Belajar Dari Tantangan Bisnis Yang Dihadapi Siti Darmalisa, Pemilik Brand Nazlia Hijab

  • 0

Belajar Dari Tantangan Bisnis Yang Dihadapi Siti Darmalisa, Pemilik Brand Nazlia Hijab

Sboplaza.com – Siti Darmalisa, ibu dari dua orang anak yang berprofesi sebagai pebisnis online dengan brand Nazlia Hijab ini memberikan banyak inspirasi bahwa setiap bisnis yang dijalani akan selalu memiliki tantangan tersendiri. Siti Darmalisa mengawali bisnisnya tatkala anak pertamanya yang masih balita tak ingin ditinggal Siti Darmalisa mengajar.

Setiap kali Siti Darmalisa hendak mengajar pelajaran ekonomi di suatu SMA, Nazlia selalu menangis di dalam gendongan neneknya setiap hari tanpa mau dilepas. Karena tak tega melihat tangisan anak pertamanya setiap waktu, akhirnya Siti Darmalisa memutuskan untuk mengundurkan diri dari profesinya sebagai seorang pengajar dan fokus untuk mengurus anaknya.

Pada babak baru ini, mental Siti Darmalisa pun diuji lewat berbagai cemoohan dari masyarakat yang menghampiri dirinya. Pasalnya, Siti Darmalisa adalah seorang sarjana. Namun ia memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. “Ngapain sekolah tinggi – tinggi kalau Cuma jadi ibu rumah tangga doang” begitulah komentar yang kerap kali Siti Darmalisa dapatkan.

Meskipun hatinya cukup sakit mendengarkan perkataan miring tentangnya. Siti Darmalisa hanya berfikir bahwa anak adalah amanah yang luar biasa dari Allah swt. Maka dari itu, Siti Darmalisa bersikukuh untuk merawat dan menjaga anaknya sebaik mungkin. Keyakinan itulah yang membuat Siti Darmalisa tetap bersikeras untuk menjadi ibu rumah tangga meskipun mendapatkan komentar yang kurang mengenakkan hati.

Berstatus sebagai ibu rumah tangga tentu tak membuat Siti Darmalisa terlena begitu saja. Ia pun mulai mencari ide untuk mendapatkan penghasilan tanpa harus mengorbankan kebahagiaan anaknya. Mulailah Siti Darmalisa berjualan hijab secara online dengan modal awal senilai Rp. 500ribu.

Dengan modal tersebut, Siti Darmalisa membeli jilbab secara online pula dan menjualnya kembali pada tetangga dan teman – teman yang dikenalinya di facebook. Terkadang realita seringkali tak sejalan dengan ekspetasi yang ada. Siti Darmalisa membeli jilbab secara online agar dapat dijual kembali.

Namun, setelah jilbab sampai di tangannya. Ia mendapati bahwa jilbab yang dating jauh daripada ekspetasi yang ia lihat secara online. Dari sana, Siti Darmalisa kembali mencari ide bagaimana caranya agar barang yang dijualnya tersebut antara foto dengan keadaannya aslinya sesuai.

Akhirnya Siti Darmalisa mulai menjelajah tanah abang secara langsung untuk keperluan barang langsung. Namun ternyata, modal Rp.500 ribu tersebut tidak cukup digunakan untuk mengambil pesanan orang. Bahkan sekalipun Siti Darmalisa mendapatkan suntikan modal senilai Rp. 10 juta pun tetap dirasa kurang.

Ketika dulu masuk ke toko tanah abang di tahun 2013, belum banyak toko yang menjual barangnya secara online. Sehingga bila Siti Darmalisa ingin menjual produk tanah abang, Siti Darmalisa harus memotret produk tersebut di tanah abang. Lain halnya dengan jaman sekarang, dimana begitu banyak supplier yang menyiapkan fasilitas foto cantik. Hanya bermodalkan gadget dan duduk manis di rumah sudah bisa langsung jualan.

Mengetahui banyaknya toko yang belum melek online saat itu. Siti Darmalisa menjadikan hal tersebut sebagai peluang. Dimana konsumennya belum mengetahui daerah dimana Siti Darmalisa mengambil barang untuk keperluan bisnisnya. Tak hanya menjual jilbab, Siti Darmalisa juga menjual aneka macam produk seperti rok levis, gamis, sprey dan berbagai macam barang lainnya.

