Author Archives: sboplaza

  • 0

3 Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menjalankan Bisnis Jasa Design Grafis

3 Hal yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Menjalankan Bisnis Jasa Design Grafis – Bisnis yang terlahir dari kegemaran yang satu ini tentu dapat Anda pertimbangkan sebagai salah satu cara untuk menghasilkan pundi – pundi rupiah. Bisnis tersebut tak lain dan tak bukan adalah bisnis jasa desain grafis. Bila Anda memiliki keahlian bahkan kegemaran terhadap desain grafis, tak ada salahnya Anda membuka penawaran jasa.

Saat ini kebutuhan akan desain grafis memang begitu banyak. Maka tak heran bila bisnis jasa desain grafis terbilang cukup menjanjikan untuk digeluti. Kebutuhan desain bisa bermacam – macam seperti kebutuhan desain kartu nama, banner, header website, logo dan sebagainya. Maka dari itu, bagi Anda yang ingin menggeluti bisnis jasa desain grafis. Berikut ini hal yang perlu Anda persiapkan.

  1. Kemampuan Desain

Yang ini tentu sudah pasti perlu Anda persiapkan sebelum Anda berniat untuk menjalankan bisnis di bidang jasa desain grafis. Tak hanya kemampuan membuat konsep desain yang menarik, Anda juga dituntut untuk memahami beberapa program pendukung seperti CorelDraw, Adobe Photoshop, Adobe Illustrator dsb.

  1. Wadah untuk berpromosi

Untuk dapat menjalankan bisnis di bidang jasa desain grafis, Anda diharuskan untuk menentukan tempat untuk memasarkan layanan Anda. Anda bisa mulai memasarkannya di blog yang Anda miliki, sosial media seperti Instagram, facebook dsb. Bahkan sekarang Anda juga bisa menjual hasil karya design Anda ke Shutterstock.

  1. Portfolio

Agar dapat menarik perhatian konsumen, upayakan untuk menampilkan portfolio design Anda. Dengan begitu, konsumen Anda akan tahu apakah kualitas design yang Anda tawarkan sesuai dengan apa yang mereka butuhkan. Selain itu, portofolio design juga akan meningkatkan kredibilitas atau kepercayaan konsumen terhadap Anda.

Baca: Strategi Melipatgandakan OMSET dan PROFIT

Demikian 3 hal penting yang perlu Anda persiapkan saat memutuskan untuk menekuni bisnis jasa design grafis. Semoga ulasan ini memberikan pencerahan serta memberikan semangat bagi para pembaca bahwa rupanya design grafis dapat dimanfaatkan sebagai upaya untuk mengumpulkan pundi – pundi rupiah.

 


  • 0

Cerita Kumala Sari yang Berhasil Sambangi Banyak Negara Berkat Bisnis Minyak Kutus-Kutus

Cerita Kumala Sari yang Berhasil Sambangi Banyak Negara Berkat Bisnis Minyak Kutus-Kutus – Kumala Sari mengawali karirnya sebagai seorang accounting audit intern sejak tahun 2002. Hingga suatu ketika perusahaan tempat ia bekerja melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Kumala Sari. Bagi sebagian orang, bila berada di posisi Kumala Sari tentu akan merasa sedih.

Namun sebaliknya, Kumala Sari justru merasa senang dengan keputusan tersebut. Kumala Sari mengaku bersyukur karena dengan begitu dirinya dapat lebih fokus dalam berbisnis. Selain itu, Kumala Sari juga bersyukur karena ia masih diperbantukan untuk urusan keuangan di perusahaan tersebut yang bahkan memberikan bayaran lebih tinggi dari gajinya sebulan saat masih menyandang status karyawan.

Bidang bisnis yang dipilih Kumala Sari adalah bisnis minyak kesehatan kutus-kutus. Demi memaksimalkan bisnisnya, Kumala Sari memutuskan untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani. Sebelumnya, dirinya tak pernah menyangka bahwa bisnis minyak kutus-kutusnya tersebut dapat menyalurkan passion Kumala Sari yakni melakukan perjalanan ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri.

Beberapa negara telah dijelajahi Kumala Sari diantaranya Malaysia, Singapura, Vietnam, Jepang, Arab dan Turki. Bersyukur semua pengalaman dalam melakukan perjalanan Kumala Sari dibiayai oleh dirinya sendiri. Kita mungkin seringkali merasa iri dengan mereka yang melakukan perjalanan dengan biaya dari perusahaan dan ternyata tanpa disadari banyak orang yang justru merasa lebih iri kepada Kumala Sari yang sanggup membiayai perjalanannya sendiri.

Namun, manisnya kesuksesan yang didapat Kumala Sari tidak diraih secara Cuma-cuma. Sebelumnya, Kumala Sari pernah melewati masa – masa dimana perkembangan bisnisnya biasa-biasa saja.

Ia bahkan seringkali tidur jam 12 malam bahkan lebih diatas jam 12 malam karena harus menjalankan bisnisnya. Hingga akhirnya kedua orang tuanya menegurnya bahwa menjemput rezeki jangan sampai melupakan banyak hal penting lainnya seperti lupa makan dan menunda – nunda waktu shalat.

Dalam setiap sujud, Kumala Sari selalu berharap agar dapat dipertemukan dengan guru yang dapat mengajarkan bisnis dengan baik. Akhirnya takdir mempertemukan antara Kumala Sari dan Muri Handayani. Saat itu Kumala Sari berkesempatan untuk menjadi panitia seminar SBO bersama Dewi Sri, Ike Meilina Putri, Reni Jaya dan Fatahilah Ramli.

Setiap kali melihat Muri Handayani, ada perasaan kagum dan perasaan seakan tak percaya dapat berkumpul dengan pengusaha hebat. Hal yang paling membekas bagi Kumala Sari saat dirinya mendapatkan gamis dari Reni Jaya dan Dewi Sri, kacang dari Widji Handayani dan Dompet dari Merry Sasmita.

