Monthly Archives: June 2017

  • 0

Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis

Kisah Getir Sosialita Dewi Prastyowati yang Pernah Terjebak Kasus Penipuan Saat Menjalankan Bisnis – Sosialita Dewi Prastyowati, pemilik online shop dengan nama Sosialyta Online Shop yang dapat dikunjungi di sosgrosirbaju.com. Mulanya, Sosialita Dewi Prastyowati mengawali bisnis online nya sebagai dropshipper di tahun 2009. Inspirasi untuk berbisnis online muncul saat ia sedang menjaga warnet milik orang tuanya. Tak hanya itu, Sosialita Dewi Prastyowati juga memiliki sambilan pekerjaan lain sebagai pengajar les privat di dua tempat.

Meski melelahkan namun Sosialita Dewi Prastyowati menyadari bahwa ia senang melakukannya. Bermodalkan nomor rekening milik ibunya, nomor handphone beserta akun facebook miliknya.

Sosialita Dewi Prastyowati pun memulai perjalanan bisnisnya sebagai dropshipper. Meski dengan margin keuntungan yang berkisar diantara 40000 hingga 60000 namun Sosialita Dewi Prastyowati sangat bersyukur karena di bulan pertama bisnisnya, Sosialita Dewi Prastyowati telah berhasil menjual 7 baju.

Seiring berjalannya waktu, keuntungan dari bisnis online nya mengalami peningkatan hingga dirinya pun memutuskan untuk berhenti menjadi pengajar les privat. Pada saat itu, belum marak penipuan bisnis online sehingga bisnisnya pun berjalan lancar.

Bahkan setiap bulannya Sosialita Dewi Prastyowati dapat mengantongi uang senilai Rp. 700.000 – 1.200.000,- bagi anak kuliahan seperti Sosialita Dewi Prastyowati saaat itu tentu nominal uang tersebut sangat besar. Dengan keuntungan bisnis onlinenya tersebut, Sosialita Dewi Prastyowati mampu membeli laptop sendiri.

Akan tetapi, Sosialita Dewi Prastyowati menemui kendala saat menjalankan bisnisnya. Kendala tersebut berada di bagian stock. Mengingat Sosialita Dewi Prastyowati tidak memiliki stok sendiri maka seringkali ia dihadapkan pada suatu keadaan dimana ia berhasil closing namun barang sudah habis di supplier. Bisnis online yang dijalankannya ini bertahan cukup lama. Bahkan setelah lulus kuliah dan bekerja pun Sosialita Dewi Prastyowati masih nyambi berjualan online.

Sosialita Dewi Prastyowati bersama sang suami

Di gajinya yang ke 3, Sosialita Dewi Prastyowati berhasil mengumpulkan uang senilai Rp. 3.200.000,- dan memutuskan untuk menginvestasikan uang tersebut stok barang dan membeli handphone khusus untuk berbisnis online.

Untuk meningkatkan penghasilan, Sosialita Dewi Prastyowati coba memutarkan uang tanpa mengkonsumsi uang tersebut. Dalam artian lain, Sosialita Dewi Prastyowati memutar keuntungan menjadi barang.

Di tahun 2012, Sosialita Dewi Prastyowati pernah mengalami permasalahan yang cukup serius dalam bsinis onlinenya. Rupanya ia mengalami penipuan segitiga. Penipuan dimana Sosialita Dewi Prastyowati mendapatkan pembeli yang tiba – tiba mentransfer uang senilai 3 juta ke rekeningnya.

Dan mengatakan bahwa ia hendak memilih – milih baju di toko onlinenya. Tanpa rasa curiga, Sosialita Dewi Prastyowati merasa senang karena orang tersebut akan melakukan transaksi dalam jumlah banyak.

Setelah memilih produk dan menghitung total seluruh yang dibelanjakan. Ternyata uang yang dihabiskan senilai Rp. 2.168.000,- dan orang tersebut kemudian meminta sisa uangnya untuk ditransfer kembali ke rekening lain.

Seminggu kemudian, Sosialita Dewi Prastyowati mendapat teguran dari agen ekspedisi langganannya yang mengatakan bahwa dirinya telah menipu seseorang. Sosialita Dewi Prastyowati merasa kaget mendapatkan pernyataan tersebut.

Sosialita Dewi Prastyowati meminta penjelasan dari pihak ekspedisi agar mengatakan siapa yang telah memfitnahnya. Dan ternyata yang memfitnah Sosialita Dewi Prastyowati adalah teman sesama online shop yang sering ia temui di tempat jasa ekspedisi.

