Category Archives: Kisah Inspiratif

  • 0

Noor Rahmawati, Ibu Rumah Tangga yang Nekat Berhenti Jadi PNS Demi Berbisnis

Sboplaza.com – Noor Rahmawati, ibu rumah tangga dari 2 orang anak lelaki yang berasal dari Ponorogo ini memang terbukti layak menjadi inspirasi bagi siapa saja yang ingin menuai kesuksesan dalam berbisnis. Meski Noor Rahmawati adalah seorang PNS di Pemkab Ponorogo, namun hal itu tidak menghalangi tekadnya untuk tetap berbisnis. Setahun setelah menjadi PNS di tahun 2005, Noor Rahmawati mencoba membuka sebuah butik di Ponorogo.

Demi mewujudkan kesuksesan dalam berbisnis, Noor Rahmawati rela berpergian ke Jakarta selama 2 minggu sekali demi memenuhi kebutuhan stock barang di butiknya. Akan tetapi, di tahun 2007. Noor Rahmawati melahirkan anak pertamanya, sehingga ia tak lagi bisa ke Jakarta 2 minggu sekali. Terlebih lagi, semakin banyaknya toko – toko baru yang pemiliknya adalah pelanggan setia dari butik Noor Rahmawati. Alhasil, Noor Rahmawati harus memutar otaknya agar tetap dapat berinovasi dan menyuguhkan sesuatu yang berbeda.

Hingga akhirnya Noor Rahmawati memutuskan untuk memproduksi pakaian tersebut sendiri. Berkat keberaniannya untuk berani memulai sesuatu yang baru. Produk yang ditawarkan Noor Rahmawati pun mendapatkan respon yang baik dari para konsumen. Demi memaksimalkan bisnisnya, Noor Rahmawati mencoba memasang iklan di sebuah tabloid.

Semenjak memasang iklan, Noor Rahmawati mulai mendapatkan banyak pesanan dari luar pulau Jawa. Namun sayangnya, Noor Rahmawati tidak dapat mengabulkan permintaan pasar dengan baik dikarenakan Ponorogo bukanlah kota industri. Sehingga sangat sulit bagi dirinya untuk mencari kancing dan tenaga penjahit yang berkompeten.

Di tahun 2010, Noor Rahmawati memutuskan untuk hijrah ke Solo. Disanalah Noor Rahmawati kembali melanjutkan bisnisnya. Namun Noor Rahmawati harus menelan pil pahit kegagalan berbisnis selama di Solo. Dari kegagalan tersebut, Noor Rahmawati mencoba bangkit dan tetap semangat untuk menjalani bisnisnya. Noor Rahmawati mengakui bahwa proses belajar tidaklah murah, Sehingga ia selalu beranggapan bahwa setiap kegagalan adalah salah satu proses menuju kesuksesan.

Meski sempat ditempa oleh berbagai rintangan dalam berbisnis, Noor Rahmawati tetap meneguhkan keyakinan dan ketekunannya dalam berbisnis. Hingga akhirnya Noor Rahmawati sangat bersyukur karena telah memiliki 25 orang karyawan yang menjadi partner bagi dirinya dalam berbisnis. Noor Rahmawati selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik agar pelanggan Khonza, Mustyle dan Das dapat mempercayakan seluruh kebutuhannya pada Noor Rahmawati.

Baca juga : 4 Alasan Pasti Mengapa Anda Perlu Menjadi Pemimpin yang Visioner

Bersamaan dengan perkembangan bisnis gamis Das yang ditekuninya, Noor Rahmawati selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya memilih untuk membangun bisnisnya lebih serius. Hingga akhirnya, kini Noor Rahmawati berhasil memetik buah manis dari kesuksesan yang ia perjuangkan.


  • 0

Overstock Hingga 100 Juta, Apa yang dilakukan Juniar Elisa Untuk Bisa Bangkit?

sboplaza.com – Juniar Elisa, pemilik dari brand fashion anak-anak yang terkenal Zya Kids memulai bisnisnya  dengan langkah yang tidak mudah.  Pernah mengalami over stock  hingga 100 JUTA  membuat Juniar Elisa menyerah hingga tak mau menjalankan bisnis lagi. Perjuangan yang tak gampang dan penuh deraian air mata.

Oktober 2017, adalah moment bangkitnya Juniar Elisa dari sebuah kegagalan, kegagalan karna merasa pintar, kegagalan karna merasa mampu. Allah memberikan jalan yang sangat luar biasa yaitu memberikan seorang suami yang mensuportnya tanpa kenal rasa lelah. “Kita harus bangkit!!! gak boleh nyerah, karna kita gamau kalah” itu yang dikatan suaminya yang membuat seorang Juniar Elisa terbakar semangat untuk bangkit dan memulai bisnisnya kembali. Dengan bermodalkan uang 3 Juta, ia mulai membeli beberapa bahan untuk produksi bukan lagi produksi gamis  dewasa, Juniar Elisa mencoba peruntungannya untuk produksi khimar anak-anak. Dengan modal yang minim, Juniar Elisa dan suami mendisain khimar daily berbahan jersey.

