Mengintip Kisah Reni Jaya, Pemilik Brand LaBella Dengan Angka Penjualan 10.000/pcs Per Minggu

  • 2

Mengintip Kisah Reni Jaya, Pemilik Brand LaBella Dengan Angka Penjualan 10.000/pcs Per Minggu

Sboplaza.com – Kisah inspiratif kali ini datang dari sosok bernama Reni Jaya, ia adalah seorang pendiri LaBella Utama Group yang lahir di Palembang. Setelah menyelesaikan pendidikannya di bangku universitas pada tahun 2005, Reni Jaya memutuskan untuk menangani proyek Pertamina di suatu perkampungan. Namun, Reni Jaya hanya bertahan selama 2 tahun saja.

Selanjutnya, dengan harapan memperbaiki kehidupan yang lebih baik. Pada tahun 2007, Reni Jaya kembali memutuskan untuk berkarir sebagai seorang sekretaris di salah satu anak perusahaan BUMN di daerah Tanah Abang, Jakarta.

Sebagai perantau, Reni Jaya harus berfikir lebih keras lagi untuk memenuhi seluruh anggaran kebutuhannya selama di Jakarta. Mulai dari kebutuhan untuk membayar sewa kontrakan, transportasi dan makan.

Sedangkan pendapatan yang didapat Reni Jaya setiap bulannya cukup terbatas. Maka dari itu, Reni Jaya memutuskan untuk mencari barang dagangan di Tanah Abang untuk dijual ke teman – teman di masa perkualiahan dulu. Melihat hal itu, tak jarang teman – teman di kantor seringkali menertawakannya. Namun, Reni Jaya tetap cuek.

Berbekal hasil penjualan barang dagangan dari Tanah Abang, Reni Jaya tak perlu khawatir saat menunggu detik – detik menuju hari gajian. Karena semuanya dapat tercukupi dengan baik. Singkat cerita, di bulan November tahun 2010. Reni Jaya pun menikah. Disinilah babak baru kehidupan mulai dijalani.

Karena merasa yakin akan ada yang menjamin kehidupan. Akhirnya pada bulan Agustus sebelumnya, Reni Jaya memutuskan untuk resign sesuai dengan permintaan sang suami. Malangnya, yang terjadi adalah sebaliknya.

Saat itu kondisi suami Reni Jaya belum memiliki persiapan apapun, tabungan dengan nominal Rp. 500.000,- pun belum dimilikinya. Padahal saat itu Reni Jaya memiliki kewajiban untuk mencicil motor, kartu kredit, rumah dan sebagainya.

Tak ingin menyerah, Reni Jaya mulai memikirkan bagaimana cara mendapatkan penghasilan. Di dalam situasi tercekik itu, Reni Jaya tiba – tiba ingat bahwa dirinya memiliki akun multiply.

Selanjutnya Reni Jaya pun mulai berjualan di multiply. Saat itu, Reni Jaya tidak terlalu mempermasalahkan produk spesifik apa yang hendak dijualnya. Semua produk dijual oleh Reni Jaya.

Dengan memanfaatkan multiply, Reni Jaya seringkali mengadakan lelang. Sekali melakukan aktivitas lelang, Reni Jaya bisa mendapatkan uang hingga 400 ribu. Hal itulah yang kemudian membuat Reni Jaya sangat bersemangat. Sehingga ia seringkali mengadakan lelang 2-3 kali dalam seminggu.

Akan tetapi, aktivitas lelang cukup membuat Reni Jaya merasa kelelahan karena mengharuskan dirinya untuk memborong banyak barang di pasar – pasar yang ada di Bogor dan Jakarta. Kemudian di bulan Mei 2011, Reni Jaya kembali menemukan ide untuk melakukan produksi.

Mulailah perjalanan LaBella dibangun. Bagi Reni Jaya, LaBella adalah harapan dan mimpi besar yang dibangun atas dasar keinginannya untuk pergi beribadah ke tanah suci bersama keluarga serta membahagiakan orang tua dan sanak saudara.

Labella adalah brand untuk produk fashion berkualitas yang lahir dari tangan Reni Jaya bersama sang suami. Semuanya dijalankan dengan sistem berbagi amanah satu sama lain. Suami dari Reni Jaya menjadi komisaris yang bertugas di bagian marketing, belajar dan mengikuti berbagai seminar.

