Monthly Archives: May 2017

  • 0

Dibalik Kesuksesan Ria Mardiana, Pemilik Deva Hijab yang Berhasil Memiliki Ratusan Reseller

Dibalik Kesuksesan Ria Mardiana, Pemilik Deva Hijab yang Berhasil Memiliki Ratusan Reseller – Ria Mardiana, ibu rumah tangga dari dua orang anak yang kini menjalankan bisnis di bidang penjualan hijab dengan brand deva hijab. Bisnis hijab yang ditekuninya kini telah berhasil mencapai ribuan angka penjualan setiap bulannya. Namun, dibalik kesuksesannya tersebut.

Ria Mardiana memiliki perjalanan bisnis yang sangat memotivasi. Ria Mardiana memulai usaha pada penghujung tahun 2013. Sebagai ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan untuk mengurus rumah tangga. Ria Mardiana masih menyempatkan dirinya untuk mengajar privat yang dimulai dari jam 4 sore hingga maghrib.

Situasi ekonomi tak menentu serta pemasukan yang belum memadai menjadi alasan bagi Ria Mardiana untuk bergerak demi membantu perekonomian keluarga. Saat itu Ria Mardiana ingin berwirausaha namun mengalami keterbatasan modal.

Hingga langkah sederhana seperti berjualan pudding cup yang dititipkan ke warung – warung terdekat pun pernah ditempuh oleh Ria Mardiana. Akan tetapi, Ria Mardiana mendapati bahwa berjualan pudding seringkali mempertemukannya dengan kerugian. Mengingat pudding yang dititipkan di warung tersebut seringkali tidak habis seluruhnya.

Suatu ketika, Ria Mardiana bertemu dengan supplier dompet merk ternama. Dan pada saat itu beliau tengah mencari orang yang mau menjual kembali dompet tersebut dengan bayaran setiap minggu. Bersyukur, Ria Mardiana pun akhirnya mengambil kesempatan untuk menjual kembali dompet – dompet tersebut.

Namun dikarenakan belum terbiasa berjualan ke kalangan ibu-ibu. Ria Mardiana saat itu merasa sungkan juga untuk menawarkan dompet tersebut. Namun Ria Mardiana tak ingin menyerah. Ria Mardiana akhirnya mencoba untuk berbaur dengan ibu – ibu.

Suatu ketika, Ria Mardiana mendekati ibu – ibu yang membawa jualannya ke sekolah. Kebetulan saat itu Ria Mardiana bertemu dengannya saat mengantar buah hatinya ke sekolah.

Ria Mardiana pun memberikan penawaran menarik pada ibu tersebut. Bahwa ibu tersebut akan mendapatkan gratis 1 dompet apabila berhasil mengumpulkan 10 orang untuk mengikuti arisan dompet yang ditawarkannya. Tak disangka, ternyata ibu tersebut berhasil mengumpulkan 10 orang.

Alhasil, arisan dompet pun bisa berlanjut dengan baik. Sangat bersyukur karena banyak ibu – ibu yang berminat untuk menjadi kepala arisan. Sehingga memberikan kemudahan pada Ria Mardiana untuk menjual dompetnya. Selain menawarkannya secara langsung, Ria Mardiana pun mencoba untuk memasarkannya secara online melalui facebook.

Dari penjualan dompet dengan system arisan, Ria Mardiana bersyukur berhasil mengantongi Rp. 400 ribu hingga Rp. 600 ribu dalam seminggu. Setelah sukses mengawali bisnis dompet dengan system arisan. Ria Mardiana kembali membuka arisan sprei, gamis, gorden tenun yang keseluruhan suppliernya didapat dari online.

Ria Mardiana menyadari bahwa berjualan online tidak laku. Khususnya berjualan via facebook. Selanjutnya Ria Mardiana kembali meminjam barang ke toko di pasar. Ria Mardiana menaruh uang senilai dengan barang yang diambil lalu mengembalikannya kembali saat barang yang diambil tidak laku.

