Monthly Archives: August 2019

  • 0

Tips Memulai Bisnis Rumahan

Sboplaza.com Saat akan memulai bisnis rumahan, Anda pasti bingung bagaimana cara memulainya karena memang belum ada pengalaman untuk membuka bisnis sendiri.

Disini saya akan memberikan cara-cara memulai bisnis rumahan yaitu sebagai berikut:

1. Menentukan Bisnis Sesuai Passion

Baca Juga: Cara Bangkit Dari Kegagalan Usaha


  • 0

Cara Bangkit Dari Kegagalan Usaha

Sboplaza.com Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang menginginkan usaha yang mereka rintis mengalami kegagalan. Setiap orang yang memiliki sebuah usaha pastinya menginginkan yang terbaik untuk usaha mereka. Para pengusaha pastinya ingin agar usahanya menguntungkan, sukses dan dapat berjalan dengan lancar.

Hanya saja tidak sedikit dari usaha yang mereka rintis pada akhirnya mengalami kegagalan. Baik karena faktor dalam atau dari faktor luar.

Berikut adalah cara bangkit dari kegagalan usaha:

1. Berfikiran Positif

Jika Anda ingin menjadi salah satu pengusaha yang sukses maka Anda harus tetap berfikiran positif. Walaupun tidak berpengaruh secara langsung, namun seseorang yang berfikiran negatif akan selalu memberikan dampak yang tidak baik dan akan mempengaruhi dan menghambat kesuksesan mereka. Segala sesuatu yang terjadi pasti akan mengalami perubahan. Setidaknya dengan berfikiran positif Anda dapat memotivasi diri sendiri untuk tetap bangkit dan kembali memulai usaha.

2. Menerima Keadaan

Mereka yang bisa Sukses adalah orang-orang yang tidak pernah lari dari kenyataan. Tidak ada yang selalu berjalan serba mulus di dunia ini, termasuk usaha yang Anda miliki. Jika Anda tidak pernah mengakui kegagalan Anda, bagaimana Anda bisa bangkit dan merintis kembali usaha Anda? Menerima kenyataan disini bukan pasrah dan berhenti berharap. Tapi menerima bahwa Anda sadar kalau usaha Anda telah mengalami kebangkrutan dan Anda bersedia mencari jalan keluar yang terbaik.

3. Pelajari Kegagalan

Pasti ada satu atau bahkan lebih hal yang dapat membuat usaha Anda mengalami kegagalan. Selalu ada penyebab terhadap terjadinya sebuah masalah, termasuk kegagalan yang Anda alami. Teliti dan cemati terlebih dahulu apa penyebab tersebut dan kemudian pelajari. Anda harus mengetahui apa penyebab kegagalan usaha Anda agar Anda tidak mengulangi kejadian yang sama dan lebih berhati-hati ketika muncul permasalahan yang sama.

4. Memperluas Wawasan

Mulailah dari pengetahuan dasar dan pengetahuan umum yang berkaitan dengan usaha anda. Tentunya Anda bukan orang pertama yang mengalami kegagalan. Pengalaman adalah pelajaran yang berharga. Cobalah untuk mencari tahu tentang pengalaman para senior yang terlebih dahulu menghadapi masalah yang sama namun tetap kembali bangkit dan berjaya.

5. Mencari Peluang

Hal penting lainnya setelah Anda mempelajari kesalahan adalah menemukan beberapa solusi yang tepat. Selalu ada solusi dan selalu ada peluang jika Anda memahami kesalahan dan mempelajari pengalaman-pengalaman para pebisnis lainnya. Pastikan peluang tersebut benar-benar bagus untuk perkembangan bisnis Anda.

6. Mengikuti Perkembangan Zaman

Prediksi kebutuhan pasar dan lebih selektif dalam memulai kembali usaha Anda. Kegagalan memang hal yang sulit, namun jika Anda bisa mengikuti perkembangan zaman, pastinya Anda bisa kembali bangkit dan mengembangkan usaha Anda.

7. Sedekah

Bersedekah atau menyisihkan sebagian dari pendapatan kepada orang yang lebih membutuhkan tentunya terlihat sebagai sebuah pemborosan apalagi ketika Anda sedang berupaya bangkit dari kegagakan. Tapi apakah Anda tahu? Bahwa memberi tidak selalu mengurangi pendapatan kita. Kebanyakan orang yang sukses adalah ia yang dermawan. Jadi sisihkan sedikit penghasilan Anda untuk disedekahkan.