Mendengar hal itu, Sosialita Dewi Prastyowati marah karena mendapat fitnah seperti itu. Hingga akhirnya Sosialita Dewi Prastyowati mengajak teman online shopnya tersebut bertemu di tempat jasa ekspedisi. Akhirnya, teman online shop tersebut memberi tahu akun facebook yang merasa tertipu dengan rekening mandiri atas nama Sosialita Dewi Prastyowati.

Akhirnya Sosialita Dewi Prastyowati mencari data transfer di buku rekapan dan menjelaskan bahwa memang dirinya mendapat transfer senilai Rp. 3 juta persis dengan yang dilaporkan. Sosialita Dewi Prastyowati langsung mengirimkan pesan kepada pihak yang merasa tertipu bahwa barang memang sudah dikirim bahkan sisanya pun telah ditransfer namun uang senilai 3 juta yang didapatnya bukan berasal dari pihak yang merasa tertipu. Tak lupa, Sosialita Dewi Prastyowati juga memberikan bukti berupa foto resi dan bukti transfernya. Bersyukur, Allah berikan kemudahan sehingga Sosialita Dewi Prastyowati berhasil menyelesaikan masalah tersebut.

Baca: Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar

Sosialita Dewi Prastyowati hampir putus asa dan tidak ingin berjualan online lagi karena dunia online begitu kejam. Namun Sosialita Dewi Prastyowati tak ingin menyerah pada apa yang pernah menimpa dirinya. Suatu ketika Sosialita Dewi Prastyowati tanpa sengaja melihat informasi di beranda facebooknya.

Akhirnya, Sosialita Dewi Prastyowati memutuskan untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) demi memantapkan bisnis onlinya. Sosialita Dewi Prastyowati merasa bersyukur karena semenjak mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ), ia telah memiliki 2 admin yang handle dan 1 asisten rumah tangga yang membantu dibagian packing.

Kini, Sosialita Dewi Prastyowati merasa bahagia karena bisnis onlinenya telah tersistem. Tidak seperti dulu, dimana bila ia tidak melapak maka tidak ada rezeki. Tak hanya itu, Sekolah Bisnis Online ( SBO ) juga membantu Sosialita Dewi Prastyowati untuk lebih memaksimalkan Instagram, marketplace, dan fanpage. Hingga kini omset bisnisnya telah mencapai 170 jutaan dengan range keuntungan sekitar 8000 – 12.000 pcs.

 


  • 4

Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar

Cerita Sukses Mira Nur Setelah Mengalami 9 Kegagalan Bisnis dan Terjerat Hutang 8 Milyar – Apa yang Mira Nur dapatkan hari ini adalah buah dari kegagalan bisnis yang pernah dilaluinya. Sebelum sukses merintis bisnis di bidang tas kulit dengan merk Zola Leather.

Mira Nur pernah merintis bisnis toko retail sepatu, usaha kedai bakso, produsen sepatu, vendor toko sepatu di Bandung, toko sepatu di Cibaduyut, membuka online shop jam tangan, grosir jam tangan, grosir sepatu di pasar astana anyar dan menjadi agen untuk sebuah jasa ekspedisi.

Akan tetapi, semua bisnis yang dijalankannya tersebut bermuara pada kebangkrutan dan menghasilkan hutang yang sangat fantastis di angka 8 milyar. Hal itu bisa terjadi karena system riba masih mendominasi bisnisnya kemudian banyaknya konsumen yang tidak membayar saat barang jatuh tempo.

Saat jatuh tempo, seringkali giro atau cek yang diterimanya kosong. Lalu cashflow tidak lancar hingga akhirnya memutuskan untuk suntik modal dari perbankan sementara usaha tidak selancar tahun sebelumnya.

Perjalanan bisnisnya ini memberikan hikmah tersendiri bagi Mira Nur. Ia menyadari bahwa roda kehidupan bisa berputar kapan saja. Adakalanya berada diatas namun ada kemungkinan besok habis sejadi – jadinya. Pada bulan Agustus 2016, Mira Nur masih bisa merasakan manisnya duduk di mobil mewah. Lalu sebulan kemudian ia merasakan pahitnya perekonomian sampai tidak bisa membeli susu untuk anak – anaknya.

Bahkan sebelumnya masih menempati apartemen dan bahkan selanjutnya ia harus pindah ke rumah mertua. Selain itu, Mira Nur juga merasakan rasanya ditelepon kartu kredit sehari 3x hingga didatangi oleh debt collector yang cukup menyeramkan. Disamping itu, sang suami juga mengalami depresi. Saat itu, Mira Nur bersama sang suami tak tahu apa yang harus diperbuat. Akan tetapi Mira Nur menyadari bahwa dirinya tak mungkin terus menerus larut dalam kesedihan.