Saat itu Ria Mardiana mencoba untuk berjualan baju anak namun kurang laku di pasaran. Ada perasaan sedih yang mengganjal di hati Ria Mardiana. Namun, ia tak ingin berlarut – larut dalam kesedihannya.

Pada tahun 2013, Ria Mardiana berhasil diterima untuk mengajar di tempat bimbel yang cukup terkemuka. Ria Mardiana hanya perlu mengajar 3 kali dalam seminggu. Bersyukur aktivitas mengajar di bimbel menambah pemasukan bagi keluarga Ria Mardiana.

Saat itu Ria Mardiana tidak lagi mengadakan aktivitas arisan karena kesibukannya mengajar. Terlebih lagi, meski usaha online belum cukup menemui titik keberhasilan. Ria Mardiana tetap selalu berusaha.

Suatu ketika di bulan Februari 2014, seorang teman minta dicarikan souvenir bros. Kemudian Ria Mardiana mencoba untuk mencarinya secara online. Ria Mardiana mendapati bahwa harga bros dipatok dengan harga yang cukup mahal. Dan hal yang teramat disyukuri Ria Mardiana adalah ia memiliki teman mengajar di bimbel yang memiliki keahlian membuat bros.

Teman dari Ria Mardiana yang sedang mencari bros akhirnya memesan bros pada Ria Mardiana. Saat itu, Ria Mardiana memutuskan untuk melakukan pemesanan kembali pada temannya yang mahir membuat bros sebanyak 200 pcs dan sisanya yakni 100 pcs di handle oleh Ria Mardiana.

Dalam kondisi yang tidak tahu menahu mengenai seluk beluk bros, Ria Mardiana nekat menghandle penjualan 100 pcs bros temannya. Kemudian Ria Mardiana langsung belajar mengenai cara membuat bros melalui youtube. Namun yang terjadi adalah setelah 2 minggu barulah Ria Mardiana berhasil membuat bros.

Semenjak menerima pesanan bros dari temannya, Ria Mardiana mencoba mengerjakan beberapa pesanan bros lainnya. Dalam hati, Ria Mardiana semakin menyadari bahwa ia berjodoh dengan dunia kerajinan tangan. Meski belum banyak yang memesan bros padanya, Ria Mardiana tetap bersabar dan menjalankan bisnis di bidang brosnya tersebut.

Hingga suatu ketika teman dari Ria Mardiana yakni Rochma Firdaus mengajak dirinya untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan oleh Muri Handayani. Awalnya, Ria Mardiana merasa tak yakin untuk mengikuti kelas di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) hingga pada akhirnya Ria Mardiana merasakan begitu banyak ilmu yang didapatnya.

Banyak pengetahuan yang akhirnya diperoleh. Bahkan Ria Mardiana merasa sangat beruntung belajar di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) karena investasi yang dikeluarkan untuk mendaftar SBO setara dengan apa yang ia dapatkan.

Tekad Ria Mardiana untuk berwirausaha semakin bulat saat ia dilanda kegalauan karena buah hatinya hendak menduduki bangku sekolah. Selain itu, biaya kontrakan yang semakin melambung tinggi seolah menjadi pemicu semangat bagi Ria Mardiana untuk lebih bersemangat.

Suami dari Ria Mardiana yang sebelumnya bekerja sebagai seorang guru honorer pun pada akhirnya resmi resign dari pekerjaannya dan memutuskan untuk berwirausaha bersama sang istri, Ria Mardiana.

Saat itu, Ria Mardiana dibantu oleh sang suami untuk membuat bros. Ternyata suaminya memiliki kelihaian yang sangat menakjubkan saat membuat bros. Diawali dari pagi hingga dzuhur, Ria Mardiana membuat bros selanjutnya Ria Mardiana berangkat ngajar dan sang suami meneruskan membuat bros.

Ria Mardiana bersama sang suami mulai mengumpulkan modal bisnis. Saat itu dana yang terkumpul sekitar 2,8 juta. Akhirnya Ria Mardiana pun memutuskan untuk berbisnis di bidang jilbab. Ria Mardiana nekat berkunjung ke Tanah Abang untuk mempelajari lebih banyak tentang jilbab.

