anggaran yang cukup besar untuk memasarkan produk hijab dan aneka jarum yang dimilikinya.

Bagi Sally Mitha, jika sesuatu diniatkan untuk sambilan, maka hasil yang didapatnya pun akan sambilan juga. Itulah alasan mengapa Sally Mitha sangat antusias mengikuti workshop yang diadakan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan membeli banyak buku yang menunjang bisnisnya. Alhasil, ketekunan yang dijalaninya berbuah manis.

Baca Juga : Dianari Lauza, Pebisnis Sukses yang Mengawali Bisnisnya Karena Desakan Teman

Hal itu terbukti dari peningkatan omset bisnisnya yang luar biasa. Sangat berbeda tentunya dengan saat ia menjalankan bisnis di tahun 2012-an. Dari kesimpulan yang dapat dipetik dari perjalanan bisnis Sally Mitha, kita mengetahui pentingnya mengawali sesuatu dengan tekad yang kuat. Karena hasil terbaik, hanya akan diberikan kepada seseorang yang selalu mengupayakan sesuatu dengan baik.