Mencontoh Semangat Bisnis Nur Atina Rahmawati, Pemilik Baju Menyusui Merk Nuratina

  • 0
Mencontoh Semangat Bisnis Nur Atina Rahmawati, Pemilik Baju Menyusui Merk Nuratina

Mencontoh Semangat Bisnis Nur Atina Rahmawati, Pemilik Baju Menyusui Merk Nuratina

Sboplaza.com – Nur Atina Rahmawati, pemilik dari Nuratina Hijab, Nuratina Clothing, Comfiks Baby Apparel dan Baju Menyusui Nuratina yang juga mengawali karirnya sebagai seorang dokter PNS di Nganjuk, Jawa Timur. Pada awalnya di tahun 2010, Nur Atina Rahmawati mendapati notifikasi tag foto dagangan sajadah anak dari teman facebooknya.

Melihat penampakan sajadah yang lucu, akhirnya Nur Atina Rahmawati memutuskan untuk membelikan sajadah untuk anaknya. Alhasil, banyak teman kantornya pun yang menginginkan sajadah yang serupa dengan yang diberikan Nur Atina Rahmawati pada anaknya. Mengetahui hal itu, Nur Atina Rahmawati membeli banyak sajadah anak dalam jumlah banyak untuk dipasarkan secara offline. Tapi ternyata, sajadah tersebut tidak habis terjual.

Tiba – tiba saja, terlintas di fikiran Nur Atina Rahmawati untuk menjualnya melalui facebook. Alhasil, sajadah tersebut berhasil laku dijual. Akan tetapi, Nur Atina Rahmawati menemui kendala pada saat menjual sajadah tersebut. Kebanyakan dari konsumennya berdomisili di kota sehingga ongkos kirim dari tempat tinggalnya terbilang cukup mahal.

Bukan Nur Atina Rahmawati bila ia menyerah, akhirnya Nur Atina Rahmawati memutuskan untuk menjadi dropshipper pada seorang teman di Bekasi. Hanya bermodalkan mengunggah foto di facebook. Nanti bila ada yang melakukan pemesanan tinggal teman di Bekasi yang menanganinya. Sehingga ongkos kirim pun menjadi lebih hemat karena produk dikirim dari Bekasi.

Nur Atina Rahmawati akhirnya menjadi dropshipper di beberapa tempat. Seperti di Bandung, Jakarta, Depok, Bekasi dan Tangerang. Darisanalah Nur Atina Rahmawati mengawali kesuksesannya menjadi seorang dropshipper.
Suatu ketika suami dari Nur Atina Rahmawati mengajak dirinya untuk pergi ke Surabaya.

Mencontoh Semangat Bisnis Nur Atina Rahmawati, Pemilik Baju Menyusui Merk Nuratina

Disana Nur Atina Rahmawati sempat berkunjung ke pusat kain terbesar di Jawa Timur. Bermodalkan ketelatenan, Nur Atina Rahmawati semangat untuk memilih dan memilah bahan serta mengenal berbagai jenis kain. Kemudian Nur Atina Rahmawati mencoba untuk memproduksi sendiri produk buatannya.

Awalnya ia hanya memproduksi 1 baju menyusui saja. Saat itu Nur Atina Rahmawati mempercayakan kebutuhan jahit menjahit pada tetangganya. Namun seiring berjalannya waktu, permintaan semakin meningkat. Akan tetapi, kebutuhan jahit tidak dapat dipenuhi oleh tetangga dari Nur Atina Rahmawati karena target produksi yang lumayan tinggi.

Berangkat dari hal tersebut, Nur Atina Rahmawati memutuskan untuk mencari penjahit lain. Awalnya semua berjalan baik – baik saja. Hingga beberapa bulan kemudian, Nur Atina Rahmawati menemui masalah saat mendapati hasil produksi baju menyusuinya sangat tidak layak baik dari segi kualitas maupun jahitan.

Saat itu, kondisi Nur Atina Rahmawati belum memiliki karyawan sehingga ia tidak melakukan pengecekkan satu persatu. Hingga saat diterima oleh konsumen, Nur Atina Rahmawati mendapat banyak komplain. Tak hanya dari konsumen, ia juga mendapat banyak komplain dari para resellernya.
Setelah mengalami kegagalan produksi pertama dengan kerugian yang cukup besar, Nur Atina Rahmawati berfikir

untuk kembali ke penjahit lama. Kali ini Nur Atina Rahmawati mencoba bernegosiasi dengan penjahit tersebut dan menyarankan agar penjahit tersebut mulai mencari karyawan. Alasannya tak lain dan tak bukan agar kapasitas produksi dapat meningkat. Selain itu, Nur Atina Rahmawati juga meminjamkan beberapa mesin jahit agar proses produksi berjalan lancar.

Kemudian penjahitpun menyetujuinya, Nur Atina Rahmawati pun akhirnya kembali memulai aktivitas produksi. Mulai kembali merintis dengan mencari konsumen baru dan reseller baru karena konsumen lama dan reseller lama telah pergi entah kemana.

Seiring berjalannya waktu, Nur Atina Rahmawati kembali dihadang dengan kendala produksi. Kali ini masalah timbul dari kurangnya konsistensi penjahit yang lebih mementingkan produksi milik orang lain dibanding produksi miliknya. Alhasil, Nur Atina Rahmawati lagi – lagi mendapatkan komplain dari para konsumen dan reseller.

Baca : Melirik Kesuksesan Silma Apriliana, Pebisnis Dompet Brand Lachosina Dengan Omset Puluhan Juta

Perjalanan bisnis Nur Atina Rahmawati memang tidak berjalan mulus. Namun, semangatnya tak pernah pupus. Semenjak mengalami berbagai kendala pada sistem produksi. Nur Atina Rahmawati mencoba untuk merintis konveksi milik sendiri dengan dibantu beberapa orang karyawan di rumahnya sendiri. Sehingga proses produksi menjadi terkendali.

Merintis konveksi rupanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Banyak rintangan dihadapi yang seringkali membuat Nur Atina Rahmawati harus memeras keringat dan membanting tulang. Namun, Nur Atina Rahmawati merasa bersyukur memiliki seorang ibu yang berprofesi sebagai seorang penjahit. Sehingga Nur Atina Rahmawati merasa terbantu saat melakukan proses produksi.

Perlahan namun pasti, kini Nur Atina Rahmawati telah memiliki 7 orang karyawan yang siap membantu aktivitas produksi Nuratina Hijab, Nuratina Clothing, Comfiks Baby Apparel dan Baju Menyusui Nuratina. Bagi Nur Atina Rahmawati, perjalanan bisnisnya meninggalkan banyak pelajaran terbaik yang sangat berharga di hidupnya. Semoga dengan ini, kita semua dapat sama – sama mencontoh semangat yang dimiliki Nur Atina Rahmawati. Seorang pebisnis perempuan yang kini telah berhasil meraup ratusan juta dari bisnisnya tersebut.


Leave a Reply