Baca: Sepak Terjang Kuni Mahmudah, Pebisnis Online dengan Omset Puluhan Juta

Dalam usahanya merintis bisnis jilbab, suami dari Ria Mardiana mendapat amanah untuk memotong bahan yang selanjutnya dibawa ke pasar untuk di neci. Dan usaha jilbab ini pun terus berjalan hingga akhirnya Ria Mardiana berhasil membeli mesin neci sendiri yang memberikan kemudahan bagi Ria Mardiana dan sang suami untuk merintis bisnisnya.

Usaha yang dirintis pun pada akhirnya terus membuahkan hasil. Bahkan seluruh ilmu yang didapatnya di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) kembali Ria Mardiana praktekan dalam bisnisnya. Bersyukur kini penjualan semakin meningkat.

Bahkan setiap minggu nya, Ria Mardiana harus belanja bahan jilbab dua kali dalam seminggu untuk keperluan bisnis penjualan jilbabnya yang melebihi 100 kg. Bahkan Ria Mardiana juga kini telah berhasil membuat label sendiri dengan nama Deva Hijab dan telah memiliki reseller lebih dari 300 orang. Sungguh pencapaian yang luar biasa dan sangat disyukuri oleh Ria Mardiana bersama sang suami khususnya.


  • 0

Sepak Terjang Kuni Mahmudah, Pebisnis Online dengan Omset Puluhan Juta

Sepak Terjang Kuni Mahmudah, Pebisnis Online dengan Omset Puluhan Juta – Kuni Mahmudah memulai bisnis onlinenya sejak tahun 2012. Tepatnya beberapa bulan setelah menikah. Saat itu Kuni Mahmudah tengah menjalani bangku universitas sama halnya dengan sang suami. Dan seluruh anggaran kuliah harus dibiayai sendiri. Dibantu oleh orang tua untuk modal awalnya saja.

Kuni Mahmudah mengambil jurusan kebidanan yang nyatanya membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Terlebih lagi, saat itu suami dari Kuni Mahmudah belum memiliki pekerjaan tetap. Modal yang diberikan orang tua pun habis untuk keperluan kuliah dan kebutuhan hidup sehari – hari.

Awalnya Kuni Mahmudah menjadi reseller di online shop yang berada di Jakarta, Yogyakarta dan Solo. Saat itu Kuni Mahmudah memutuskan untuk menggunakan system dropship.

Dikarenakan keterbatasan ilmu dan pengalaman. Kuni Mahmudah terkena tipu oleh semua supplier karena ternyata barang yang dijual memiliki kualitas KW. Alhasil, Kuni Mahmudah banyak mendapat komplain dari para pelanggannya.

Akhirnya bisnis online yang dijalankanpun menjadi terhambat. Tak ingin meratapi keadaan, Kuni Mahmudah memutuskan untuk tetap berjualan meski secara offline. Cukup banyak bisnis offline yang dijalankan Kuni Mahmudah. Mulai dari bisnis bungkus makanan ringan, membuka angkringan, hingga bisnis jamur krispi. Namun sayangnya, bisnis yang dijalankan semuanya gulung tikar.

Dari tahun 2012 hingga 2016, Kuni Mahmudah berjualan online tetapi jarang closing. Akhirnya di bulan November 2016, Kuni Mahmudah mulai bersemangat untuk meningkatkan ilmu bisnis onlinenya. Hal itu dibuktikan dengan keikutsertaannya pada program kelas utama di Sekolah Bisnis Online ( SBO ) yang didirikan Muri Handayani.

Baca: Belajar Dari Elaeis Pratiwi, Pemilik Alwafa Hijab Yang Meraup Keberkahan Karena Memprioritaskan Anak

Dan Kuni Mahmudah sangat bersyukur bahwa kini bisnisnya dapat menembus omset puluhan juta di bulan Maret 2017. Bagi Kuni Mahmudah, Sekolah Bisnis Online ( SBO ) telah memberikan banyak manfaat untuk perkembangan bisnisnya.

