Belajar Dari Kegagalan Bisnis Dini Maryani, Pebisnis Karpet Karakter yang Sukses

  • 0
Dini Maryani, Pebisnis Sukses yang tangguh

Belajar Dari Kegagalan Bisnis Dini Maryani, Pebisnis Karpet Karakter yang Sukses

Sboplaza.com – Dini Maryani, ibu rumah tangga yang dikaruniai 3 orang anak ini memang senang berjualan sejak dirinya duduk di bangku SMA. Bahkan saat Dini Maryani tengah bekerja menjadi seorang pengelola administrasi di sebuah perusahaan. Seringkali ia memanfaatkan waktu luang yang dimilikinya untuk berjualan internet gratis.

Hingga pada akhirnya, setelah 2 tahun bekerja disana. Dini Maryani resign dari pekerjaannya karena sedang mengandung. Dan pada masa – masa itu, Dini Maryani mengisi waktu luangnya sebagai seorang ibu rumah tangga dan berupaya untuk fokus jualan secara online.Sleain itu, Dini Maryani juga mencoba untuk kulakan boneka dan mainan anak.

Semuanya berjalan dengan lancar hingga suatu ketika ia bertemu dengan seorang pemborong yang hendak memborong barang dagangannya. Melihat banyaknya barang yang dipesan oleh pemborong tersebut. Dini Maryani segera menyiapkan semua barang yang dipesan oleh pemborong tersebut tanpa memperhatikan betapa pentingnya uang muka pembayaran di awal.

Hingga saat semua barang yang diminta telah dipacking dengan sempurna, pemborong tersebut justru malah tidak bisa dihubungi. Akhirnya, dengan berat hati. Dini Maryani terpaksa menjual paksa semua barang tersebut dengan potongan harga yang fantastis. Bagi dirinya, yang penting ada uang yang kembali meskipun tidak seluruhnya. Dan sejak peristiwa itu, Dini Maryani merasa sedikit trauma dengan berjualan secara kulakan.

Dini Maryani, Pebisnis Sukses yang tangguh

Dini Maryani dan anak – anaknya.

Tak lama kemudian, anak kembar Dini Maryani pun lahir. Pada saat itu, Dini Maryani mencoba untuk menyemangati diri sendiri dengan membuang jauh – jauh rasa trauma. Dini Maryani pun kembali mencoba kulakan lagi. Kali ini, dirinya memutuskan untuk merintis dunia arisan dengan produk mlm serta reseller karpet karakter. Sistem penjualannya memang tidak cash melainkan sistem kredit.

Pada tahun pertama, Dini Maryani nyaris tak menemui kendala hingga pada tahun kedua, masalah pun mulai bermunculan. Mulai dari peserta arisan yang kabur, kredit macet dan sebagian lain ada yang belum mendapatkan barang namun harus dipenuhi hak nya. Dengan segenap kerelaan hati, Dini Maryani harus merogoh uang tabungannya untuk menutupi semua kekurangan. Bahkan uang tabungan yang dimilikinya pun belum cukup untuk menutupi semua permasalahan yang ada.

Akan tetapi, Dini Maryani mengaku bersyukur memiliki seorang suami yang sangat sabar, selalu mendukungnya bahkan saat dirinya terjatuh. Ia bahkan tidak menghakimi maupun menyalahkan Dini Maryani. Setiap bulannya, Dini Maryani menggunakan gaji suami untuk membayar cicilan refund. Dan dalam keadaan sulit tersebut, Dini Maryani kembali diamanahi seorang anak.

Hal itulah yang kemudian membuat Dini Maryani harus kembali bersemangat. Ia pun kembali memulai kulakan gamis anak dan jilbab dengan sistem ambil terlebih dahulu kemudian bayar dalam jangka waktu 1 bulan. Demi mengembangkan bisnisnya, Dini Maryani akhirnya mencoba membuka toko meski dengan menggunakan modal pinjaman.

Terlebih lagi, saat itu mendekati bulan ramadhan. Dini Maryani berharap tokkonya dapat laris diserbu pengunjung. Namun kenyataan yang didapatnya malah sebaliknya. Dalam seminggu, hanya 2 -3 pcs jilbab saja yang terjual. Kemudian berjualan secara online juga ikutan sepi. Terlebih lagi anak kembarnya mulai sakit – sakitan.

Mendapati kenyataan tersebut, Dini Maryani memutuskan untuk melakukan over sewa kontrak toko nya pada orang lain. Bermodalkan kegagalan yang dilaluinya, Dini Maryani mulai kebal dengan semua hal yang menimpanya. Dini Maryani kembali memutar otaknya untuk dapat bangkit.

Dan kebetulan pada tahun itu, karpet karakter sedang menjadi trend. Sehingga Dini Maryani memutuskan untuk menjual karpet karakter dengan supplier baru. Dini Maryani bersyukur, penjualan dari karpet karakternya cukup menjanjikan. Melihat hal itu, suami dari Dini Maryani pun menyadarnkan untuk dapat memproduksi karpet karakternya untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

Dari sinilah, Dini Maryani selaku alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ) kembali mengumpulkan pundi – pundi modal untuk memproduksi karpet karakter. Tak lupa, Dini Maryani juga memohon restu suami dan orang tuanya agar diberikan kemudahan dan kelancaran. Bermodalkan tutorial yang terpampang di youtube, Dini Maryani mulai mencicil seluruh bahan yang digunakan untuk memproduksi karpet karakter.

Baca juga : Devy Nadya Aulina, Ibu Rumah Tangga yang Sukses Jalankan Beragam Bisnis Sekaligus

Dan seiring berjalannya waktu, kini penjualan karpet karakter Dini Maryani mendapatkan hasil yang menggiurkan. Dari cerita ini, tentu kita mendapatkan pelajaran yan berharga bahwa kerja keras itu penting namun yang lebih tepat adalah kerja cerdas. Selain itu, usaha juga tidak bisa diawali hanya dengan modal nekat namun juga perlu diimbangi dan pengetahuan dan kesiapan mental.


Leave a Reply