Category Archives: Kisah Inspiratif

  • 0
Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia

Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia, Dua Bersaudara yang Sukses Berbisnis Hijab Bermodalkan Instagram

Sboplaza.com – Dalam beberapa tahun terakhir, busana hijab memang mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hal itu terbukti dari banyaknya keanekaragaman hijab yang semakin menunjukkan eksistensinya di pasaran. Tak heran bila kemudian keanekaragaman jenis hijab dimanfaatkan sebagai peluang bisnis oleh Intan Kusuma Fauzia bersama adiknya Atina Maulia.

Awalnya, bisnis hijab yang dijalankan oleh keduanya hanya memanfaatkan sarana SMS dan BBM ( Blackberry Messenger ) selama tiga bulan. Bisnis yang dirintis tanpa menggunakan model sepeser ini dirintis karena saat itu Intan masih mengenyam bangku kuliah di PPM Manajemen Jurusan Finance Business. Dan sebagai syarat kelulusannya, Intan diharuskan memiliki bisnis baru.

Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia

Source : Metropolitan.id

Pada tahun pertama berbisnis, keduanya memutuskan untuk memproduksi jilbabnya sendiri dengan mempercayakannya pada sebuah konveksi. Namun, sangat disayangkan. Jilbab yang diproduksi tersebut mengalami kegagalan produksi karena banyaknya ukuran jilbab yang memiliki ukuran berbeda. Sehingga produk jilbabnya tersebut tidak dapat dijual kembali. Saat itu, kerugian yang diterima Intan Kusuma Fauzia bersama adiknya Atina Maulia mencapai Rp. 70 juta rupiah.

Keduanya sempat kaget dan tidak semangat lagi. Namun, dorongan dari kedua orangtuanya membuat Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia kembali bersemangat untuk berbisnis. Terlebih lagi, keduanya kini telah memasarkan produk hijabnya di Instagram dengan nama Vanilla Hijab yang berhasil memiliki pengikut hingga 300 ribu followers. Alhasil, produk Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia menjadi lebih dikenal. Hal itu terbukti dengan jumlah pemesanan yang terus bertambah. Bahkan dalam sehari, keduanya mendapat pesanan hijab lebih dari 2000 pcs.

Tertarik untuk mendapatkan pengalaman banjir order via Instagram seperti Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia? Untuk mendapatkan kesempatan yang sama, inilah saatnya anda mengikuti kelas mentoring online dengan program “Instagram for Business” di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Dengan mengikuti program ini, kesempatan untuk mendapatkan 10.000 followers yang sesuai dengan target bisnis anda bukan lagi mimpi.

Baca Juga : 5 Orang Dengan Keterampilan yang Tepat Untuk Menjalankan Bisnis Online Anda

Program ini berlangsung selama 90 hari. Dan anda akan mendapatkan bimbingan intensif dari pakarnya langsung. Namun sayangnya, karena kesempatan ini terbatas. Anda harus segera mendaftar sekarang juga karena program ini akan segera berlangsung pada tanggal 10 Maret – 10 Juni 2016. Ayooo ikutan! Cara mendaftarnya, anda dapat menghubungi 087824468185 atau dapat juga mengunjungi laman fanpage facebook kami, Sekolah Bisnis Online ( SBO )


  • 0
Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Sally Mitha, Pebisnis Sukses yang Melejitkan Bisnisnya Melalui Iklan Berbayar

Sboplaza.com – Sally Mitha, Pebisnis online yang memulai debut bisnisnya di tahun 2012. Pada awalnya, Sally Mitha menjalankan bisnisnya sekedarnya saja. Namun, hal itu kerap disesalinya karena tanpa arahan yang jelas mengenai ilmu berbisnis online. Bisnisnya tersebut tidak mengalami perkembangan sama sekali. Lalu, suatu ketika Sally Mitha memutuskan untuk mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani.

Dari sana, ia banyak mendapatkan ilmu bisnis online yang tidak ia pahami sebelumnya. Setelah mendapat banyak hal baru yang didapatnya dari hasil menimba ilmu di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Mulailah Sally Mitha mempraktekan semua hal yang telah dipelajarinya.