 

Moment Idul Adha, adalah moment dimana seorang Juniar Elisa keluar dari zona nyaman yaitu dengan mengembangkan konsep usaha yang baru, kenapa Ia memilih untuk berbisnis kimar anak-anak? karna anak-anak itu masih gampang jika dikenakan khimar lucu, Itu tuturnya.  Dari Khimar anak-anak, Ia mencoba perutungannya kembali untuk merambah gamis set. Alhamdulillah berhasil di produksi dengan kapasitas 30 set, menggunakan sistem PO. Dari situ Juniar Elisa belajar dan belajar terus untuk mengembangkan bisnisnya. Dari Oktober 2018 sampai Juni 2018 Ia sudah mengeluarkan disain Khimar dan Gamis anak-anak sebanyak 13 model dengan  kapasitas di angka 1000 pcs, luar biaasaa.

Baca Juga :Cara Terlindung Dari Kejahatan Dunia Maya Saat Bertransaksi via Online

Juniar Elisa adalah salah satu Alumni SBO yang sukses, semua kesuksesannya tentu tidak Ia dapatkan dengan mudah. Ia terus menata kembali semuanya dari awal, contohnya merapihkan system bisnisnya. Belajar dan belajar lagi agar mendapatkan hasil yang maksimal.


  • 0

Presda Sari, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Meraup Omset Puluhan Juta

Sboplaza.com – Presda Sari, pemilik Dindacollection.com yang mengawali bisnisnya di bulan Desember 2010 setelah tidak mendapatkan restu dari mertua tercinta untuk bekerja di sebuah instansi. Di tengah kegalauan finansial yang melandanya, akhirnya Presda Sari memutuskan untuk membuka toko online.

Saat itu kehadiran toko online tidak menjamur seperti sekarang. Di awal membangun toko onlinenya, Presda Sari mencari beberapa supplier yang menawarkan fasilitas dropship. Setelah melakukan pencarian, akhirnya Presda Sari menemukan 3 supplier untuk produk yang hendak dijualnya. Presda Sari memulainya dengan menjadi reseller baju dengan potongan harga senilai 20%. Meskipun begitu, Presda Sari mengaku sangat senang karena baju yang dijualnya berhasil laku 2-3 pcs.

Namun, rasa senangnya tidak dijadikan alasan oleh Presda Sari untuk berpuas diri. Hingga akhirnya Presda Sari mencoba untuk mengumpulkan modal untuk menjadi seorang agen. Namun, toko onlinenya sempat berhenti selama setahun dikarenakan Presda Sari mengandung anak pertamanya.

Setelah melahirkan, Presda Sari kembali melanjutkan toko onlinenya. Hal itu semakin membuatnya semangat karena Presda Sari mendapatkan tambahan modal dari suami sebesar 20 juta. Dengan modal sebanyak itu, Presda Sari memutuskan untuk menjadi agen untuk 2 brand pakaian.

Presda Sari mengaku perjalanan bisnisnya bukanlah tanpa kendala. Ketika memulai bisnis toko onlinenya tersebut, Presda Sari mengambil dua karyawan. Namun sayangnya, karyawannya tersebut tidak produktif dan merugikan. Terlebih lagi Presda Sari harus rela mengeluarkan gaji ditengah krisis ekonomi yang melanda.

Baca Juga : Keutamaan yang Akan Didapat Saat Memulai Bisnis Di Usia yang Tak Lagi Muda 

Seiring berjalannya waktu, Presda Sari mencoba membuktikan keseriusannya dalam berbisnis online. Alhasil, omset dinda collection dapat mencapai di angka 50 juta per bulan di hari biasa selain bulan Ramadhan. Bahkan, di bulan Ramadhan. Omset dinda collection dapat meraih target penjualan di angka 77 juta. Tak lupa, Presda Sari selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga mengaku bahwa bisnis online yang dijalankannya tentu tak terlepas dari strategi marketing yang dijalankan.


  • 0

Allah Maha Baik.. Kisah Dibalik Suskesnya Iis Solihat Owner Arfah.hjb

Sboplaza.com  –   Sebagai Ibu Rumah Tangga dengan 2 orang anak, kali pertama Iis Solihat terjun kedunia online ini hanya dengan modal nol rupiah dan HP Samsung Galaxy Fame, Iis Solihat memulai  sebagai seorang dropshipper suatu produk hijab. Dari keuntungan dropshipp itu Ia kumpulkan hingga mencapai 500 ribu.  Dari keuntungan 500 ribu itulah Ia dan Suami mulai merintis produk Hijab Syar’i dengan Brand Arfah.hjb.

