Kenali Jenis-Jenis Website E-commerce Berdasarkan Model Bisnisnya

  • 0

Kenali Jenis-Jenis Website E-commerce Berdasarkan Model Bisnisnya

Kenali Jenis-Jenis Website E-commerce Berdasarkan Model Bisnisnya– Situs jual beli online atau yang sering kita sebut sebagai E-commerce pasti sudah tidak asing lagi terdengar di telinga Kita. E-commerce (perdagangan elektronik), adalah kegiatan jual beli barang/jasa atau transimisi dana/data melalui jaringan elektronik, terutama internet. Dengan perkembangan internet yang pesat, membuat jumlah penggunanya semakin meningkat. Karena itu perdagangan digital ikut berkembang. Menurut data dari Euro Moneter, pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai 2020 akan mencapai 5,6%. Sementara bisnis e-commerce Indonesia akan tumbuh 37%. Oleh sebab itu, bagi Anda yang tertarik untuk mengembangkan website e-commerce, maka Anda harus mempelajari terlebih dahulu macam-macam situs e-commerce yang ada di Indonesia saat ini.  Ada 7 jenis bentuk bisnis e-commerce dengan karakteristik berbeda-beda diantaranya:

 

Bussiness-to- bussiness (B2B)

Website e-commerce melakukan kegiatan transaksi elektronik antara perusahaan satu dengan perusahaan yang lainnya, umumnya e-commerce dengan jenis ini dilakukan dengan menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) dan email dalam proses pembelian barang dan jasa, informasi dan konsultasi, atau pengiriman dan permintaan proposal bisnis. Contoh website e-commerce B2B ini adalah bizzy.co.id dan ralali.com.

 

Business to Consumer (B2C)

Kebalikannya dari B2B, website e-commerce ini melakukan kegiatan transaksinya online antara produsen/perusahaan dengan konsumen akhir. Bisnis ini berhubungan langsung dengan konsumen, bukan dengan perusahaan/bisnis lainnya. Jenis e-commerce ini berkembang dengan sangat cepat, karena adanya website serta toko virtual yang mulai bermuculan di internet yang menjual beragam kebutuhan masyarakat. Contoh website yang menerapkan e-commerce jenis ini adalah Berrybenka.com , Lazada.co.id, Bhinneka.com.

 

Business-to-Administration (B2A)

Jenis e-commerce ini adalah jenis yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online antara perusahaan dan administrasi publik. Khususnya untuk pelayanan publik, seperti di bidang-bidang fiskal, jaminan sosial, dokumen hukum, dan ketenagakerjaan.

Website administrasi publik yang sudah menerapkan B2A ini adalah pajak.go.id, allianz.com, bpjsketenagakerjaan.go.id. Di website tersebut konsumen dapat melakukan proses transaksi atas jasa yang mereka dapatkan langsung kepada pihak administrasi publik.

 

 

 

 

 

 

 

 

Consumer-to-Administration (C2A)

E-commerce C2A memiliki tujuan dan modal bisnis yang sama dengan B2A. Hanya saja, C2A ini melibatkan transaksi antara konsumen/individu dengan administrasi publik. Contoh administrasi publik yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah pendidikan, jamsostek, pajak, kesehatan, salah satu contoh websitenya bpjskesehatan.go.id.

 

Consumer-to-Business (C2B)

Website e-commerce jenis ini melibatkan transaksi dari konsumen ke perusahaan. Konsumen akan menawarkan produk atau jasa mereka  kepada perusahaan yang membutuhkannya, salah satu contoh website yang menggunakan e-commerce ini adalah Google Adsense dan istockphoto.com.

 

Consumer-to-Consumer (C2C)

C2C adalah jenis e-commerce yang meilputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar konsumen. Transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga yang menyediakan platform online untuk melakukan transaksi. Beberapa contoh penerapan C2C dalam website di indonesia adalah Tokopedia, BukaLapak, dan Lamido.

Baca: Jangan Lupakan Kesehatan Anda, Inilah Tips Menjaga Kesehatan Bagi Anda Para Pebisnis Online

 

Online to Offline (O2O)

O2O adalah jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online untuk berubah ke toko fisik. O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti email dan juga iklan internet, kemudian menggunakan berbagai macam cara  pendekatan untuk menarik pelanggan agar meninggalkan lingkup online. Salah satu contohnya adalah mataharimall.com

 


Leave a Reply