Akhirnya Mira Nur berupaya move on dari semua prahara yang melanda. Ia tak ingin melihat orang yang disayanginya terpuruk. Terlebih lagi, ia juga tak ingin buah hatinya memakan makanan yang berasal dari rezeki yang tak halal, selanjutnya ia pun tak ingin mewariskan hutang pada keturunannya dan tak ingin meninggal dalam keadaan berhutang.

Qadarullah, titik balik Mira Nur dan sang suami saat dirinya diajak untuk mengikuti kopdar Sekolah Bisnis Online ( SBO ) oleh Merry Sasmita. Disana ia mendapat banyak pemahaman baru dan semakin menyadari bahwa dirinya tidak sendirian. Saat itu suami dari Mira Nur masih memiliki grosir sepatu yang kemudian Mira Nur ambil alih mengingat waktu terus berjalan.

Saat anak ketiga Mira Nur berusia 7 bulan, Mira Nur membawanya ke pasar sambil jualan dan mengasuh. Ketika buah hatinya terlelap, Mira Nur mengerjakan PR dari Sekolah Bisnis Online ( SBO ), mempelajari ilmu digital marketing dan semuanya dilakukan Mira Nur dengan penuh kesabaran.

Baca: Hamigia Zulchair, Pebisnis Perempuan yang Sukses Raup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan

Berkat ketekunannya dalam mempraktekan ilmu yang dipelajarinya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ). Ia mencoba peruntungan bisnsis dengan bermodalkan penjualan barang grosir sepatu yang dimiliki sebelumnya. Kali ini Mira Nur hijrah ke bidang bisnis yang baru sebagai produsen tas kulit zola leather. Berbekal kesalahan dan pengalaman yang sangat mahal sebelumnya, Mira Nur kembali merintis bisnis barunya mulai dari 2 lembar kulit atau sekitar 40 feet.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), kini Mira Nur telah berhasil memiliki 8 orang pengrajin, 2 orang admin, tim design dan tim SEO. Sebuah perjalanan yang luar biasa dari Mira Nur menyadarkan kita bahwa bisnis yang baik harus diawali dengan modal yang baik.


  • 0

Hamigia Zulchair, Pebisnis Perempuan yang Sukses Raup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan

Hamigia Zulchair, Pebisnis Perempuan yang Sukses Raup Jutaan Rupiah Dalam Sebulan – Hamigia Zulchair, Ibu dari dua orang anak yang kini tengah merintis bisnis di bidang fashion anak di Depok. Hamigia Zulchair memulai debut bisnisnya pada tahun 2012. Saat itu Hamigia Zulchair membuka usaha warung soto dan sop di Padang yang menjadi tanah kelahirannya.

Namun di bulan ke 8 umur bisnisnya, Hamigia Zulchair harus menutup bisnisnya tersebut karena sang suami harus mutase ke Jakarta terlebih lagi dirinya sedang memasuki kehamilan berusia 34 minggu.

Sejak buah hati pertamanya yakni Halwa lahir. Hamigia Zulchair memutuskan untuk memfokuskan diri di rumah saja. Disisi lain, Hamigia Zulchair ingin sekali membantu suaminya dengan berkarya meskipun berada di rumah. Tepat di bulan Juli tahun 2015, Hamigia Zulchair memutuskan untuk memulai bisnis baru. Dikarenakan memiliki hobi baking dan memiliki latar belakang teknologi pangan.

Hamigia Zulchair pun akhirnya memutuskan untuk menjual berbagai produk baking sehat ekslusif buatan dirinya. Pada saaat itu ia memasarkan brownies dan cookies sehat, full sayur beserta buah. Target market Hamigia Zulchair untuk bisnisnya saat itu adalah ibu muda yang memiliki kepedulian terhadap makanan sehat untuk buah hatinya.

Bulan pertama berselang, bisnis yang dijalaninya berjalan lancar. Hamigia Zulchair bahkan mulai mempromosikan bisnisnya melalui facebook pribadinya. Dan tantanganpun mulai terjadi saat ia menerima pemesanan lebih dari 5 loyang dalam sehari. Sedangkan Hamigia Zulchair saat itu hanya memiliki oven kecil. Ditambah lagi, untuk produknya harus dihidangkan fresh from oven. Sehingga membutuhkan banyak waktu, tenaga serta focus yang luar biasa agar citarasa tetap terjaga.