Tentunya semua usaha dan kesuksesan ini  bukan hal yang mudah didapatkan dari seorang Iis Solihat. Berawal dari usaha sang suami yang tiba tiba bangkrut, harta benda semuanya habis Ia jual, hutang menumpuk hampir 100 juta!! teman-teman yang mulai menjauh, rumah tangga yang hampir berantakan. Semuanya membuat Ia putus asa dalam menjalani hidup.

 

Hingga akhirnya Ia bertemu dengan-Nya di suatu malam. Ia serahkan semua urusan dan keputusasaan hidup ini kepada- Nya

“Ya Allah… Ajari saya ikhlas jalani ujian ini. Sungguh ini berat bagi saya, tapi saya yakin Engkau Maha Menolong, maka tolonglah saya. Saya tidak mau mati sia-sia dengan cara akhiri hidup saya hanya karena bangkrut dan terbelit hutang. Saya telah banyak dirugikan materi karena kegagalan usaha, tetapi saya tidak mau dirugikan lagi dengan bangkrutnya iman”.

Allah memang tidak langsung mengabulkan doanya seketika itu juga, melainkan Allah titipkan sesuatu yang tidak bisa Ia nilai dengan materi, yaitu sebuah KEBERANIAN . Sejak saat itulah Ia merintis bisnis baru sebagai seorang dropshipper. Dari sinilah Seorang Iis Solihat mulai belajar dan belajar agar bisa mengembangkan bisnisnya.

Iis Solihat mulai mengikuti pelatihan online dan belajar di Kelas Utama SBO. Dari awal pengiriman hanya 3 – 5 paket, Alhamdulillah saat ini bisa mengirimkan ratusan paket perharinya. Dan Ia juga mempunyai 10 tim, 30 Agen dan Reseller tentunya akan terus bertambah dan bertambah lagi.

Baca Juga :  Cara Membuat Deskripsi yang Menarik Untuk Produk Anda

“Bukanlah kemenangan dan kesuksesan yang menjadi tujuan kita, melainkan menikmati setiap proses dan mensyukuri setiap karunia merupakan tujuan yang sebenarnya. Jadi bila kita gagal dan terjatuh, maka bangkit dari keterpurukan merupakan satu solusi tepat agar kita tetap berdiri dan semangat kembali”. – Iis Solihat Alumni Kelas Utama SBO angkatan 8.0.4.


  • 0
Andika Putra, Pebisnis sukses berkat Line @

Andika Putra, Ledakkan Omset Hingga Ratusan Juta Berkat Line@

Sboplaza.com – Andika Putra, seorang pendiri onlineshop university yang sebelumnya banyak menjalankan bisnisnya secara online. Bisnis offline nya dimulai dari bisnis susu murni, EO seminar hingga keripik. Namun sayangnya, dari semua bisnis yang dijalankannya tersebut. Andika Putra mengaku tidak mendapatkan keuntungan penjualan yang mengagumkan. Hingga kemudian Andika Putra mencoba berbisnis produk herbal.

Alasan Andika Putra memilih untuk menjual produk herbal karena melihat beragam fenomena hidup anak muda yang sangat memprioritaskan penampilannya. Sehingga dipilihlah beberapa produk herbal yang hendak Andika Putra tawarkan. Dan salah satu produk herbal yang cukup laris di pasaran adalah produk peninggi badan.

Di tahun 2012, Andika Putra mencoba peruntungan baru dengan memanfaatkan social media sebagai platform untuk kegiatan promosi produknya tersebut. Namun sayangnya, di tahun 2014. Terjadi penurunan angka penjualan di toko onlinenya karena banyak pengguna yang beralih ke platform social media baru. Penurunan omset penjualan tentu menjadi ancaman yang sangat meresahkan dirinya. Hingga akhirnya, Andika Putra pun ikut beralih ke platform social media baru tersebut dengan tujuan untuk menjaring pangsa pasar yang lebih menggiurkan.

Andika Putra, Pebisnis sukses berkat Line @

Keputusan yang diambil Andika Putra tentu memberikan dampak yang baik untuk perkembangan bisnisnya. Lalu tiba – tiba saja, Andika Putra mendapat informasi mengenai platform baru yaitu LINE@. Suatu platform yang masih terasa asing di telinganya. Kemudian Andika Putra mencoba untuk mempelajari fitur dan kelebihan dari platform tersebut.