Bagi Siti Darmalisa, cara untuk menambah modal tanpa perlu menghutang adalah dengan memperbanyak jenis jualan. Dalam waktu 6 bulan, Siti Darmalisa bahkan sudah bisa menyewa toko untuk menyimpan barang – barang onlinenya.

Dari hari ke hari, Siti Darmalisa semakin bersyukur karena omset penjualannya bisa mencapai ratusan juta per bulan. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu. Toko – toko di tanah abang pun mulai merintis toko online sehingga langganan Siti Darmalisa pun berkurang. Kejadian tersebut menjadi ajang motivasi bagi Siti Darmalisa agar dapat memproduksi barang sendiri. Dan mulailah perjalanan nazlia hijab yang sebenarnya dimulai.

Pada tahun pertama, produksi bisa dikatakan sukses dengan brand sendiri Nazlia Hijab. Di tahun kedua pun akhirnya berlanjut ke penjahit yang sama. Namun, karena terlalu percaya, Siti Darmalisa pun terkenda dampaknya. Siti Darmalisa pernah mengalami barang gagal produksi berkali – kali hingga akhirnya kerja sama dengan penjahit tak bisa diteruskan. Siti Darmalisa pun memutuskan untuk mengganti makloon.

Selain memproduksi produk sendiri, Siti Darmalisa juga mengambil produk dari produsen yang lain untuk membidik target market menengah ke bawah maupun menengah ke atas. Namun, seiring berjalannya waktu. Hampir semua supplier menengah ke atas sudahmulai menerapkan layanan transaksi online dan menyiapkan foto cantik untuk keperluan pemasaran produknya.

Akhirnya, Siti Darmalisa beserta reseller barang di toko tanah abang dan thamrin city pun mulai mengalami penurunan omset dan pastinya berkurang juga keuntungannya. Belum lagi, sebagian teman – teman mulai berjualan dengan sistem perang harga karena memang barang – barang di tanah abang dan thamrin city memberlakukan system harga lepas.

Sehingga tidak ada standar harga yang tepat. Maka dari itu, reseller yang masih bisa bertahan adalah reseller yang paling kecil dalam mengambil keuntungan. Siti Darmalisa pun melihat fakta di lapangan bahwa dalam rangka memperebutkan pelanggan, ada yang sampai mengambil untung kotor senilai Rp.15ribu saja.

Siti Darmalisa pun memutuskan untuk berhenti menjadi reseller karena melihat kondisi jualan sudah tak lagi sehat. Selain itu, karena dominan omset penjualan secara online lebih besar dari online. Maka toko offline tidak terkelola dengan baik. Terlebih lagi, Siti Darmalisa juga mendapatkan anugerah kedua berupa lahirnya anak kedua.

Sehingga tak mungkin bagi dirinya untuk bolak balik ke toko offlinenya. Akhirnya toko di tanah abang pun di over kontrak. Sejak saat itu, Siti Darmalisa pun fokus berjualan via online dari rumah. Belajar dari banyaknya emak – emak yang gesit dan teman – teman seperjuangan Siti Darmalisa yang kehilangan pendapatan dan memutuskan untuk tidak berjualan karena perang harga serta kasus toko – toko yang tidak menentukan standard harga sehingga terjadi perselisihan.

Baca : Cerita Bisnis Dewi Nareswari Dari Awal Hingga Sukses Membangun Gallery Olly

Siti Darmalisa menyadari bahwa ilmu berbisnis adalah sesuatu yang sangat berharga untuk dipelajari. Hal itupun kemudian mendasari Siti Darmalisa untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Sejak mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ), pencapaian bisnis Nazlia Hijab semakin meningkat karena bertambahnya konsumen yang mendaftar sebagai agen.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Siti Darmalisa sangat bersyukur karena tingkat kepercayaan terhadap keagenan Nazlia semakin meningkat. Kini Siti Darmalisa semakin percaya diri untuk berbisnis dengan modal ilmu yang dipelajari di Sekolah Bisnis Online ( SBO ).


Leave a Reply