Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

  • 0
Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Sboplaza.com – Verlinawati, seorang ibu rumah tangga dari dua orang anak yakni Nasywa dan Nisa. Untuk pertama kalinya, Verlinawati mengawali bisnisnya di bulan Januari 2008. Saat itu Verlinawati sempat mendapati masalah keluarga yang mengharuskan dirinya untuk move on dan mengalihkan pikirannya dari hal – hal negative yang justru akan menjerumuskan dirinya ke dalam jurang keterpurukan lebih lama lagi.

Verlinawati memutuskan untuk berjualan di facebook. Saat itu memang masih segelintir orang yang berjualan di facebook. Bermodalkan uang senilai 8 juta, Verlinawati menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya dengan cara membeli laptop second beserta baju – baju yang hendak ia jual. Dan uang senilai 8 juta tersebut rupanya didapat dari hasi menjual motor milik suami.

Dengan tekad yang kuat, Verlinawati bersama sang suami dan kedua anaknya yang saat itu masih balita berkunjung ke tanah abang menggunakan kereta jurusan Bekasi – Tanah Abang. Moment tersebut dimanfaatkan oleh Verlinawati untuk mendapatkan baju – baju dari berbagai model dan merk yang layak untuk dijual nantinya. Setiap pulang belanja, Verlinawati selalu mengukur dan melakukan quality control pada baju – baju tersebut.

Bahkan tak jarang, Verlinawati seringkali melewatkan aktivitas tidur di malam hari demi aktivitas tersebut. Alasan Verlinawati tentu sangat sederhana, ia hanya ingin mengetahui secara detail produk yang ia jual tersebut. Sehingga dia dapat dengan mudah menguasai wawasan produk dari baju – baju yang dibelinya itu.

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Verlinawati bersama keluarga

Usai melewati proses pengukuran dan quality control, Verlinawati langsung memotret foto – foto tersebut dengan mengandalkan manikin atau patung setengah badan yang dimilikinya. Selanjutnya, Verlinawati menguploadnya di facebook Nasywa Galeri.

Verlinawati mengakui bahwa aktivitas tersebut cukup melelahkan namun Verlinawati sangat bersyukur bahwa kerja kerasnya tersebut akhirnya dapat terbayarkan. Karena tepatnya di tahun 2010, banyak konsumen Verlinawati yang mendaftarkan diri sebagai reseller. Bagi Verlinawati pribadi, hal itu menjadi tantangan sendiri dimana ia harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan barang – barang yang tidak pasaran di Tanah Abang.

Hingga pada akhirnya Verlinawati bertemu dengan temannya yang memiliki konveksi. Mulai terfikir untuk dapat mengambil baju dari konveksi tersebut. Verlinawati pun langsung membuka P.O atau Pre Order. Alhasil, respon yang didapatnya sangat bagus dan menyenangkan. Dari tahun 2010 hingga bulan September 2013, Verlinawati masih menggunakan jasa makloon untuk kebutuhan baju yang dijualnya.

Tak ingin berhenti berimprovisasi dalam bisnis, di tahun 2013 Verlinawati kemudian memutuskan untuk membuat baju sendiri dengan merk sendiri. Verlinawati menyadari bahwa perpindahan dari makloon menjadi konveksi sendiri cukup membuatnya stress. Karena mau tak mau, Verlinawati harus memutar otaknya agar dapat berfikir untuk mencari ahli pola potong kain hingga penjahit.

Dahulu brand yang dimiliki Verlinawati bernama Nasywa. Saat launching untuk pertama kalinya, brand Nasywa langsung mengeluarkan 7 model baju dengan bahan spandek rayon. Agar produk yang dilaunching bisa mendapatkan sambutan positif dari calon konsumen, Verlinawati menganggarkan budget senilai 9 juta demi kualitas foto terbaik.

Bersyukur, semua itu terbayarkan juga. Terlihat dari banyaknya orang yang mendaftarkan diri sebagai agen dan reseller. Namun seminggu kemudian setelah melaunching produknya, ternyata di Tanah Abang juga ada yang memproduksi baju yang sama persis dengan menggunakan foto yang sama persis dengan yang dimiliki Verlinawati dan harga yang ditawarkannya lebih murah. Hal ini tentu membuat Verlinawati patah hati saat menerima kenyataan tersebut.

Tak ingin terlarut dalam kesedihan, Verlinawati pun kembali menaruh titik fokusnya pada bisnisnya yaitu Nasywa. Hingga suatu ketika Verlinawati mendapat telepon dari owner brand Nasywa yang meminta agar nama brand Verlinawati diganti. Hal itu memberikan jawaban bagi Verlinawati mengapa saat mendaftarkan merk di lembaga HKI ( Hak Kekayaan Intelektual ), nama Nasywa tak bisa didaftarkan. Akhirnya Verlinawati memutuskan untuk mengganti brand nya dengan nama Nasywanisa yang merupakan akronim dari nama kedua anaknya yakni Nasywa dan Nisa.

Baca juga : Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

Di tahun 2014, Verlinawati harus mendapati kenyataan pahit saat mengetahui bahwa terdapat 1000 stock mati pada bisnsinya. Dimana stock tersebut entah harus dibagaimanakan lagi. Kesedihan tersebut sempat membuat Verlinawati mengurung diri di kamar. Hingga suatu hari Verlinawati melihat terdapat informasi workshop dari TDA Bandung. Mendapati informasi tersebut, Verlinawati langsung berbenah diri untuk mencari motivasi.