Sally Mitha, Pebisnis Aneka Hijab dan Jarum yang Sukses

Salah satu ilmu yang pernah dipelajarinya adalah beriklan di facebook. Bahkan tak tanggung – tanggung, ibu rumah tangga yang berbisnis di bidang hijab dan aneka jarum ini juga menganggarkan anggaran yang cukup besar untuk memasarkan produk hijab dan aneka jarum yang dimilikinya.

Bagi Sally Mitha, jika sesuatu diniatkan untuk sambilan, maka hasil yang didapatnya pun akan sambilan juga. Itulah alasan mengapa Sally Mitha sangat antusias mengikuti workshop yang diadakan Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan membeli banyak buku yang menunjang bisnisnya. Alhasil, ketekunan yang dijalaninya berbuah manis.

Baca Juga : 5 Karakter Hebat yang Wajib Dimiliki Seseorang Untuk Menjadi Pengusaha Sukses

Hal itu terbukti dari peningkatan omset bisnisnya yang luar biasa. Sangat berbeda tentunya dengan saat ia menjalankan bisnis di tahun 2012-an. Dari kesimpulan yang dapat dipetik dari perjalanan bisnis Sally Mitha, kita mengetahui pentingnya mengawali sesuatu dengan tekad yang kuat. Karena hasil terbaik, hanya akan diberikan kepada seseorang yang selalu mengupayakan sesuatu dengan baik.


  • 0
Dianari Lauza

Dianari Lauza, Pebisnis Sukses yang Mengawali Bisnisnya Karena Desakan Teman

Sboplaza.com – Dianari Lauza, sosok ibu rumah tangga yang kini sukses merintis bisnisnya di bidang aksesoris hijab dengan brand Lauza. Awalnya ia memulai perjalanan bisnisnya dengan menjadi seorang reseller di sebuah toko online karena ajakan temannya. Padahal, Dianari Lauza sempat menolak ajakan temannya tersebut dengan alasan bahwa dirinya merasa tidak mahir berjualan. Namun, teman dari Dianari Lauza mengungkapkan berbagai macam keuntungan berjualan online.

Setelah mendengar keuntungan berjualan online, akhirnya Dianari Lauza menerima tawaran dari temannya untuk berjualan online. Dan saat itu ia juga tengah membutuhkan uang untuk mengikuti program hamil.

Saat pertama kali berjualan online di tahun 2009, Dianari Lauza memutuskan untuk berjualan bag organizer. Dan dikarenakan saat itu ia belum memiliki laptop dan blackberry, Dianari Lauza pun harus meluangkan waktunya untuk pergi ke warnet minimal 3 jam. Ia kerap kali berjualan online dengan memanfaatkan facebook, indonetwork dan olx. Berkat konsistensinya, akhirnya ia pun meraup keuntungan dari bisnis onlinenya tersebut.

Seiring berjalannya waktu, ia bertemu dengan seorang penjahit. Dari pertemuan tersebut, ia pun kembali mencoba berjualan makloon jilbab organizer. Setelah menjalani hari demi hari berjualan online, akhirnya Dianari Lauza memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi. Ia berupaya untuk focus terhadap bisnis onlinenya tersebut, semua dilakukannya agar ia dapat segera membayar hutang puluhan juga dari program hamil yang dijalaninya.

Dianari Lauza Pemilik Brand Lauza Bersama Muri Handayani Pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Dianari Lauza ( Kanan ) Bersama Muri Handayani ( Kiri ) Pendiri Sekolah Bisnis Online ( SBO )

Dengan tekad yang sungguh – sungguh, Dianari Lauza kembali menambah varian produk jualannya yaitu gamis dan jilbab hoodie. Beruntungnya, jilbab hoodie yang ia tawarkan laris manis di pasaran. Namun sayangnya, usaha tersebut harus terkendala di bagian pembuatan sample dan kegiatan produksi yang cukup memakan waktu.

Di tengah dilemma ketidaknyamanan yang dirasakannya saat berjualan gamis dan jilbab hoodie. Tiba – tiba saja, ia dipertemukan dengan seorang reseller yang bersikukuh untuk minta dibuatkan bros.

Mendapat permintaan seperti itu dari resellernya, Dianari Lauza berusaha menjelaskan bahwa dirinya belum cukup memahami kemampuan dalam memproduksi bros.

Namun, karena mendapatkan suntikan semangat dari resellernya yang meyakinkan bahwa Dianari Lauza dapat memproduksinya. Akhirnya Dianari Lauza mencoba menciptakan bros dari kain katun bunga serut yang cukup simple.