Baca: Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis

Dari sana, Kumala Sari menyadari pentingnya berbagi. Kumala Sari pun semakin memantapkan diri untuk berjualan minyak kutus-kutus tanpa mengeluh. Meminta do’a setiap hari kepada kedua orangtuanya. Kumala Sari bahkan memberanikan diri untuk bersedekah 3 juta perminggu di hari jum’at dan setiap harinya bersedekah gila-gilaan walaupun hanya menyisakan uang 10ribu saja di kantongnya.

Tak hanya itu, sebagai alumni Sekolah Bisnis Online (SBO). Kumala Sari juga mengaplikasikan ilmu yang didapatnya di SBO. Dan yang terpenting adalah Kumala Sari selalu yakin bahwa Allah maha pengatur segala urusan dan paling mengetahui apa yang dibutuhkan hamba-Nya.

Seiring berjalannya waktu, kini bisnis minyak kesehatan kutus-kutus pun menemui kesuksesannya sendiri. Alhasil, kini Kumala Sari berkesempatan untuk mewujudkan mimpinya menjadi seorang traveler yang senang menjelajahi bumi. Sungguh pencapaian yang luar biasa.

 


  • 0

Strategi Melipatgandakan OMSET dan PROFIT

Strategi Melipatgandakan OMSET dan PROFIT – Gak hanya bisnisnya yang makin melesat, jaringan juga makin luas. Jadi kenal banyak produsen. Nambah teman yang hobinya jualan, dan akhirnya mau jadi reseller kita. Temen beli produk temen, ssssst…pada gak nawar, bahkan kadang transfer dilebihin, ini baru temen sejati hehehee…

September 2013 lahir cikal bakal SBO. Dulu sempet namanya Klak-Klik Online 😀 trus ganti lagi jadi apa gitu.. hingga akhirnya sudah dipatenkan SBO (Sekolah Bisnis Online) dengan slogan “Gaptek Hilang, Rejeki Datang”.

Duh Mba Muri, kok malah ngajarin orang jualan online, nanti mereka jadi lebih pinter, kan jadi banyak saingan loh.

Eh beneran Mak, pesertanya sekarang udah pada lebih canggih dari saya hihihiii.. omsetnya juga udah pada meroket, gedean mereka dari pada RAZHA :p

Tapi anehnya.. omset saya juga terus naik ya. Padahal banyak saingan, gak berkurang sedikitpun. Jadi, saingan banyak bukan berarti omset kita jadi turun. Alhamdulillah… Rejekinya gak ketuker, gak nyasar, gak diambil orang. Karena Allah sudah kasih jatahnya masing-masing.

Barusan cek, ternyata sudah ada lebih dari 3.000 Alumni SBO yang tersebar di 15 negara. Coba bayangin kalo semuanya kumpul, dan tiap orang bawa anak, uuuhhhh seru banget ya. heboooh pastinya.

Kalo Emak SBO kumpul pasti pada bawa anak, trus pas acara rumpi (belajar), para Ayah setia mendampingi sambil gendong/jagain anak di Kids Corner 😉 so sweet kaaaan…

Ibu itu harus pintar, berwawasan luas dan memiliki relasi sebanyak-banyaknya. Tujuannya? Supaya bisa mendampingi anak menjadi generasi yang lebih baik. aamiin.. Jadi kalo cari pengasuh anak, cari yang minimal S1, gak gaptek, relasi luas. Lah mana ada? Ya udah kalo gak ada, kita aja yang ngurusin sendiri 😀

Tapi kan harus kerja, gak cukup gaji suami.

– Boleh kerja, tapi dirumah aja, bisa dapet duit juga kan sama kaya di kantor.
Udah coba jualan online, tapi sedikit dapetnya, mentok segini aja. Soalnya susah bagi waktu sambil ngurus anak dan rumah.

– Bangun Tim donk Mak, biar kita jadi bos, mereka yang kerja. Kita jadi bisa ngurus anak sepuasnya.

Nah itu dia, gak ngerti caranya. Udah pernah ada karyawan tapi susah diatur. Jadi sekarang jalanin sendiri aja, sebisanya.

– Kira-kira OMSET BISA NAIK gak Mak kalo dikerjain sesempetnya?

Maaaak.. yuk ah kita NAIK KELAS. Masa bisnis gini-gini aja. Waktunya punya OMSET MILYARAN PER BULAN. Mau apa Mau?

Tinggi amat mimpinya :p

Berarti Mak menganggap Allah itu gak sanggup kasih kita milyaran per bulan?

Nah loh!

Ahad, 23 Juli 2017
Hotel Amaris Padjajaran Bogor

Saya ajak Mak belajar langsung dari sahabat-sahabat saya yang omsetnya ratusan juta hingga milyaran. Mau?

Mereka bergerak di bidang:
– Baju Anak
– Kuliner
– Tas
– Busana Muslim

Kesempatan langka nih, cuma 100 orang aja yang bisa ikut KOPDAR SBO. Karena ruangannya gak muat Mak 😀 Mereka yang daftar duluan ke Admin SBO melalui link ini m.me/sboplaza atau ke WA 0878-2446-8185 akan diprioritaskan.

NB:
– Boleh bawa anak 😉
– Suami mau ikut juga boleh.

Salam SUKSES OnlineShop Indonesia
Muri Handayani
SBO (Sekolah Bisnis Online)
“Gaptek Hilang, Rejeki Datang”


  • 0

Apa dan Bagaimana Belajar di Sekolah Bisnis Online (SBO)?

Apa itu Sekolah Bisnis Online (SBO)?

SBO (Sekolah Bisnis Online) merupakan lembaga informal yang menawarkan kemudahan untuk belajar secara online mengenai bisnis online. Berbagai materi yang menunjang perkembangan bisnis online disajikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.

Siapa pendiri Sekolah Bisnis Online (SBO)?