Tak hanya itu, Verlinawati yang merupakan alumni dari SBO ( Sekolah Bisnis Online ) juga semakin memperdalam ilmu bisnisnya. Alhasil, keadaan pun berangsur – angsur membaik. Omsetpun semakin meningkat. Hingga kini, Verlinawati tak pernah berhenti berusaha untuk menjalankan bisnis di bidang fashionnya tersebut. Karena Verlinawati meyakini bahwa menyerah tak akan mampu mengubah apapun dari dalam dirinya.


  • 0
Cerita Sukses Najmi Nurul Haq yang Menjual Mahar Pernikahannya Demi Amily Hijab

Cerita Sukses Najmi Nurul Haq yang Menjual Mahar Pernikahannya Demi Amily Hijab

Sboplaza.com – Najmi Nurul Haq, sosok luar biasa yang akrab disapa dengan sebutan Ami adalah pemilik Amily Hijab. Toko online yang menawarkan aneka ragam hijab berkualitas. Awalnya, Najmi Nurul Haq merintis Amily Hijab bersama sahabatnya saat duduk di bangku universitas. Namun, Najmi Nurul Haq mengakui bahwa saat itu dirinya belum fokus untuk merintis Amily Hijab. Hal itu terjadi karena Najmi Nurul Haq harus menyelesaikan skripsi dan hendak menikah.

Bersamaan dengan itu, teman kuliah dari Najmi Nurul Haq yang menjadi partner bisnis Amily Hijab juga hendak menikah dan mengikuti suami ke Kalimantan. Saat itu, sudah dapat dipastikan bahwa nasib dari Amily Hijab cukup membingungkan.

Akhirnya sebelum teman dari Najmi Nurul Haq ke Kalimantan, Najmi Nurul Haq bermusyawarah dan membicarakan masa depan Amily Hijab ke depannya. Mengingat saat itu kas Amily Hijab benar – benar nol rupiah. Yang ada hanyalah asset berupa khimar dan gamis. Dari musyawarah tersebut, sampailah pada satu keputusan dimana Najmi Nurul Haq harus berpisah dengan temannya namun Amily Hijab harus tetap berlanjut.

Najmi Nurul Haq pun akhirnya mulai melanjutkan perjuangan Amily Hijab sendirian. Saat itu memang Najmi Nurul Haq menjalankan Amily Hijab bersamaan dengan kesibukan mengajarnya di Sekolah Luar Biasa ( SLB ) sedangkan sang suami dari Najmi Nurul Haq berjualan yoghurt di pinggir jalan. Namun, Najmi Nurul Haq selalu meyakini bahwa Allah tentu tak pernah salah dalam memberikan rezekinya.

Malangnya, 1 bulan kemudian. Bisnis penjualan yoghurt terpaksa harus gulung tikar. Lepas dari predikat sebagai pedagang yoghurt, akhirnya suami dari Najmi Nurul Haq diterima kerja sebagai wartawan di salah satu media cetak di Tasikmalaya. Dari sana, semakin tumbuhlah tekad untuk menjadi mandiri dan tidak bergantung pada orang tua.

Cerita Sukses Najmi Nurul Haq yang Menjual Mahar Pernikahannya Demi Amily Hijab

Najmi Nurul Haq Bersama Sang Suami

Najmi Nurul Haq bersama sang suami mulai berfikir keras agar Amily Hijab dapat menghasilkan. Walau dengan berat hati, akhirnya Najmi Nurul Haq menjual harta satu – satunya yaitu mahar pernikahan demi keperluan modal Amily Hijab. Dengan mata berkaca-kaca dan langkah yang menjuntai, Najmi Nurul Haq bersama sang suami menuju toko emas untuk menjual mahar pernikahan keduanya.

Setelah menjual mahar pernikahannya, Najmi Nurul Haq langsung membeli beberapa roll kain untuk keperluan produksi hijab. Sisanya, digunakan untuk keperluan rebranding seperti kebutuhan jasa desain logo, packaging dan sebagainya. Uang modal tersebut diputar sedemikian rupa, demi mencukupi kebutuhan sehari – hari.

Suatu ketika Najmi Nurul Haq mendapatkan kabar baik berupa kehamilannya. Di tengah kondisi yang sering mabok, akhirnya Najmi Nurul Haq merekrut 1 orang admin untuk menerima pemesanan dan 1 orang lagi untuk keperluan Quality Unit Control ( QUC ) dan packing. Berawal dari perekrutan 2 orang karyawan tersebut, omset Amily hijab mulai menanjak sedikit demi sedikit. Karyawan Najmi Nurul Haq fokus untuk menangani seputar pemesanan sedangkan suami dari Najmi Nurul Haq fokus di bidang pemasaran atau marketing.

Kemudian Allah takdirkan Najmi Nurul Haq bertemu dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Najmi Nurul Haq pun memantapkan hati untuk mengikuti program yang ada di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Setiap materi yang didapat, langsung Najmi Nurul Haq terapkan pada admin – adminnya. Dan hasilnya sungguh menakjubkan. Percepatan omsetpun semakin meningkat.

Diluar perkiraan, Najmi Nurul Haq mendapatkan kabar buruk bahwa ibu mertuanya mengalami kanker payudara stadium 3. Najmi Nurul Haq bersama sang suami harus kembali memutar otak agar dapat membiayai pengobatan orang tuanya. Lalu suami dari Najmi Nurul Haq pun memutuskan untuk resign dari kantor media cetak tersebut dan mengerahkan semua fokusnya pada Amily Hijab. Dari sana mulailah timbul energy bisnis full time.

Sampai pada suatu situasi dimana 2 orang karyawannya kewalahan dalam menangani pemesanan. Lalu Najmi Nurul Haq bersama sang suami memutuskan untuk merekrut 1 orang karyawan lagi. Dan siklus tersebut terus berlanjut seiring pencapaian omset yang semakin meningkat.