Setelah mempelajari kelebihan dan fitur yang dimiliki Line@. Andika Putra pun kembali memanfaatkan LINE@ untuk sarana berjualan produk herbalnya. Sungguh tak disangka, setelah Andika Putra menggunakan LINE@. Omset penjualan toko onlinenya, @Herbalstore.id mencapai 300 juta dalam kurun waktu 2 bulan.

Baca Juga : Cara Menyeimbangkan Kehidupan Pribadi dan Bisnis Bagi Seorang Pengusaha

Menyikapi kenyataan itu, Andika Putra mengaku sangat bersyukur dengan hadirnya LINE@ yang membantu dirinya untuk tetap terintegrasi dengan toko online, messenger dan social media dalam satu platform. Melihat kesuksesan yang diraih Andika Putra tentu Anda selaku pebisnis online tidak seharusnya melewatkan kesempatan untuk meraih kesuksesan dalam melejitkan omset dengan LINE@


  • 0
Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Novita Ariestanty, Pemilik La Vieta Butiq yang Sukses Meraup Omset Ratusan Juta

Sboplaza.com – Novita Ariestanty, pemilik La Vieta Butiq yang sukses memaksimalkan omset bisnisnya hingga mencapai angka ratusan juta. Mengingat sedikit tentang latar belakang orang tua Novita Ariestanty yang merupakan pegawai bumn. Tentu Novita Ariestanty menyadari bahwa dirinya tidak memiliki bakat dalam berdagang. Seperti halnya orangtua pada umumnya, orang tua dari Novita Ariestanty sangat mengharapkan Novita Ariestanty dapat bekerja kantoran di sebuah instansi.

Namun, dikarenakan kejenuhan yang dirasakan Novita Ariestanty. Akhirnya Novita Ariestanty mencoba mencari peluang bisnis online di internet. Ketika sedang berselancar di dunia maya, Novita Ariestanty menemukan komunitas bunda in biz. Melihat banyaknya member yang telah bergabung. Kemudian Novita Ariestanty juga memutuskan untuk bergabung dengan komunitas tersebut. Komunitas itulah yang kemudian menjadi sejarah awal Novita Ariestanty mengenal bisnis di internet lebih detail lagi.

Dan di tahun 2008, Novita Ariestanty kembali membuat keputusan untuk resign dari kantor tempat ia bekerja karena ia berupaya untuk fokus dalam merintis bisnis. Selain mengikuti komunitas bunda in biz, Novita Ariestanty juga mengikuti komunitas TDA ( Tangan Di Atas ). Disana Novita Ariestanty memiliki teman yang memberikan penawaran kios di JACC yang sekarang menjadi Thamrin City. Tak ingin melewatkan kesempatan, Novita Ariestanty pun menerima tawaran kios tersebut.

Novita Ariestanty Pemilik La Vieta butik

Pada saat itu, Thamrin City masih sepi pengunjung. Sehingga tak heran bila di bulan pertama membuka kios. Novita Ariestanty hanya mendapatkan satu konsumen. Namun setidaknya, hal itu cukup membahagiakan bagi Novita Ariestanty. Karena bagaimanapun juga, segala sesuatu perlu disyukuri. Selama berjualan di JACC atau Thamrin City, Novita Ariestanty banyak mendapatkan pelajaran berharga dari para pedagang. Khususnya cara bertahan dalam kondisi sepi dan ketika ramai pengunjung.

Namun di tahun 2009, Novita Ariestanty resmi menutup kiosnya di Thamrin City. Dan ketika memutuskan untuk menutup kiosnya di Thamrin City, masih banyak sisa baju yang belum habis terjual. Novita Ariestanty kembali memutar otaknya agar baju – baju tersebut dapat terjual habis. Karena terjebak kondisi yang cukup menyulitkan dirinya untk menjual kembali baju – baju yang belum habis terjual di Thamrin City. Akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk menyedekahkan baju – baju tersebut.

Sebenarnya menutup kios di Thamrin City bukanlah pilihan yang mudah. Terlebih lagi saat memutuskan untuk menutup kios tersebut. Novita Ariestanty sempat putus asa untuk membayar cicilan hutang pada bank. Karena selama berjualan di Thamrin City, ia sempat menggadaikan seritifikat rumah untuk biaya produksi. Namun, Novita Ariestanty tidak pernah pantang menyerah untuk kembali menelusuri peluang bisnis.

Saat itu, Blackberry Messenger ( BBM ) menjadi platform chatting yang banyak diminati. Melihat fakta tersebut, Novita Ariestanty pun mencoba untuk berjualan secara dropship di BBM. Barang yang dijualnya bermacam – macam, mulai dari tas, sepatu, toples, baju dan masih banyak lagi. Novita Ariestanty bersyukur, hasil penjualannya cukup lumayan untuk memenuhi kebutuhan. Namun lagi – lagi harus terhenti karena suppliernya kurang amanah sehingga Novita Ariestanty seringkali dituduh penipu oleh customernya.

