Kusmiyati Riana, Pebisnis Sabuk Bonceng Motor yang Berhasil Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci

  • 0
Kusmiyati Riana, Pebisnis Sabuk Bonceng Motor yang Berhasil Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci

Kusmiyati Riana, Pebisnis Sabuk Bonceng Motor yang Berhasil Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci

Sboplaza.com – Kusmiyati Riana, sosok ibu rumah tangga inspiratif yang satu ini memang tidak mengenyam bangku pendidikan perkualiahan. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan bagi Kusmiyati Riana untuk meraih kesuksesan. Bukti nyatanya terlihat jelas dari kesuksesan Kusmiyati Riana dalam menjalankan bisnis di bidang pembuatan sabuk bonceng motor merk Apro.

Kusmiyati Riana menyadari bahwa dirinya tidak terlahir dari keluarga yang berkecukupan. Sebaliknya, ia justru lahir dari sebuah keluarga yang memiliki banyak keterbatasan. Saat duduk di bangku SMP, Kusmiyati Riana harus merelakan uang jajannya yang dimilikinya untuk ditabung demi membeli sepasang sepatu. Selain itu, ia juga pernah membuat tas sendiri dari sisa kain yang ada di rumah. Semata – mata hal itu dilakukan karena tas lamanya telah robek.

Tak hanya itu, saat duduk di bangku SMA kelas 3, Kusmiyati Riana mulai berjualan gorengan hasil buatannya. Setiap sore sehabis pulang sekolah, ia menyempatkan diri ke pasar lalu pada jam 3 pagi, ia harus sudah siap untuk membuat adonan. Ketika lulus dari SMA, Kusmiyati Riana langsung mencari pekerjaan karena keterbatasan dana untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perkuliahan. Padahal saat itu ia telah diterima di sebuah universitas tanpa test.

Berbagai macam jenis pekerjaan pernah dilakoni Kusmiyati Riana seperti menjadi pengajar di sebuah lembaga pendidikan, SPG ( Sales promotion girl ) di beberapa toko, TKS ( Tenaga Kerja Sukarela ) di instansi pemerintah, menjadi karyawan di pabrik tas sambil membuat pudding untuk ditawarkan ke toko kue dan warung – warung disekitarnya. Terakhir, Kusmiyati Riana juga pernah membuka warung tenda walau pada akhirnya harus berakhir dengan kebangkrutan.

Kusmiyati Riana, Pebisnis Sabuk Bonceng Motor yang Berhasil Berangkatkan Orang Tua ke Tanah Suci

Kusmiyati Riana bersama buah hati dan sang suami

Awalnya ia tak pernah menyangka akan berbisnis di bidang penjualan sabuk bonceng motor merk Apro. Namun, Tuhan berkehendak lain atas diri Kusmiyati Riana. Saat bekerja di pabrik tas, Kusmiyati Riana banyak mendapatkan ilmu berharga mengenai tata cara pembuatan tas. Selain itu, saat anaknya melanjutkan pendidikan di tingkat TK ( Taman Kanak-Kanak ). Kusmiyati Riana seringkali mengantar jemput anaknya menggunakan motor.

Kekhawatiran pun muncul saat anaknya tidak mau berpegangan saat naik motor. Dari sanalah Kusmiyati Riana mulai berfikir cara agar anaknya selalu dalam genggaman saat berada di atas motor. Mulailah Kusmiyati Riana membuat coretan desain untuk menciptakan sebuah pengaman bagi anaknya saat berada di motor.

Hingga pada akhirnya terciptalah sabuk bonceng motor dengan merk apro. Langkah pertama, Kusmiyati Riana mencoba untuk memproduksi 5 lusin sabuk bonceng motor tersebut meskipun menggunakan tekhnik manual. Mulai dari pembuatan pola dan proses cutting. Setelah berhasil, Kusmiyati Riana mencoba mempromosikannya pada teman – teman terdekat. Kemudian, ia juga mencoba memasarkannya di facebook meski saat itu ia belum mengetahui banyak hal tentang cara melakukan marketing di dunia online.

Suatu ketika, Kusmiyati Riana pernah mendapatkan pelanggan yang tempat tinggalnya cukup jauh. Dan dengan penuh semangat, Kusmiyati Riana mengantarkannya langsung ke tangan pelanggannya meskipun saat itu cuaca tengah hujan. Hal itu ia lakukan berulang kali, bagi dirinya kepanasan maupun kehujanan sudah menjadi keseharian tersendiri.

Kusmiyati Riana tak ingin berfikir atau bahkan mengeluh betapa lelahnya ia saat itu. Dengan semangat yang terus membara, akhirnya Tuhan takdirkan Kusmiyati Riana untuk dipertemukan dengan orang – orang hebat yang ikut memasarkan sabuk bonceng motor apro.

Alhasil, permintaan terhadap sabuk bonceng motor apro pun meningkat bahkan tak tertangani oleh satu makloon. Akhirnya Kusmiyati Riana kembali mempercayakan kepada makloon lain dan langsung memproduksi 35 lusin sekaligus. Alhasil, semuanya benar – benar diluar dugaan. Hasil dari makloon tersebut justru tidak sesuai dengan samplenya. Sebaliknya, hasil jahitannya tidak rapi padahal saat itu uang jahitan sudah masuk sekitar 50%.

Hal tersebut membuat Kusmiyati Riana bersama sang suami sangat sedih. Terlebih lagi modal yang dikeluarkan hampir habis. Selepas dari kejadian tersebut, Kusmiyati Riana memutuskan untuk bangkit. Akan tetapi, ujian ternyata tidak sampai disitu saja. Pada awal tahun 2016, saat ia hendak meluncurkan motif baru, hasil sablonannya justru mengalami kegagalan hampir 1000 pcs.

Baca juga : Belajar Dari Perjalanan Bisnis Khoirul Indahwati Di Dunia Online

Setelah kesulitan demi kesulitan terlewati, bisnis sabuk bonceng motor yang dijalani Kusmiyati Riana akhirnya membuahkan hasil. Bahkan kini dirinya telah berhasil memberangkatkan orang tua dan mertuanya untuk melaksanakan ibadah umroh di tanah suci. Sungguh pencapaian yang luar biasa dari sebuah kerja keras.


Leave a Reply