Muri Handayani. Sosok berkompeten yang telah berkecimpung di dunia bisnis online sejak 2011. Selain itu beliau juga merupakan owner RAZHA, penulis buku Emak-Emak Jago Jualan (EEJJ), Resep Ampuh Membangun Sistem Bisnis Online (RAMSBO), Mudahnya Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online (MBLKBO)

Bagaimana cara mendaftar program di Sekolah Bisnis Online (SBO)?

Pendaftaran bisa langsung menghubungi admin SBO melalui whatsapp di nomor 0878 – 2446 – 8185 atau dapat juga melalui inbox di http://facebook.com/sboplaza

Bagaimana cara belajar di Sekolah Bisnis Online (SBO)?

Sistem belajar SBO dilakukan secara online melalui grup facebook. Materi akan diberikan dalam bentuk slide – slide foto serta penjelasan materi di kolom komentar

Bagaimana cara bergabung dengan grup kelas di SBO?

Admin akan memberikan link grup kelas kepada peserta yang telah terdaftar untuk masuk kelas. Para peserta dapat langsung klik link yang telah diberikan oleh admin dan juga klik tanda join atau gabung agar dapat bergabung dengan grup kelasnya. Selanjutnya, admin SBO akan segera melakukan approval terhadap peserta yang telah terdaftar. 

Apakah para peserta bisa mengikuti program SBO menggunakan HP?

Bisa, akan tetapi ada beberapa program kelas yang membutuhkan laptop untuk keperluan praktek

Program apa saja yang mewajibkan penggunaan laptop?
  1. Kelas KMO (Kelompok Mentoring Online) Instagram
  2. Kelas KMK (Kelompok Mentoring Keuangan)
  3. Workshop Online
  4. Kelas KMO Offline (Private)
  5. Kelas KMK Offline (Private)
Bagaimana Saya bisa membaca atau mempelajari semua materi secara berurutan?

Semua materi bisa dilihat di album foto grup secara berurutan dengan cara klik tab menu foto lalu pilih album yang hendak dibaca. Semua materi disimpan di album.

Apakah terdapat sesi diskusi atau tanya jawab dengan pemateri?

Ada, pertanyaan bisa dituliskan di kolom komentar sesuai dengan materi dan slide tersebut

Bagaimana jika saat kelas berlangsung, terdapat kendala atau halangan yang memungkinkan untuk tidak bisa mengikuti kelas?

Materi dapat dilihat dan dipelajari kapanpun. Meski terlambat mengikuti kelas atau berhalangan hadir. Grup tidak akan dihapus meski kelas telah berakhir.

Bagaimana cara bergabung di grup alumni Sekolah Bisnis Online (SBO)?

Mengikuti kelas utama Sekolah Bisnis Online (SBO). Selain dari kelas utama, tidak diperkenankan masuk ke grup alumni Sekolah Bisnis Online (SBO)


  • 0

Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis

Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis – Sosialita Dewi Prastyowati, pemilik online shop dengan nama Sosialyta Online Shop yang dapat dikunjungi di sosgrosirbaju.com. Mulanya, Sosialita Dewi Prastyowati mengawali bisnis online nya sebagai dropshipper di tahun 2009. Inspirasi untuk berbisnis online muncul saat ia sedang menjaga warnet milik orang tuanya. Tak hanya itu, Sosialita Dewi Prastyowati juga memiliki sambilan pekerjaan lain sebagai pengajar les privat di dua tempat.

Meski melelahkan namun Sosialita Dewi Prastyowati menyadari bahwa ia senang melakukannya. Bermodalkan nomor rekening milik ibunya, nomor handphone beserta akun facebook miliknya.

Sosialita Dewi Prastyowati pun memulai perjalanan bisnisnya sebagai dropshipper. Meski dengan margin keuntungan yang berkisar diantara 40000 hingga 60000 namun Sosialita Dewi Prastyowati sangat bersyukur karena di bulan pertama bisnisnya, Sosialita Dewi Prastyowati telah berhasil menjual 7 baju.

Seiring berjalannya waktu, keuntungan dari bisnis online nya mengalami peningkatan hingga dirinya pun memutuskan untuk berhenti menjadi pengajar les privat. Pada saat itu, belum marak penipuan bisnis online sehingga bisnisnya pun berjalan lancar.

Bahkan setiap bulannya Sosialita Dewi Prastyowati dapat mengantongi uang senilai Rp. 700.000 – 1.200.000,- bagi anak kuliahan seperti Sosialita Dewi Prastyowati saaat itu tentu nominal uang tersebut sangat besar. Dengan keuntungan bisnis onlinenya tersebut, Sosialita Dewi Prastyowati mampu membeli laptop sendiri.

Akan tetapi, Sosialita Dewi Prastyowati menemui kendala saat menjalankan bisnisnya. Kendala tersebut berada di bagian stock. Mengingat Sosialita Dewi Prastyowati tidak memiliki stok sendiri maka seringkali ia dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia berhasil closing namun barang sudah habis di supplier. Bisnis online yang dijalankannya ini bertahan cukup lama. Bahkan setelah lulus kuliah dan bekerja pun Sosialita Dewi Prastyowati masih nyambi berjualan online.

Sosialita Dewi Prastyowati bersama sang suami

Di gajinya yang ke 3, Sosialita Dewi Prastyowati berhasil mengumpulkan uang senilai Rp. 3.200.000,- dan memutuskan untuk menginvestasikan uang tersebut stok barang dan membeli handphone khusus untuk berbisnis online.

Untuk meningkatkan penghasilan, Sosialita Dewi Prastyowati coba memutarkan uang tanpa mengkonsumsi uang tersebut. Dalam artian lain, Sosialita Dewi Prastyowati memutar keuntungan menjadi barang.

Di tahun 2012, Sosialita Dewi Prastyowati pernah mengalami permasalahan yang cukup serius dalam bsinis onlinenya. Rupanya ia mengalami penipuan segitiga. Penipuan dimana Sosialita Dewi Prastyowati mendapatkan pembeli yang tiba – tiba mentransfer uang senilai 3 juta ke rekeningnya.