Setelah menunjukan bros hasil buatannya, Akhirnya Dianari Lauza mulai mempelajari banyak hal mengenai tutorial membuat bros melalui buku dan internet. Sejak merintis bisnisnya di bidang aksesoris hijab tersebut, Dianari Lauza mulai meninggalkan semua produk dagangannya dan mulai focus dengan berjualan aksesoris hijab.

Baca Juga : Inilah Penyebab Konsumen Anda Berpaling Ke Tempat Lain

Berkat ketekunannya dalam berbisnis aksesoris hijab, Dianari Lauza yang juga menjadi alumni Sekolah Bisnis Online (SBO). Kini sangat bersyukur kepada Allah karena telah mendapatkan salah satu keberkahan dari berbisnis online. Yaitu kemudahan untuk menuntaskan pembiayaan program hamil yang bernilai puluhan juta.


  • 0
Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Atiqueta, Pemilik Brand Fashion Busana Muslim Aqueta yang Sukses Melejitkan Omset

Sboplaza.com – Atiqueta, Sosok ibu rumah tangga yang pantang menyerah itu kini berhasil melebarkan sayap bisnisnya di bidang fashion dengan mendirikan brand Aqueta yang berdiri pada bulan Juli 2015. Sebelum berbisnis di bidang fashion dan menuai kesuksesannya, Atiqueta pernah berjualan produk herbal, buku islami dan menjadi agen qirani. Namun sayangnya, Atiqueta harus kembali memutar otaknya karena Rawalumbu, lokasi tempatnya berjualan sekaligus kediamannya tidak cukup strategis.

Dihadapkan dengan kenyataan seperti itu, Atiqueta akhirnya memutuskan untuk berjualan di Tanjung Priok dengan memindahkan tokonya di dekat rumah mertuanya. Mengingat jarak yang cukup jauh antara Rawalumbu dan Tanjung Priok, akhirnya Atiqueta memutuskan untuk mempercayakan toko nya pada seorang karyawan.

Saat itu, suaminya tengah bekerja sebagai seorang karyawan outsourcing di sebuah perusahaan pelabuhan Tanjung Priok. Untuk membantu perekonomian keluarga, Atiqueta nekat membagi-bagikan brosur ke setiap Taman Kanak-Kanak ( TK ) di seluruh kecamatan Koja. Tak peduli dengan gelarnya sebagai seorang sarjana psikologi, Atiqueta tetap bersikukuh dan pantang menyerah. Ia menyadari bahwa untuk meraih kesuksesan diperlukan pengorbanan.

Atiqueta Pemilik Brand Aqueta

Namun, perjuangannya dalam membagi-bagikan brosur. Sebagai upaya untuk mensosialisasikan bisnisnya belum berbuah manis. Hingga akhirnya suami Atiqueta mengatakan bahwa istrinya memiliki passion dalam berbisnis di bidang fashion. Berawal dari itu, akhirnya Atiqueta yang merupakan alumni dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) mengikuti apa yang dikatakan suaminya.

Di tahun 2015, Akhirnya Atiqueta melaunching sebuah brand fashion dengan label Aqueta. Di awal – awal membangun bisnis fashionnya tersebut, Bisnis yang aqueta jalankan tidak berjalan lancar. Alasannya karena system bisnis yang dijalankannya belum terfokus. Menyadari kesalahannya tersebut, Atiqueta akhirnya berupaya untuk mengembangkan system customer service marketing online dalam bisnisnya.

Dimana Aqueta sendiri menjadi leadernya dan menghandle viral marketing sesuai dengan jadwal yang telah ia tetapkan. Tak hanya itu, Aqueta juga menangani pelanggan mulai dari follow up hingga closing dan feedback. Bersama tim nya yang berjumlah 8 orang, ia membagi tugas dengan bijak. Saat mulai menerapkan system serta SOP yang begitu mendetail, Atiqueta mengaku bahwa dirinya merasakan kesulitan.

Namun, dengan penerapan SOP yang mendetail tersebut, justru kesuksesan mendekat dengat sangat cepat ke kehidupannya. Selain itu, tak lupa Atiqueta juga memperbanyak bersyukur dan meminta keridhoan pada orang tua dan suaminya agar bisnisnya selalu dilancarkan.