Di usia kehamilan yang mencapai angka 8 bulan, Najmi Nurul Haq semakin memfokuskan diri pada Amily Hijab. Semua itu dilakukan dalam upaya menabung untuk biaya persalinan buah hati Najmi Nurul Haq bersama sang suami. Namun, Allah pun menguji kembali hambanya dalam sebuah tragedi yang mengejutkan.

Najmi Nurul Haq dihadapkan kenyataan bahwa ayah mertuanya mengalami kecelakaan. Dan pada saat itu, hanya Najmi Nurul Haq dan sang suami yang memegang uang ( uang tabungan persalinan). Akhirnya uang persalinan tersebut Najmi Nurul Haq gunakan utuk keperluan biaya pengobatan kecelakaan ayah mertuanya.

Baca : Curahan Hati Dewi Indra Yanti, Pemilik Dinti Shop yang Berhasil Raup Omset Puluhan Juta

Pada H-7 sebelum melahirkan Najmi Nurul Haq benar – benar tidak memegang uang untuk keperluan persalinan. Namun, Najmi Nurul Haq mengembalikan semua rasa takutnya pada Allah swt. Najmi Nurul Haq yakin bahwa Allah akan memberikan jalan keluar terbaik bagi dirinya.

Hingga akhirnya sampailah pada hari H persalinan, Najmi Nurul Haq terpaksa harus menjalani operasi Caesar karena posisi bayi melintang dan ketuban pecah terlebih dahulu. Selama 4 hari, Najmi Nurul Haq harus mendekam di Rumah Sakit pasca operasi. Ternyata, orderan Amily Hijab sangat banyak. Alhasil, Najmi Nurul Haq dapat membiayai biaya persalinannya. Sungguh pertolongan Allah teramat dekat.

Sejak hal itu, Najmi Nurul Haq semakin meyakini bahwa keajaiban Allah akan selalu ada. Tak hanya itu, Najmi Nurul Haq juga bersyukur saat ini Amily Hijab telah memiliki karyawan di kantor sebanyak 8 orang dan tim produksi sebanyak 35 orang. Ratusan agen dan reseller aktif juga telah tersebar di dalam maupun luar negeri. Sungguh mengagumkan.


  • 0

Lika Liku Perjuangan Bisnis Dety Nudiyati, Pemilik Ruman Hijab yang Menginspirasi

Sboplaza.com – Dety Nudiyati, pemilik Ruman Hijab yang menawarkan rangkaian fashion muslim terkini untuk anak dan dewasa. Nama Ruman sendiri terinspirasi dari tokoh ummul mukminin, ibunda dari Siti Aisyah, Istri Abu Bakkar As-Shiddiq. Untuk itu, Dety Nudiyati selaku pemilik brand fashion Ruman berharap bahwa pemakai produk Ruman dapat setangguh dan secemerlang ibunda dari Siti Aisyah tersebut.

Sebelum memutuskan untuk berbisnis di bidang fashion muslim, Ruman Hijab. Dety Nudiyati pernah membuka toko pakaian di Cirebon. Namun, dikarenakan daya beli yang sangat rendah. Maka Dety Nudiyati terpaksa menutup tokonya tersebut.

Selanjutnya, Dety Nudiyati mencoba peruntungan lain dengan berbisnis online di bidang pakaian. Dan pada saat itu, Dety Nudiyati mempercayakan suppliernya dari Bandung. Terlebih lagi, sang suami juga masih mengajar di Bandung. Sehingga setiap pulang dari Bandung, suami dari Dety Nudiyati lah yang selalu membawa barang pesanan konsumen.

Dengan sangat bersyukur, konsumen Dety Nudiyati telah berhasil merambah ke mancanegara seperti Taiwan, Singapura, Brunei Darussalam, Hongkong dan Malaysia. Meskipun jumlahnya belum banyak namun konsumennya rutin melakukan pemesanan pada Dety Nudiyati.

Bagi Dety Nudiyati tentu hal ini dapat menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih lagi, saat itu ia tinggal di sebuah tempat yang belum cukup memiliki koneksi internet yang baik. Selain itu, penyedia jasa pengiriman barang juga cukup jauh ditempuh dari rumahnya.

Maka dari itu, satu – satunya kendala bisnis Dety Nudiyati adalah terkait masalah pengiriman. Karena pengiriman ditujukan untuk ke luar negeri, maka pengiriman harus dikirim ke Jakarta terlebih dahulu. Barulah barang dapat dikirim langsung ke luar negeri.

Lika Liku Perjuangan Bisnis Dety Nudiyati, Pemilik Ruman Hijab yang Menginspirasi

Dety Nudiyati

Tanpa terduga, Dety Nudiyati mendapatkan tawaran sebagai agen jasa pengiriman. Hingga pada akhirnya ia menerima tawaran tersebut dan menjalankan bisnis barunya sebagai agen jasa pengiriman. Akan tetapi, bisnis tersebut harus mengalami kebangkrutan sebelum genap berusia 1 tahun.

Kemudian Dety Nudiyati kembali memfokuskan diri di bidang fashion. Dan demi kelancaran bisnis yang dibangun, Dety Nudiyati memutuskan untuk pindah ke Bandung. Selama di Bandung, Dety Nudiyati menjalankan bisnis sebagaimana mestinya. Pemesanan dari konsumen berjalan dengan lancar baik konsumen dari luar negeri maupun dalam negeri.