8. Berusaha Dan Berdoa

Langkah terakhir untuk bangkit dari kegagalan adalah dengan berusaha sebisa mungkin dan jangan lupa untuk berdoa. Yakin saja, usaha tidak akan mengkhianati hasil.

Baca Juga: Keuntungan Memulai Bisnis Tanpa Rekan


  • 0

Keuntungan Memulai Bisnis Tanpa Rekan

Sboplaza.com Membangun bisnis sendiri memang terasa sulit, apalagi jika kita belum berpengalaman. Biasanya untuk sedikit meringankan beban, seseorang akan mengajak teman atau rekan untuk memulai bisnisnya.

Namun perlu Anda ketahui bahwa ada kelebihan tersendiri bagi Anda yang mau membangun serta mengelola bisnis sendiri.

1. Dapat Menguasai Bisnis Sepenuhnya

Jika berbisnis bareng rekan, Anda akan melakukan pembagian hasil, sebab usaha bukan hanya milik Anda saja tapi milik bersama. Pertanyaannya, apakah Anda siap untuk berbagi hasil dengan orang lain?

Jika Anda tidak bersedia, maka sebaiknya Anda memulai usaha sendiri saja. Sehingga Anda bisa menguasai bisnis sepenuhnya.

2. Lebih Leluasa Dalam Menjalankan Bisnis

Membangun usaha dengan orang lain mungkin tidak akan memberikan Anda kebebasan yang Anda harapkan. Sebab mungkin apa yang Anda mau tidak disetujui oleh rekan Anda.

Sedangkan jika Anda berbisnis sendirian, Anda bisa lebih bebas. Anda tidak perlu bergantung pada orang lain, karena Anda sendiri yang akan menentukan dan bertanggung jawab atas bisnis Anda.

3. Bisa Lebih Bebas Berkreasi Dan Berinovasi

Dalam menjalankan sebuah bisnis tentu akan memerlukan kreasi dan inovasi setiap waktu agar tetap bisa bertahan dan tetap eksis. Jika Anda mengerjakan bisnis bersama teman atau partner Anda, ini akan sedikit memakan waktu karena perlu didiskusikan dengan partner Anda

Namun jika Anda menjalankan bisnis sendiri, Anda yang akan menjadi penentu kreasi dan inovasi dalam berbisnis. Sehingga Anda bebas menentukan kapan waktu yang tepat untuk berinovasi, dan inovasi apa yang akan Anda lakukan terhadap bisnis Anda.

4. Keuntungan Menjadi Milik Anda Sepenuhnya

jika Anda memiliki bisnis sendiri, maka keuntungan tentu akan menjadi milik Anda sepenuhnya. Dan keuntungan ini tentu lebih besar dari pada Anda berbisnis dengan rekan Anda. Selain itu, dalam pembagian keuntungan biasanya terjadi konflik jika tidak bisa mengatur secara adil.

 

Baca Juga: Tips Berkomunikasi Baik Dengan Pelanggan


  • 0

Tips Berkomunikasi Baik Dengan Pelanggan

Sboplaza.com Sebagai seorang customer service kita harus mengetahui cara berkomunikasi yang baik dengan pelanggan agar pelanggan merasa senang dan akhirnya membeli produk yang kita jual.

Berikut ini adalah Tips Berkomunikasi Baik Dengan Pelanggan:


1. Berbicara Dengan Antusias Yang Tinggi
Pelanggan Anda akan lebih tertarik dengan kalimat yang diucapkan dengan penuh antusias yang tinggi.

2. Gunakan Kalimat Yang Singkat Namun Mudah Dimengerti
Jangan bertele-tele dalam menjelaskan produk atau barang yang Anda jual, gunakan kalimat yang singkat, padat dan jelas agar pelanggan tidak merasa bingung dengan penjelasan dari Anda.

3. Berikan Kesan Pertama Yang Bagus Bagi Pelanggan
Kesan pertama sangatlah penting karena bila saat pertama kali pelanggan berkomunikasi dengan Anda dan Anda bersikap jutek, bisa jadi pelanggan akan langsung pergi.

4. Gunakan Kalimat Yang Positif Dan Berikan Pujian
Pelanggan tentunya ingin mendengar kalimat atau kata-kata yang positif yang bisa memberikan motivasi serta memberikan mood yang bagus bagi mereka. Dan jangan lupa berikan pujian kepada pelanggan Anda.

