Lika Liku Perjuangan Bisnis Dety Nudiyati, Pemilik Ruman Hijab yang Menginspirasi

  • 0

Lika Liku Perjuangan Bisnis Dety Nudiyati, Pemilik Ruman Hijab yang Menginspirasi

Sboplaza.com – Dety Nudiyati, pemilik Ruman Hijab yang menawarkan rangkaian fashion muslim terkini untuk anak dan dewasa. Nama Ruman sendiri terinspirasi dari tokoh ummul mukminin, ibunda dari Siti Aisyah, Istri Abu Bakkar As-Shiddiq. Untuk itu, Dety Nudiyati selaku pemilik brand fashion Ruman berharap bahwa pemakai produk Ruman dapat setangguh dan secemerlang ibunda dari Siti Aisyah tersebut.

Sebelum memutuskan untuk berbisnis di bidang fashion muslim, Ruman Hijab. Dety Nudiyati pernah membuka toko pakaian di Cirebon. Namun, dikarenakan daya beli yang sangat rendah. Maka Dety Nudiyati terpaksa menutup tokonya tersebut.

Selanjutnya, Dety Nudiyati mencoba peruntungan lain dengan berbisnis online di bidang pakaian. Dan pada saat itu, Dety Nudiyati mempercayakan suppliernya dari Bandung. Terlebih lagi, sang suami juga masih mengajar di Bandung. Sehingga setiap pulang dari Bandung, suami dari Dety Nudiyati lah yang selalu membawa barang pesanan konsumen.

Dengan sangat bersyukur, konsumen Dety Nudiyati telah berhasil merambah ke mancanegara seperti Taiwan, Singapura, Brunei Darussalam, Hongkong dan Malaysia. Meskipun jumlahnya belum banyak namun konsumennya rutin melakukan pemesanan pada Dety Nudiyati.

Bagi Dety Nudiyati tentu hal ini dapat menjadi kebanggaan tersendiri. Terlebih lagi, saat itu ia tinggal di sebuah tempat yang belum cukup memiliki koneksi internet yang baik. Selain itu, penyedia jasa pengiriman barang juga cukup jauh ditempuh dari rumahnya.

Maka dari itu, satu – satunya kendala bisnis Dety Nudiyati adalah terkait masalah pengiriman. Karena pengiriman ditujukan untuk ke luar negeri, maka pengiriman harus dikirim ke Jakarta terlebih dahulu. Barulah barang dapat dikirim langsung ke luar negeri.

Lika Liku Perjuangan Bisnis Dety Nudiyati, Pemilik Ruman Hijab yang Menginspirasi

Dety Nudiyati

Tanpa terduga, Dety Nudiyati mendapatkan tawaran sebagai agen jasa pengiriman. Hingga pada akhirnya ia menerima tawaran tersebut dan menjalankan bisnis barunya sebagai agen jasa pengiriman. Akan tetapi, bisnis tersebut harus mengalami kebangkrutan sebelum genap berusia 1 tahun.

Kemudian Dety Nudiyati kembali memfokuskan diri di bidang fashion. Dan demi kelancaran bisnis yang dibangun, Dety Nudiyati memutuskan untuk pindah ke Bandung. Selama di Bandung, Dety Nudiyati menjalankan bisnis sebagaimana mestinya. Pemesanan dari konsumen berjalan dengan lancar baik konsumen dari luar negeri maupun dalam negeri.

Akan tetapi, dibalik kelancaran bisnis tersebut. Masih ada tanda tanya yang mengusik benaknya. Yakni mengapa bisnis yang dijalankan seolah tidak ada hasilnya. Bahkan seringkali gaji suami digunakan untuk menyuntik kebutuhan bisnis.

Berada dalam kondisi tersebut, tentu membuat Dety Nudiyati merasa tak nyaman. Hingga pada akhirnya Dety Nudiyati mulai menganalisa dan mencari tahu apa yang terjadi. Dan ditemukanlah penyebab dari masalah keuangan bisnisnya. Masalah tersebut tak lain dan tak bukan adalah karena Dety Nudiyati ‘terlalu senang’ mendapatkan pelanggan dari luar negeri.