Akan tetapi, dibalik kelancaran bisnis tersebut. Masih ada tanda tanya yang mengusik benaknya. Yakni mengapa bisnis yang dijalankan seolah tidak ada hasilnya. Bahkan seringkali gaji suami digunakan untuk menyuntik kebutuhan bisnis.

Berada dalam kondisi tersebut, tentu membuat Dety Nudiyati merasa tak nyaman. Hingga pada akhirnya Dety Nudiyati mulai menganalisa dan mencari tahu apa yang terjadi. Dan ditemukanlah penyebab dari masalah keuangan bisnisnya. Masalah tersebut tak lain dan tak bukan adalah karena Dety Nudiyati ‘terlalu senang’ mendapatkan pelanggan dari luar negeri.

Sehingga Dety Nudiyati cenderung melakukan apapun secara berlebihan untuk membuat pelanggannya merasa nyaman saat berbelanja. Misalnya dengan memberikan bonus dan fasilitas yang berlebihan. Padahal pelanggan yang Dety Nudiyati layani seringkali rewel berlebihan.

Bagi Dety Nudiyati, tentunya sangat sulit untuk berhenti melayani pelanggan tersebut. Karena pelanggan tersebut rutin melakukan pemesanan dalam jumlah banyak. Namun tak jarang, pelanggan tersebut seringkali membuat Dety Nudiyati merasa stress. Meski dengan berat hati, akhirnya Dety Nudiyati merasa ketenangan yang luar biasa.

Bahkan Dety Nudiyati juga mencari supplier lainnya di Bandung. Alhasil, ia mendapatkan lebih banyak pelanggan dari luar negeri. Saat itu, pelanggan Dety Nudiyati 90% didominasi oleh pelanggan dari luar negeri. Setidaknya, dalam kurun waktu 1 bulan. Ada 100kg paket yang dikirimkan ke Singapura. Tak hanya itu, Dety Nudiyati juga memegang 5 merk UKM Singapura.

Semenjak hal itu, supplier untuk bisnis Dety Nudiyati semakin terkenal. Dan saat berada dalam puncaknya, suppliernya tiba – tiba saja berubah. Mulai mengalami keterlambatan untuk merealisasikan pesanan bahkan ada pesanan yang tidak dikerjakan dan lebih fokus pada pelanggannya yang melakukan pemesanan tanpa perantara.

Dengan berat hati, akhirnya Dety Nudiyati memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan supplier tersebut. Menyedihkan memang, mengingat uang yang dimiliki terkuras habis bahkan pelanggan yang dikumpulkan bertahun – tahun harus hilang. Dalam kondisi terpuruk itu, Dety Nudiyati memutuskan untuk membangun Ruman Hijab pada awal tahun 2015.

Setelah berjuang kesana kemari. Di bulan Maret 2015, produk pertama dari Ruman Hijab pun lahir. Bahkan penjualan kerudung segi empat di Ruman Hijab mencapai angka lebih dari 10.000 pcs. Dan yang menjadi puncak syukur bagi Dety Nudiyati adalah saat ini Ruman Hijab telah memiliki karyawan dan penjahit sendiri.

Dari perjalanan bisnisnya, Dety Nudiyati menyimpulkan bahwa bisnis itu layaknya kehidupan. Ada suka, maupun duka juga ada untung maupun rugi. Kemudian, fokuskan diri pada solusi. Terkadang tantangan seringkali menyakitkan namun percayalah bahwa semuanya memiliki solusi. Durasi sedih dan terpuruk itu tergantung pada kecepatan kita mencari solusi.

Kemudian, dalam keadaan terpuruk sekalipun. Hal penting yang harus dilakukan adalah bergerak, tetap bergerak dan jangan menyerah. Karena dengan bergerak kita akan menemukan jalan. Dan satu hal yang membuat bisnis kita tutup adalah karena menyerah.

Baca juga : Belajar Dari Kegagalan Bisnis Dini Maryani, Pebisnis Karpet Karakter yang Sukses

Sesulit apapun bisnis, kalau tetap dipertahankan pasti akan tetap jalan. Terakhir, mesin bisnis yang utama adalah diri sendiri. Supplier, mitra dan reseller bisa dating dan pergi. Hal tersebut fitrah dan lumrah. Maka dari itu, jangan terfokus pada satu atau dua supplier, mitra dan reseller yang dimiliki. Dunia terlalu luas untuk kita batasi.


  • 0

Ina S Erwanda, Ibu Rumah Tangga Yang Sukses Menggeluti Bisnis Konveksi

Sboplaza.com – Ina S Erwanda, Ibu rumah tangga dengan tiga orang anak ini pada awalnya berprofesi sebagai seorang pengacara. Akan tetapi, Ina S Erwanda memutuskan untuk resign sebagai pengacara dan mengikuti suami yang bekerja mengelola pabrik kayu hingga trading. Setelah itu, Ina S Erwanda dan sang suami kembali berhijrah ke Bandung dengan bermodalkan uang Rp. 500.000,- saja.

Saat itu, Ina S Erwanda dan sang suami tinggal sementara waktu di rumah kakak dari Ina S Erwanda selama 2 bulan hingga pada akhirnya Ina S Erwanda dan sang suami berhasil mengontrak rumah. Saat itulah untuk pertama kalinya Ina S Erwanda mencoba untuk berjualan online seperti manet, zea dll.

Tak hanya itu, Ina S Erwanda juga bergabung di milis, dari sanalah Ina S Erwanda mendapatkan pesanan konveksi dari sebuah perusahaan. Karena selain jualan online, Ina S Erwanda juga berbisnis konveksi secara makloon. Tanpa rasa ragu, saat itu Ina S Erwanda dan sang suami berjuang untuk mewujudkan pesanan seragam kerja.