Dan mengatakan bahwa ia hendak memilih – milih baju di toko onlinenya. Tanpa rasa curiga, Sosialita Dewi Prastyowati merasa senang karena orang tersebut akan melakukan transaksi dalam jumlah banyak.

Setelah memilih produk dan menghitung total seluruh yang dibelanjakan. Ternyata uang yang dihabiskan senilai Rp. 2.168.000,- dan orang tersebut kemudian meminta sisa uangnya untuk ditransfer kembali ke rekening lain.

Seminggu kemudian, Sosialita Dewi Prastyowati mendapat teguran dari agen ekspedisi langganannya yang mengatakan bahwa dirinya telah menipu seseorang. Sosialita Dewi Prastyowati merasa kaget mendapatkan pernyataan tersebut.

Sosialita Dewi Prastyowati meminta penjelasan dari pihak ekspedisi agar mengatakan siapa yang telah memfitnahnya. Dan ternyata yang memfitnah Sosialita Dewi Prastyowati adalah teman sesama online shop yang sering ia temui di tempat jasa ekspedisi.

Mendengar hal itu, Sosialita Dewi Prastyowati marah karena mendapat fitnah seperti itu. Hingga akhirnya Sosialita Dewi Prastyowati mengajak teman online shopnya tersebut bertemu di tempat jasa ekspedisi. Akhirnya, teman online shop tersebut memberi tahu akun facebook yang merasa tertipu dengan rekening mandiri atas nama Sosialita Dewi Prastyowati.

Akhirnya Sosialita Dewi Prastyowati mencari data transfer di buku rekapan dan menjelaskan bahwa memang dirinya mendapat transfer senilai Rp. 3 juta persis dengan yang dilaporkan. Sosialita Dewi Prastyowati langsung mengirimkan pesan kepada pihak yang merasa tertipu bahwa barang memang sudah dikirim bahkan sisanya pun telah ditransfer namun uang senilai 3 juta yang didapatnya bukan berasal dari pihak yang merasa tertipu. Tak lupa, Sosialita Dewi Prastyowati juga memberikan bukti berupa foto resi dan bukti transfernya. Bersyukur, Allah berikan kemudahan sehingga Sosialita Dewi Prastyowati berhasil menyelesaikan masalah tersebut.

Baca: Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar

Sosialita Dewi Prastyowati hampir putus asa dan tidak ingin berjualan online lagi karena dunia online begitu kejam. Namun Sosialita Dewi Prastyowati tak ingin menyerah pada apa yang pernah menimpa dirinya. Suatu ketika Sosialita Dewi Prastyowati tanpa sengaja melihat informasi di beranda facebooknya.

Akhirnya, Sosialita Dewi Prastyowati memutuskan untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) demi memantapkan bisnis onlinya. Sosialita Dewi Prastyowati merasa bersyukur karena semenjak mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), ia telah memiliki 2 admin yang handle dan 1 asisten rumah tangga yang membantu dibagian packing.

Kini, Sosialita Dewi Prastyowati merasa bahagia karena bisnis onlinenya telah tersistem. Tidak seperti dulu, dimana bila ia tidak melapak maka tidak ada rezeki. Tak hanya itu, Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga membantu Sosialita Dewi Prastyowati untuk lebih memaksimalkan Instagram, marketplace, dan fanpage. Hingga kini omset bisnisnya telah mencapai 170 jutaan dengan range keuntungan sekitar 8000 – 12.000 pcs.

 


  • 4

Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar

Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar – Apa yang Mira Nur dapatkan hari ini adalah buah dari kegagalan bisnis yang pernah dilaluinya. Sebelum sukses merintis bisnis di bidang tas kulit dengan merk Zola Leather.

Mira Nur pernah merintis bisnis toko retail sepatu, usaha kedai bakso, produsen sepatu, vendor toko sepatu di Bandung, toko sepatu di Cibaduyut, membuka online shop jam tangan, grosir jam tangan, grosir sepatu di pasar astana anyar dan menjadi agen untuk sebuah jasa ekspedisi.

Akan tetapi, semua bisnis yang dijalankannya tersebut bermuara pada kebangkrutan dan menghasilkan hutang yang sangat fantastis di angka 8 milyar. Hal itu bisa terjadi karena system riba masih mendominasi bisnisnya kemudian banyaknya konsumen yang tidak membayar saat barang jatuh tempo.

Saat jatuh tempo, seringkali giro atau cek yang diterimanya kosong. Lalu cashflow tidak lancar hingga akhirnya memutuskan untuk suntik modal dari perbankan sementara usaha tidak selancar tahun sebelumnya.

Perjalanan bisnisnya ini memberikan hikmah tersendiri bagi Mira Nur. Ia menyadari bahwa roda kehidupan bisa berputar kapan saja. Adakalanya berada diatas namun ada kemungkinan besok habis sejadi – jadinya. Pada bulan Agustus 2016, Mira Nur masih bisa merasakan manisnya duduk di mobil mewah. Lalu sebulan kemudian ia merasakan pahitnya perekonomian sampai tidak bisa membeli susu untuk anak – anaknya.

Bahkan sebelumnya masih menempati apartemen dan bahkan selanjutnya ia harus pindah ke rumah mertua. Selain itu, Mira Nur juga merasakan rasanya ditelepon kartu kredit sehari 3x hingga didatangi oleh debt collector yang cukup menyeramkan. Disamping itu, sang suami juga mengalami depresi. Saat itu, Mira Nur bersama sang suami tak tahu apa yang harus diperbuat. Akan tetapi Mira Nur menyadari bahwa dirinya tak mungkin terus menerus larut dalam kesedihan.

Akhirnya Mira Nur berupaya move on dari semua prahara yang melanda. Ia tak ingin melihat orang yang disayanginya terpuruk. Terlebih lagi, ia juga tak ingin buah hatinya memakan makanan yang berasal dari rezeki yang tak halal, selanjutnya ia pun tak ingin mewariskan hutang pada keturunannya dan tak ingin meninggal dalam keadaan berhutang.