Baca Juga : 80% Kesuksesan Closing Karena Ini

Alhasil, Omset bisnisnya pun meningkat dengan pesat. Bila awalnya Aqueta hanya memasang target penjualan hingga 500pcs dalam sebulan. Diluar dugaan, Aquetapun kembali menuai target penjualan mencapai ribuan. Sungguh menakjubkan!


  • 0
Rochma Indrawati Firdaus, Pengusaha Boneka Jari Bandung

Rochma Indrawati Firdaus, Pengusaha Boneka Jari yang Berhasil Memberdayakan Ibu Rumah Tangga

Sboplaza.com – Rochma Indrawati Firdaus, Ibu dari dua orang anak yang hobi melakukan aktivitas outdoor ini layak dijadikan inspirasi bagi setiap orang. Pasalnya, sebelum menekuni bisnis di bidang handmade boneka jari dengan brand Rahma Handmade seperti saat ini.

Rochma Indrawati Firdaus telah lebih dulu menekuni berbagai macam usaha seperti menjual minuman saat di SMA dulu. Kemudian menjual kerupuk, donat, rempeyek, sistik dan menjadi makelar photo copy selama duduk di bangku kuliah. Selain itu, Rochma Indrawati Firdaus juga pernah menjual jilbab instan. Namun sayangnya, ia mengalami kerugian pada saat menjalankan bisnisnya tersebut.

Selepas dari kerugian bisnis yang dialaminya saat menjual jilbab instan, Akhirnya Rochma Indrawati Firdaus kembali berbisnis di bidang boneka jari. Boneka yang dimanfaatkan seseorang saat berbagi cerita untuk menimbulkan kesan yang lebih menarik. Tentu inspirasi produk yang satu ini terlahir dari pengalamannya saat bertemu anak – anak dalam kegiatan sosial.

Rochma Indrawati Firdaus, Pengusaha Boneka Jari Bandung

Rochma Indrawati Firdaus

Pada saat itu, Rochma Indrawati Firdaus menyadari bahwa komunikasi antara orang dewasa dan anak – anak adalah sesuatu yang sangat penting. Namun sayangnya, tidak semua orang dewasa memahami bagaimana cara berkomunikasi yang baik dengan anak – anak. Selain itu, inspirasi yang juga mendasari lahirnya boneka jari kreasinya adalah saat melihat rasa trauma yang dialami putrinya saat dipercayakan pada seorang pengasuh.

Seiring dengan berjalannya bisnis yang Rochma Indrawati Firdaus jalankan, Akhirnya Rochma Indrawati Firdaus selaku tim divisi social Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dapat menikmati hasil yang luar biasa dari bisnis boneka jarinya. Terbukti dari jumlah permintaan boneka jari yang mencapai ribuan setiap bulannya.

Dan salah satu keunikan dari bisnis boneka jari yang Rochma Indrawati Firdaus jalani, berhasil memberikan kesempatan bagi para ibu rumah tangga di sekitarnya untuk mendapatkan lapangan kerja yang sesuai tanpa harus mengorbankan keluarga. Untuk itu, sosok Rochma Indrawati Firdaus layak menjadi sosok yang sangat inspiratif karena telah memberdayakan para ibu rumah tangga untuk tampil lebih terampil.

Baca Juga : 4 Penyebab Utama Kegagalan Para Pebisnis Online

Rochma Indrawati Firdaus seolah membuktikan pada semua orang, bahwa ibu rumah tangga bisa sukses berkarir tanpa harus mengabaikan tanggung jawabnya sebagai seorang istri bagi suami dan ibu bagi anak – anaknya.


  • 0
Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Sboplaza.com– Belajar Dari Titi Limanjaya, Pemilik Baju Lucu 39000 yang Sukses

Titi Limanjaya, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnisnya dari rumah. Bisnis fashion yang digelutinya menawarkan aneka produk fashion seperti Sweater, Baju Casual, Baju Hijab, Jaket dll. Sebagai owner @Bajulucu39000, Tentu Buah dari kesuksesan yang didapatkannya ini tidak diraih secara instan. Sebagai anak yang lahir dari keluarga sederhana yang tidak memiliki latar belakang bisnis. Titi Limanjaya dengan gigih belajar berbisnis secara otodidak.