Demi meningkatkan pendapatannya, Novita Ariestanty kembali mencari peluang dengan berjualan kue kering. Kali ini Novita Ariestanty bersungguh – sungguh hingga membuatkan websitenya. Tak berhenti disitu, Novita Ariestanty juga mencoba bisnis di bidang travel umroh.

Selama 2 tahun, Novita Ariestanty terombang – ambing dalam merintis bisnis. Hingga akhirnya Novita Ariestanty memutuskan untuk melaksanakan umroh pada bulan Mei 2013. Selepas pulang dari umroh, Novita Ariestanty mendapatkan jalan untuk memulai bisnis kembali. Ia pun memutuskan untuk menjual baju muslim. Dengan tekad yang kuat, Novita Ariestanty berupaya untuk menjemput kesuksesan dalam berbisnis.

Ia dibantu oleh temannya di komunitas TDA ( Tangan Di Atas ) Jakarta Timur untuk mengoptimasi blog. Dan akhirnya, bisnis baju muslimnya dapat laris di pasaran hingga sekarang. Mungkin memang awalnya Novita Ariestanty menggunakan platform web untuk berjualan produk busana muslimnya. Lalu di awal tahun 2014, Novita Ariestanty belajar cara untuk mengoptimasi Instagram di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dan mencoba peruntungan jualan di Instagram.

Baca Juga : Alasan Mengejutkan Mengapa Produk yang Anda tawarkan Tidak Memikat Hati Konsumen

Sulit dibayangkan, ternyata penjualannya meningkat dengan cepat. Terbukti dengan jumlah omset dari penjualan busana muslim tersebut yang telah berhasil mencapai angka 600 juta. Tak lupa Novita Ariestanty mengungkapkan bahwa kunci kesuksesannya terletak pada karakter focus, tekun, komitmen, konsisten, sedekah dan sabar.


  • 0
Shany Wiendyana Pemilik Rumah Muslimah Eno

Shany Wiendyana, Kisah Sukses Ibu Rumah Tangga yang Menjual Al-Qur’an Cantik

Sboplaza.com – Shany Wiendyana, sosok ibu rumah tangga yang kini berhasil meraih kesuksesannya dengan berjualan Al-qur’an cantik. Pada awalnya, Shany Wiendyana mengaku tidak mahir berjualan. Namun, tepat di tahun 2012. Shany Wiendyana hamil, sehingga akhirnya ia harus berhenti bekerja di sebuah instansi. Di tengah hiruk pikuk kebutuhan hidup yang terus bertambah, Shany Wiendyana memutuskan untuk berjualan meski awalnya ia dipaksa oleh sahabat karibnya.

Produk yang dijualnya pertama kali adalah pembalut herbal. Alasan mengapa Shany Wiendyana memilih pembalut herbal sebagai produk yang hendak dijualnya, karena ia ingin membantu banyak wanita untuk terbebas dari keluhan seputar organ kewanitaan.

Dengan bermodalkan tekad kuatnya untuk berjualan, Shany Wiendyana mulai mempromosikan produk pembalut herbal tersebut ke facebook. Selama berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana banyak mempelajari cara berjualan online yang baik dan benar beserta strategi pemasarannya. Salah satu bentuk upaya Shany Wiendyana dalam mempelajari banyak hal tentang bisnis online. Ia buktikan dengan mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Alhasil, produk pembalut herbal yang dijualnya dapat habis hanya dalam waktu 2 bulan saja.

Shany Wiendyana Pemilik Rumah Muslimah Eno

Tak puas dengan berjualan pembalut herbal, Shany Wiendyana kembali mencari peluang berjualan produk lain selain pembalut herbal. Hingga akhirnya pilihan tersebut jatuh pada Al-Qur’an cantik. Karena bagi Shany Wiendyana, ia ingin menjual sesuatu yang dapat membawanya pada keberkahan dan kebaikan.

Sebagai pemilik Rumah Muslimah Eno, Shany Wiendyana harus kembali memutar otaknya kembali. Ia pun langsung mendaftarkan diri sebagai reseller di sebuah online shop. Ketika menjadi seorang reseller, Shany Wiendyana memasang target penjualan sebesar Rp. 300.000 per bulan. Dengan semangat yang tinggi untuk berjualan, target tersebut akhirnya dapat terlampaui.

Tak puas dengan target penjualan tersebut, Shany Wiendyana akhirnya mengajukan diri sebagai reseller gold dengan target penjualan yakni 3 juta per bulan. Awalnya, ia sempat pesimis menerima kenyataan tersebut. Namun, ia mendapatkan hasil tak terduga dengan mendapatkan hasil penjualan sebesar 4 juta.