Qadarullah, titik balik Mira Nur dan sang suami saat dirinya diajak untuk mengikuti kopdar Sekolah Bisnis Online ( SBO ) oleh Merry Sasmita. Disana ia mendapat banyak pemahaman baru dan semakin menyadari bahwa dirinya tidak sendirian. Saat itu suami dari Mira Nur masih memiliki grosir sepatu yang kemudian Mira Nur ambil alih mengingat waktu terus berjalan.

Saat anak ketiga Mira Nur berusia 7 bulan, Mira Nur membawanya ke pasar sambil jualan dan mengasuh. Ketika buah hatinya terlelap, Mira Nur mengerjakan PR dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ), mempelajari ilmu digital marketing dan semuanya dilakukan Mira Nur dengan penuh kesabaran.

Baca: Hamigia Zulchair, Pebisnis Perempuan yang Sukses Raup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan

Berkat ketekunannya dalam mempraktekan ilmu yang dipelajarinya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Ia mencoba peruntungan bisnsis dengan bermodalkan penjualan barang grosir sepatu yang dimiliki sebelumnya. Kali ini Mira Nur hijrah ke bidang bisnis yang baru sebagai produsen tas kulit zola leather. Berbekal kesalahan dan pengalaman yang sangat mahal sebelumnya, Mira Nur kembali merintis bisnis barunya mulai dari 2 lembar kulit atau sekitar 40 feet.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), kini Mira Nur telah berhasil memiliki 8 orang pengrajin, 2 orang admin, tim design dan tim SEO. Sebuah perjalanan yang luar biasa dari Mira Nur menyadarkan kita bahwa bisnis yang baik harus diawali dengan modal yang baik.


  • 0

Hamigia Zulchair, Pebisnis Perempuan yang Sukses Raup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan

Hamigia Zulchair, Pebisnis Perempuan yang Sukses Raup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan – Hamigia Zulchair, Ibu dari dua orang anak yang kini tengah merintis bisnis di bidang fashion anak di Depok. Hamigia Zulchair memulai debut bisnisnya pada tahun 2012. Saat itu Hamigia Zulchair membuka usaha warung soto dan sop di Padang yang menjadi tanah kelahirannya.

Namun di bulan ke 8 umur bisnisnya, Hamigia Zulchair harus menutup bisnisnya tersebut karena sang suami harus mutase ke Jakarta terlebih lagi dirinya sedang memasuki kehamilan berusia 34 minggu.

Sejak buah hati pertamanya yakni Halwa lahir. Hamigia Zulchair memutuskan untuk memfokuskan diri di rumah saja. Disisi lain, Hamigia Zulchair ingin sekali membantu suaminya dengan berkarya meskipun berada di rumah. Tepat di bulan Juli tahun 2015, Hamigia Zulchair memutuskan untuk memulai bisnis baru. Dikarenakan memiliki hobi baking dan memiliki latar belakang teknologi pangan.

Hamigia Zulchair pun akhirnya memutuskan untuk menjual berbagai produk baking sehat ekslusif buatan dirinya. Pada saaat itu ia memasarkan brownies dan cookies sehat, full sayur beserta buah. Target market Hamigia Zulchair untuk bisnisnya saat itu adalah ibu muda yang memiliki kepedulian terhadap makanan sehat untuk buah hatinya.

Bulan pertama berselang, bisnis yang dijalaninya berjalan lancar. Hamigia Zulchair bahkan mulai mempromosikan bisnisnya melalui facebook pribadinya. Dan tantanganpun mulai terjadi saat ia menerima pemesanan lebih dari 5 loyang dalam sehari. Sedangkan Hamigia Zulchair saat itu hanya memiliki oven kecil. Ditambah lagi, untuk produknya harus dihidangkan fresh from oven. Sehingga membutuhkan banyak waktu, tenaga serta focus yang luar biasa agar citarasa tetap terjaga.

Hingga pada akhirnya Hamigia Zulchair memutuskan untuk berhenti berjualan brownies lagi karena tak mampu lagi menangani pesanan serta pekerjaan rumah. Terlebih lagi Hamigia Zulchair menghandle semuanya sendiri tanpa karyawan maupun asisten rumah tangga. Jika mau, sebenarnya Hamigia Zulchair bisa saja merekrut karyawan. Namun, Hamigia Zulchair mengurungkan niatnya tersebut karena khawatir rasa dan kualitas browniesnya tidak sama.

Akan tetapi, keuntungan yang didapat dari berjualan brownies sehar tersebut masih tersimpan rapi oleh Hamigia Zulchair. Suatu ketika seorang teman bercerita bahwa dirinya tengah mencari supplier baju dan legging persis seperti dengan yang sering Halwa alias buah hatinya kenakan. Ya, memang Halwa sejak usia 6 bulan telah berlangganan pada sebuah konveksi. Biasanya Hamigia Zulchair membeli produk baju untuk kebutuhan halwa dalam bentuk kodian. Alasannya agar harganya jauh lebih murah.

Sejak perjumpaan dengan temannya tersebut. Hamigia Zulchair memiliki ide untuk menjual pakaian anak. Hamigia Zulchair pun mulai menginformasikan bahwa dirinya menjual pakaian anak. Setelah itu, temannya tertarik dan langsung melakukan pemesanan. Dengan modal 500 ribu yang di dapat dari bisnis brownies sebelumnya, Hamigia Zulchair pun akhirnya berbisnis di bidang fashion anak.

Dengan nama Lemari Halwa, Hamigia Zulchair mulai mempromosikan bisnisnya ke sosial media. Awalnya Hamigia Zulchair tak pernah tahu bahwa belajar bisnis online ada kelasnya. Hingga pada akhirnya Hamigia Zulchair mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan Muri Handayani.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Hamigia Zulchair mulai melihat progress yang luar biasa pada bisnisnya. Dari paket yang hanya terjual 2-4 buah dalam seminggu. Berubah menjadi rutin 1 paket per hari dan terus mengalami peningkatan.