5. Jaga Sikap
Jaga sikap Anda terhadap pelanggan, agar pelanggan tertarik terhadap barang/produk yang Anda jual. Bila Anda bersikap baik maka pelanggan akan merasa senang dan tertarik dengan kebaikan sikap Anda yang pada akhirnya bisa menyebabkan pelanggan tersebut membeli produk Anda.

 

Baca Juga : Tips Melayani Konsumen Yang Hemat


  • 0

Tips Melayani Konsumen Yang Hemat

Sboplaza.com Orang hemat adalah orang yang berhati-hati dalam membelanjakan uang dan terlalu memperhitungkan untung rugi dalam memanfaatkan setiap hal yang akan dibelinya. 

Konsumen dengan tipe seperti ini termasuk orang yang memperhitungkan seberapa besar manfaat yang akan diperoleh jika membeli sesuatu. Namun, tipe hemat cenderung berlebihan. Mereka sangat detail dan tidak akan melewatkan satu pun perhitungannya.

Tips Untuk Melayani Konsumen Yang Hemat Yaitu:

  1. Siapkan data dan perhitungan setiap produk secara lengkap.
  2. Sampaikan manfaat dan fungsi setiap produk kepada konsumen.
  3. Jangan pernah mengabaikan perhitungan produk, bahkan perhitungan paling sepele sekali pun.
  4. Jangan pernah mengabaikan manfaat dan fungsi produk, bahkan manfaat yang paling kecil sekali pun.

 

Baca Juga : Tips Menghadapi Konsumen Yang Pembanding


  • 0

Tips Menghadapi Konsumen Yang Pembanding

Sboplaza.com Tipe pembanding adalah konsumen yang sangat paham akan produk yang Anda tawarkan. Bisa jadi konsumen tipe ini justru lebih menguasai produk Anda bahkan produk pesaing Anda, untuk itu Anda harus menguasai produk Anda sendiri dan produk pesaing Anda dalam menghadapi konsumen bertipe pembanding ini.

Tipe pembanding akan selalu membandingkan produk Anda dengan produk pesaing Anda.

Berikut ini yang harus Anda lakukan untuk menghadapi tipe seperti ini:

  1. Kuasai produk semaksimal mungkin dan ilmu presentasi agar mampu meyakinkan tipe pembanding.
  2. Pelajari produk-produk sejenis kompetitor ( pesaing )
  3. Jangan pernah bersedia masuk ke dalam jebakan membanding-bandingkan produk tanpa memikirkan dampak yang ditimbulkan.
  4. Untuk menghadapi tipe seperti ini, jika Anda belum paham betul tentang produk Anda, sebaiknya Anda mengajak rekan kerja senior Anda.

 

Baca Juga : Tips Menghadapi Konsumen Yang Arogan


  • 0

Tips Menghadapi Konsumen Yang Arogan

Sboplaza.com Arogan merupakan salah satu tipe konsumen yang sulit menerima pendapat orang lain dan selalu menganggap pendapatnya yang paling benar. Dalam menghadapinya, Anda harus sabar dan tidak boleh tersinggung sama sekali.

Jika Anda tidak mengenal karakter ini, jangan menyalahkan diri Anda jika presentasi Anda selalu gagal. Konsumen arogan merasa tahu segala hal, termasuk produk Anda sekalipun.

Cara Menghadapi Konsumen Seperti Ini Adalah:

    1. Beri mereka kesempatan untuk memahami produk Anda sesuai keinginannya. Anda bisa memberikan informasi mengenai  produk Anda lewat brosur atau melihat produk sendiri.
    2. Jangan coba-coba menganggu “kesendiriannya” jika tidak ingin mendapatkan cacian.
    3. Anda hanya bisa bertanya, “Apakah Anda sudah jelas tentang produk kami?” atau pertanyaan lain yang sejenis.
    4. Tipe seperti ini sangat senang dipuji. Oleh karena itu pujilah mereka dengan sopan dan proporsional.

 

Baca Juga : Tips Menghadapi Konsumen Yang Sombong


  • 0

Tips Menghadapi Konsumen Yang Sombong

Sboplaza.com Tipe sombong dimaknai sebagai seseorang yang terlalu bangga dengan dirinya dan suka banyak berbicara dan sering kali memamerkan apa yang dimiliki. Padahal yang dikatakan mereka belum tentu benar. Bagi penjual, tipe seperti ini adalah konsumen yang paling mudah dipengaruhi.

