Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar

  • 4

Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar

Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar – Apa yang Mira Nur dapatkan hari ini adalah buah dari kegagalan bisnis yang pernah dilaluinya. Sebelum sukses merintis bisnis di bidang tas kulit dengan merk Zola Leather.

Mira Nur pernah merintis bisnis toko retail sepatu, usaha kedai bakso, produsen sepatu, vendor toko sepatu di Bandung, toko sepatu di Cibaduyut, membuka online shop jam tangan, grosir jam tangan, grosir sepatu di pasar astana anyar dan menjadi agen untuk sebuah jasa ekspedisi.

Akan tetapi, semua bisnis yang dijalankannya tersebut bermuara pada kebangkrutan dan menghasilkan hutang yang sangat fantastis di angka 8 milyar. Hal itu bisa terjadi karena system riba masih mendominasi bisnisnya kemudian banyaknya konsumen yang tidak membayar saat barang jatuh tempo.

Saat jatuh tempo, seringkali giro atau cek yang diterimanya kosong. Lalu cashflow tidak lancar hingga akhirnya memutuskan untuk suntik modal dari perbankan sementara usaha tidak selancar tahun sebelumnya.

Perjalanan bisnisnya ini memberikan hikmah tersendiri bagi Mira Nur. Ia menyadari bahwa roda kehidupan bisa berputar kapan saja. Adakalanya berada diatas namun ada kemungkinan besok habis sejadi – jadinya. Pada bulan Agustus 2016, Mira Nur masih bisa merasakan manisnya duduk di mobil mewah. Lalu sebulan kemudian ia merasakan pahitnya perekonomian sampai tidak bisa membeli susu untuk anak – anaknya.

Bahkan sebelumnya masih menempati apartemen dan bahkan selanjutnya ia harus pindah ke rumah mertua. Selain itu, Mira Nur juga merasakan rasanya ditelepon kartu kredit sehari 3x hingga didatangi oleh debt collector yang cukup menyeramkan. Disamping itu, sang suami juga mengalami depresi. Saat itu, Mira Nur bersama sang suami tak tahu apa yang harus diperbuat. Akan tetapi Mira Nur menyadari bahwa dirinya tak mungkin terus menerus larut dalam kesedihan.

Akhirnya Mira Nur berupaya move on dari semua prahara yang melanda. Ia tak ingin melihat orang yang disayanginya terpuruk. Terlebih lagi, ia juga tak ingin buah hatinya memakan makanan yang berasal dari rezeki yang tak halal, selanjutnya ia pun tak ingin mewariskan hutang pada keturunannya dan tak ingin meninggal dalam keadaan berhutang.

Qadarullah, titik balik Mira Nur dan sang suami saat dirinya diajak untuk mengikuti kopdar Sekolah Bisnis Online ( SBO ) oleh Merry Sasmita. Disana ia mendapat banyak pemahaman baru dan semakin menyadari bahwa dirinya tidak sendirian. Saat itu suami dari Mira Nur masih memiliki grosir sepatu yang kemudian Mira Nur ambil alih mengingat waktu terus berjalan.

Saat anak ketiga Mira Nur berusia 7 bulan, Mira Nur membawanya ke pasar sambil jualan dan mengasuh. Ketika buah hatinya terlelap, Mira Nur mengerjakan PR dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ), mempelajari ilmu digital marketing dan semuanya dilakukan Mira Nur dengan penuh kesabaran.

Baca: Hamigia Zulchair, Pebisnis Perempuan yang Sukses Raup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan

Berkat ketekunannya dalam mempraktekan ilmu yang dipelajarinya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Ia mencoba peruntungan bisnsis dengan bermodalkan penjualan barang grosir sepatu yang dimiliki sebelumnya. Kali ini Mira Nur hijrah ke bidang bisnis yang baru sebagai produsen tas kulit zola leather. Berbekal kesalahan dan pengalaman yang sangat mahal sebelumnya, Mira Nur kembali merintis bisnis barunya mulai dari 2 lembar kulit atau sekitar 40 feet.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), kini Mira Nur telah berhasil memiliki 8 orang pengrajin, 2 orang admin, tim design dan tim SEO. Sebuah perjalanan yang luar biasa dari Mira Nur menyadarkan kita bahwa bisnis yang baik harus diawali dengan modal yang baik.