Di penghujung bulan Januari 2015, kondisi badan Hamigia Zulchair sempat mengalami drop. Ternyata yang terjadi bukan karena sakit macam – macam melainkan karena hamil. Kondisi hamil yang dialami Hamigia Zulchair ternyata berbeda dengan kondisinya saat mengandung Halwa, anak pertamanya.

Dalam masa kehamilan, Hamigia Zulchair seringkali merasa mual, muntah dan pusing. Akhirnya online shop produk fashionnnya pun buka tutup sesuai dengan kemampuannya. Menunggu kepulangan suami untuk packing.

Setelah Karim lahir, yakni anak kedua dari Hamigia Zulchair. Tantangan mulai bermunculan dan Karim pun harus dirawat karena mengalami Hyperbilirubin. Dan kondisi Hamigia Zulchair pun semakin drop pasca kehamilan anak keduanya hingga sempat terlintas dalam benak Hamigia Zulchair untuk menutup online shopnya.

Namun, hati kecilnya tak ingin menutup bisnis yang telah dibangunnya tersebut. Dengan kondisinya tersebut, Hamigia Zulchair memutuskan untuk merekrut karyawan. Dan Hamigia Zulchair pun mulai focus untuk membangun system dengan baik. Ia tak ingin bisnis yang dibangunnya justru malah membuat buah hatinya tidak diperhatikan.

Baca: Dibalik Kesuksesan Ria Mardiana, Pemilik Deva Hijab yang Berhasil Memiliki Ratusan Reseller

Bersyukur karena kini Hamigia Zulchair telah memiliki beberapa karyawan. Berawal dari 2 kresek jumbo berisi 200 pcs jogger anak. Kini Hamigia Zulchair bahkan telah memiliki 10 rak full. Kemudian dari yang awalnya memanfaatkan sudut rumah, pindah ke kamar belakang dan kini telah memiliki tempat yang lebih layak dari sebelumnya untuk menjalankan bisnis.

Salah satu pencapaian yang sangat disyukuri Hamigia Zulchair adalah hadirnya 35 agen dan 50 reseller aktif Lemari Halwa dengan penjualan rata – rata 4000 pcs setiap bulannya. Sungguh luar biasa. Ia menyadari bahwa Allah benar – benar tahu kebutuhan umatnya dan pertolongan akan selalu datang tatkala kita berserah pada-Nya.


  • 0

Dibalik Kesuksesan Ria Mardiana, Pemilik Deva Hijab yang Berhasil Memiliki Ratusan Reseller

Dibalik Kesuksesan Ria Mardiana, Pemilik Deva Hijab yang Berhasil Memiliki Ratusan Reseller – Ria Mardiana, ibu rumah tangga dari dua orang anak yang kini menjalankan bisnis di bidang penjualan hijab dengan brand deva hijab. Bisnis hijab yang ditekuninya kini telah berhasil mencapai ribuan angka penjualan setiap bulannya. Namun, dibalik kesuksesannya tersebut.

Ria Mardiana memiliki perjalanan bisnis yang sangat memotivasi. Ria Mardiana memulai usaha pada penghujung tahun 2013. Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan untuk mengurus rumah tangga. Ria Mardiana masih menyempatkan dirinya untuk mengajar privat yang dimulai dari jam 4 sore hingga maghrib.

Situasi ekonomi tak menentu serta pemasukan yang belum memadai menjadi alasan bagi Ria Mardiana untuk bergerak demi membantu perekonomian keluarga. Saat itu Ria Mardiana ingin berwirausaha namun mengalami keterbatasan modal.

Hingga langkah sederhana seperti berjualan pudding cup yang dititipkan ke warung – warung terdekat pun pernah ditempuh oleh Ria Mardiana. Akan tetapi, Ria Mardiana mendapati bahwa berjualan pudding seringkali mempertemukannya dengan kerugian. Mengingat pudding yang dititipkan di warung tersebut seringkali tidak habis seluruhnya.

Suatu ketika, Ria Mardiana bertemu dengan supplier dompet merk ternama. Dan pada saat itu beliau tengah mencari orang yang mau menjual kembali dompet tersebut dengan bayaran setiap minggu. Bersyukur, Ria Mardiana pun akhirnya mengambil kesempatan untuk menjual kembali dompet – dompet tersebut.

Namun dikarenakan belum terbiasa berjualan ke kalangan ibu-ibu. Ria Mardiana saat itu merasa sungkan juga untuk menawarkan dompet tersebut. Namun Ria Mardiana tak ingin menyerah. Ria Mardiana akhirnya mencoba untuk berbaur dengan ibu – ibu.

Suatu ketika, Ria Mardiana mendekati ibu – ibu yang membawa jualannya ke sekolah. Kebetulan saat itu Ria Mardiana bertemu dengannya saat mengantar buah hatinya ke sekolah.

Ria Mardiana pun memberikan penawaran menarik pada ibu tersebut. Bahwa ibu tersebut akan mendapatkan gratis 1 dompet apabila berhasil mengumpulkan 10 orang untuk mengikuti arisan dompet yang ditawarkannya. Tak disangka, ternyata ibu tersebut berhasil mengumpulkan 10 orang.

Alhasil, arisan dompet pun bisa berlanjut dengan baik. Sangat bersyukur karena banyak ibu – ibu yang berminat untuk menjadi kepala arisan. Sehingga memberikan kemudahan pada Ria Mardiana untuk menjual dompetnya. Selain menawarkannya secara langsung, Ria Mardiana pun mencoba untuk memasarkannya secara online melalui facebook.

Dari penjualan dompet dengan system arisan, Ria Mardiana bersyukur berhasil mengantongi Rp. 400 ribu hingga Rp. 600 ribu dalam seminggu. Setelah sukses mengawali bisnis dompet dengan system arisan. Ria Mardiana kembali membuka arisan sprei, gamis, gorden tenun yang keseluruhan suppliernya didapat dari online.

