Cara Praktis Menghitung Harga Jual

  • 0

Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Sboplaza.com – Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Nangis bombay deh kalo udah salah ngitung harga jual  Saya sudah pernah ngalamin, nyesek Mak! Bukannya untung, malah buntung hiiiksss….!

Menurut saya, ada 2 cara untuk menghitung harga jual.
1. Dari harga jual menuju ke harga produksi.
2. Dari harga produksi menuju ke harga jual.

Untuk point 1, yang harus Mak lakukan adalah riset TARGET MARKET dan riset PASAR terlebih dahulu. Berapa sih harga jual di pasaran? Kompetitor jualnya berapa? Bukan berarti kita harus menentukan harga jual dibawah harga kompetitor. Kita bisa saja jual lebih mahal, namun dengan diiringi penambahan VALUE. Sehingga konsumen tetap rela bayar dengan harga lebih mahal, namun mendapatkan manfaat, kebahagiaan dan kepuasan lebih banyak.

Misalnya harga jual di pasaran Rp.100.000.
Ini saya coba bedah dengan potongan diskon di RAZHA.

Reseller disc.20%.
100.000 – 20.000 = 80.000

Agen disc. 30%.
100.000 – 30.000 = 70.000

Ditributor disc.40%.
100.000 – 40% = 60.0000

Maka misalnya distributor membeli ke RAZHA, omset masuknya adalah 60.000. Ini adalah harga terrendah yang masuk ke kas RAZHA.

Dari 60.000 ini harus bisa menutupi:
1. Harga Pokok Produksi
2. Biaya operasional
3. Biaya pengembangan bisnis
4. Biaya penyusutan alat
5. Pajak + Zakat
6. …..
7. ……
8. …..
9. KEUNTUNGAN

Nah 9 point di atas itu harus Mak buat serinciiiiiii mungkin. Jangan sampe ada biaya yang lupa Mak masukin. Padahal kita tetap membayarkannya.

Point 2 – 9 dihitung. Maka point 1 Mak juga nantinya bisa tahu berapa harga pokok produksi yang bisa dialokasikan. Sehingga besaran nilai point 1 sangat mempengaruhi jenis bahan yang digunakan, jumlah bahan yang digunakan, harga jasa pembuatan, model dan harga kemasan produk dll.

Jika… misalnya… harga pokok produksi ada di angka 20.000. Maka Mak harus fokus mencari bahan baku yang kurang dari 20.000. Karena kan harus ada biaya jasa pembuatan, kemasan, foto produk, resiko reject dll.

Nah pusing kan jadi produsen? wakakakaaa…
Mau dapet untung banyak ya harus siap pusingnya banyak hihihiiii…

Baca: Cara Jualan Di Instagram Agar Banjir Order

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”


  • 0

Mahal Murah itu Relatif

Sboplaza.com – Mahal Murah itu Relatif

Bagi sebagian orang pada umumnya berpikiran bahwa nilai mahal murahnya seuatu barang di patok dari price tag yang tertera. Pemikiran seperti ini tidak selalu benar. Malah sering kali para marketer melakukan penaikan harga bertujuan untuk meningkatkan penjualan atau sesekali mereka menurunkan harga untuk meningkatkan volume perdagangan dengan cara promo atau diskon.

Tetapi kalau melihat murah dan pembeli menginginkan harga murah pasti dia akan selalu mencari. Kita sudah pasang harga paling rendah, besok pasti ada penjual yang lebih rendah. Kompetitor dimana-mana Mak. Jangan sampai Mak kasih harga terendah bertujuan agar dagangan laku padahal itu merugikan waktu dan tenaga Mak yang membuat Mak jadi kerja rodi.

Menurut saya tidak apa-apa harga beda 10.000 atau 20.000, tinggal kitanya saja yang jelaskann kepada customer kalau value kita jauh lebih tinggi. Bisa dari packaging yang lebih bagus, pelayanan yang lebih sopan dan ramah atau bahkan ada garansi yang diberikan.

“Kalau saya terlanjur salah menentukan harga jual gimana Mak?”
Tenaaang masih bisa disiasati Mak hehe. Mak coba sesuaikan dengan harga yang baru agar tidak kemurahan.

Misal gamis Mak seharga 100.000 itu jika dilihat dari segi bahan yang bagus, jahitan yang detail apalagi nanti kedepannya Mak akan mempunyai tim apakah dengan memberikan harga 100.000 dapat menutupi biaya produksi, biaya promosi, biaya untuk beli quota dan gaji karyawan atau saat harga bahan naik, apa masih ada keuntungan didalamnya?

Harga gamis tersebut bisa dinaikan tanpa mengecewakan customer Mak.
Contoh: 100.000 Mak naikan menjadi 115.000 dan Mak tambahkan nilai jual dengan menambahkan goodie bag misalnya untuk sistem packaginya, jadi lebih cantik. Tapi cost goodie bagnya tidak mahal, Mak cari diharga 3 atau 4 ribu 😀 customer tidak akan kecewa ko Mak kan mereka mendapatkan benefitnya.

Baca: Pentingnya Memahami Algoritma Facebook untuk Bisnis Online

Nilai jual sudah ditambahkan tetapi tetap saja ada customer yang bilang “Gak jadi deh Mba mahal” “Kemahalan Mba, di olshop ini harganya gak segini lebih murah” Yaudah Mak jangan bapeeeer berarti yang salah itu TARGET MARKETNYA! Cari lagi target market yang sesuai dengan produk Mak. Jangan membuat badan lelah untuk memikirkanya hihihi

Selamat praktek Mak, semoga bemanfaat ^_^