Baca Juga : Kesalahan Para Pebisnis Online Saat Menawarkan Produk atau Jasa di Sosial Media

Kemudian, Shany Wiendyana akhirnya memutuskan untuk merekrut reseller di dalam sebuah grup yang ia buat. Semua itu ia lakukan dalam rangka untuk menjadi jalan rezeki bagi orang lain. Dengan bermodalkan niat dan ilmu yang dipelajarinya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Shany Wiendyana akhirnya dapat melambungkan omset penjualan Al-qur’an cantiknya hingga angka yang fantastis.


  • 0
Kisah Sukses Atik Nurbayati Pemilik Rumah Zarra

Atik Nurbayati, Pemilik Butik Online Rumah Zarra yang Sukses Hingga ke Mancanegara

Sboplaza.com – Atik Nurbayati, Ibu rumah tangga yang memiliki sebuah butik online dengan nama Rumah Zarra ini terbilang belum lama menggeluti dunia online marketing. Namun, siapa sangka bahwa kesuksesan kini berhasil dalam genggamannya. Pada awalnya, di tahun 2001. Atik Nurbayati menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan multinasional.

Tak lama kemudian, Atik Nurbayati melanjutkan perjalanan karirnya untuk menjadi seorang konsultan HRD dan Konselor di sebuah SMP/SMA. Kemudian Atik Nurbayati juga sempat mendapat amanah untuk menjadi kepala sekolah di sebuah SMP/SMA selama 2 tahun.

Namun akhirnya, perjalanan karirnya harus terhenti karena suaminya tidak mengizinkan Atik Nurbayati untuk berkarir di instansi manapun setelah hamil. Hingga pada akhirnya, Atik Nurbayati mengikuti program yang diselenggarakan oleh Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Hal itulah yang kemudian mengubah pola pikirnya untuk menjadi seorang pengusaha.

Kisah Sukses Atik Nurbayati Pemilik Rumah Zarra

Berbekal tekad dan semangat untuk menjadi seorang pengusaha, Atik Nurbayati aktif untuk mempraktekkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Salah satu ilmu yang pernah didapatnya adalah ilmu mengenai google plus. Usai mempraktekkan ilmu google plus tersebut, Atik Nurbayati berhasil mendapatkan predikat sebagai agen teraktif dengan penjualan terbanyak dari 7 brand yang dipegangnya.

Uniknya, berkat ilmu google plus yang diterapkan pada bisnisnya. Kini Atik Nurbayati seringkali mendapatkan banyak orderan yang sangat menggiurkan dari konsumennya. Tak hanya di Indonesia saja, konsumen Rumah Zarra bahkan telah merambah ke mancanegara. Seperti Taiwan, Hongkong, Australia, Amsterdam, Malaysia dll.

Baca Juga : Ini Dia Penyebab Toko Online Anda Sepi Pengunjung

Padahal, saat pertama kali merintis bisnis butik onlinenya, Rumah Zarra. Atik Nurbayati merasa kesulitan untuk mendapatkan produsen. Namun, yang terjadi kini malah sebaliknya. Banyak produsen yang menawarkan program keagenan pada Atik Nurbayati. Selain dari ketekunannya dalam mempelajari ilmu google plus, Atik Nurbayati juga selalu menyadari bahwa kesuksesannya tersebut tidak terlepas dari kekuatan doa dan upayanya selama ini untuk dapat selalu beribadah tepat pada waktunya.


  • 0
Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah, Ibu Rumah Tangga Dengan Omset Ratusan Juta Tanpa Gelar Sarjana

Sboplaza.com – Nurshoffa Mujahidah, Seorang ibu rumah tangga yang sukses merintis bisnis produk muslimnya di Bandung. Sebagai pemilik brand Fenuza, kesuksesan yang kini diraih Nurshoffa Mujahidah tentu didapat dengan perjuangan dan pengorbanan yang tak jarang dapat menguras air mata. Sedari kecil, Nurshoffa Mujahidah adalah seorang pemimpi yang beruntung dapat mengenyam pendidikan di sebuah sekolah swasta karena beasiswa. Sekolah tempat ia belajar dahulu, adalah sekolah dengan mayoritas orang – orang berada. Melihat mobil pribadi yang lalu lalang di halaman sekolah tentu bukanlah hal yang asing bagi Nurshoffa Mujahidah.

Tidak seperti teman – teman di sekolahnya yang banyak mendapat kemudahan dari orang tuanya. Nurshoffa Mujahidah justru harus berjuang keras untuk mendapatkan apapun yang diinginkannya. Misalnya saja, ketika Nurshoffa Mujahidah ingin mendapatkan uang jajan. Ia perlu mengupayakannya seorang diri.