Hingga pada akhirnya Hamigia Zulchair memutuskan untuk berhenti berjualan brownies lagi karena tak mampu lagi menangani pesanan serta pekerjaan rumah. Terlebih lagi Hamigia Zulchair menghandle semuanya sendiri tanpa karyawan maupun asisten rumah tangga. Jika mau, sebenarnya Hamigia Zulchair bisa saja merekrut karyawan. Namun, Hamigia Zulchair mengurungkan niatnya tersebut karena khawatir rasa dan kualitas browniesnya tidak sama.

Akan tetapi, keuntungan yang didapat dari berjualan brownies sehar tersebut masih tersimpan rapi oleh Hamigia Zulchair. Suatu ketika seorang teman bercerita bahwa dirinya tengah mencari supplier baju dan legging persis seperti dengan yang sering Halwa alias buah hatinya kenakan. Ya, memang Halwa sejak usia 6 bulan telah berlangganan pada sebuah konveksi. Biasanya Hamigia Zulchair membeli produk baju untuk kebutuhan halwa dalam bentuk kodian. Alasannya agar harganya jauh lebih murah.

Sejak perjumpaan dengan temannya tersebut. Hamigia Zulchair memiliki ide untuk menjual pakaian anak. Hamigia Zulchair pun mulai menginformasikan bahwa dirinya menjual pakaian anak. Setelah itu, temannya tertarik dan langsung melakukan pemesanan. Dengan modal 500 ribu yang di dapat dari bisnis brownies sebelumnya, Hamigia Zulchair pun akhirnya berbisnis di bidang fashion anak.

Dengan nama Lemari Halwa, Hamigia Zulchair mulai mempromosikan bisnisnya ke sosial media. Awalnya Hamigia Zulchair tak pernah tahu bahwa belajar bisnis online ada kelasnya. Hingga pada akhirnya Hamigia Zulchair mengikuti Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan Muri Handayani.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Hamigia Zulchair mulai melihat progress yang luar biasa pada bisnisnya. Dari paket yang hanya terjual 2-4 buah dalam seminggu. Berubah menjadi rutin 1 paket per hari dan terus mengalami peningkatan.

Di penghujung bulan Januari 2015, kondisi badan Hamigia Zulchair sempat mengalami drop. Ternyata yang terjadi bukan karena sakit macam – macam melainkan karena hamil. Kondisi hamil yang dialami Hamigia Zulchair ternyata berbeda dengan kondisinya saat mengandung Halwa, anak pertamanya.

Dalam masa kehamilan, Hamigia Zulchair seringkali merasa mual, muntah dan pusing. Akhirnya online shop produk fashionnnya pun buka tutup sesuai dengan kemampuannya. Menunggu kepulangan suami untuk packing.

Setelah Karim lahir, yakni anak kedua dari Hamigia Zulchair. Tantangan mulai bermunculan dan Karim pun harus dirawat karena mengalami Hyperbilirubin. Dan kondisi Hamigia Zulchair pun semakin drop pasca kehamilan anak keduanya hingga sempat terlintas dalam benak Hamigia Zulchair untuk menutup online shopnya.

Namun, hati kecilnya tak ingin menutup bisnis yang telah dibangunnya tersebut. Dengan kondisinya tersebut, Hamigia Zulchair memutuskan untuk merekrut karyawan. Dan Hamigia Zulchair pun mulai focus untuk membangun system dengan baik. Ia tak ingin bisnis yang dibangunnya justru malah membuat buah hatinya tidak diperhatikan.

Baca: Dibalik Kesuksesan Ria Mardiana, Pemilik Deva Hijab yang Berhasil Memiliki Ratusan Reseller

Bersyukur karena kini Hamigia Zulchair telah memiliki beberapa karyawan. Berawal dari 2 kresek jumbo berisi 200 pcs jogger anak. Kini Hamigia Zulchair bahkan telah memiliki 10 rak full. Kemudian dari yang awalnya memanfaatkan sudut rumah, pindah ke kamar belakang dan kini telah memiliki tempat yang lebih layak dari sebelumnya untuk menjalankan bisnis.

Salah satu pencapaian yang sangat disyukuri Hamigia Zulchair adalah hadirnya 35 agen dan 50 reseller aktif Lemari Halwa dengan penjualan rata – rata 4000 pcs setiap bulannya. Sungguh luar biasa. Ia menyadari bahwa Allah benar – benar tahu kebutuhan umatnya dan pertolongan akan selalu datang tatkala kita berserah pada-Nya.