Ina S Erwanda Bersama Sang Buah Hati

Ina S Erwanda Bersama Sang Buah Hati

Pada saat proses produksi, konveksi yang sempat dipercayakan Ina S Erwanda baru menyelesaikan beberapa potong pakaian. Padahal deadline waktu yang dimiliki tinggal sedikit lagi. Melihat kenyataan tersebut, Ina S Erwanda merasa panik karena konveksi tersebut baru menyelesaikan beberapa potong saja. Sedangkan pihak perusahaan, menginginkan seragam kerjanya segera terselesaikan.

Ina S Erwanda akhirnya berjuang hingga terjun langsung di bagian produksi, mulai dari packing, quality control dan sebagainya. Hal itupun membuat Ina S Erwanda harus pulang jam 4 subuh setiap hari. Namun, dibalik kesulitan yang menghadangnya. Ina S Erwanda mendapatkan banyak ilmu yang sangat berharga.

Setelah perjuangannya tersebut, akhirnya seluruh seragam kerja dapat terselesaikan meskipun sedikit melebihi dari waktu yang ditargetkan. Pada saat mengirimnya ke Jakarta, ternyata pihak perusahaan yang selama ini berkomunikasi dengan Ina S Erwanda adlaah owner dari perusahaan logistik yang cukup besar di Jakarta.

Usai menyelesaikan pesanan pertama dari perusahaan logistik tersebut, Ina S Erwanda mencari tempat makloon lainnya karena pesanan mulai berdatangan. Ina S Erwanda selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengaku perjuangannya dalam dunia bisnis konveksi mendapatkan tanggapan yang positif. Dan kini Ina S Erwanda telah berhasil membuka konveksi sendiri.

Baca Juga : Dian Aryani, Distributor RaZha yang Suses Berbisnis Dari Dalam Rumah

Terlebih lagi, Ina S Erwanda juga mengaku bersyukur dengan kehadiran Sekolah Bisnis Online yang banyak memberikan ilmu bermanfaat yang mampu menunjang perkembangan bisnisnya.


  • 0
Dinii Fitriyah, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Sepak Terjang Dunia Bisnis Dinii Fitriyah, Pebisnis Aksesoris Dengan Omset 90 Juta

Sboplaza.com – Dinii Fitriyah, pemilik toko online Galerihellokitty.com yang menjual aneka pernak pernik karakter, barang – barang unik, perlengkapan ulang tahun, tas anak, sprei, gorden dll. Bicara mengenai bisnis, Dinii Fitriyah mengakui bahwa bisnis pernak pernik yang saat ini ditekuninya bukanlah bisnis pertama yang dijalankan.

Sebelumnya, di tahun 2002. Dinii Fitriyah mulai mengawali bisnisnya dengan membuka konter Handphone dengan 4 cabang besar di Cirebon. Seiring berjalannya waktu, kehadiran konter handphone semakin menjamur dimana – mana.

Alhasil, profit yang didapatnyapun menjadi menurun. Terlebih lagi, menyadari bahwa setiap orang kini lebih memilih mengganti handphone daripada mengganti casing handphone. Selain itu, tak ada lagi isi lagu, penguat sinyal dan isi game. Hal tersebut kemudian berimbas pada konternya yang tutup di tahun 2006.

Tak ingin menyerah dengan keadaan, Dinii Fitriyah mencoba untuk membuka usaha fotocopy dan alat tulis kantor ( ATK ) namun sayangnya hal itu hanya bertahan selama 1 tahun. Dan di tahun 2007, Dinii Fitriyah nekat pindah ke Indramayu dan membuka toko komputer besar disana. Awalnya, semua berjalan dengan baik.

Hingga pada akhirnya di tahun 2010, Dinii Fitriyah harus menerima kenyataan pahit karena bayinya meninggal. Hal itu cukup meninggalkan luka mendalam di hatinya, hingga membuat Dinii Fitriyah sempat tak ingin bertemu dengan siapapun selama beberapa waktu.

Dinii Fitriyah, Pebisnis Aksesoris yang Sukses

Dinii Fitriyah

4 bulan berlalu setelah bayinya meninggal, Dinii Fitriyah mencoba untuk bangkit dan meneguhkan semangat juangnya untuk melanjutkan toko komputernya hingga memiliki 3 cabang yang besar. Namun lagi – lagi di penghujung tahun 2013, badai kehidupan kembali menghantam.

Dikarenakan manajemen yang kurang baik, Sumber Daya Manusia ( SDM ) yang kacau, musibah yang datang beruntun termasuk suaminya yang mengalami kecelakaan. Dinii Fitriyah harus mendampingi suaminya tersebut. Terlebih lagi, Dinii Fitriyah juga mengalami pendarahan yang seharusnya membuat ia harus beristirahat.

Saat itu, ada pengadaan barang senilai 500 juta di Kalimantan. Itulah peluang yang kemudian dimanfaatkan karyawan yang curang dalam memanfaatkan situasi. Karena hal itu, Dinii Fitriyah harus mengalami kerugian mencapai ratusan juta.

Dinii Fitriyah mencoba untuk mempertahankan bisnis komputernya. Namun, situasi yang tidak mendukung serta kondisi mata uang dollar yang tak membaik. Ditambah lagi, omset yang terus mengalami penurunan. Terpaksa membuat Dinii Fitriyah dengan berat hati harus menutup bisnis komputernya.