Selain itu, karena terdapat perbedaan jenjang social antara dirinya dan teman – temannya. Tak jarang, Nurshoffa Mujahidah selalu mendapatkan perlakuan yang kurang menyenangkan dari teman – temannya. Seperti diledek, dijauhi, dibully dan sebagainya. Akhirnya, teman terbaik Nurshoffa Mujahidah adalah pensil dan kertas. Disanalah ia sering menuliskan beragam mimpi dan cita – cite terbaiknya. Dalam hatinya, ia selalu bertekad untuk dapat merubah nasibnya.

Sejak duduk di bangku sekolah, Nurshoffa Mujahidah sudah sering berjualan di sekolah. Namun, dikarenakan sekolah swasta melarang muridnya untuk berjualan. Alhasil, Nurshoffa Mujahidah seringkali berjualan secara sembunyi – sembunyi ke adik kelas. Karena teman sekelasnya lebih sering membully dirinya.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya Nurshoffa Mujahidah menduduki jenjang pendidikan tingkat Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ). Ia sangat bersyukur karena teman – teman di sekolahnya begitu ramah dan bersahabat. Maka dari itu, kini Nurshoffa Mujahidah meneruskan kembali perjuangannya untuk jualan keripik dan berbagai snack pada teman – temannya demi mendapatkan uang jajan.

Nurshoffa Mujahidah Ibu Rumah Tangga Sukses pemilik brand Fenuza

Nurshoffa Mujahidah & Zara

Selepas lulus dari bangku Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ), Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk menikah dengan pria yang sederhana. Di awal pernikahannya, Nurshoffa Mujahidah harus menjalani berbagai peran sekaligus yakni menjadi seorang istri, menjadi mahasiswi dan menjadi guru di tempat bimbingan belajar.

Demi memperbaiki kehidupan perekonomiannya, suami dari Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka usaha ayam fried chicken. Dengan tujuan, agar Nurshoffa Mujahidah dapat focus menyelesaikan kuliahnya. Berharap usaha yang dirintisnya dapat memberikan keuntungan, akhirnya keduanya meminjam uang ke bank belasan juta untuk menggadaikan motornya. Selama 2 tahun, Nurshoffa Mujahidah berjuang untuk menjalankan bisnis ayam fried chickennya meskipun hanya dengan bermodalkan ilmu yang sangat minim di bidang bisnis. Namun sayangnya, usaha tersebut tidak dapat berbuah manis.

Suatu ketika, di bulan Juni 2013. Nurshoffa Mujahidah melahirkan anak pertamanya secara Caesar yang kemudian diberinama Zara. Untuk membayar biaya melahirkannya, akhirnya Nurshoffa Mujahidah dan suaminya menjual gerobak dan berbagai perabotan yang digunakan Nurshoffa Mujahidah untuk berjualan fried chicken.

Akhirnya, di tahun 2013. Nurshoffa Mujahidah bersama suami memutuskan untuk hijrah ke kota Bandung dalam rangka menerima tawaran kerja yang diajukan kakak dari Nurshoffa Mujahidah. Untuk menerima tawaran tersebut, Nurshoffa Mujahidah mengorbankan kuliahnya.

Selama di Bandung, Nurshoffa Mujahidah sering diajak kakaknya untuk meeting bersama klien dan para pebisnis. Dan tentunya, seringnya bertemu dengan para pebisnis yang hebat membuat Nurshoffa Mujahidah semakin termotivasi untuk mewujudkan semua mimpi – mimpinya.

Setelah 2 bulan menetap di Bandung, akhirnya suami dari Nurshoffa Mujahidah berhasil diangkat menjadi karyawan tetap untuk menjalankan amanah sebagai kepala produksi di Dhikr Clothes, perusahaan milik kakak dari Nurshoffa Mujahidah.

Hingga akhirnya, di bulan Agustus 2013. Nurshoffa Mujahidah memutuskan untuk membuka online shop. Berkat perjuangannya yang gigih itulah yang kemudian pada akhirnya menghantarkan Nurshoffa Mujahidah pada kesuksesan di bulan Desember 2013. Sehingga akhirnya Nurshoffa Mujahidah dapat melunasi seluruh hutang – hutangnya di bulan Desember 2013.

Berbekal semangat juang yang tinggi untuk merubah nasib, akhirnya Nurshoffa Mujahidah kembali membuka “Rumah Zafira”. Online shop yang menjual aneka produk seperti wall sticker, kaos keluarga dhikr clothes, sabuk bonceng tifla, jilbab afra dan gamis. Nurshoffa Mujahidah selalu berupaya untuk memperluas jaringannya, hingga pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang teman yang telah menjadi bagian dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) dari sanalah kemudian Nurshoffa Mujahidah mulai mengasah usahanya lebih baik lagi. Ia berupaya untuk menerapkan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) agar pondasi bisnisnya semakin kokoh.