Ria Mardiana menyadari bahwa berjualan online tidak laku. Khususnya berjualan via facebook. Selanjutnya Ria Mardiana kembali meminjam barang ke toko di pasar. Ria Mardiana menaruh uang senilai dengan barang yang diambil lalu mengembalikannya kembali saat barang yang diambil tidak laku.

Saat itu Ria Mardiana mencoba untuk berjualan baju anak namun kurang laku di pasaran. Ada perasaan sedih yang mengganjal di hati Ria Mardiana. Namun, ia tak ingin berlarut – larut dalam kesedihannya.

Pada tahun 2013, Ria Mardiana berhasil diterima untuk mengajar di tempat bimbel yang cukup terkemuka. Ria Mardiana hanya perlu mengajar 3 kali dalam seminggu. Bersyukur aktivitas mengajar di bimbel menambah pemasukan bagi keluarga Ria Mardiana.

Saat itu Ria Mardiana tidak lagi mengadakan aktivitas arisan karena kesibukannya mengajar. Terlebih lagi, meski usaha online belum cukup menemui titik keberhasilan. Ria Mardiana tetap selalu berusaha.

Suatu ketika di bulan Februari 2014, seorang teman minta dicarikan souvenir bros. Kemudian Ria Mardiana mencoba untuk mencarinya secara online. Ria Mardiana mendapati bahwa harga bros dipatok dengan harga yang cukup mahal. Dan hal yang teramat disyukuri Ria Mardiana adalah ia memiliki teman mengajar di bimbel yang memiliki keahlian membuat bros.

Teman dari Ria Mardiana yang sedang mencari bros akhirnya memesan bros pada Ria Mardiana. Saat itu, Ria Mardiana memutuskan untuk melakukan pemesanan kembali pada temannya yang mahir membuat bros sebanyak 200 pcs dan sisanya yakni 100 pcs di handle oleh Ria Mardiana.

Dalam kondisi yang tidak tahu menahu mengenai seluk beluk bros, Ria Mardiana nekat menghandle penjualan 100 pcs bros temannya. Kemudian Ria Mardiana langsung belajar mengenai cara membuat bros melalui youtube. Namun yang terjadi adalah setelah 2 minggu barulah Ria Mardiana berhasil membuat bros.

Semenjak menerima pesanan bros dari temannya, Ria Mardiana mencoba mengerjakan beberapa pesanan bros lainnya. Dalam hati, Ria Mardiana semakin menyadari bahwa ia berjodoh dengan dunia kerajinan tangan. Meski belum banyak yang memesan bros padanya, Ria Mardiana tetap bersabar dan menjalankan bisnis di bidang brosnya tersebut.

Hingga suatu ketika teman dari Ria Mardiana yakni Rochma Firdaus mengajak dirinya untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani. Awalnya, Ria Mardiana merasa tak yakin untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) hingga pada akhirnya Ria Mardiana merasakan begitu banyak ilmu yang didapatnya.

Banyak pengetahuan yang akhirnya diperoleh. Bahkan Ria Mardiana merasa sangat beruntung belajar di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) karena investasi yang dikeluarkan untuk mendaftar SBO setara dengan apa yang ia dapatkan.

Tekad Ria Mardiana untuk berwirausaha semakin bulat saat ia dilanda kegalauan karena buah hatinya hendak menduduki bangku sekolah. Selain itu, biaya kontrakan yang semakin melambung tinggi seolah menjadi pemicu semangat bagi Ria Mardiana untuk lebih bersemangat.

Suami dari Ria Mardiana yang sebelumnya bekerja sebagai seorang guru honorer pun pada akhirnya resmi resign dari pekerjaannya dan memutuskan untuk berwirausaha bersama sang istri, Ria Mardiana.

Saat itu, Ria Mardiana dibantu oleh sang suami untuk membuat bros. Ternyata suaminya memiliki kelihaian yang sangat menakjubkan saat membuat bros. Diawali dari pagi hingga dzuhur, Ria Mardiana membuat bros selanjutnya Ria Mardiana berangkat ngajar dan sang suami meneruskan membuat bros.

Ria Mardiana bersama sang suami mulai mengumpulkan modal bisnis. Saat itu dana yang terkumpul sekitar 2,8 juta. Akhirnya Ria Mardiana pun memutuskan untuk berbisnis di bidang jilbab. Ria Mardiana nekat berkunjung ke Tanah Abang untuk mempelajari lebih banyak tentang jilbab.

Baca: Sepak Terjang Kuni Mahmudah, Pebisnis Online dengan Omset Puluhan Juta

Dalam usahanya merintis bisnis jilbab, suami dari Ria Mardiana mendapat amanah untuk memotong bahan yang selanjutnya dibawa ke pasar untuk di neci. Dan usaha jilbab ini pun terus berjalan hingga akhirnya Ria Mardiana berhasil membeli mesin neci sendiri yang memberikan kemudahan bagi Ria Mardiana dan sang suami untuk merintis bisnisnya.

Usaha yang dirintis pun pada akhirnya terus membuahkan hasil. Bahkan seluruh ilmu yang didapatnya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) kembali Ria Mardiana praktekan dalam bisnisnya. Bersyukur kini penjualan semakin meningkat.

Bahkan setiap minggu nya, Ria Mardiana harus belanja bahan jilbab dua kali dalam seminggu untuk keperluan bisnis penjualan jilbabnya yang melebihi 100 kg. Bahkan Ria Mardiana juga kini telah berhasil membuat label sendiri dengan nama Deva Hijab dan telah memiliki reseller lebih dari 300 orang. Sungguh pencapaian yang luar biasa dan sangat disyukuri oleh Ria Mardiana bersama sang suami khususnya.


  • 0

Sepak Terjang Kuni Mahmudah, Pebisnis Online dengan Omset Puluhan Juta

Sepak Terjang Kuni Mahmudah, Pebisnis Online dengan Omset Puluhan Juta – Kuni Mahmudah memulai bisnis onlinenya sejak tahun 2012. Tepatnya beberapa bulan setelah menikah. Saat itu Kuni Mahmudah tengah menjalani bangku universitas sama halnya dengan sang suami. Dan seluruh anggaran kuliah harus dibiayai sendiri. Dibantu oleh orang tua untuk modal awalnya saja.