Kemudian Dinii Fitriyah mencoba untuk membuka warung makan, pecel lele, rental mobil, antar jemput anak sekolah dan toko kerudung. Dari semua bisnis tersebut, Dinii Fitriyah mengalami kegagalan yang membuatnya banyak belajar. Terlebih lagi, ia juga pernah kehilangan mobil selama 4 bulan karena dibawa lari seorang peminjam. Namun alhamdulillah kembali meski hanya sebulan karena berikutnya ditarik pihak leasing karena tidak bisa membayar cicilan.

Bermodalkan uang hasil lelang komputer, Dinii Fitriyah memberanikan diri untuk kembali membuka bisnis di bidang pernak pernik dan aksesoris. Meskipun pendapatan yang didapat hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari.

Suatu ketika, Dinii Fitriyah tanpa sengaja melihat facebook Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Tanpa ragu, Dinii Fitriyah segera berkunjung ke rumahnya seorang diri. Dinii Fitriyah berupaya untuk mencurahkan segala hal yang dialaminya. Dari pertemuan tersebut, Dinii Fitriyah diajak untuk bergabung dengan komunitas Tangan Di Atas ( TDA ) Bandung.

Semenjak hal itu, benih – benih semangat Dinii Fitriyah mulai tumbuh. Suatu hari Dinii Fitriyah bersama sang suami diajak kakaknya ke UYM untuk bersilaturahim. Dari sanalah, Dinii Fitriyah dan sang suami mulai mengenal riba. Dinii Fitriyahpun akhirnya menyadari bahwa riba menjadi salah satu penyebab usaha yang dijalaninya tidak mengundang keberkahan.

Mengetahui hal tersebut, Dinii Fitriyah akhirnya pasrah untuk menjual ruko yang belum dilunasinya dengan harga jauh dibawah pasaran agar dapat segera terbebas dari jeratan riba. Namun, seringkali Dinii Fitriyah merasa kesulitan dalam menjualnya meskipun telah dijual dengan harga yang murah.

Atas saran dari UYM, akhirnya Dinii Fitriyah bersedekah. Padahal, saat itu Dinii Fitriyah dan sang suami tidak memiliki uang. Satu – satunya harta yang ada adalah motor suami. Akhirnya, motor yang belum lama lunas tersebut disedekahkab pada pesantren.

Bermodalkan keyakinan pada janji Allah, tak lama kemudian ruko pun berhasil terjual meskipun dengan harga yang murah. Dari hasil penjualan ruko, Dinii Fitriyah dan sang suami berupaya untuk melunasi hutang ke bank dan hutang dollar ke supplier. Setelah melunasi semua hutang, bermodalkan uang kurang lebih 85 juta. Dinii Fitriyah dan sang suami menggunakan uang tersebut untuk mengontrak ruko di Majalengka, tambahan modal usaha, refreshing, membagikannya pada orang tua dan anak yatim hingga yang tersisa hanya 30 juta.

Akhirnya uang 30 juta tersebut ditabung untuk membeli mobil sebagai fasilitas Dinii Fitriyah untuk keperluan belanja. Dalam kesehariannya, Dinii Fitriyah terbiasa dengan barang berkarung – karung sehingga kehadiran mobil tentu akan memberikan kemudahan.

Sebelum mendapatkan kontrakan toko, Dinii Fitriyah beserta suami dan tiga orang anaknya pernah tinggal selama 3 bulan di kamar kosan yang sempit. Hanya tidur beralaskan tikar namun setelah melewati proses yang dijalani dengan ikhlas. Akhirnya Dinii Fitriyah beserta keluarga dapat mendapatkan penghidupan yang lebih layak.

Baca Juga : Kisah Perjalanan Bisnis Siti Mukmainah, Pemilik Brand Ximplisiti yang Sangat Inspiratif

Meski pada awalnya, Dinii Fitriyah tidak berniat untuk menjalankan bisnis online. Namun karena keterbukaan dirinya untuk mempelajari serta mempraktekkan ilmu yang ada di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) kini Dinii Fitriyah dapat meraih omset hingga 90 juta perbulan dari usaha pernak pernik dan aksesoris yang dijalankannya dengan dibantu 5 orang karyawan.


  • 0
Contoh Produk di Happy Label Indonesia

Hepi, Pemilik Happy Label Indonesia yang Menginspirasi

Sboplaza.com – Hepi, seorang ibu rumah tangga yang pada awalnya berkarir di sebuah instansi untuk menempati posisi bagian keuangan. Kini Hepi telah memiliki bisnis sendiri yakni Happy Label Indonesia. Sesuai namanya, Hepi menawarkan kemudahan bagi siapapun untuk pembuatan tas, label baju, kemasan produk dll.

Kisah perjalanan bisnisnya dimulai saat ia tengah bertemu dengan teman – teman lamanya. Dalam pertemuan tersebut, Hepi dan teman – temannya saling berbagi cerita satu sama lain. Setelah mendengar cerita hidup dari teman – teman lamanya, Hepi semakin bertekad untuk membangun sebuah usaha.

Semangatnya dibuktikan dari tekadnya untuk mempelajari banyak hal seperti belajar menjahit, membuat kerajinan tangan, membuat kue, menjual pakaian dan menjual berbagai macam barang. Namun sayangnya, hal tersebut tidak membuahkan hasil. Barang – barang yang dijualnya tidak laku di pasaran.

Hal itu sempat menyurutkan tekadnya, hingga akhirnya Hepi berupaya untuk menjalani kehidupannya sebagai pekerja saja. Hingga suatu hari, ada seorang janda beranak satu yang tengah tinggal di rumah tetangga.

Contoh Produk di Happy Label Indonesia

Contoh Produk di Happy Label Indonesia

Suaminya baru saja meninggal karena sakit yang dideritanya. Dan pada saat itu, ibu tersebut tidak memiliki rumah. Namun, tiba – tiba saja anak perempuannya juga jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan yang cukup besar. Ibu yang telah ditinggal suaminya tersebut telah berhutang kesana kemari.