  • 0
Lika - Liku Perjalanan Bisnis Desaulia Hanandita yang Mempertemukannya Dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Muri Handayani

Lika – Liku Perjalanan Bisnis Desaulia Hanandita yang Mempertemukannya Dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Muri Handayani

Sboplaza.com – Desaulia Hanandita, Ibu rumah tangga yang berbisnis di bidang fashion anak dengan brand Jihan Sakhi. Minat bisnis Desaulia Hanandita dimulai sejak ia mengikuti program mahasiswa wirausaha saat tengah menduduki bangku semester 5 di Universitas Diponegoro ( UNDIP ) pada tahun 2007. Awalnya, Desaulia Hanandita mengajukan proposal hingga pada akhirnya ia berhasil lolos dan mendapatkan bantuan dana dari Universitas Diponegoro ( UNDIP ).

Desaulia Hanandita mempergunakan dana tersebut untuk keperluan bisnisnya. Awal berjualan, semuanya terasa menyenangkan karena jualan dari Desaulia Hanandita sangat laku namun tiba – tiba kampusnya di pindah sehingga usaha nya pun terpaksa gulung tikar.

Tak hanya itu, Desaulia Hanandita bersama teman – teman di kontrakan sepakat untuk membangun usaha seperti usaha catering, usaha butik dan usaha les private. Namun lagi – lagi usaha yang dijalankannya tersebut harus kembali gulung tikar karena Desaulia Hanandita dan teman – temannya telah lulus menempuh pendidikan di universitas dan melanjutkan kehidupannya masing – masing.

Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing – masing dan jalan hidup yang ditempuh oleh Desaulia Hanandita adalah menikah dan memutuskan untuk tinggal di Jakarta. Setelah menikah, Desaulia Hanandita kembali termotivasi untuk memulai bisnis. Desaulia Hanandita pun memutuskan untuk berbisnis pulsa dengan menyewa ruko dekat rumah. Akan tetapi, bisnis pulsanya harus kembali terhenti karena rumahnya didatangi pencuri.

Dari kejadian tersebut, Desaulia Hanandita berfikir bahwa menjalankan usaha diluar rumah memang tidak cocok. Pertimbangan tersebut berdasarkan waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan. Rasanya seperti berkejar-kejaran dengan waktu.

Lika - Liku Perjalanan Bisnis Desaulia Hanandita yang Mempertemukannya Dengan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) Muri Handayani

Desaulia Hanandita bersama sang suami dan buah hatinya

Suatu ketika, Desaulia Hanandita mencurahkan isi hatinya pada ibunya tentang keluhan sulitnya mencari produk gamis untuk buah hatinya Jihan. Mendengar keluhan tersebut, sontak ibu dari Desaulia Hanandita menjawabnya dengan pertanyaan. “Kenapa kamu ga bikin produk anak aja?” mendengar jawaban sekaligus ungkapan ibunya, Desaulia Hanandita pun terinspirasi untuk memulai bisnis di bidang fashion anak.

Dimulai dengan membuat jilbab anak, Desaulia Hanandita pun mencari kain dan penjahit. Saat itu Desaulia Hanandita nampak sangat bersemangat untuk berkreasi di bidang jilbab anak. Akan tetapi ia harus kembali menemui kegagalan tatkala produk jilbab anak itu telah berhasil diproduksi. Produk jilbab tersebut reject sementarauang yang diminta agar dibayar di awalpun sisanya tak kunjung kembali.

Belum lagi hutang yang dipinjam penjahit yang katanya digunakan untuk menebus mesin necipun benar – benar tak kembali. Yang tersisa saat itu hanya kain bekas yang telah dipotong, seperangkat jilbab reject dan jilbab setengah jadi. Perasaan yang semula sangat bersemangat untuk memulai bisnis tiba – tiba saja berubah menjadi kepedihan. Terlebih lagi ia juga kena tipu orang dengan nominal jutaan terkait pengadaan kaos keluarga.

Semua kepedihan yang dialami Desaulia Hanandita memang terbilang menyakitkan. Namun, hal itu tidak membuat Desaulia Hanandita meratap dalam waktu yang cukup lama. Sebulan kemudian pasca tragedy tersebut Desaulia Hanandita memutuskan untuk bangkit. Secara tiba – tiba Desaulia Hanandita ditawari untuk mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan Muri Handayani oleh Tisa Sardjono.

Semula Desaulia Hanandita merasa bingung terkait sistem belajarnya. Apalagi kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) memang dilakukan via online. Saat itu memang Desaulia Hanandita belum cukup memahami dunia online. Dan di awal masuk kelas juga Desaulia Hanandita mengajk 10 orang temannya untuk ikut bergabung.