Sehingga Dety Nudiyati cenderung melakukan apapun secara berlebihan untuk membuat pelanggannya merasa nyaman saat berbelanja. Misalnya dengan memberikan bonus dan fasilitas yang berlebihan. Padahal pelanggan yang Dety Nudiyati layani seringkali rewel berlebihan.

Bagi Dety Nudiyati, tentunya sangat sulit untuk berhenti melayani pelanggan tersebut. Karena pelanggan tersebut rutin melakukan pemesanan dalam jumlah banyak. Namun tak jarang, pelanggan tersebut seringkali membuat Dety Nudiyati merasa stress. Meski dengan berat hati, akhirnya Dety Nudiyati merasa ketenangan yang luar biasa.

Bahkan Dety Nudiyati juga mencari supplier lainnya di Bandung. Alhasil, ia mendapatkan lebih banyak pelanggan dari luar negeri. Saat itu, pelanggan Dety Nudiyati 90% didominasi oleh pelanggan dari luar negeri. Setidaknya, dalam kurun waktu 1 bulan. Ada 100kg paket yang dikirimkan ke Singapura. Tak hanya itu, Dety Nudiyati juga memegang 5 merk UKM Singapura.

Semenjak hal itu, supplier untuk bisnis Dety Nudiyati semakin terkenal. Dan saat berada dalam puncaknya, suppliernya tiba – tiba saja berubah. Mulai mengalami keterlambatan untuk merealisasikan pesanan bahkan ada pesanan yang tidak dikerjakan dan lebih fokus pada pelanggannya yang melakukan pemesanan tanpa perantara.

Dengan berat hati, akhirnya Dety Nudiyati memutuskan untuk berhenti bekerja sama dengan supplier tersebut. Menyedihkan memang, mengingat uang yang dimiliki terkuras habis bahkan pelanggan yang dikumpulkan bertahun – tahun harus hilang. Dalam kondisi terpuruk itu, Dety Nudiyati memutuskan untuk membangun Ruman Hijab pada awal tahun 2015.

Setelah berjuang kesana kemari. Di bulan Maret 2015, produk pertama dari Ruman Hijab pun lahir. Bahkan penjualan kerudung segi empat di Ruman Hijab mencapai angka lebih dari 10.000 pcs. Dan yang menjadi puncak syukur bagi Dety Nudiyati adalah saat ini Ruman Hijab telah memiliki karyawan dan penjahit sendiri.

Dari perjalanan bisnisnya, Dety Nudiyati menyimpulkan bahwa bisnis itu layaknya kehidupan. Ada suka, maupun duka juga ada untung maupun rugi. Kemudian, fokuskan diri pada solusi. Terkadang tantangan seringkali menyakitkan namun percayalah bahwa semuanya memiliki solusi. Durasi sedih dan terpuruk itu tergantung pada kecepatan kita mencari solusi.

Kemudian, dalam keadaan terpuruk sekalipun. Hal penting yang harus dilakukan adalah bergerak, tetap bergerak dan jangan menyerah. Karena dengan bergerak kita akan menemukan jalan. Dan satu hal yang membuat bisnis kita tutup adalah karena menyerah.

Baca juga : Belajar Dari Kegagalan Bisnis Dini Maryani, Pebisnis Karpet Karakter yang Sukses

Sesulit apapun bisnis, kalau tetap dipertahankan pasti akan tetap jalan. Terakhir, mesin bisnis yang utama adalah diri sendiri. Supplier, mitra dan reseller bisa dating dan pergi. Hal tersebut fitrah dan lumrah. Maka dari itu, jangan terfokus pada satu atau dua supplier, mitra dan reseller yang dimiliki. Dunia terlalu luas untuk kita batasi.


Leave a Reply