Saat anak perempuannya berada dalam kondisi kritis, tak satupun yang dapat membantu dari segi keuangan. Singkat cerita, putri dari seorang ibu tadi meninggal dunia karena nyawanya tidak tertolong. Ibu itu marah kepada semua orang karena suami dan anaknya meninggal dunia karena tidak bisa berobat.

Dari sanalah, pintu hati Hepi mulai terketuk karena tidak dapat membantu ibu yang telah ditinggal suami dan anak perempuannya tersebut. Semenjak kejadian tersebut, Hepi kembali bertekad untuk membangun bisnis dengan tujuan untuk memperbaiki diri dan agar dapat membantu orang lain.

Karena niat mulia tersebut, Hepi mendapatkan kemudahan dari Allah swt. Suatu ketika ia bertemu dengan beberapa teman yang memiliki usaha sendiri. Hepi banyak mendapatkan tawaran keagenan secara online maupun offline. Mulai dari sprei, bola – bola plastik, karet dll.

Dikarenakan saat itu Hepi masih bekerja di sebuah instansi, akhirnya Hepi memutuskan untuk melakukan pemasaran secara online saja. Dan kegagalan terdahulu pun kembali terulang, Hepi kembali gagal dalam membangun usaha.

Ia pun menyadari bahwa hal ini dapat terjadi karena ia berjualan tanpa memahami ilmunya. Akhirnya Hepi mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) untuk keperluan pembuatan tas, label dan kemasan produk.

Baca Juga : Dian Tres Hijas, Pebisnis Baju Renang Muslimah yang Sukses Berkarir Di Dalam Rumah

Dari Sekolah Bisnis Online (SBO), Hepi banyak mendapat pemahaman tentang ilmu berbisnis khususnya bisnis secara online. Setelah mempraktekkan ilmu yang didapatnya, terjadi peningkatan dalam bisnis label yang digelutinya. Sungguh mengesankan bila mengingat kegagalan bisnis yang pernah ditekuninya.


  • 0
Dian Tres Hijas, Pebisnis Baju Renang Muslimah yang Sukses

Dian Tres Hijas, Pebisnis Baju Renang Muslimah yang Sukses Berkarir Di Dalam Rumah

Sboplaza.com – Dian Tres Hijas, seorang ibu rumah tangga dari dua orang anak yang kini bertempat tinggal di Purwakarta. Di usianya yang telah mencapai kepala tiga, Dian Tres Hijas telah memiliki dua model bisnis yang telah ia jalankan. Yang pertama adalah bisnis offline yang bergerak di bidang supply material alam untuk keperluan pembangunan perkantoran, perumahan ataupun pom bensin dll.

Bisnis tersebut telah digelutinya selama belasan tahun mulai dari tahun 2004. Meski begitu, Dian Tres Hijas tetap memiliki waktu untuk anak – anaknya karena semua pekerjaannya dilakukan dari rumah. Hanya saja, sesekali ia mengunjungi kantor apabila terdapat sesuatu hal yang sangat penting untuk diselesaikan.

Selain bisnis offlinenya tersebut, Dian Tres Hijas juga mulai memfokuskan dirinya untuk berjualan baju renang muslimah di tahun 2012 secara online. Awalnya, Dian Tres Hijas menjadi seorang reseller online hingga akhirnya di tahun 2015, ia dapat menjadi agen. Bisnis baju renang muslimah merupakan jenis bisnis yang sempat diragukannya mengingat kualitas dari baju renang itu menyebabkan harganya dibandrol terlalu mahal menurutnya.

Dian Tres Hijas, Pebisnis Baju Renang Muslimah yang Sukses

Salah satu produk baju renang muslimah dari Dian Tres Hijas

Namun, setelah bergelut lebih dalam di bidang penjualan baju renang muslimah. Akhirnya Dian Tres Hijas mendapatkan respon yang baik di pasaran. Sehingga Dian Tres Hijas semakin optimis untuk berjualan baju renang muslimah.

Untuk memaksimalkan penjualan baju renang muslimah miliknya, Dian Tres Hijas memanfaatkan facebook page dan website saja pada awalnya. Dari sana, Dian Tres Hijas banyak mendapat konsumen yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Jepang dan Amerika Serikat.

Dikarenakan Dian Tres Hijas merasa repot apabila harus mengupdate website dan fanpage facebook. Maka ia juga mencoba memanfaatkan facebook ads dan google adwords. “Sungguh tak terduga, hasil yang didapat cukup memuaskan karena konsumennya benar – benar tertarget.” Ucap Dian Tres Hijas selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Dan kini, Dian Tres Hijas mencoba untuk berjualan di Instagram. Dian Tres Hijas mengakui bahwa followers instagramnya masih sedikit namun selalu ada customer yang melakukan pemesanan di instagramnya.

Dalam upaya untuk meningkatkan omset bisnis onlinenya, Dian Tres Hijas banyak mempelajari ilmu internet marketing melalui google dan mengikuti workshop di Sekolah Bisnis Online ( SBO) salah satunya.

Terlebih lagi workshop di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga ada yang diselenggarakan via online sehingga akan sangat memudahkan bagi Dian Tres Hijas untuk mempelajarinya tanpa harus kehilangan moment berharga bersama suami dan anak – anak karena dapat dipelajari di rumah.