Berawal di tahun 2008, Saat dimana Titi Limanjaya memutuskan untuk resign dari pekerjaannya di sebuah instansi farmasi untuk menggeluti bisnis online. Pada saat itu, platform yang digunakan untuk berjualan adalah multiply. Sebelum pada akhirnya berjualan produk fashion, Titi Limanjaya sempat berjualan produk herbal seperti Sugar Wax dan Penghilang Bulu Alami Homemade. Beruntungnya, produk yang ia tawarkan mendapatkan respon yang baik di mata konsumen. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah orderan hingga berpuluh – puluh paket.

Namun, tak lama kemudian. Titi Limanjaya mendapatkan ujian dengan kenyataan bahwa Ibunya menderita kanker lambung. Tak ingin menyerah dengan keadaan, Titi Limanjaya tetap giat menjalankan bisnisnya langsung di rumah sakit sambil menemani sang ibu di rumah sakit. Dimulai dari merespon orderan, rekap, cek mutasi hingga melakukan pemesanan pada supplier.

Pada saat itu pula, sang suami yang tengah bekerja di sebuah instansi juga ikut membantu menyiapkan barang, packing hingga mengirimkannya ke instansi jasa pengiriman sebelum berangkat kerja.

Hal itu dilakukan demi menanggung anggaran pengobatan Ibu Titi Limanjaya selama menjalani pengobatan di rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain. Dan tepatnya pada tahun 2010, Ibu Titi Limanjaya meninggal dunia.

Tentu hal ini menjadi sebuah kesedihan yang mendalam bagi Titi Limanjaya. Hingga akhirnya Titi Limanjaya bersama suaminya memutuskan untuk menjalani bisnis online yang digelutinya dengan serius. Dan suami Titi Limanjaya juga memutuskan untuk resign dari tempat kerjanya sebagai bukti keseriusannya dalam menekuni bisnis online bersama sang istri.

Titi Limanjaya Pemilik Baju Lucu 39000

Titi Limanjaya ( Kanan )

Untuk memudahkan bisnis online yang digelutinya, akhirnya Titi Limanjaya memutuskan untuk merekrut 1 orang asisten. Seiring berjalannya waktu, tabungan yang sempat terkuras akhirnya dapat terisi kembali. Dan tak hanya itu, omset dari bisnis online nya pun melesat hingga dapat mencukupi kebutuhannya untuk membeli mobil.

Namun tiba – tiba saja, platform multiply yang dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai tempat untuk berbisnis online tiba – tiba ditutup di tahun 2012. Bagaikan petir di siang bolong, omset bisnis onlinenya pun akhirnya ikut merosot. Seakan tak percaya, Titi Limanjaya merasakan kehilangan sumber mata pencahariannya. Terlebih lagi, tabungan yang dimilikinya juga ikut terkuras untuk biaya melahirkan anak pertamanya.

Meski terbilang cukup menyakitkan, lambat laun Titi Limanjaya kembali beralih ke facebook untuk berbisnis online. Namun, sayangnya penjualan pada saat itu hanya sedikit saja sehingga tidak cukup untuk menutup biaya operasional. Ditambah, saat itu Titi Limanjaya tengah hamil dan harus kembali mempersiapkan biaya operasi Caesar untuk anak keduanya. Setelah melahirkan anak keduanya, barulah Titi Limanjaya berfikir untuk menggeluti bisnis di bidang lain.

Dan saat itulah, Titi Limanjaya bersama sang suami memutuskan untuk menjual produk fashion. Namun sayangnya, ketika hendak merintis bisnis baru. Modal bisnis yang dimilikinya tidak mencukupi. Sehingga pada akhirnya Titi Limanjaya bersama sang suami harus merelakan mobilnya untuk dijual.

Setelah menjual mobilnya dan kembali berbisnis, tepatnya di akhir tahun 2013. Titi Limanjaya bertemu dengan Muri Handayani selaku pendiri Sekolah Bisnis Online yang merupakan teman Titi Limanjaya saat masih di Multiply dan Grup Gober.

Saat itu pertemuan keduanya berlangsung di acara workshop Instagram yang diadakan oleh Sekolah Bisnis Online. Meski belum memiliki smartphone berbasis android, Titi Limanjaya tetap mengikuti workshop tersebut dan mempelajari tips dan triknya.