Tak disangka, Desaulia Hanandita mendapatkan tambahan saldo senilai Rp. 500.000,- di rekeningnya karena telah menjadi referral bagi teman – temannya untuk mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Desaulia Hanandita sangat senang dan tak lupa untuk bersyukur. Bagi Desaulia Hanandita hal itu layaknya modal berharga untuk kembali bangkit dari keterpurukan.

Saat itu Desaulia Hanandita memutuskan untuk mengikuti kelas Manajemen Produksi. Dan ilmu yang didapatnya langsung membangkitkan semangat Desaulia Hanandita untuk kembali memulai bisnis. Seiring berjalannya waktu, Desaulia Hanandita semakin menyadari bahwa kegagalan yang dialaminya bersumber dari ketidakpahaman dirinya terhadap ilmu untuk memulainya. Seperti halnya ungkapan yang mengatakan bahwa gagal merencanakan sama halnya dengan merencanakan kegagalan.

Berbekal ilmu yang didapatnya di Sekolah, Desaulia Hanandita mulai mencari penjahit dan kain. Tak hanya itu, Desaulia Hanandita juga meminta doa restu dari suami dan ibunya agar bisnis yang hendak dijalankannya tersebut dapat dilancarkan. Sangat bersyukur, Desaulia Hanandita dapat dipertemukan dengan penjahit yang rapi jahitannya, amanah, terjangkau dan juga dekat dengan kediamannya.

Desaulia Hanandita pun mulai menebar sample produk. Alhamdulillah banyak orang yang tertarik dengan produk yang ditawarkannya. Berawal dari menjahit 5 pcs kini Desaulia Hanandita telah berani mengeluarkan ratusan pcs. Desaulia Hanandita bertekad untuk fokus menjalankan bisnis produk fashion anak dengan brand Jihan Sakhi.

Baca juga : Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Awalnya Desaulia Hanandita berniat untuk mendaftarkan merk bisnisnya dengan nama Jihan Fashion namun ternyata nama tersebut tak bisa digunakan karena kata fashion dianggap tidak sah. Sehingga nama brandnya harus berubah dengan nama Jihan Sakhi yang memiliki makna anak perempuan yang dermawan.

Alasannya karena setiap penjualan 1pcs produk Jihan Sakhi, Rp. 1000,- akan disumbangkan ke anak yatim dan pihak yang membutuhkan. Harapannya agar setiap ibu yang membeli produk Jihan Sakhi nantinya dianugerahi anak – anak shaleh dan shaleha yang dermawan.

Hingga saat ini, produk Jihan Sakhi telah berjalan 1 tahun dan ratusan produk telah berhasil diproduksi demi kebutuhan buah hati para ibu. Hal yang menjadi selalu harapan bagi Desaulia Hanandita adalah bahwa bisnis yang dijalankannya dapat menjadi jalan untuk terus berproses, berkarya, bermanfaat dan memberikan yang terbaik.


  • 0
Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Sboplaza.com – Verlinawati, seorang ibu rumah tangga dari dua orang anak yakni Nasywa dan Nisa. Untuk pertama kalinya, Verlinawati mengawali bisnisnya di bulan Januari 2008. Saat itu Verlinawati sempat mendapati masalah keluarga yang mengharuskan dirinya untuk move on dan mengalihkan pikirannya dari hal – hal negative yang justru akan menjerumuskan dirinya ke dalam jurang keterpurukan lebih lama lagi.

Verlinawati memutuskan untuk berjualan di facebook. Saat itu memang masih segelintir orang yang berjualan di facebook. Bermodalkan uang senilai 8 juta, Verlinawati menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya dengan cara membeli laptop second beserta baju – baju yang hendak ia jual. Dan uang senilai 8 juta tersebut rupanya didapat dari hasi menjual motor milik suami.

Dengan tekad yang kuat, Verlinawati bersama sang suami dan kedua anaknya yang saat itu masih balita berkunjung ke tanah abang menggunakan kereta jurusan Bekasi – Tanah Abang. Moment tersebut dimanfaatkan oleh Verlinawati untuk mendapatkan baju – baju dari berbagai model dan merk yang layak untuk dijual nantinya. Setiap pulang belanja, Verlinawati selalu mengukur dan melakukan quality control pada baju – baju tersebut.