Kuni Mahmudah mengambil jurusan kebidanan yang nyatanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih lagi, saat itu suami dari Kuni Mahmudah belum memiliki pekerjaan tetap. Modal yang diberikan orang tua pun habis untuk keperluan kuliah dan kebutuhan hidup sehari – hari.

Awalnya Kuni Mahmudah menjadi reseller di online shop yang berada di Jakarta, Yogyakarta dan Solo. Saat itu Kuni Mahmudah memutuskan untuk menggunakan system dropship.

Dikarenakan keterbatasan ilmu dan pengalaman. Kuni Mahmudah terkena tipu oleh semua supplier karena ternyata barang yang dijual memiliki kualitas KW. Alhasil, Kuni Mahmudah banyak mendapat komplain dari para pelanggannya.

Akhirnya bisnis online yang dijalankanpun menjadi terhambat. Tak ingin meratapi keadaan, Kuni Mahmudah memutuskan untuk tetap berjualan meski secara offline. Cukup banyak bisnis offline yang dijalankan Kuni Mahmudah. Mulai dari bisnis bungkus makanan ringan, membuka angkringan, hingga bisnis jamur krispi. Namun sayangnya, bisnis yang dijalankan semuanya gulung tikar.

Dari tahun 2012 hingga 2016, Kuni Mahmudah berjualan online tetapi jarang closing. Akhirnya di bulan November 2016, Kuni Mahmudah mulai bersemangat untuk meningkatkan ilmu bisnis onlinenya. Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaannya pada program kelas utama di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan Muri Handayani.

Baca: Belajar Dari Elaeis Pratiwi, Pemilik Alwafa Hijab Yang Meraup Keberkahan Karena Memprioritaskan Anak

Dan Kuni Mahmudah sangat bersyukur bahwa kini bisnisnya dapat menembus omset puluhan juta di bulan Maret 2017. Bagi Kuni Mahmudah, Sekolah Bisnis Online ( SBO ) telah memberikan banyak manfaat untuk perkembangan bisnisnya.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Kuni Mahmudah memegang prinsip agar bisnisnya dapat menjadi jalan bagi dirinya untuk bersedekah lebih banyak lagi. Tak hanya itu, Kuni Mahmudah juga berharap agar bisnisnya dapat bermanfaat bagi orang lain. Sungguh kisah Kuni Mahmudah ini membuka hati kita semua agar lebih menyadari tujuan bisnis yang sebenarnya.


  • 0

14 Kelebihan dan Keuntungan Berjualan di Tokopedia

14 Kelebihan dan Keuntungan Berjualan di Tokopedia – Tokopedia adalah marketplace atau mall online di Indonesia yang memberikan kesempatan terbaik bagi setiap penjual untuk mengelola toko online secara GRATIS.

1. Tokopedia memiliki tampilan yang responsive. Dapat diakses menggunakan perangkat smartphone dengan mudah. Selain itu, tampilan juga lebih segar dengan dominasi warna hijau yang memukau.

2. Untuk berjualan di Tokopedia sama sekali tidak dipungut biaya apapun alias GRATIS

3. Keamanan di Tokopedia cukup terjamin karena memungkinkan setiap penjual untuk menggunakan kode OTP. Kode OTP ( One Time Password ) adalah kode yang dikirimkan oleh pihak Tokopedia untuk memastikan agar aktivitas penarikan dana, login, menambahkan rekening baru benar – benar dilakukan oleh pemilik akun tersebut.

4. Estimasi waktu transfer saldo ke rekening pribadi sangat cepat. Maksimal 4 jam sudah bisa masuk ke rekening pribadi.

5. Tokopedia menyuguhkan fitur Pre-Order yang memudahkan para penjual yang menjual produk import yang membutuhkan proses lebih lama.

6. Terdapat berbagai pilihan kategori yang sangat terperinci dan bervariasi. Sehingga para penjual memiliki kemudahan untuk mengupload foto produknya secara spesifik.

7. Loading website tidak berat. Sehingga para penjual maupun pembeli tidak perlu khawatir akan menunggu lama.

8. Tokopedia telah didukung berbagai jasa ekspedisi sehingga memudahkan para pembeli untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Sehingga otomatis, penjual pun semakin diuntungkan akan hal ini.

9. Para penjual tak perlu mengakumulasi total pembelian konsumen. Karena secara otomatis, konsumen akan mendapatkan perhitungan harga mengenai harga produk dan total ongkos kirim yang perlu ditransfer pada penjual.

10. Terdapat fitur dropshipper yang memungkinkan para dropshipper memesan produk pada supplier

11. Tokopedia mendukung berbagai metode pembayaran yang memberikan kemudahan bagi para konsumen untuk membeli produk yang diinginkannya. Tentu ini memberikan keuntungan bagi para penjual di Tokopedia.

12. Tokopedia memiliki fitur pengaturan admin toko atau user management. Sehingga para penjual dapat berbagi akses dengan admin toko. Para penjual tidak perlu khawatir karena admin toko memiliki 3 hak akses berbeda yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.

Baca: 4 Standarisasi Layanan Customer Service Dalam Suatu Toko Online

Dan yang terpenting adalah admin toko TIDAK BISA melakukan penarikan dana apapun dari toko penjual. Karena hanya pemilik toko saja yang memiliki akses untuk penarikan dana. Sehingga Tokopedia cukup aman digunakan untuk para penjual yang memiliki karyawan.

13. Memberikan kesempatan pada para penjual untuk mendeskripsikan produknya dalam bentuk video

14. Memiliki fitur statistik toko yang memudahkan para penjual untuk mengetahui informasi terkini terkait perkembangan toko. Mulai dari transaksi, pembeli hingga produk. Dengan begitu, para penjual dapat meningkatkan strategi penjualannya.