Tak lupa, selain memperkuat pondasi bisnisnya dengan ilmu. Nurshoffa Mujahidah juga kerap kali meminta doa pada orang tua dan mertuanya agar rezekinya diberi kelancaran. Dengan mengaplikasikan ilmu yang didapatnya dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ) akhirnya omset bisnis Nurshoffa Mujahidah melonjak tajam di angka 4 – 8 juta per bulan.

Suatu ketika di bulan Februari 2015. Nurshoffa Mujahidah iseng belanja bahan katun shabby chic yang cantik. Saat itu ia memutuskan untuk membeli 10 meter kain katun. Sesampainya di rumah, Nurshoffa Mujahidah sempat bingung untuk memanfaatkan kain katun tersebut. Hingga akhirnya tanpa kesengajaan, Nurshoffa Mujahidah menggunakan kain katun yang dibelinya untuk dijadikan mukena.

Baca Juga : 4 Tips Cermat Memilih Jasa Pengiriman yang Tepat Untuk Bisnis Online Anda

Tak disangka, respon yang datang dari pelanggan begitu banyak. Hingga akhirnya, produk mukena katun jepang dengan brand Fenuza yang merupakan singkatan nama suami dari Nurshoffa Mujahidah yakni Ferdi, dirinya dan anak keduanya yakni Zara. Dari produk Fenuza, Nurshoffa Mujahidah berhasil melejitkan omset hingga 50 juta setiap minggunya. Sungguh luar biasa!


  • 0
Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia

Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia, Dua Bersaudara yang Sukses Berbisnis Hijab Bermodalkan Instagram

Sboplaza.com – Dalam beberapa tahun terakhir, busana hijab memang mengalami perkembangan yang begitu pesat. Hal itu terbukti dari banyaknya keanekaragaman hijab yang semakin menunjukkan eksistensinya di pasaran. Tak heran bila kemudian keanekaragaman jenis hijab dimanfaatkan sebagai peluang bisnis oleh Intan Kusuma Fauzia bersama adiknya Atina Maulia.

Awalnya, bisnis hijab yang dijalankan oleh keduanya hanya memanfaatkan sarana SMS dan BBM ( Blackberry Messenger ) selama tiga bulan. Bisnis yang dirintis tanpa menggunakan model sepeser ini dirintis karena saat itu Intan masih mengenyam bangku kuliah di PPM Manajemen Jurusan Finance Business. Dan sebagai syarat kelulusannya, Intan diharuskan memiliki bisnis baru.

Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia

Source : Metropolitan.id

Pada tahun pertama berbisnis, keduanya memutuskan untuk memproduksi jilbabnya sendiri dengan mempercayakannya pada sebuah konveksi. Namun, sangat disayangkan. Jilbab yang diproduksi tersebut mengalami kegagalan produksi karena banyaknya ukuran jilbab yang memiliki ukuran berbeda. Sehingga produk jilbabnya tersebut tidak dapat dijual kembali. Saat itu, kerugian yang diterima Intan Kusuma Fauzia bersama adiknya Atina Maulia mencapai Rp. 70 juta rupiah.

Keduanya sempat kaget dan tidak semangat lagi. Namun, dorongan dari kedua orangtuanya membuat Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia kembali bersemangat untuk berbisnis. Terlebih lagi, keduanya kini telah memasarkan produk hijabnya di Instagram dengan nama Vanilla Hijab yang berhasil memiliki pengikut hingga 300 ribu followers. Alhasil, produk Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia menjadi lebih dikenal. Hal itu terbukti dengan jumlah pemesanan yang terus bertambah. Bahkan dalam sehari, keduanya mendapat pesanan hijab lebih dari 2000 pcs.

Tertarik untuk mendapatkan pengalaman banjir order via Instagram seperti Intan Kusuma Fauzia dan Atina Maulia? Untuk mendapatkan kesempatan yang sama, inilah saatnya anda mengikuti kelas mentoring online dengan program “Instagram for Business” di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Dengan mengikuti program ini, kesempatan untuk mendapatkan 10.000 followers yang sesuai dengan target bisnis anda bukan lagi mimpi.

Baca Juga : 5 Orang Dengan Keterampilan yang Tepat Untuk Menjalankan Bisnis Online Anda

Program ini berlangsung selama 90 hari. Dan anda akan mendapatkan bimbingan intensif dari pakarnya langsung. Namun sayangnya, karena kesempatan ini terbatas. Anda harus segera mendaftar sekarang juga karena program ini akan segera berlangsung pada tanggal 10 Maret – 10 Juni 2016. Ayooo ikutan! Cara mendaftarnya, anda dapat menghubungi 087824468185 atau dapat juga mengunjungi laman fanpage facebook kami, Sekolah Bisnis Online ( SBO )