Bahkan tak jarang, Verlinawati seringkali melewatkan aktivitas tidur di malam hari demi aktivitas tersebut. Alasan Verlinawati tentu sangat sederhana, ia hanya ingin mengetahui secara detail produk yang ia jual tersebut. Sehingga dia dapat dengan mudah menguasai wawasan produk dari baju – baju yang dibelinya itu.

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Verlinawati bersama keluarga

Usai melewati proses pengukuran dan quality control, Verlinawati langsung memotret foto – foto tersebut dengan mengandalkan manikin atau patung setengah badan yang dimilikinya. Selanjutnya, Verlinawati menguploadnya di facebook Nasywa Galeri.

Verlinawati mengakui bahwa aktivitas tersebut cukup melelahkan namun Verlinawati sangat bersyukur bahwa kerja kerasnya tersebut akhirnya dapat terbayarkan. Karena tepatnya di tahun 2010, banyak konsumen Verlinawati yang mendaftarkan diri sebagai reseller. Bagi Verlinawati pribadi, hal itu menjadi tantangan sendiri dimana ia harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan barang – barang yang tidak pasaran di Tanah Abang.

Hingga pada akhirnya Verlinawati bertemu dengan temannya yang memiliki konveksi. Mulai terfikir untuk dapat mengambil baju dari konveksi tersebut. Verlinawati pun langsung membuka P.O atau Pre Order. Alhasil, respon yang didapatnya sangat bagus dan menyenangkan. Dari tahun 2010 hingga bulan September 2013, Verlinawati masih menggunakan jasa makloon untuk kebutuhan baju yang dijualnya.

Tak ingin berhenti berimprovisasi dalam bisnis, di tahun 2013 Verlinawati kemudian memutuskan untuk membuat baju sendiri dengan merk sendiri. Verlinawati menyadari bahwa perpindahan dari makloon menjadi konveksi sendiri cukup membuatnya stress. Karena mau tak mau, Verlinawati harus memutar otaknya agar dapat berfikir untuk mencari ahli pola potong kain hingga penjahit.

Dahulu brand yang dimiliki Verlinawati bernama Nasywa. Saat launching untuk pertama kalinya, brand Nasywa langsung mengeluarkan 7 model baju dengan bahan spandek rayon. Agar produk yang dilaunching bisa mendapatkan sambutan positif dari calon konsumen, Verlinawati menganggarkan budget senilai 9 juta demi kualitas foto terbaik.

Bersyukur, semua itu terbayarkan juga. Terlihat dari banyaknya orang yang mendaftarkan diri sebagai agen dan reseller. Namun seminggu kemudian setelah melaunching produknya, ternyata di Tanah Abang juga ada yang memproduksi baju yang sama persis dengan menggunakan foto yang sama persis dengan yang dimiliki Verlinawati dan harga yang ditawarkannya lebih murah. Hal ini tentu membuat Verlinawati patah hati saat menerima kenyataan tersebut.

Tak ingin terlarut dalam kesedihan, Verlinawati pun kembali menaruh titik fokusnya pada bisnisnya yaitu Nasywa. Hingga suatu ketika Verlinawati mendapat telepon dari owner brand Nasywa yang meminta agar nama brand Verlinawati diganti. Hal itu memberikan jawaban bagi Verlinawati mengapa saat mendaftarkan merk di lembaga HKI ( Hak Kekayaan Intelektual ), nama Nasywa tak bisa didaftarkan. Akhirnya Verlinawati memutuskan untuk mengganti brand nya dengan nama Nasywanisa yang merupakan akronim dari nama kedua anaknya yakni Nasywa dan Nisa.

Baca juga : Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

Di tahun 2014, Verlinawati harus mendapati kenyataan pahit saat mengetahui bahwa terdapat 1000 stock mati pada bisnsinya. Dimana stock tersebut entah harus dibagaimanakan lagi. Kesedihan tersebut sempat membuat Verlinawati mengurung diri di kamar. Hingga suatu hari Verlinawati melihat terdapat informasi workshop dari TDA Bandung. Mendapati informasi tersebut, Verlinawati langsung berbenah diri untuk mencari motivasi.

Tak hanya itu, Verlinawati yang merupakan alumni dari SBO ( Sekolah Bisnis Online ) juga semakin memperdalam ilmu bisnisnya. Alhasil, keadaan pun berangsur – angsur membaik. Omsetpun semakin meningkat. Hingga kini, Verlinawati tak pernah berhenti berusaha untuk menjalankan bisnis di bidang fashionnya tersebut. Karena Verlinawati meyakini bahwa menyerah tak akan mampu mengubah apapun dari dalam dirinya.