Baca Juga : Shalira Syar’i, Bisnis Busana Muslim yang Dijalankan Secara Berpartner Dengan Niat Syiar

Dalam menjalani bisnisnya, Dian Tres Hijas memiliki dua pedoman bisnis yang hingga hari ini selalu dipegangnya yakni halal dan dapat dikerjakan dari rumah. Hal ini cukup membuktikan pada kita semua bahwa ibu rumah tangga yang meraih kesuksesannya dari rumah bukanlah hal yang mustahil.


  • 0
Dhiah Rully Handayani dan Andari Setiati

Shalira Syar’i, Bisnis Busana Muslim yang Dijalankan Secara Berpartner Dengan Niat Syiar

Sboplaza.com – Shalira Syar’i adalah usaha busana muslim yang dirintis Dhiah Rully Handayani bersama Andari Setiati dengan niat syiar. Selain didukung dengan niar syiar, Shalira Syar’i juga dibekali dengan nilai – nilai penting seperti amanah, santun dan berorientasi ikhirat. Shalira Syar’i sendiri didirikan pada tanggal 4 Desember 2014.

Sejak pertama kali didirikan, Shalira Syar’i adalah bisnis online, sehingga tidak memiliki toko offline melainkan terdapat 23 agen yang tersebar diseluruh Indonesia. Dhiah Rully Handayani mengaku bersyukur karena mendapatkan partner yang memiliki visi misi yang sama sehingga Shalira Syar’i dapat berjalan dengan baik.

Selain itu, pembagian amanah menjadi lebih mudah. Andari Setiati mendapat amanah di bagian produksi, pola bahan dan keuangan. Sedangkan Dhiah Rully Handayani mendapat amanah di bagian marketing, sales, agen, distributor, sosial media dan media partner.

Dhiah Rully Handayani dan Andari Setiati

Andari Setiati ( Kiri ) dan Dhiah Rully Handayani ( Kanan )

Dalam menjalankan bisnisnya, diberlakukan sistem duplikasi ke bawah sehingga Dhiah Rully Handayani hanya perlu menghandle distributor saja lalu dilanjutkan dengan distributor yang menghandle agen – agennya. Dan agen menghandle reseller.

Dhiah Rully Handayani dan Andari Setiati bersyukur telah berhasil memproduksi 800 pcs untuk ibu, bapak dan anak di bulan Ramadhan 2015. Namun, keduanya mengakui bahwa sebenarnya hal itu masih kurang. Sehingga menjadi pelajaran di tahun depan dalam melaksanakan kegiatan produksi.

Berbicara mengenai rahasia kesuksesan dari Shalira Syar’I, dengan senang hati Dhiah Rully Handayani dan Andari Setiati selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengungkapkan bahwa kunci suksesnya dalam berbisnis ialah fokus, komitmen, amanah dan selalu mengharap ridho Allah.

Baca Juga : Harum Prebiana, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Mendongkrak Omset Hingga Puluhan Juta

Semoga dengan keberadaan Shalira Syar’I dapat menjadi ladang amal bagi kita semua untuk dapat senantiasa mengamalkan perintah Allah yang tertera di dalam Q.S Al- Ahzab ayat 59 mengenai kewajiban untuk mengenakan jilbab.


  • 0
Hanur Siradjie Ibu rumah tangga yang sukses berbisnis Directselling

Hanur Siradjie, Potret Ibu Rumah Tangga yang Sukses Karena Bisnis Directselling

Sboplaza.com – Hanur Siradjie, Ibu rumah tangga yang mengawali bisnisnya dengan menjadi reseller popok kain, dropshipper dan Abaca media pendidikan untuk anak. Dalam upaya mengawali karirnya tersebut, Hanur Siradjie mengawalinya semuanya mulai dari nol. Setelah 2 bulan berada dalam merintis bisnis, Hanur Siradjie kembali mempelajari banya hal dengan mengikuti training online. Dan pada saat itu, Hanur Siradjie mengenal bisnis directselling. Selanjutnya di tahun 2014, Hanur Siradjie memutuskan untuk mengikuti berbagai training di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).

Hanur Siradjie Ibu rumah tangga yang sukses berbisnis Directselling

Hanur Siradjie bersama keluarga

Semenjak mengikuti banyak training online, Hanur Siradjie memiliki branding yang tepat bagi Hanur Siradjie beserta tim. Hingga akhirnya Hanur Siradjie memutuskan untuk terjun ke dalam bisnis directselling yakni bisnis yang bergerak di dalam jaringan distribusi. Terdapat pembagian dalam bisnis tersebut diantaranya directselling buku dan media pendidikan untuk anak – anak.

Faktanya, bisnis directselling seringkali dianggap remeh oleh banyak orang. Padahal, bisnis yang satu ini memiliki nilai rupiah yang luar biasa. Di dalam bisnis directselling terdapat 3 pola. Salah satu dari ketiga pola tersebut adalah Multi Level Marketing ( MLM ). Jadi intinya, bisnis directselling adalah bisnis tanpa harus memiliki stock barang.

Berkat ketekunannya dalam menggeluti bisnis directselling yang dilakukannya secara online. Kini Hanur Siradjie telah berhasil menemukan passionnya dalam berbisnis. Yang kemudian, passion bisnis yang digelutinya tersebut menghantarkannya pada omset yang menakjubkan.

Baca juga : Nurina Na Raharjo, Pemilik Brand Nuna Kids yang Raih Kesuksesan Dalam Berbisnis

Hanur Siradjie selalu percaya bahwa segala sesuatu yang digeluti dengan hati tentu akan memberikan kepuasan tersendiri. Dan hal itu dibuktikan dengan kesuksesannya dalam menggeluti bisnis directselling di bidang media pendidikan anak – anak, Abaca.