Sedangkan Reni Jaya bertugas di bagian direksi yang bertugas untuk merealisasikan seluruh aksi dan semua ide – ide brilian yang ada. Selain bermodalkan ide brilian yang dimilikinya, Reni Jaya juga menambah wawasan bisnisnya dengan mengikuti program di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani. Pada tahun pertama, semua dapat diawali dengan mudah karena posisinya masih dalam tahap permulaan. Masih dalam posisi mengejar.

Meski begitu, Reni Jaya tetap bersyukur karena jumlah produksi tiap minggu selalu mengalami peningkatan. Bahkan hambatan dalam produksi seringkali dikarenakan faktor eksternal. Ya, faktor keterbatasan bahan baku katun jepang. Karena pada awalnya, LaBella menggunakan katun jepang dengan grade B.

Kemudian pada tahun 2012, penjualan produk dengan brand LaBella sudah mencapai rata – rata 3000 pcs dalam seminggu. Sungguh sesuatu yang sangat menyenangkan dan patut disyukuri. Tapi ternyata ada berbagai hal yang harus dipahami dalam berbisnis. Nyatanya mengejar itu ternyata lebih mudah dibandingkan mempertahankan.

Usai lebaran pada tahun 2012, Reni Jaya mengalami masa – masa yang bisa terbilang sepi. Penjualan menurun drastis, agen – agen mulai mengeluh terkait target 10 seri per minggu karena stok menumpuk. Dengan berat hati, Reni Jaya membubarkan sistem keagenan.

Meski begitu, Reni Jaya tetap menerima pesanan dan akan tetap melakukan aktivitas produksi setiap minggunya. Bersyukur, para agen masih tetap melakukan pesanan meski tanpa target. Namun Reni Jaya memberlakukan minimal transaksi pembelanjaan senilai 2 juta.

Dalam kondisi yang sulit, Reni Jaya bersama sang suami hanya bisa pasrah dan yakin bahwa masa – masa sulit ini pasti akan terlewati. Tak hanya itu, Reni Jaya bersama sang suami juga yakin bahwa Allah akan memberikan jalan kemudahan.

Hampi setiap hari, Reni Jaya menelepon orang tuanya untuk meminta doa terbaik. Selain itu, Reni Jaya juga mengajak semua karyawannya untuk berdoa bersama agar Allah senantiasa mendengar doa – doa yang dipanjatkan.

Sebagai Alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Reni Jaya tekun dalam mempraktekan semua ilmu yang didapatnya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Alhasil, brand LaBella yang terus mengalami perkembangan yang lebih baik. Banyak agen yang ikut tergabung menjadi bagian dari LaBella. Setiap awal tahun, Reni Jaya selalu menentukan target pencapaian yang hendak diraih. Baik itu pencapaian target pribadi maupun target pencapaian LaBella.

Baca juga : Belajar Mengenai Kebijaksanaan Bisnis Dari Ani Putri, Pebisnis Madu Sarang Dengan Brand Bee Honey Comb

Dan salah satu target yang paling diingat oleh Reni Jaya adalah target penjualan mencapai 10.000 pcs/minggu di tahun ke tiga berdirinya LaBella. Bersyukur, hal itu dapat tercapai dengan baik.

Berdialog dengan diri sendiri seringkali Reni Jaya lakukan guna meyakinkan diri bahwa dirinya pasti bisa dan mampu menghadapi semuanya. Sikap optimis inilah yang menjadi salah satu penunjang keberhasilan LaBella selama ini.

Selain itu, karena LaBella dibangun dengan rasa cinta maka agen – agen yang bergabung pun akan dipupuk dengan penuh cinta. Reni Jaya mengajak para agen dan semua yang tergabung menjadi bagian dari LaBella untuk dapat membangun LaBella bersama – sama demi keberlangsungan rezeki dan kesejahteraan yang lebih baik.


2 Comments

nonny

January 3, 2017 at 4:01 pm

masya Allah ….sangat menginspirasi …semangat trs mba reni ..semoga sll dlm lindungan Allah swt aamiin

    sboplaza

    July 7, 2017 at 2:03 pm

    Terima kasih Mba Nonny atas kunjungannya ke laman website kami. Salam sukses selalu

Leave a Reply