1 Minggu setelah mengikuti workshop Instagram yang diselenggarakan Sekolah Bisnis Online, Suaminya membelikan smartphone android yang kemudian dimanfaatkan Titi Limanjaya sebagai platform bisnis onlinenya. Alhasil, omset bisnis onlinenya meroket. Bahkan Titi Limanjaya bersama sang suami merasa kewalahan dalam melayani pemesanan.

Bisa dikatakan bahwa omsetnya melebihi omset yang didapatnya dahulu saat berjualan di multiply. Dan kini untuk memudahkan bisnisnya, Titi Limanjaya bersama sang suami telah memiliki team yang berjumlah 7 orang. Untuk melihat detail produk yang ditawarkannya, silahkan kunjungi www.bajulucu39000.com juga akun instagramnya @bajulucu39000


  • 0

Candra Lela Alumni SBO yang Sukses Mendirikan Rumah Madu Hutan Jambi

Sboplaza.com – Candra Lela Alumni SBO yang Sukses Mendirikan Rumah Madu Hutan Jambi

Candra Lela adalah salah satu dari 3.412 alumni SBO (Sekolah Bisnis Online) yang sukses dengan bisnisnya. Pada awal berbisnis beliau hanya mampu menjualkan 10 pcs madu saja. Hingga sekarang Alhamdulillah bisa produksi hingga 4.000 pcs madu perbulannya dan omset 10 juta perhari.

Tentu hal ini tidak didapat dengan cara instan. Banyak hal yang dihadapi, jatuh bangun, keringat, hingga tahun 2016 beliau mengalami masa sulit yang paling parah yang pernah dialaminya. Tetapi di tahun 2017 beliau mulai bangkit dan mulai mencari-cari ilmu bisnis sampai akhirnya bertemu dengan SBO (Sekolah bisnis Online) dan buku #RAMSBO (Resep Ampuh Membangun Sistem Bisnis Online).

Dari buku RAMSBO ini beliau belajar bagaimana caranya mengatur sistem kerja, jobdes hingga membina karyawan. Rumah Madu Hitam Jambi ini sebenarnya sudah berdiri sejak lama. Sudah sekitar 10 tahun.  Bisnis madu hutan ini saya mulai dengan modal awal 2 juta. Dari uang 2 juta ini beliau mendapatkan 1 galon madu. Hingga sekarang sudah mencapai 4 ton lebih.. Alhamdulillah.

Definisi sukses itu bukan dihitung semata-mata dari uang yang kita dapat, besar untung yang kita terima. Tetapi sukses itu ketika kita mampu melewati hal terberat dalam hidup dan mampu bangkit menerima semua kegagalan dan menjadikannya sumber kekuatan. Itu semua lebih berharga dari uang dan keuntungan yang didapat.

Baca: 4 Produk Terlaris Yang Menjadi Incaran Para Konsumen

Bisnis itu suatu hal yang memerlukan perjuangan. Jika tanpa perjuangan, kerja keras dan air mata, semua orang sudah sukses, semua orang didunia ini sudah menjadi pebisnis. Buktinya hanya orang-orang kuat yang bisa menjadi sukses dalam berbisnis. Ketika bisnis kita down jangan berputus asa. Minta pertolongan Allah, berikhtiar dan terus berproses belajar tanpa tidak pernah berhenti.

Itu adalah pesan dari beliau untuk kita semua. Semoga Emak-Emak yang membaca cerita ini menjadi orang-orang sukses kelak dan bisnisnya semakin besar aamiin.


  • 0

Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Sboplaza.com – Cara Praktis Menghitung Harga Jual

Nangis bombay deh kalo udah salah ngitung harga jual  Saya sudah pernah ngalamin, nyesek Mak! Bukannya untung, malah buntung hiiiksss….!

Menurut saya, ada 2 cara untuk menghitung harga jual.
1. Dari harga jual menuju ke harga produksi.
2. Dari harga produksi menuju ke harga jual.

Untuk point 1, yang harus Mak lakukan adalah riset TARGET MARKET dan riset PASAR terlebih dahulu. Berapa sih harga jual di pasaran? Kompetitor jualnya berapa? Bukan berarti kita harus menentukan harga jual dibawah harga kompetitor. Kita bisa saja jual lebih mahal, namun dengan diiringi penambahan VALUE. Sehingga konsumen tetap rela bayar dengan harga lebih mahal, namun mendapatkan manfaat, kebahagiaan dan kepuasan lebih banyak.

