Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

  • 0
Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Sboplaza.com – Verlinawati, seorang ibu rumah tangga dari dua orang anak yakni Nasywa dan Nisa. Untuk pertama kalinya, Verlinawati mengawali bisnisnya di bulan Januari 2008. Saat itu Verlinawati sempat mendapati masalah keluarga yang mengharuskan dirinya untuk move on dan mengalihkan pikirannya dari hal – hal negative yang justru akan menjerumuskan dirinya ke dalam jurang keterpurukan lebih lama lagi.

Verlinawati memutuskan untuk berjualan di facebook. Saat itu memang masih segelintir orang yang berjualan di facebook. Bermodalkan uang senilai 8 juta, Verlinawati menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan bisnisnya dengan cara membeli laptop second beserta baju – baju yang hendak ia jual. Dan uang senilai 8 juta tersebut rupanya didapat dari hasi menjual motor milik suami.

Dengan tekad yang kuat, Verlinawati bersama sang suami dan kedua anaknya yang saat itu masih balita berkunjung ke tanah abang menggunakan kereta jurusan Bekasi – Tanah Abang. Moment tersebut dimanfaatkan oleh Verlinawati untuk mendapatkan baju – baju dari berbagai model dan merk yang layak untuk dijual nantinya. Setiap pulang belanja, Verlinawati selalu mengukur dan melakukan quality control pada baju – baju tersebut.

Bahkan tak jarang, Verlinawati seringkali melewatkan aktivitas tidur di malam hari demi aktivitas tersebut. Alasan Verlinawati tentu sangat sederhana, ia hanya ingin mengetahui secara detail produk yang ia jual tersebut. Sehingga dia dapat dengan mudah menguasai wawasan produk dari baju – baju yang dibelinya itu.

Kisah Perjuangan Bisnis Verlinawati yang Sukses Melambungkan Brand Nasywanisa

Verlinawati bersama keluarga

Usai melewati proses pengukuran dan quality control, Verlinawati langsung memotret foto – foto tersebut dengan mengandalkan manikin atau patung setengah badan yang dimilikinya. Selanjutnya, Verlinawati menguploadnya di facebook Nasywa Galeri.

Verlinawati mengakui bahwa aktivitas tersebut cukup melelahkan namun Verlinawati sangat bersyukur bahwa kerja kerasnya tersebut akhirnya dapat terbayarkan. Karena tepatnya di tahun 2010, banyak konsumen Verlinawati yang mendaftarkan diri sebagai reseller. Bagi Verlinawati pribadi, hal itu menjadi tantangan sendiri dimana ia harus lebih bekerja keras untuk mendapatkan barang – barang yang tidak pasaran di Tanah Abang.

Hingga pada akhirnya Verlinawati bertemu dengan temannya yang memiliki konveksi. Mulai terfikir untuk dapat mengambil baju dari konveksi tersebut. Verlinawati pun langsung membuka P.O atau Pre Order. Alhasil, respon yang didapatnya sangat bagus dan menyenangkan. Dari tahun 2010 hingga bulan September 2013, Verlinawati masih menggunakan jasa makloon untuk kebutuhan baju yang dijualnya.

Tak ingin berhenti berimprovisasi dalam bisnis, di tahun 2013 Verlinawati kemudian memutuskan untuk membuat baju sendiri dengan merk sendiri. Verlinawati menyadari bahwa perpindahan dari makloon menjadi konveksi sendiri cukup membuatnya stress. Karena mau tak mau, Verlinawati harus memutar otaknya agar dapat berfikir untuk mencari ahli pola potong kain hingga penjahit.

Dahulu brand yang dimiliki Verlinawati bernama Nasywa. Saat launching untuk pertama kalinya, brand Nasywa langsung mengeluarkan 7 model baju dengan bahan spandek rayon. Agar produk yang dilaunching bisa mendapatkan sambutan positif dari calon konsumen, Verlinawati menganggarkan budget senilai 9 juta demi kualitas foto terbaik.

Bersyukur, semua itu terbayarkan juga. Terlihat dari banyaknya orang yang mendaftarkan diri sebagai agen dan reseller. Namun seminggu kemudian setelah melaunching produknya, ternyata di Tanah Abang juga ada yang memproduksi baju yang sama persis dengan menggunakan foto yang sama persis dengan yang dimiliki Verlinawati dan harga yang ditawarkannya lebih murah. Hal ini tentu membuat Verlinawati patah hati saat menerima kenyataan tersebut.

Tak ingin terlarut dalam kesedihan, Verlinawati pun kembali menaruh titik fokusnya pada bisnisnya yaitu Nasywa. Hingga suatu ketika Verlinawati mendapat telepon dari owner brand Nasywa yang meminta agar nama brand Verlinawati diganti. Hal itu memberikan jawaban bagi Verlinawati mengapa saat mendaftarkan merk di lembaga HKI ( Hak Kekayaan Intelektual ), nama Nasywa tak bisa didaftarkan. Akhirnya Verlinawati memutuskan untuk mengganti brand nya dengan nama Nasywanisa yang merupakan akronim dari nama kedua anaknya yakni Nasywa dan Nisa.

Baca juga : Jejak Pengalaman Bisnis Wina Wulandari Sebelum Sukses Menjadi Pemilik Apotek Griya Farma

Di tahun 2014, Verlinawati harus mendapati kenyataan pahit saat mengetahui bahwa terdapat 1000 stock mati pada bisnsinya. Dimana stock tersebut entah harus dibagaimanakan lagi. Kesedihan tersebut sempat membuat Verlinawati mengurung diri di kamar. Hingga suatu hari Verlinawati melihat terdapat informasi workshop dari TDA Bandung. Mendapati informasi tersebut, Verlinawati langsung berbenah diri untuk mencari motivasi.

Tak hanya itu, Verlinawati yang merupakan alumni dari SBO ( Sekolah Bisnis Online ) juga semakin memperdalam ilmu bisnisnya. Alhasil, keadaan pun berangsur – angsur membaik. Omsetpun semakin meningkat. Hingga kini, Verlinawati tak pernah berhenti berusaha untuk menjalankan bisnis di bidang fashionnya tersebut. Karena Verlinawati meyakini bahwa menyerah tak akan mampu mengubah apapun dari dalam dirinya.


Leave a Reply