Tipe Konsumen Sombong

Berikut ini adalah tips yang harus Anda lakukan untuk melayani konsumen dengan tipe seperti ini:

  1. Biarkan mereka bicara sesuka hatinya.
  2. Memberi kesan seolah-olah Anda menyetujui semua pendapat mereka. Misalnya dengan mengatakan “Anda benar” atau pernyataan lain sejenisnya.
  3. Pujilah sesuatu yang mereka banggakan. Misalnya, jika konsumen Anda memiliki barang mewah, berikan pujian tentang hal itu.
  4. Rayu konsumen Anda untuk menggunakan produk Anda berdasarkan pembicaraan mereka sendiri. Contoh pernyataan, “Jika mampu membeli barang mewah seperti yang telah Anda ceritakan, Anda pasti bersedia membeli produk kami”.

 

Baca Juga : Tips Menghadapi Konsumen Yang Pendiam


  • 0

Tips Menghadapi Konsumen Yang Pendiam

Sboplaza.com Tipe-tipe Pelanggan tentunya sangat banyak jenisnya jika dilihat dari berbagai sudut pandang. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu penyebab beragamnya jenis-jenis konsumen adalah permintaan akan barang dan jasa yang terus melonjak, serta kemudahan dalam pemasaran.

Nah, untuk itu, disini saya akan menjelaskan salah satu Tipe Pelanggan yaitu Tipe Pelanggan yang Pendiam yang harus anda simak dan pahami sejak sekarang.

 Tipe Konsumen Yang Pendiam

Konsumen tipe ini biasanya tidak banyak bicara. Jika tidak mendapatkan pancingan dari lawan bicaranya maka mereka tidak akan berbicara. Less talk more action ( Kurang bicara lebih banyak aksi ) mungkin itulah semboyan konsumen tipe ini.

Konsumen tipe ini biasanya jaringan pertemanannya terbatas karena mereka jarang bergaul. Namun jika mereka memiliki teman, mereka akan sangat dekat sehingga setiap ucapannya akan selalu dipercaya. Dan jika sudah sekali percaya, mereka akan terus mempercayainya sampai kapan pun. Sifat ini akan menguntungkan bagi Anda, sebab referensi dari tipe konsumen pendiam ini sangat dapat diandalkan.

Langkah-langkah komunikasi ketika berhadapan dengan tipe konsumen yang pendiam :

  1. Anda harus menyiapkan mental untuk lebih banyak bicara daripada mendengar.
  2. Memulai pembicaraan dengan hal-hal yang ringan dan tidak perlu membicarakan sesuatu yang berat dengannya, apalagi langsung ke urusan penjualan. Anda bisa memulainya dengan menanyakan nama, tempat tinggal, atau obrolan santai lainnya.

Baca Juga : Tips Menghadapi Konsumen Yang Cerewet


  • 0

Tips Menghadapi Konsumen Yang Cerewet

Sboplaza.com Biasanya sebelum melakukan pendekatan kepada calon konsumen, Anda akan menjelaskan hal-hal seperti memperkenalkan diri dan produk Anda. Sebaiknya Anda sering mengikuti pelatihan penjualan sehingga kemampuan praktik Anda dilengkapi dengan ilmu pengetahuan yang memadai.

Berikut ini adalah tipe konsumen yang cerewet dan cara melayaninya:

Tipe Konsumen Cerewet

Meski tidak memancingnya konsumen tipe ini sangat aktif bicara. Bahkan tidak jarang dari mereka terlihat mengenal dan dekat dengan Anda. Mereka sangat mudah diajak berbicara dengan gaya yang santai dan akrab. Terkadang pembicaraan mereka juga berlebihan, tapi itulah tipe konsumen yang cerewet.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan untuk berkomunikasi dengan konsumen tipe ini yaitu:

  1. Mencoba untuk menjadi pendengar yang baik dan biarkan konsumen Anda berbicara.
  2. Ikuti alur mereka sampai pada tahap tertentu. Kemudian belokkan alur pembicaraan sesuai keinginan Anda.
  3. Jangan ragu mengatakan, “Bolehkah saya berbicara sekarang?”

 

Baca Juga : 4 Tips Menjadi Customer Service Yang Disukai Konsumen