Mahal Murah itu Relatif

  • 0

Mahal Murah itu Relatif

Sboplaza.com – Mahal Murah itu Relatif

Bagi sebagian orang pada umumnya berpikiran bahwa nilai mahal murahnya seuatu barang di patok dari price tag yang tertera. Pemikiran seperti ini tidak selalu benar. Malah sering kali para marketer melakukan penaikan harga bertujuan untuk meningkatkan penjualan atau sesekali mereka menurunkan harga untuk meningkatkan volume perdagangan dengan cara promo atau diskon.

Tetapi kalau melihat murah dan pembeli menginginkan harga murah pasti dia akan selalu mencari. Kita sudah pasang harga paling rendah, besok pasti ada penjual yang lebih rendah. Kompetitor dimana-mana Mak. Jangan sampai Mak kasih harga terendah bertujuan agar dagangan laku padahal itu merugikan waktu dan tenaga Mak yang membuat Mak jadi kerja rodi.

Menurut saya tidak apa-apa harga beda 10.000 atau 20.000, tinggal kitanya saja yang jelaskann kepada customer kalau value kita jauh lebih tinggi. Bisa dari packaging yang lebih bagus, pelayanan yang lebih sopan dan ramah atau bahkan ada garansi yang diberikan.

“Kalau saya terlanjur salah menentukan harga jual gimana Mak?”
Tenaaang masih bisa disiasati Mak hehe. Mak coba sesuaikan dengan harga yang baru agar tidak kemurahan.

Misal gamis Mak seharga 100.000 itu jika dilihat dari segi bahan yang bagus, jahitan yang detail apalagi nanti kedepannya Mak akan mempunyai tim apakah dengan memberikan harga 100.000 dapat menutupi biaya produksi, biaya promosi, biaya untuk beli quota dan gaji karyawan atau saat harga bahan naik, apa masih ada keuntungan didalamnya?

Harga gamis tersebut bisa dinaikan tanpa mengecewakan customer Mak.
Contoh: 100.000 Mak naikan menjadi 115.000 dan Mak tambahkan nilai jual dengan menambahkan goodie bag misalnya untuk sistem packaginya, jadi lebih cantik. Tapi cost goodie bagnya tidak mahal, Mak cari diharga 3 atau 4 ribu 😀 customer tidak akan kecewa ko Mak kan mereka mendapatkan benefitnya.

Baca: Pentingnya Memahami Algoritma Facebook untuk Bisnis Online

Nilai jual sudah ditambahkan tetapi tetap saja ada customer yang bilang “Gak jadi deh Mba mahal” “Kemahalan Mba, di olshop ini harganya gak segini lebih murah” Yaudah Mak jangan bapeeeer berarti yang salah itu TARGET MARKETNYA! Cari lagi target market yang sesuai dengan produk Mak. Jangan membuat badan lelah untuk memikirkanya hihihi

Selamat praktek Mak, semoga bemanfaat ^_^


Leave a Reply