Misalnya harga jual di pasaran Rp.100.000.
Ini saya coba bedah dengan potongan diskon di RAZHA.

Reseller disc.20%.
100.000 – 20.000 = 80.000

Agen disc. 30%.
100.000 – 30.000 = 70.000

Ditributor disc.40%.
100.000 – 40% = 60.0000

Maka misalnya distributor membeli ke RAZHA, omset masuknya adalah 60.000. Ini adalah harga terrendah yang masuk ke kas RAZHA.

Dari 60.000 ini harus bisa menutupi:
1. Harga Pokok Produksi
2. Biaya operasional
3. Biaya pengembangan bisnis
4. Biaya penyusutan alat
5. Pajak + Zakat
6. …..
7. ……
8. …..
9. KEUNTUNGAN

Nah 9 point di atas itu harus Mak buat serinciiiiiii mungkin. Jangan sampe ada biaya yang lupa Mak masukin. Padahal kita tetap membayarkannya.

Point 2 – 9 dihitung. Maka point 1 Mak juga nantinya bisa tahu berapa harga pokok produksi yang bisa dialokasikan. Sehingga besaran nilai point 1 sangat mempengaruhi jenis bahan yang digunakan, jumlah bahan yang digunakan, harga jasa pembuatan, model dan harga kemasan produk dll.

Jika… misalnya… harga pokok produksi ada di angka 20.000. Maka Mak harus fokus mencari bahan baku yang kurang dari 20.000. Karena kan harus ada biaya jasa pembuatan, kemasan, foto produk, resiko reject dll.

Nah pusing kan jadi produsen? wakakakaaa…
Mau dapet untung banyak ya harus siap pusingnya banyak hihihiiii…

Baca: Cara Jualan Di Instagram Agar Banjir Order

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”


  • 0

Mak… udah berapa kali ganti bisnis?

Sboplaza.com – Mak… udah berapa kali ganti bisnis?

Coba kita cari cermin, ajak ngobrol orang yang ada di cermin.

+ Hai cantik…
– Hai juga cantik…
+ Kamu sudah berapa kali ganti bisnis?
– 6 Kali
+ Mau ganti sampe berapa kali?
– Maunya sih ini bisa tumbuh besar dan menikmati sukses.
+ Coba renungkan, apa yang menyebabkan 6 bisnisnya gagal?
– Hmmm… apa ya?
+ Kalo diminta untuk mengulang waktu, jalanin bisnis yang lama itu, bisa sukses kah?
– Ya gak akan, udah coba.
+ Berapa lama cobanya?
– Gak sampe setahun.
+ Sudah menggunakan cara apa saja menjalankannya?
+ Pemasarannya sudah pelajari caranya?
+ Startegi mencari konsumennya sudah dipelajari dari ahlinya?
+ Ilmu menjalan bisnisnya sudah belajar kemana aja?
+ Apa sudah dipraktekin 10.000 jam?
– Hmmmm… baru coba-coba, trus sepi, ya ganti lagi.
– Jadi… sepi itu bisa jadi bukan karena produknya yang jelek/gak laku ya, tapi karena gak punya ilmu menjalankan bisnis yang baik dan benar.
+ Sekalinya ada ilmu, prakteknya gak tahan banting. Baru gagal dikit udah nyerah, eh langsung ganti bisnis lain.
+ Ketika sudah ganti bisnis baru, sekali dua kali coba belum berhasil, eh ganti bisnis lagi.
+ Nah mau sampe kapan Mak cantik gonta ganti bisnisnya?
+ Mending ganti “cara menjalankan bisnisnya”
+ Ganti metode pemasarannya.
+ Ganti jam kerjanya, tadinya cuma sampingan, sekarang seriusin donk.
+ Ganti tontonannya, tadinya acara gosip, sekarang fokus cari ilmu bisnis.
+ Ganti bacaannya, tadinya tabloid dan koran, sekarang fokus dulu baca buku bisnis.
+ Ganti temannya, tadinya grupis sama orang yang pesimis, sekarang cari teman yang sesama pejuang bisnis. Supaya banyak yang menyemangati dan ada tempat diskusi.