Sebagai alumni Sekolah Bisnis Online ( SBO ), Kuni Mahmudah memegang prinsip agar bisnisnya dapat menjadi jalan bagi dirinya untuk bersedekah lebih banyak lagi. Tak hanya itu, Kuni Mahmudah juga berharap agar bisnisnya dapat bermanfaat bagi orang lain. Sungguh kisah Kuni Mahmudah ini membuka hati kita semua agar lebih menyadari tujuan bisnis yang sebenarnya.


  • 0

14 Kelebihan dan Keuntungan Berjualan di Tokopedia

14 Kelebihan dan Keuntungan Berjualan di Tokopedia – Tokopedia adalah marketplace atau mall online di Indonesia yang memberikan kesempatan terbaik bagi setiap penjual untuk mengelola toko online secara GRATIS.

1. Tokopedia memiliki tampilan yang responsive. Dapat diakses menggunakan perangkat smartphone dengan mudah. Selain itu, tampilan juga lebih segar dengan dominasi warna hijau yang memukau.

2. Untuk berjualan di Tokopedia sama sekali tidak dipungut biaya apapun alias GRATIS

3. Keamanan di Tokopedia cukup terjamin karena memungkinkan setiap penjual untuk menggunakan kode OTP. Kode OTP ( One Time Password ) adalah kode yang dikirimkan oleh pihak Tokopedia untuk memastikan agar aktivitas penarikan dana, login, menambahkan rekening baru benar – benar dilakukan oleh pemilik akun tersebut.

4. Estimasi waktu transfer saldo ke rekening pribadi sangat cepat. Maksimal 4 jam sudah bisa masuk ke rekening pribadi.

5. Tokopedia menyuguhkan fitur Pre-Order yang memudahkan para penjual yang menjual produk import yang membutuhkan proses lebih lama.

6. Terdapat berbagai pilihan kategori yang sangat terperinci dan bervariasi. Sehingga para penjual memiliki kemudahan untuk mengupload foto produknya secara spesifik.

7. Loading website tidak berat. Sehingga para penjual maupun pembeli tidak perlu khawatir akan menunggu lama.

8. Tokopedia telah didukung berbagai jasa ekspedisi sehingga memudahkan para pembeli untuk mendapatkan produk yang diinginkan. Sehingga otomatis, penjual pun semakin diuntungkan akan hal ini.

9. Para penjual tak perlu mengakumulasi total pembelian konsumen. Karena secara otomatis, konsumen akan mendapatkan perhitungan harga mengenai harga produk dan total ongkos kirim yang perlu ditransfer pada penjual.

10. Terdapat fitur dropshipper yang memungkinkan para dropshipper memesan produk pada supplier

11. Tokopedia mendukung berbagai metode pembayaran yang memberikan kemudahan bagi para konsumen untuk membeli produk yang diinginkannya. Tentu ini memberikan keuntungan bagi para penjual di Tokopedia.

12. Tokopedia memiliki fitur pengaturan admin toko atau user management. Sehingga para penjual dapat berbagi akses dengan admin toko. Para penjual tidak perlu khawatir karena admin toko memiliki 3 hak akses berbeda yang dapat disesuaikan sesuai kebutuhan.

Baca: 4 Standarisasi Layanan Customer Service Dalam Suatu Toko Online

Dan yang terpenting adalah admin toko TIDAK BISA melakukan penarikan dana apapun dari toko penjual. Karena hanya pemilik toko saja yang memiliki akses untuk penarikan dana. Sehingga Tokopedia cukup aman digunakan untuk para penjual yang memiliki karyawan.

13. Memberikan kesempatan pada para penjual untuk mendeskripsikan produknya dalam bentuk video

14. Memiliki fitur statistik toko yang memudahkan para penjual untuk mengetahui informasi terkini terkait perkembangan toko. Mulai dari transaksi, pembeli hingga produk. Dengan begitu, para penjual dapat meningkatkan strategi penjualannya.