Mak gak punya cermin? Sini aku kasih :p

Aku sayang kamu Mak.. iya kamu… Terus semangat ya memperjuangkan bisnis yang sudah Mak jalani sekarang. Cobain dulu dengan cara TAMBAH ILMU + TAMBAH JAM KERJA. Minimal 10.000 jam kerja (dihitung jam kerjanya perhari dan diakumulasi). Praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek, evaluasi, tambah ilmu, praktek……

Capek?

Ya iyalah pasti, kan mau dapet omset milyaran ^_^Kalo gak capek, nanti penghasilannya cuma bisa untuk beli kipas angin hihihiii…

Baca: Cara Menghadapi Tim yang Susah Diatur

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”


  • 0

Iis Sholihat Owner Arfah.hjb Sukses Miliki Lebih Dari 30 Agen Dan Reseller Hanya Bermodalkan Smartphone.

Sboplaza.com – Iis Sholihat Owner Arfah.hjb Sukses Miliki Lebih Dari 30 Agen Dan Reseller Hanya Bermodalkan Smartphone.

Iis Sholihat.. Salah satu alumni SBO (Sekolah Bisnis Online) angkatan 8.0.4 ini biasa dipanggil Aisha oleh kebanyakan orang. Beliau adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak dan tinggal disebuah Desa bernama Ciputih daerah Kabupaten Bandung.

Ia berhasil memiliki puluhan agen dan reseller yang tersebar di Indonesia. Tentunya sebuah kesuksesan ini tidak Aisha dapatkan dengan mudah, banyak lika-liku kehidupan yang Ia lewati bersama suami.

Awal mula Aisha bertekad untuk membuka online shop hijab dikarenakan usaha suami yang tiba-tiba bangkrut, semua harta benda yang dimiliki ia jual, hutang numpuk hampir 100 JUTA. Teman-temanpun seketika menjauh dan rumah tangga hampir berantakan, putus asa pernah menghampiri hidup Aisha.

Hinga akhirnya Aisha serahkan semua urusannya kepada Allah.

Disuatu malam berdoa dan mengharap bantuan hanya kepada Allah SWT. Aisha berdoa dan meminta agar hatinya ikhlas menjalani semua ujian ini dan Ia memiliki keyakinan Allah akan menolongnya karena dalam kesulitasn pasti ada kemudahan.

Dari doa itu Allah telah menitipkan sesuatu yang tidak bisa dinilai dengan materi, yaitu KEBERANIAN. Sejak saat itu Aisha menjadi lebih percara diri untuk menjalani ujian hidupnya. Dengan pertolongan Allah Aisha dan suami bisa merintis usaha yang baru.

Dengan bermodalkan nol rupiah dan smartphone Aisha menjadi dropshipper salah satu produk hijab lalu Ia jualkan secara online. Tepat tanggal 6 September 2015 Aisha menamai usahanya arfah.hjb.

Keuntungan yang Ia dan suami dapat dari usaha tersebut dikumpulkan hingga mencapai 500.000 dan dari 500.000 itulah

Aisha dan suami mulai memutuskan untuk merintis bisnis online dengan produk sendiri dan memutuskan untuk mengikuti pelatihan Kelas Utama SBO (Sekolah Bisnis Online)

Baca : Ikuti Tips Ini Agar Pengeluaran Tidak Membludak

Awal merintis bisnis online arfah.hjb hanya mengirim 3-5 paket perhari, hari demi hari penjualan meningkat menjadi puluhan paket perhari dan Alhamdulillah sekarang arfah.hjb bisa mengirim ratusan paket perharinya.

Dan arfah.hjb sekarang memiliki 3 penjahit, satu customer service, 2 admin packing dan lebih dari 30 agen dan reseller.

Semua bisnis membutuhkan proses, butuh perjuangan, butuh konsistensi dan jangan mudah putus asa dengan keadaan karena kita mempunya Allah SWT pemilik alam semesta ini.

Bukanlah kemenangan dan kesuksesan yang menjadi tujuan kita melainkan menikmati setiap proses dan mensyukuri setiap karunia merupakan tujuan yang sebenarnya.

Bila gagal dan terjatuh, bangkitlah dan coba kembali karena bangkit dari keterpurukan merupakan satu solusi agar kita tetap berdiri dan semangat kembali.